
Azka merebahkan tubuhnya diatas kasur bih sizenya, terasa capek karena saat mengantar Azkia pulang dia sambil memegangi Azkia yang sedang tidur agar tidak terjatuh. Tiba - tiba saja senyum manis menghiasi sudut bibirnya, wajahnya seolah memancarkan aura yang membuat siapa saja yang melihatnya akan berfikir jika Azka begitu ganteng.
"Lucu baget wajahmu nyun pas digoda tadi." gumam Azka sambil membayangkan wajah Azkia tadi yang kesal saat dia goda.
Tok tok tok
Terdengar ketukan pintu yang menyadarkan Azka dari lamunannya.
"Masuk." ucap Azka tanpa memperbaiki posisinya yang masih tiduran.
"Azka ayo turun makan malam." ajakan lembut dari sang mama membuat Azka seketika bangun dan terduduk diatas tempat tidur.
"Kapan mama pulang?" bukannya menjawab ajakan sang mama, Azka malah membalas ajakan mamanya dengan pertanyaan.
"Tadi siang, tumben pulang gak bareng Atta sama Devan?" tanya mamanya.
"Iya, tadi mampir dulu ke rumah temen." jawab Azka sedikit dingin dengan mamanya.
"Yaudah ayo makan, udah di tunggu papa." ajak mama Kayla, kemudian mereka berdua turun menuju ruang makan. Disana sudah ada papanya yang sudah menunggu mereka berdua, kemudian mereka makan dengan tenang tanpa ada suara apapun.
Setelah selesai makan barulah, papa Yudha membuka suara, "Kamu udah liburankan, Ka?" tanya papa Yudha.
"Udah." singkat Azka sambil memakan apel.
"Nilaimu gimana?" tanya papa sambil meminum teh hangat.
"Ya gitu." jawab Azka malas, walaupun Azka seorang badboy tidak menutupi jika dia juga seseorang yang nilainya tidak terlalu jelek.
"Jelek lagi?" tanya papa.
"Gak juga."
"Kamu itu harus rajin jangan banyak bolos lagi, nanti kamu yang akan mengurusi semua bisnis papa... sekolah yang bener jangan nakal mulu." nasehat papa Yudha.
"Hmm." ucap Azka malas mendengarkan nasehat ayahnya yang itu - itu saja jika bertemu.
"Azka kekamar dulu pah mah." ucap Azka lagi sambil melangkah ke lantai dua.
"Tunggu, kamu dah liburan kan... mainlah ke rumah nenekmu, beliau merindukanmu." ucap mama Kayla.
"Tapi Azka mau pergi liburan dulu sama temen - temen mungkin setelah itu." kata Azka sambil menyusuri tangga.
"Jangan sampai gak main kesana ya! nanti salamin papa sama mama belum bisa main kesana." ucap mama Kayla.
__ADS_1
"Makanya jangan sibuk kerja mulu." ucap Azka kesal kemudian berjalan masuk kedalam kamarnya dengan membanting pintu kamarnya dengan kasar.
Mama Kayla hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Azka, dia sadar karena dia selaku sebagai ibu lebih sibuk di dunia karir dari pada mengurus anaknya sendiri.
"Anakmu mah, kelakuannya semakin hari semakin bikin pusing saja... mau jadi apa dia nanti!" ucap papa Yudha sambil berdiri akan kembali ke kamarnya.
"Sabar lah pah, dia masih anak - anak wajar kalo seperti itu." ucap mama Kayla mengikuti langkah suaminya.
"Iya, tapi dia nanti yang akan meneruskan bisnis kita... kalo tidak dikerasin nanti mau jadi apa dia?" kesal papa Yudha.
"Nanti pasti Azka akan berubah pah, mungkin karena kita kurang memiliki waktu buatnya jadi dia seperti ini." kata mama Kayla mencoba menenangkan suaminya.
"Tapi ini semua juga buat dia nantinya." ucap Papa Yudha sambil menyenderkan badannya di sandaran tempat tidur.
Dia memikirkan bagaimana bisa merubah Azka agar tidak menjadi anak bandel lagi, karena semua bisnisnya nantinya juga Azka yang menghendel.
"Apa kita jodohkan saja Azka mah?" tanya papa Yudha setelah keheningan yang ada.
"Mana mau Azkanya pah?" tanya balik mama Kayla.
"Anaknya teman papa ada yang seumuran sama Azka, anaknya cantik baik lagi... siapa tau dia bisa merubah Azka." ucap Papa Yudha sambil memikirkan nama seseorang teman bisnisnya yang memiliki putri yang seusia dengan Azka.
