Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Kejutan Senja


__ADS_3

"Katanya pergi sebentar ternyata lama.. Eh kok kaya lirik lagu sih.." ucap Azkia yang masih mencari keberadaan Azka, siapa tau dia sudah kembali.


Ketika Azkia berbalik badan tiba - tiba saja di depannya ada buket bunga dan banyak balon warna putih membuat Azkia kaget. Kemudian terdengar suara di balik balon dan juga buket bunga tersebut. Ternyata Azka sudah berlutut di depan Azkia dengan membawa buket bunga dan juga balon yang sudah di siapkan oleh Devan dan Attaya.


"Azkia Aghata, entah sejak kapan rasa ini ada di hati gue.. Entah kenapa gue gak rela saat ada yang nembak lo, ada yang deketin lo.. Gue gak suka lo deketin orang lain, gue gak rela kalo lo di bully sama Siska.. Bahkan gue gak rela lo tersenyum buat cowok lain, maaf kalo gue terlambat menyadari ini semua, ..... (tarik nafas lalu membuangnya perlahan) jadi Azkia Aghata mau gak kamu jadi pacar ku?" tanya Azka sambil memperlihatkan wajahnya yang tadi tertutup buket bunga dan balon.


Deg!


Deg!


Deg!


Jantung Azkia seakan sedang berlomba lari, "Gila jantung gue serasa mau copot." batin Azkia sambil memegang erat tali slingbag nya.


"Jika lo terima gue lo ambil buket bunga ini, sebaliknya jika lo nolak gue lo boleh ambil balon ini.." ucap Azka lagi sambil terus menatap Azkia


Azkia sangat terkejut dengan pengakuan Azka saat ini, sampai membuatnya tidak bisa berkata - kata.


Suasana saat ini pun juga sangat mendukung hujan sudah benar - benar reda, senja yang indah muncul di sebalah barat dengan warna langit kejinggaan berpadu dengan warna biru dan juga pink soft dan masih terlihat sedikit pelangi walaupun sudah semakin samar. Udara yang dingin tadi berubah menjadi hangat namun masih terasa sangat sejuk dengan angin yang berhempus pelan.


Begitupun dengan perasaan Azkia saat ini, rasanya sudah bercampur aduk. "Gue harus gimana ini?" batin Azkia sambil terus memainkan kuku jarinya karena bingung.


"Emmmm...."


"Tolong kasih gue jawaban sekarang,Ki!" ucap Azka


Hening untuk beberapa saat, kemudian Azkia mendekat dan meraih tangan Azka agar dia berdiri, Azkia tidak tega melihat Azka terlalu lama berlutut di hadapannya.


"Jadi?" tanya Azka sambil menaikkan sebelah alisnya


"Terima terimaa terimaa..." ucap salah satu pengunjung yang sedang berada di dekat mereka, membuat orang - orang yang tadinya tidak perduli kepada mereka berdua akhirnya ikut meramaikanya.


"Ayo terima kaka, sayang banget kalo di tolak.."


"Terima aja dek, kalian berdua cocok..."


"Terima terimaa!" teriak mereka bersamaan membuat Azkia semakin malu, dan di saat - saat seperti ini sahabat mereka juga sudah menemukan keberadaan mereka berdua sehingga bisa menjadi saksi atas diterima atau tidaknya Azka.


"Semangat bosku!" teriak Devan sambil melambaikan tangnnya.


"Terimaa Terimaa.." ucap Devira dan di ikuti yang lainnya


Azkia mencoba mencari ketulusan dari sorot mata Azka, dan dia melihat itu. Membuat Azkia menjadi yakin dia harus memilih mana.

__ADS_1


Azkia mulai mengulurkan tangannya perlahan, tangan itu mengarah ke arah buket bunga kemudian berganti ke arah balon, begitu terus hingga beberapa kali membuat Azka semakin panik.


Kemudian Azkia mengambil semua balon yang berada di tangan Azka, membuat Azka dan sahabatnya kaget. Mereka tidak menyangka jika Azkia akan memilih balon itu, karena jika Azkia memilih balon berarti dia menolak perasaan Azka.


Azka yang melihat itu menjadi sedih, kecewa sangat jelas terlihat di wajahnya. Badannya menjadi seperti tidak memiliki tenanga, karena Azka terlalu yakin jika Azkia akan menerimanya namun kenyataannya sebaliknya.


Azkia memandang Azka dengan tatapan yang sangat sulit diartikan, kemudian terucap sebuah kata dari bibir mungilnya tersebut membuat Azka salah paham.


