Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Sunggu aku sayang, kamu!


__ADS_3

"Surprise." teriak mereka semua saat Azka membuka pintu rumahnya.


Kaget, pasti Azka kaget karena hari ini adalah sabtu malam. Dia sedang sendirian dirumah karena Raina sedang ke minimarket untuk membeli sesuatu. Sedangkan sahabatnya telah mengirimkan pesan jika tidak bisa main kerumahnya, sehingga membuat Azka sendirian dirumah. Tiba - tiba saja pintu rumahnya diketuk, dan saat Azka membuka pintu itu ada teriakan dari mereka semua.


"Surprise!"


Membuat Azka sedikit terpelonjat karena kaget, di depannya sudah berdiri pacar, sahabat dan juga Raina. Masing - masing tangan mereka sudah menenteng kresek besar yang berisi bahan untuk bakar - bakar malam ini.


"Yaelah, jangan diem kek patung ... suruh masuk kek berat ini." keluh Attaya sambil sedikit mendorong Azka agar tidak menghalangi pintu masuk.


"Assalamualaikum." teriak mereka semua saat masuk kedalam rumah Azka.


"Sorry, ini tadi ide Atta buat bilang sama lo kalo kita gak bisa kesini." ucap Devan saat dirinya ditatap tajam oleh Azka.


"Terus lo?" tanya Azka kepada Raina yang ikut rombongan mereka.


"Gue ketemu mereka didepan." jawab Raina malas.


"Udah ayo, besok senin udah masuk sekolah sekarang kita senang - senang dulu." ucap Bobo sambil menarik tangan Azka untuk bergabung bersama mereka, karena sedari tadi Azka hanya berdiri saja di dekat pintu sambil menatap mereka dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Kita sengaja buat kejutan hehe." ucap Azkia berjalan mensejajari Azka.


"Iyalah." jawab Azka.


"Kamu gak suka?" tanya Azkia sambil sedikit cemberut, karena mendengar jawaban Azka yang sepertinya tidak suka dengan kejutan yang mereka rencanakan.


"Suka kok, Nyun." jawab Azka sambil mengusap pelan pucuk kepala Azka.


"Diginiin doang gue udah seneng banget." ucap Azkia sambil menatap punggung Azka yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Sedangkan yang lain sudah sibuk sendiri menyiapkan peralatan untuk bakar - bakar. Devan dan Attaya yang sudah sering kerumah Azka, jadi mereka tidak perluh lagi bertanya kepada Azka dimana letak alat - alat panggangannya.


Devira dan Nayla sibuk mencuci buah dan daging yang sudah mereka beli sebelum kerumah Azka, sedangkan Bobo dan Ciko mereka membuat minuman di dapur.


"Gue gak ada persiapan apapun, gue pikir cuma wacana doang." ucap Azka sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


"Santai aja, semua udah lengkap!" ucap Axel yang tengah berdiri di belakang Azka, tangannya membawa satu kantung kresek yang berisi beberapa camilan.


"Hmm."


Devan datang dengan menenteng peralatan bakar, sedangkan Bobo sudah membawa beberapa gelas dan minuman dingin. Sedangkan Ciko ia membawa bumbu untuk dioleskan pada daging, sosis dan jangung.


Setelah peralatan sudah lengkap semua mereka bersiap untuk membakarnya, sesekali terdengar tawa yang muncul dari candaan mereka yang tidak bermutu.


Azka yang tadi pamit ke kamarnya kini sudah kembali bergabung bersama mereka dengan membawa sebuah gitar, seperti ada efek slow motion saat Azka berjalan kearah mereka. Azka terlihat semakin keren dengan rambut yang dibiarkan acak - acakan.


"Gila pacar lo keren banget." ucap Devira sambil menatap Azka.


"Pacar sapa dulu." ucap Azkia bangga.


"Kayak oppa - oppa gitu gak sih, duh pengen satu yang kaya gitu." ucap Nayla sambil meremas tangan Devira.


"Sakit oee." keluh Devira sambil menarik tangannya.

__ADS_1


"Maaf." ucap Nayla sambil menunjukkan deretan giginya itu.


Azka berjalan kearah mereka, dia memilih duduk di sebelah Azkia. Mereka semua duduk di gazebo yang ada di pinggiran kolam renang. Sedangkan Devan dan Attaya sibuk membakar daging.


"Lo bisa nyanyi, Ka?" tanya Axel kepada Azka.


"Dia kalo udah nyanyi ayam pun ikut baper haha." canda Bobo yang membuat mereka semua tertawa.


"Fansnya nambah banyak kalo Azka nyanyi." celetuk Nayla.


"Berasa artis dia hehe." saut Devira.


"Yaudah, coba nyanyi... gue pengen denger." pinta Axel.


"Mau lagu apa?" tanya Azka kepada Azkia yang berada di sebelahnya.


"Apa ya? Terserah aja lah hehe." jawab Azkia sedikit malu.


"Lagu yang romantis aja, Ka." saut Bobo.


"Nanti wafer, mana jomblo." sindir Ciko yang sedari tadi hanya diam saja disebelah Bobo.


"Sirik aja, sama - sama jomblo ini." kata Bobo yang membuat mereka tertawa.


