
Di sinilah mereka saat ini, sebuah Cafe dipinggiran kota yang sangat ramai dikalangan remaja. Cafe yang bernama Senja Cinta ini menyuguhkan pemandangan yang mampu memanjakan mata para penikmat senja.
Bagaimana tidak jika menjelang sore Cafe ini akan dipenuhi dengan lautan manusia, dari berbagai usia namun kebanyakan adalah para remaja. Karena mereka dapat menikmati keindahan senja yang membuat siapapun menjadi candu. Warna jingga berpadu dengan warna orange kemerah mudaan, bertemu dengan warna biru tua yang begitu pekat mampu membuat siapapum terbius akan keindahannya terutama para penikmat senja.
Ditambah lagi udara sejuk yang mampu menembus kulit, karena Cafe ini berada di daerah pegunungan. Akses yang mudah dijangkau hanya menggunakan kendaraan bermotor maupun mobil.
Disalah satu meja duduklah Azka dan Azkia yang sedang menunggu pesanan mereka. Setelah pulang dari kantor sang papa Azka langsung bergegas pulang ke rumah untuk berganti baju. Setelah itu ia menjemput Azkia, namun sebelumnya Azka sudah mengirimi Azkia sebuah pesan singkat jika ia akan datang.
"Tumben," ucap Azkia agar tidak ada keheningan diantara mereka.
"Tumben apa?" tanya Azka bingung.
"Tumben ngajak jalan hehe," ucap Azkia sambil tersenyum kikuk.
Azka hanya diam saja, pandangannya masih tertuju pada keindahan langit senja di depannya itu. Membuat Azkia mengerucutkan bibirnya karena tidak mendapatkan respon dari Azka.
Pikiran Azka semua tertuju pada perkataan sang papa tadi siang, Azka bingung bagaimana ia harus menjelaskannya kepada Azkia. Sedangkan hatinya belum siap jika harus berjauhan dari kekasihnya.
Azkia sibuk memainkan ponselnya sesekali ia tertawa melihat komentar sahabatnya dimedia sosial. Hal itu, membuat Azka kesal karena ia diabaikan dan lebih mementingkan benda pipi itu dari pada dirinya.
"Seru?" tanya Azka sambil menatap tajam gadis didepannya.
Azkia belum menyadari jika Azka bertanya padanya, dengan gerakan cepat Azka mengambil ponsel yang sejak tadi Azkia mainkan.
"Eh?" bingung Azkia saat ponselnya sudah berpindah tangan.
"Aku gak suka diabaikan!" ucap Azka dengan nada menusuk.
"Iya-iya maaf, salah sendiri diajak ngomong cuma diem aja," gerutu Azkia.
"Lagi banyak pikiran," saut Azka.
"Mikirin apa?" tanya Azkia mulai penasaran.
"Masa depan kita," jawab Azka sambil menatap gadis di depannya itu.
"Ma-masa depan kita, kan masih lama." Azkia menjadi terbata-bata.
Azka diam sejenak, lalu ia memalingkan wajahnya menatap jauh langit jingga. Seoalah ada beban berat yang tidak bisa Azka ungkapkan kepada Azkia, namun ia harus mengatakannya.
"Kalau kita LDR, gimana?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Azka.
"Hah? emangnya kamu mau kemana?" tanya Azkia raut wajahnya sudah mulai berubah.
__ADS_1
"Seandainya," singkat Azka.
"Kalau sampai LDR aku cari yang lain!" canda Azkia namun terlihat serius.
"Kamu berani?" tanya Azka dengan tatapan tajam.
"Canda doang, mana bisa aku pindah kelain hati," jawab Azkia sambil menikmati hembusan angin.
Hening, mereka berdua bergelut dengan pikiran masing-masing. Hingga pelayan Cafe datang memecahkan keheningan itu.
"Makasih, mbak!" kata Azkia.
Tangan Azkia langsung mengambil hurricane glass yang berisi es lemon tea, tanpa menunggu lama Azkia langsung meneguknya tanpa basa-basi. Azka yang melihat Azkia meminum lemon teanya sampai ikut menelan ludahnya. Azka sendiri lebih memilih memesan coffee latte panas, untuk meminumnya Azka harus meniupnya terlebih dahulu secara perlahan agar menjadi hangat.
"Hemm, segernya." ucap Azkia setelah dahaganya terpenuhi dengan setengah gelas es lemon tea yang mampu menyegarkan kerongkongannya yang kering.
Sementara Azka sendiri baru menyeruput satu teguk coffe latte panasnya. Azkia menatap Azka yang dengan sabar menikmati kopi panasnya. Tangan Azkia mengambil sendok kecil yang disiapkan pelayan untuk mengaduk kopi dan lapik atau piring kecil alas cangkir.
"Mau ngapain?" tanya Azka yang tidak mengerti apa yang akan dilakukan dengan sendok dan piring kecil itu.
Tangan Azkia menarik sehelai tissu dari box tissu untuk membersihkan sendok dan juga piring kecil. Azka mengerutkan dahi masih tidak mengerti apa yang akan dilakukan oleh Azkia.
