
Rayhan, Ciko dan Mela datang bersamaan, mereka bertiga heran melihat kenapa Bobo memeluk Azka dan menangis seperti anak kecil. Tiba - tiba saja terdengar candaan dari Ciko yang membuat Azka terbebas dari pelukan Bobo.
"Eh udah ganti aja Ka, tadi sama Devan sekarang sama Bobby Hahaha." canda Ciko
"Iya nih padahal belum lama udah ganti haluan aja, Ka." Mela ikut menimpali, pasalnya mereka berdua yang melihat keromantisan Devan dan Azka dan sekarang bersama Bobby.
"Cih, gue normal woe." teriak Azka
"Halah gak papa Ka kalo mau dua - duanya." canda Ciko
"Gue mau tiga, sini lo jadi yang ke tiga ya.. Sini - sini Ciko-ku." kata Azka sambil mendekati Ciko dengan merentangkan kedua tangannya seolah mau memeluk Ciko.
"Sadar Ka sadar! Gue gak mauu!" ucap Ciko yang kabur saat Azka sudah mendekatinya.
Namun Azka tidak kekurangan akal, dia kemudian mengejar Ciko sambil merentangan kedua tangannya seolah ingin memeluk Ciko. Ciko yang merasa geli dengan tingkah Azka menjadi marah - marah tidak jelas, niat Ciko untuk menjaili Azka namun tidak menyangka jika Ciko lah yang di kerjain Azka.
Kalau mau iseng jangan ke Azka karena jailnya Azka bisa lebih ekstrim dari yang lain. Melihat kelakuan dua bocah tersebut membuat mereka tertawa di bawah senja yang sudah datang menyapa. Sore itu mereka lewatkan dengan candaan, dan Bobo yang merasa bersalah telah menghajar Azka pun meminta maaf dan juga mengucapkan terimakasih karena sudah membuatnya bahagia di hari ulang tahunnya.
Akhirnya mereka semua kembali ke tenda untuk bersih - bersih dan beristirahat sejenak untuk menyambut acara nanti malam.
Azka berjalan sambil memegangi wajahnya yang masih bengkak, Azkia yang kasihan melihat itu mencoba mendekati Azka.
"Ka.." panggil Azkia, membuat Azka berhenti dan berbalik badan ke arah suara yang memanggilnya.
"Hmmmm..?" tanya Azka bingung.
"Tunggu bentar.." ucap Azkia sambil mengambil sesuatu dari dalam kantong bajunya. Kemudian menempelkannya pada wajah Azka, Azka yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Azkia menjadi bahagia.
"Udah, biar gak infeksi itu luka.." kata Azkia setelah menenpelkan hansaplas di pelipis Azka.
"Hmmm.." ucap Azka sambil terus mendekat ke arah Azkia, Azkia menjadi panik dan terus melangkah mundur hingga tubuh Azkia menabrak sebuah pohon.
"Mau apa lo?" ucap Azkia sedikit bergetar karena takut. Pasalnya yang lain sudah berada di depan lumayan jauh dari mereka berdua, jika berteriak pun mungkin sudah tidak mendengarnya.
Azka hanya tersenyum tipis sambil terus mendekatkan wajahnya kepada Azkia hingga membuatnya terkunci tidak bisa kemana pun. Karena tangan Azka menghadangnya membuat pikiran Azkia menjadi traveling kemana - mana. "Duhh.. Jangan - jangan Azka mau cium gue.." panik Azkia dalam batinnya.
Azkia spontan saja memejamkan matanya saat wajah Azka sampai di depan wajah Azkia, Azka yang melihat itu tersenyum sambil berbisik. "Mikirin apa sampai merem segala?" bisik Azka tepat di sebelah telinga Azkia.
Azkia yang mendengar ucapan Azka tersebut langsung saja membuka matanya karena malu, Azkia sudah salah sangka bahkan sampai berfikir bahwa Azka akan menciumnya. Padahal Azka hanya mengambil sebuah ranting yang tersangkut di rambut Azkia, namun Azkia sudah berfikiran terlalu jauh.
__ADS_1
"Gak!" ucap Azkia sambil mendorong tubuh Azka agar menjauh darinya.
"Hoo lo mikirin yang engak - engak ya!" tebak Azka.
"Gak ya gak!" sangkal Azkia sambil membuang wajahnya kearah samping agar tidak terlihat oleh Azka jika dia sedang tersipu malu.
"Jujur aja, lo mikir gue bakalan nyium lo kan?" tebak Azka yang tepat sasaran.
