Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Dua hati tersakiti


__ADS_3

Setelah langit sudah mulai gelap Rayhan menuruni tangga dengan malas, raganya seperti ada yang hilang. Dengan perlahan Rayhan berjalan menuju parkiran, hanya tinggal mobilnya saja disana karena yang lain sudah pulang semuanya.


"Gini ya yang rasanya sakit namun tidak berdarah.." ucap Rayhan sambil memegangi dadanya yang terasa sesak dan nyeri, kemudian melajukan mobilnya menembus jalan yang padat di penuhi kendaraan lainnya.


Langit senja terlihat indah, warna jingga yang berpadu dengan warna pink keunguan ditambah terlihat ada beberapa titik bintang yang samar membuat sore itu sangat indah namun tak seindah hati Rayhan. Rayhan menikmati keindahan alam tersebut dengan meminggirkan mobilnya di pinggir jalan yang lumayan sepi.


Dia keluar dari dalam mobil, lalu duduk bersandar di depan mobilnya sambil memejamkan matanya. Menikmati hangatnya mentari senja dan hembusan angin yang begitu hangat membuat hatinya sedikit tenang.


"Kia, lo itu seperti senja.. Indah membuatku selalu ingin memilikimu namun sayang semakin aku mendekat semakin menjauh pula kamu.. Apakah aku hanya bisa menjadi pengagummu saja tanpa bisa menjadi pemilikmu?" ucap Rayhan dan lagi ada sedikit butiran air yang muncul di sudut matanya.


"Azkiaaaa kenapa lo gak bisa menerima gue sih? Gue kurang apa!" teriak Rayhan sekencang - kencangnya agar hatinya terasa lega.


Setelah beberapa menit Rayhan bangkit dari duduknya, masuk ke dalam mobil dan perlahan mengendari mobilnya hingga sampai ke rumah.


Rayhan masuk kedalam rumah dengan keadaan yang menyedihkan, ia langsung menaiki tangga menuju kamarnya tanpa menghiraukan pertanyaan dari sang mama. Rayhan berendam air panas dan menambahkan sedikit aroma terapi agar pikirannya menjadi jernih lagi.


Rayhan tidak boleh terpuruk seperti ini, apalagi dia sudah mengatakan kepada Azkia jika dia tidak akan menyerah begitu saja. Dia akan berjuang mendapatkan hati Azkia, seperti kata pepatah "Cinta itu butuh perjuangan"


Setelah keluar dari kamar mandi Rayhan melihat mamanya sedang duduk di tepi kasur Rayhan. Mama menatap Rayhan dengan penuh tanda tanya, karena mama belum pernah melihat Rayhan yang seperti ini.


"Kamu ada masalah apa nak?" tanya mama


"Gak ada mah.." ucap Rayhan sambil meminum susu yang di bawakan sang mama.


"Jangan bohong sama mama, mama itu tau kamu. Hayo jujur sama mama.." pinta mama dengan lembut.


Rayhan duduk di depan mamanya sambil menundukkan kepalanya, mama Rayhan mengulurkan tangan memyentuh pipi Rayhan dan mengusapnya pelan, "Ayo cerita sama mama.." pinta mama Rayhan lagi.


Kemudian Rayahn menceritakan semuanya kepada mamanya, sesekali Rayhan menarik nafas panjangnya saat menceritakan kisah cintanya.


"Astaga anak mama udah besar rupanya.." hibur mama Rayhan.


"Hmmm..."


"Udah yang semangat dong, kamu harus tunjukin sama Azkia kalo kamu beneran sayang sama dia, mungkin perlahan hatinya akan luluh juga.." saran mama Rayhan.


"Entahlah mah, dia bilang kalo suka sama Rayhan tapi bukan rasa suka yang seperti Rayhan rasakan mah." ucap Rayhan.


"Lalu?"


"Dia bilang rasa sukanya itu seperti mengagumi saja bukan rasa sayang atau bahkan cinta..."


"Gak apa, kalo kamu beneran sayang sama dia terus perjuangin sampai diri kamu sendiri yang bisa tahu kapan kamu akan berhenti..." ucap Mama sambil mengusap pelan lengan Rayhan, Rayhan hanya mengangguk mengerti.


Bercerita kepada mamanya bisa membuat hatinya lebih lega dari sebelumnya, serasa beban berat yang sedang di pikul berkurang.


Mama Rayhan merasa kasiahan melihat anaknya seperti itu, tapi mau bagaimana lagi mama hanya bisa memberi saran yang terbaik dan semangat agar anaknya tidak putus asa.

__ADS_1


"Yaudah mama ambilin makan malam ya?"


"Gak usah mah, Rayhan belum laper..."


"Kamu sedih boleh tapi jangan keterusan ya, gak baik buat badan kamu.."


"Iya maah..."


..........