"Sini kopinya." pinta Azkia sambil tersenyum, tangannya menengadah meminta secangkir kopi milik Azka.
Azkia menuangkan dengan hati-hati kopi panas ke dalam piring kecil itu, lalu dia mengangkat piring kecil itu perlahan dan meniupnya untuk beberapa detik.
"Minum lah, udah gak panas. Awas hati-hati nanti tumpah." ucap Azkia sambil menyerahkan piring kecil berisi kopi hangat kepada Azka.
"Makasih perhatiannya, Nyun." ucap Azka dengan suara parau.
Hal kecil yang dilakukan Azkia membuatnta teringat beberapa waktu lalu saat dia belum menjadi pacar Azkia, Azka juga melakukan hal yang sama dengan Azkia. Bedanya saat itu sedang hujan dan bukan coffe melainkan susu jahe.
Ada rasa haru dan juga bahagia yang menjalar di hati Azka, melihat begitu besar perhatian Azkia kepadanya dan ini membuat Azka semakin berat untuk mengungkapkan rencana papanya. Jangankan untuk beberapa tahun untuk sehari pun rasanya itu tidak mungkin.
"Kok sad?" tanya Azkia cemas saat menyadari perubahan yang terjadi pada raut wajah Azka.
"Siapa yang sedih?" Azka balik bertanya.
"Itu wajahnya." jawab Azkia serius.
"Sok tahu... Aku lagi bahagia karena punya calon istri yang begitu perhatian dan sayang kek kamu, Nyun." elak Azka agar Azkia tidak kepikiran.
Kata-kata Azka seketika membuat rona merah di wajah Azkia.
__ADS_1
"Oh my God kata-kata tembok bikin jantung lepas kendali sweet banget." batin Azkia.
"Mulai deh."
"Hah, mulai apa?" tanya Azkia tiba-tiba berubah ekspresinya memasang wajah serius.
"Baper." Azka menjawab singkat tapi membuat degup kencang di hati Azkia.
"Emang gak boleh sama tunangan sendiri baper? Yaudah cari orang lain aja, yang mau diajak baper-baperan," cebik Azkia dengan cembung pipinya membuat gemas Azka.
"Boleh, pake banget! sering-sering aja bapernya." jawab Azka pura-pura cuek tapi menatap dalam dengan mata hazel nya.
"Hilih apaan sih." Azkia melengos menghindari tatapan dalam mata Azka yang bikin jantungnya tak beraturan.
Azka meraih tangan putih mungil dengan jemari lentik milik Azkia.
"Nyun, ada hal serius yang mau aku sampaiin," ucap Azka dengan helaan napas beratnya.
"Apa?" Azkia bertanya-tanya dengan perasaan yang berubah menjadi tidak enak dan juga sedikit cemas.
"Tapi aku harap kamu mau nemenin aku dimana pun aku berada." pesan Azka semakin membuat hati Azkia mulai berdebar.
"Apaan sih jangan bikin aku deg degan, Ka." terlihat Azkia mulai tidak sabar dan tegang.
"Nyun, kamu tahu kan aku anak tunggal... dan semuanya sudah diatur oleh orang tua apapun itu. Bahkan soal siapa istri masa depan gue udah diatur oleh papa, untungnya istri masa depan gue orang yang gue cintai." ucap Azka lalu ia menghela nafasnya dengan berat.
"Papa udah daftarin kuliah di luar negeri, Nyun... dan mau gak mau aku harus kuliah di luar negeri setelah lulus nanti," suara Azka pelan ditelinga Azkia tapi langsung membuat Azkia lemas.
"Jadi bener kata mu tadi tentang LDR?" Azkia berucap pelan, suaranya terdengar berat dengan mata mulai menggenang.
"Ini rencana papa katanya buat masa depan kita berdua, Nyun, gue juga udah berusaha nentang tapi putusan papa terlalu sulit buat gue tentang. Papa sampai bawa-bawa hubungan kita, kalo aku gak nurutin mau dia." jelas Azka sambil mengusap telapak tangan Azkia.
"Ini demi masa depan kita nanti, Nyun. Aku gak mau nanti jadi suami yang gak bisa bahagiain istri dan anak aku, aku gak mau buat kalian kesusahan," lanjut Azka dengan mata yang terus menatap Azkia.
Azkia terdiam air mata sudah mulai mengalir di kedua pipinya, tangannya sesekali menyapu wajah putihnya. Entah kenapa rasanya sakit saat mengetahui rencana yang memang untuk masa depannya nanti. Berat itulah yang Azkia rasakan, membuat dadanya sesak hingga tak sanggup mengatakan apapun.
"Nyun, aku mau kamu ikut aku kuliah di luar negeri. ya? Kita bisa sama-sama kuliah di sana jadi kita gak perlu saling berjauhan." Azka mulai membujuk Azkia.
Azkia hanya diam saja, tangan kirinya meremas rok yang tengah ia kenakan.
......................
Berjauhan denganmu? Maaf! Aku pasti menempati urusan pertama orang yang TIDAK SANGGUP! - Azka/ E H -
__ADS_1
........... Jangan lupa Vote, Like, Coment dan Share! ............