Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Bau Gosong!


__ADS_3

"Tumben malu, biasanya kan malu - maluin." kata Azka sambil berbisik di telinga Azkia.


"Gue gak malu - maluin..." bentak Azkia


Secara spontan Azkia menjawab perkataan Azka, tapi sayang Azkia tidak berbisik seperti Azka melainkan berbicara dengan lantang membuat seisi kelas tertuju padanya.


Termasuk Bu Ulan, beliau marah karena saat mengajar tidak suka ada keributan. Karena itu Bu Ulan menghukum Azkia.


"Azzkiiaaaaa!!" teriak Bu Ulan


"E-eh iya bu..." ada aura membunuh dari Bu Ulan membuat Azkia ketakutan.


"Keluar sekarang juga dan berdiri di lapangan sampai jam pelajaran saya habis..!" tegas Bu Ulan


"Ta-tapi bu, bukan saya yang salah... ini semua gara - gara Azka bu, dia yang gangguin saya..." keluh Azkia sambil menunjuk ke arah Azka.


"Saya tidak menerima penolakan... Lakukan sekarang juga!" tegas Bu Ulan.


"Ba-baik bu..." dengan berat hati Azkia melaksanakan perintah dari Bu Ulan. Tapi sebelum itu dia menatap tajam ke arah Azka. "Awas aja lo.." batin Azkia


Dengan lunglai Azkia berjalan menuju lapangan, cuaca cukup cerah hari ini. Walaupun pelajaran tinggal satu jam saja tapi tidak ada toleransi untuk Azkia. Sedangkan yang lain melanjutkan pelajaran di dalam kelas, Azka tidak berhenti menertawakan Azkia yang sedang di hukum karena keisengannya.


"Kenapa..?"


"Astaga setan..." kaget Kia


"Lah mana setannya...?"


"E-eh maaf kak hehe... kirain setan, soalnya tadi sepi tau - tau ada suara..." jelas Azkia yang kaget.


"Mana ada setan pagi kayak gini... Hahhaa.." tawa kakak kelas itu


"Oh iya mau kemana ..?" tanya Rayhan


"Mau ke lapangan, di hukum_-|" kata Azkia sedih.


"Uh kasian, semangat yaa..." sambil mengusap kepala Azkia pelan.


Azkia yang mendapatkan perlakuan itu menjadi salah tingkah, pipi nya tiba - tiba saja menjadi merah. Dengan pelan Azkia menggelengkan kepalanya, untuk menyadarkannya dari ke baperannya terhadap seniornya itu.


"Kenapa?" tanya Rayhan, ya orang yang di temui Azkia adalah dia.


"Eh gak kak hehe.. yaudah mau melaksanakan tugas negara dulu..." ucap Azkia sambil berjalan ke arah lapangan.


"Tugas negara, tugas berjemur ya.. Awas nanti jadi malika.." canda Rayhan


"Hah malika..?" tanya Azkia yang tidak paham candaan Rayhan


"Iya malika.. Hitam manis hahaa..." tawa Rayhan semakin membuatnya terlihat keren dan mempesona.


"Hiissstt apaan sih kak, gak lucu tau." kaya Azkia sambil menabok lengan Rayhan.


"Aduhhh..." keluh Rayhan yang berlagak kesakitan.


"Sakit kak ..?" panik Azkia

__ADS_1


"Sakit.. tapi boong hahaa..."


"Bomatlah kak.. pergi dulu..." melangkah sambil menghentakkan kakinya karena kesal dengan Azka di tambah lagi Rayhan yang menggodanya.


"Lucu banget sih dek ..." berbicara sendiri karena Azkia sudah jauh melangkah menuju lapangan.


"Jadi pengen bungkus bawa pulang.." lanjut Rayhan lagi sambil terus memandangi punggung Azkia yang sudah menjauh darinya.


...........


Di dalam kelas


Bu Ulan terus melanjutkan pelajarannya dan tidak menghiraukan gangguan kecil tadi. Bu Ulan adalah orang yang tegas dan sangat disiplin, membuatnya di takuti oleh sebagian siswa.


Di sisih lain ada dua pasang mata yang menatap tajam ke arah Azka, membuat Azka menjadi tidak nyaman. Mereka adalah sahabat dekat Azkia


Karena mereka heran melihat Azka yang begitu usil kepada anak baru itu, padahal kepada siswa yang lain jarang seperti itu.


"Uhukkk..."


"Ka.. oe Azka..." bisik Devan


"Apa..?" singkat Azka


"Noh di pelototin dua cewek gak sadar dari tadi." ucap Devan sambil menunjuk ke arah Nayla dan Devira bergantian.


"Biarin aja.."


Nayla dan Devira sangat kesal kepada Azka, karena gara - gara dia Azkia di hukum. Tapi disini lain, Azka tenang saja tidak merasa bersalah sama sekali.