"Maaff..." ucap Azkia menggantung lama, terlihat wajah pasrah terpancar dari wajah Azka


"Maaf, Aku gak bisa nolak kamu.." ucap Azkia lagi


"Yaudah gak papa.." ucap Azka yang belum menyadari ucapan Azkia, namun beberapa detik kemudian Azka sadar ada yang ganjil dari perkataan Azkia


"Eh tunggu dulu, tadi kamu bilang apa? Gak bisa nolak gue?" tanya ulang Azka karena ingin memastikan apa yang Azka dengar


"Iya.." ucap Azkia singkat sambil terus memandangi Azka dengan senyum manis


"Berarti gue di terima?" tanya Azka lagi untuk memperjelas status hubungannya saat ini.


Azkia tidak menjawab pertanyaan Azka, dia hanya mengangguk sebagai tanda setuju dengan apa yang di ucapkan Azka.


"Beneran kan serius? Ini bukan mimpi kan?" tanya Azka yang belum percaya


"Gak mimpi kok" ucap Azkia sambil menggelengkan kepalanya. "Gue mau jadi pacar lo Azka Aldric.." ucap Azkia sambil menerbangkan semua balon yang berada di dalam genggamannya lalu mengambil buket bunga mawar yang berada di tangan Azka.


"Selamat selamat akhirnya di terima.."


"Selamat yaa kalian berdua itu cocok!"


"Semoga sampai menikah ya.. Amiiin."


Dan masih banyak lagi ucapan orang - orang yang tidak di kenal namun mau mendoakan mereka yang baik - baik.


Azka sangat bahagia hari ini hingga tidak bisa mengatakan apa - apa, begitu juga dengan Azkia. Terasa di sekelilingnya ada bunga - bunga yang bermunculan.


Azka mendekap Azkia dalam pelukannya, ada sedikit air di sudut mata Azka. Hatinya kini tidak terasa kosong lagi seperti sebelumnya, mungkin Azka akan kembali ke sifatnya yang dulu hangat dan ramah.


"Gue gak akan lepasin lo, gue akan berusaha jaga lo, apapun yang terjadi gue gak akan ninggalin lo.. Gue akan berusaha buat lo selalu bahagia, gak akan gue biarin air mata lo jatuh kaya tadi lagi, Ki. Gue sayang banget sama lo, Azkia." ucap Azka saat memeluk Azkia.


Azkia yang mendengar ucapan Azka pun menjadi terharu, hingga membuat Azkia tidak bisa berkata apapun selain mengangguk. Dia bersyukur memiliki seseorang yang menyayanginya selain keluarganya dan juga sahabatnya.


"Oee kasihani kamu yang jomblo ini.." teriak Attaya, membuat Azkia dan Azka sadar jika mereka masih berada di taman bermain

__ADS_1


"Cih! ganggu orang lagi romantis - romantisan lo yak!" kata Azka sambil merangkul Attaya hingga dia susah bernafas.


"Am - ampun bosku ampun.." ucap Attaya sambil berusaha lepas dari Azka, sedangkan Azkia mendapatkan ucapan selamat dari kedua sahabatnya sambil berpelukan.


"Kalo Azka nyakitin lo, bilang sama gue.. Biar gue yang kasih dia pelajaran" ucap Devira sambil melihat ke arah Azka


"Bener, kalo dia macem - macem kita sikat aja nanti.." ucap Nayla sambil melepaskan pelukannya


"Cucian kali Nay, disikat segala.. Hahaaa" canda Devira


"Oke Siap!" ucap Azkia sambil tersenyum manis, terlihat jelas ada kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya.


"Selamat bosku, jangan lupa sama kita ya.." ucap Devan mendramatisir.


"Hilih bilang aja lo takut gak ada yang tratir lo lagi kan.. sok - sokan sedih lo.." tebak Azka yang memang benar adanya.


...----------------...


^^^Ya disenja sore itu^^^


^^^selepas hujan pergi^^^


^^^ada rasa yang tak^^^


^^^bertepuk sebelah tangan^^^


^^^Rasa sayang sehangat mentari senja,^^^


^^^ragu yang mulai pudar^^^


^^^Kebahagaian yang hadir menyapa^^^


^^^semanis senyumnya^^^


^^^Dikala senja itu^^^


^^^- E H -^^^


......................


Wtf lah gak nyambung puisinya ehek..


....

__ADS_1


...Jadi apa kah yg...


...akan terjadi setelah itu*..?...


__ADS_2