"Terserah papa saja, tapi ingat jika Azka gak mau jangan di paksa." kata mama Kayla sambil berbaring di sebelah suaminya.
Kemudian mereka semua terlelap dalam tidur, karena sudah lelah seharian bekerja.
......................
"Gak nyangka, pacar kutub ku jadi manis banget kayak permen kapas yang langsung lumer di mulut haha." gumam Azkia sendiri sambil tertawa bahagia.
Azkia berguling kesana - kemari di atas kasur besarnya, dia teringat saat Azka membisikan kata "I Love you, nyun" kata itu seolah selalu terngiyang di dalam pikirannya bahkan suara Azka seolah terdengar terus menerus.
"Astaga bisa gila aku ini." kata Azkia sambil menutup wajahnya menggunakan bantal.
"Kenapa suara Azka masih kedengaran sih padahal orangnya udah pulang..... aaaa mama!" teriak Azkia karena tidak bisa lepas dari pikirannya tentang Azka.
"Apa?" tanya mamanya yang sudah masuk di kamar Azkia sebelum Azkia berteriak memanggil mamanya. Sontak saja membuat Azkia kaget, karena dia tidak mengetahui jika mamanya sudah berada dibelakangnya.
"E-eh mama, hehe gak kok." ucap Azkia kaget.
"Kamu sehat kan?" tanya mama Lala sambil memegang jidat Azkia, "gak panas kok." ucapnya
"Ih mama Azkia sehat ya!" kesalnya sambil mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Masa gak sakit, terus kenapa? Masa kesambet?" tanya mama Lala.
"Enak aja, anak mama yang cantik ini mana ada kesambet." kesal Azkia sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.
"Terus kenapa dari pulang sekolah senyum - senyum sendiri, teriak - teriak gak jelas... guling sana guling sini?" ucap mama Lala memperhatikan Azkia dengan lekat.
"Lagi latihan drama mah." ucap Azkia, pasalnya Azkia belum memberitahukan hubungannya dengan Azka kepada mama Lala.
"Drama jadi orang gila haha." canda mama Lala sambil mengelus pelan pucuk kepala Azkia.
"Gak lah mah, mama ini ada - ada saja." jawab Azkia dengan manja menggelayuti lengan mamanya.
"Yaudah ayo makan, udah ditunggu papa." ajak mama Lala sambil membuka pintu kamar Azkia.
"Gak usah belajar juga Kia udah gila mah, gila gara - gara beruang kutub haha." batin Azkia sambil mengikut langkah kaki mamanya.
Setelah sampai di dapur Azkia langsung duduk di sebelah Ayahnya, lalu mengambil sebuah anggur dan memakannya.
"Astaga dek, berdoa dulu kalo makan... udah cuci tangan belum?" ucap papa Azkia sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya itu.
"Eh iya lupa pah hehe, Azkia cuci tangan dulu." ucap Azkia langsung berlari kearah cucian piring untuk mencuci tangannya, lalu kembali duduk di depan mamanya.
"Jangan dibiasakan kayak gitu dek, malu lah nanti kalo pacar kamu lihat." ucap papa Azkia.
Uhuuuk
Perkataan papanya membuat Azkia tersedak dan terbatuk, dengan cepat mama Lala memberikan segelas air putih kepada Azkia. Dengan cepat Azkia mengambil gelas itu lalu meminumnya hingga tersisa setengah.
"Papa ini bikin keselek aja." keluh Azkia setelah tersedaknya hilang.
"Papa kan cuma bercanda.... emm atau jangan - jangan kamu udah punya pacar ya? Hayo kenalin sama papa." kata papa Azkia.
"Kan papa dah kenal." ucap Azkia tanpa sadar.
"Hah apa?" tanya papa dan mama Azkia bersamaan karena mereka berdua tidak terlalu mendengar apa yang putrinya ucapkan.
"Hehe bukan apa - apa, lupain aja pah, mah." ucap Azkia sambil tersenyum.
Kemudian mereka melanjutkan makan malamnya dengan tenang, setelah itu Azkia berpamitan untuk kembali ke kamar terlebih dahulu karena besok dia akan bertemu dengan teman - temannya untuk merencanakan liburan mereka.
......................
...تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ, وَأَحَالَهُ اللَّهُ عَلَيْك...
__ADS_1
Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu 'alaik, mohon maaf lahir dan batin ya semua..
—Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442H—