Azka masuk ke dalam rumah sepi sunyi itulah yang pertama kali di rasakan jika masuk ke dalam rumah Azka. Karena hanya dirinya dan bibi saja yang berada dirumah itu, orang tuanya hanya berada di rumah tidak lebih dari dua hari.


Hatinya sedang sakit di tambah rumahnya yang sepi membuat Azka semakin sedih. "Gini banget sih nasib gue.." ucap Azka sambil berjalan menuju kamarnya.


Saat membuka pintu Azka kaget karena di dalam kamar ada dua sahabatnya yang sedari siang menunggunya. Devan dan Attaya tertidur di kasur Azka dengan televisi yang masih menyala, bahkan lampu kamar pun belum di nyalakan. Banyak makanan yang masih utuh di dalam plastik, karena saat kerumah Azka mereka berdua mampir telebih dahulu ke minimarket.


"Cih kalian ini hobby banget rusuhin kamar gue.." ucap Azka sambil melemparkan tasnya ke arah mereka, kemudain Azka menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tidak butuh waktu lama Azka sudah keluar dari kamar mandi mengenakan setelan santai, kemudian turun kebawa mencari makanan karena perutnya sudah keroncongan. Azka dari pagi sama sekali belum makan apapun, Azka meminta bibi untuk di buatkan semangkok mie kemudian memyuruhnya mengantarkan ke kamar.


Di dalam kamar Devan dan Attaya sudah bangun, duduk untuk mengumpulkna nyawanya.


"Udah bangun?" tanya Azka yang sedang duduk di sofa sambil memaikan hp nya.


"Eh Azka lo udah pulang?" tanya balik Attaya.


"Cari angin.."


"Ketemu gak?" canda Devan


"Ketemu, banyak malahan sampai gue masuk angin." kata Azka


"Oh iya Ka, lo udah denger belum soal Kia yang udah nyelesain urusannya sama ketos?" tanya Devan


"Udah.." singkat Azka


"Akhirnya Kia gak gantungin perasaan anak orang lagi.. wkwk" kata Attaya


"Iya, harusnya kek gitu kan biar jelas..." ucap Devan, pikiran Azka berbeda karena dia mengira Azka sudah resmi pacaran sama Rayhan.


"Jadi masih bisa bersaing nih bos.." goda Attaya


"Gue gak mau gangguin orang yang udah ada pasangan.. " ucap Azka membuat Devan dan Attaya saling pandang karena mereka tidak paham maksut dari Azka.


"Hah? Azkia kan jomblo emang siapa pasangannya? Sama lo ya?" tanya Attaya bingung.


"Kan dia sama Rayhan.."

__ADS_1


"Lah gue tadi di kasih tau Ira katanya Azkia nolak Rayhan gitu.." jelas Devan


"Yang bener?" tanya Azka


"Iya bener.. noh liat aja chat nya.." ucap Devan sambil menyerahkan hp nya, kemudian Azka membaca semua pesan dari Devira.


"Lah tadi siang gue denger sendiri Kia bilang suka sama Rayhan.." ucap Azka.


"Lo belum denger semua kali... buktinya sahabatnya aja bilang gitu di chat..." kata Devan


"Oh jadi lo tiba - tiba kabur dari sekolah terus naik motor kek orang balapan terus ilang gitu aja gak tau kemana itu karena lo kira Azkia udah jadian sama Rayhan dan lo patah hati gitu.." tebak Attaya yang tepat sasaran.


"Hmmm..." ucap Azka malu


"Astaga hahaa makanya jadi orang tuh dengerin dulu kalo orang ngomong jangan cuma setengah aja.." ledek Attaya


"Ceritanya lo cemburu hahaha... Azka Azka memang cinta dah bikin lo gila.." ucap Devan


"Biarin! Lagian mana tau gue kalo dia mau nolak Rayhan..." kesal Azka


"Akhirnya bos gue ada kesempatan wkwk..."


"Rencana kapan lo mau ungkapin perasaan lo?" tanya Devan


"Entahlah, belum ada moment yang pas.." ucap Azka.


"Giamna kalo habis ulangan aja, kita main bareng lagi?" saran Devan


"Boleh sih... liat nanti aja.." kata Azka


"Halah modus lo! Bilang aja mau pdkt juga sama Devira.." sindir Attaya


"Hehe tau aja lo anak ayam.." canda Devan


"Hilih udah ketebak ya... udah sejauh apa pdkt kalian..?" tanya Attaya


"Sejauh lo sama dia.. Hahahaa..." canda Devan


"Hilih cakap betul betul lah kau nih..." kata Attaya yang menirukan seperti upin ipin.


"Betul betul..." ucap Devan membuat mereka semua tertawa. Devan dan Attaya menginap lagi di ruma Azka, supaya Azka tidak kesepian lagi.


...........


...'Terkadang kalian harus melihat kebenerannya terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu hal, agar nanti tidak menyesalinya..."...


..........

__ADS_1


menurut kalian bucin itu apa?


__ADS_2