"Heh pede sekali anda.." kilah Azkia sambil berjalan meninggalkan Azka sendirian.
"Muka lo jadi merah tuh, gak bisa boong.." ucap Azka yang berjalan mengikuti Azkia.
"Mana ada!" ucap Azkia sambil menutup pipinya dengan kedua tangan. Malu sekali itu lah yang Azkia rasakan sekarang ini dengan cepat Azkia berjalan agar cepat sampai ke tenda meninggalkan Azka.
"Bodoh! Kenapa gue bisa berfikiran kayak gitu.. Astaga otak lo mikirin apaan sih Ki." batin Azkia sambil memukul pelan kepalanya sendiri.
Azka yang melihat itu hanya bisa tersenyum, wajah Azkia terlihat lucu saat malu dan panik seperti tadi. "Lo gak salah Ki, pikiran lo bener. Tapi belum saatnya gue lakuin itu." batin Azka sambil terus melihat Azkia yang sudah jauh di depannya.
...................
Di Tenda
Azkia berjalan dengan cepat sambil menundukkan wajahnya, Azkia masih malu jika mengingat kejadian tadi. Tanpa Azkia sadari dia menabrak punggung seseorang, dan membuatnya mengeluh kesakitan.
"Aduuh.. Nabrak apa ini keras banget.." Keluh Azkia memegangi jidatnya yang sakit.
"Sakit ya..?" tanya Rayhan lembut
"Sakit lah, itu badan apa tembok.." ucap Azkia yang belum sadar jika yang di tabraknya adalah senior favorit dari semua siswi.
"Eh eh kak Rayhan." lanjut Azkia saat mendongakan wajahnya melihat siapa yang sedang berbicara dengannya, Azkia merasa malu saat mengetahui yang dia tabrak adalah Rayhan.
"Salah apa aku ini ya allah, bisa - bisanya bikin malu diri sendiri sampai dua kali berturut - turut.." batin Azkia sambil tersenyum canggung kepada Rayhan
"Mana yang sakit?" tanya Rayhan sambil memandang Azkia dengan lembut.
Azkia yang di tanya hanya menunjukkan jika jidatnya lah yang sakit saat ini, dengan lembut Rayhan meminta maaf kepada Azkia yang membuat Azkia baper.
"Maaf ya kalo punggung gue kayak tembok haha.." ucap Rayhan sambil meniup dan mengusap pelan jidat Azkia agar tidak sakit lagi.
__ADS_1
"Iya kak.."
Wajah Azkia menjadi merah lagi mendapatkan perlakuan seperti itu, namun suasana romantis itu leyap begitu saja saat si perusuh datang.
"Uhhuuukk..." ucap Azka yang berada di belakang Azkia
Rayhan menjadi agak canggung dan tidak enak dengan posisinya sekarang ini, dengan cepat Rayhan menarik tangannya dari jidat Azkia. Azka menatap mereka berdua dengan tidak senang, mendapat tatapan seperti itu membuat Rayhan menjelaskan seperti apa yang sebenarnya terjadi.
"Tadi Azkia nabrak punggung gue ma-..." jelas Rayhan, namun ucapannya belum selesai sudah di potong oleh Azka
"Lanjutin aja, kenapa harus jelasin ke gue.." jawab Azka sambil pergi dari tempat itu.
"Hoh dasar songong.." ledek Azkia
"Udah gak usah di tanggepin, buruan beres - beres aja mandi supaya nanti pas acara api unggun udah seger." saran Rayhan
"Emang ada api unggunnya kak?" tanya Azkia yang penasaran.
"Ada dong, biar makin lengkap acaranya.." jawab Rayhan
"Baiklah, Kia beres - beres dulu kak.." ucap Azkia sambil melambaikan tangannya ke arah Rayhan. Rayhan menanggapi lambaian tangan Azkia sambil tersenyum manis.
"Haruskah aku mengungkapkannya nanti..?" tanya Rayhan pada dirinya sendiri
(Visual Rayhan Mahardika, Foto hanya pemanis saja, jika ada kesamaan itu wajar :v)
#Jadi Azkia lebih cocok dengan Azka Aldric atau Rayhan Mahardika..?"
.
..."Aku kan terus berusaha sampai kau sendiri yang menyuruhku untuk berhenti "...
...-Rayhan Mahardika ( E H )-...
.
Makasih banyak yang sudah Favoritin karya author ini, makasih yang masih stay dan mendukung author :)
__ADS_1
...Semoga kalian sukses...
...berkah selalu :)...