"Raina, jangan diem aja lah... ikut ngobrol." ucap Axel yang melihat Raina hanya diam saja dan sesekali tertawa melihat tingkah konyol Bobo.


"Hmm." saut Raina.


Tanpa menanggapi cuitan mereka Azka mulai memetikan gitarnya, perlahan nada yang indah mulai terdengar menambah keseruan acara bakar - bakar.


"Ingin rasa hati berbisik .... untuk melepas keresahan dirimu." lanjut Azka.


"Oo cantik ... bukan kuingin mengganggumu tapi apa arti merindu." suara Azka terdengar begitu merdu membuat Azkia, Devira dan juga Nayla senyum - senyum sendiri.


"Gila, Kia yang dinyanyiin gue yang baper huhu." kata Nayla sambil menggigit kukunya.


Sedangkan Bobo memegang dadanya melihat keromantisan itu.


"Gue yang cowok aja baper." celetuk Bobo.


"Crazy!" ucap Ciko sambil menutup mata Bobo dengan tangannya.


"Ada hati yang termanis dan penuh cinta


tentu saja kan kubalas seisi jiwa ... Tiada lagi ... Tiada lagi yang ganggu kita ... Ini kesungguhan ... Sungguh aku sayang kamu ... Azkiaaa." Nyanyi Azka sambil menatap kedua manik mata Azkia. (Cantik - Kahitna)


Prok prok


Terdengar suara tepuk tangan dari mereka membuat Azka dan Azkia mematahkan tatapannya.


"Woow keren, gue mau dong jadi pacar lo, Ka." canda Bobo.


"Gue normal!" bentak Azka.

__ADS_1


"Keren, pantes adek gue suka banget sama lo." kata Axel.


"Apaan sih, bang?" sangkal Azkia yang sedang malu.


"Ki, pacar lo buat gue aja ya!" kata Devira yang berada disebelahnya.


"Buat gue!" ucap Nayla tidak mau kalah.


"Gak mau, punya gue ini." ucap Azkia sambil menggengam tangan Azka.


"Tap—" kata Devira terpotong karena mulutnya sudah penuh dengan daging.


"Gue bukan anak kecil, gak usah disuapin banyak gini." keluh Devira sambil berusaha mengunyah habis daging yang Devan suapkan tadi.


"Berisik!" kata Devan, entah kenapa Devan merasa kesal saat mendengar Devira ingin memiliki pacar seperti Azka.


"Kok gosong, Ta?" tanya Ciko saat mengambil sosis bakar.


"Hehe lupa di balik tadi, tapi enak kok makan aja," ucap Attaya sambil menaruh piring yang berisi beberapa sosis daging dan jangung bakar.


"Kayaknya cocok nih jadi kang bakar haha." ledek Axel sambil memperlihatkan foto Attaya yang sedang serius membakar jagung.


"Gila, gue ganteng banget... canditnya keren ini." kata Attaya sambil memperhatikan ponsel Axel.


"Dih ke pedean banget sih jadi orang." ucap Nayla yang berada di sebelah Attaya.


"Ganteng nih ganteng, lo merem sih liatnya jadi gak tahu kegantengan gue hehe." kata Attaya sambil tekekeh.


"Foto bareng, yuk." ajak Bobo yang sudah menyipkan camera untuk di timer.


"Ogah!" jawab Azka dan Raina, mereka berdua tipe orang yang tidak terlalu suka berfoto.


"Ayo lah, mumpung kita ngumpul gini." bujuk Devan sambil memposisikan tubuhnya, karena Bobo suda menseting timernya.


Mereka semua merapat dan mempoisiskan diri mereka dengan gaya sendiri - sendiri. Azkia yang melihat Azka hanya diam saja langsung saja mencubit pipi Azka yang membuatnya kesakitan, namun itu jadi eskpresi Azka yang lumayan lucu.


Sedangkan Axel berdiri tepat di belakang Raina yang sedang duduk berdampingan dengan Devira, di sebelahnya ada Devan. Raina memegangi kepalanya karena ulah Axel yang mengacak - acak rambut Raina. Devan dan Devira, tangan mereka kompak membuat simbol saranghae.


Disebelah Azkia ada Nayla, dan di belakang mereka ada Attaya, Bobo dan juga Ciko dengan gaya mereka yang kocak. Entah sudah berapa kali mereka berfoto, namun masih saja terasa kurang.


"Gila fotonya hampir seratus." ucap Bobo tidak percaya.


"Dikit itu mah, kita biasanya seratu foto lebih hehe." ucap Nayla.


"Dasar cewek, foto banyak nanti yang di post cuma satu." sindir Ciko.


"Bodo!" jawab Azkia, Devira dan Nayla kompak, kemudian mereka tertawa bersama.


Malam ini mereka habiskan dengan seru, game dan canda mewarnai malam yang penuh bertabur bintang itu. Malam ini mereka bersenang - senang agar semangat untuk menjalakan rutinitas mereka yang sudah di mulai senin esok.


......................


"*Jangan berusaha menjadi Pelangi, untuk seseorang yang buta warna.. sampai sini paham kan?" .~Tetap semangat, kamu hebat!

__ADS_1


~E H*~•


__ADS_2