Empat puluh lima menit pun sudah berlalu, kini waktunya istirahat. Dan waktu habisnya hukuman untuk Azkia. Dengan wajah yang penuh keringat menahan haus Azkia langsung saja menuju ke kantin, di sana sudah ada teman - temannya.


"Pelan - pelan, gak ada yang mau rebut juga.." kata Attaya


"Kalo kurang gue beliin lagi..." kata Devan, sedangkan Azka hanya diam saja melihat Azkia.


"Haaahh... akhirnya lega..." kata Azkia setelah meminum habis air mineral itu.


"Udah gak minum sebulan bu..." canda Nayla


"Lebih dari sebulan Nay.. Panas banget.." keluh Azkia


"Hahaa..." tawa mereka


Entah kenapa Azka reflek mengambil tisu dan mengelap kringat di jidat Azkia, Azkia memang duduk disebelah Azka jadi gampang saja jika Azka ingin melakukannya.


Spontan saja Azkia merebut Tissu dari tangan Azka, Azkia malu di soraki oleh sahabat - sahabatnya itu.


"Apaan sih gue bisa sendiri..." kata Azkia sambil mengelap jidatnya sendiri.


"Hmm." kata Azka


"Uhuuukkkk.... duh suka keselek gue kalo liat yang bucin - bucin gini." canda Devan


"Apaan sih gak lucu! Siapa juga yang bucin.." kesal Azkia sambil melemparkan kacang ke arah Devan, sedangkan Azka hanya diam saja mendengar ejekan mereka.

__ADS_1


Saat mereka asyik bercanda datanglah mbak penjual mie ayam, menanyakan siapa di antara mereka yang bernama Azkia.


"Maaf dek, yang namanya Azkia yang mana ya...?" tanya mbak penjual mia ayam.


"Eh saya mbak, kenapa ya..?" tanya Azkia heran.


"Oh ini ada titipan dari mas Rayhan buat mbak Azkia.." sambil menaruh semangkuk mie ayam + ceker dan es lemon tea.


"Kak Rayhan? Dia di mana mbak..?" sambil melihat sekeliling mencari sosok yang sudah memberinya mie ayam.


"Itu dek duduk di sana.." sambil menunjuk ke tempat Rayhan duduk saat ini.


Rayhan yang merasa ada yang memperhatikannya langsung paham, Azkia mengucapkan terimakasih dan diangguki oleh Rayhan. Rayhan tau saja kalau Azkia lapar dan ingin makan mie ayam ceker beserta es lemon tea.


"Makasih ya mbakk.." ucap Azkia sambil tersenyum dan diangguki oleh mbak penjual itu.


Azkia tidak sadar kalau sedari tadi mendapat tatapan penuh pertanyaan dari sahabatnya itu. Azkia memang pernah cerita soal Rayhan tapi mereka tidak tau kalo Azkia dan Rayhan sudah sedekat itu.


"Kenapa..?"


"Jadi lo beneran deket sama kak Ray, Ki.?" tanya Devira


"Gak juga." jawab Azkia sambil mengaduk mie ayamnya yang sudah di tambahi saos dan sambal.


"Terus kenapa lo bisa di kasih mie ayam ceker dan lemom tea, tau aja makanan kesukaan lo...?" tanya Devira lagi


"Kan pernah makan bareng waktu itu.."


"Kok tau kalo lo laper coba..?" tanya Nayla


"Astaga... kalian mau wawancara atau nanya sih..?" kesal Azkia


"Dua - duanya, salah lo kenal cogan sekolah kita..." jawab Nayla


"Heleh..." ucap Azkia sambil memakan mie ayamnya


"Bentar - bentar kok kaya ada bau - bau gosong gitu yaa..." ucap Devan


"Gak ada.." jawab Nayla dan Devira


Dengan perlahan Devan mendekat ke arah Azka, dengan menutup hidungnya seolah - olah memang mencium bau gosong.


"Dari sini nih bau nya.." ucap Devan


"Hati nya yang terbakar cemburu ya Van.. jadi gosong uhuukkk..." canda Attaya


"Yoii bro.. mencium bau - bau api cemburu ini mah.. Hahhaa..." ledek Devan


"Apaan sih, siapa juga yang cemburu..." kilah Azka


Azka memang tidak merasakan cemburu kepada Azkia yang mendapatkan makanan dari Rayhan, hanya saja hatinya tidak suka melihat itu. Tapi Azka tahan saja, tidak mau mengungkapkan nya. Mungkin karena malu jika nanti di ledekin oleh Attaya dan Devan.


.


..."...Perasaan itu muncul perlahan, namun pasti.."...

__ADS_1


...- Azka Aldric ( E H ) -...


...~...


__ADS_2