Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Serahkan Padaku!


__ADS_3

Terlihat seorang gadis tengah panik, karena ia baru saja mendapat kabar jika model yang harusnya datang tidak bisa hadir karena kesibukannya sebagai seorang dokter. Ya siapa lagi kalau bukan Rayhan, ketua osis yang sekarang berubah menajdi teman Azkia sekaligus menjadi seorang dokter disebuah rumah sakit ternama. Rayhan masuk kuliah satu tahun lebih dulu dari Azkia sehingga sekarang ia sudah lulus dan berkerja.


Hari ini Azkia tengah menyelesaikan tugas akhir sebelum ia skripsi. Tugas itu mengharuskan Azkia membuat desain beberapa pakaian, yang kemudian di peragakan didepan dosennya dengan seorang model yang memakai hasil desainnya.


Tapi, kali ini ia tengah kebingungan mencari pengganti model yang tubuhnya sama seperti Rayhan. Karena sejak awal pakaian itu menggunakan ukuran badan Rayhan.


"Gimana dong?" tanya Azkia panik pada beberapa temannya.


"Lo punya temen yang postur tubuhnya sama kaya model lo gak?" tanya Afifah teman satu jurusan Azkia.


Azkia menggeleng lemah, "Gak ada," pasrah Azkia.


Devira, Nayla dan Attaya yang baru saja datang heran melihat Azkia yang tengah terduduk di kursi sambil mencengkram rambutnya karena pusing.


"Kenapa?" tanya Nayla.


"Modelnya Azkia gak bisa datang, padahal acaranya sebentar lagi," jawab Afifah.


"Kok bisa?" tanya Devira sambil menghampiri Azkia.


"Kak Rayhan sibuk, harusnya hari ini dia libur tapi tiba-tiba ada kabar kalau ada pasien darurat yang harus ditangani," kata Azkia panjang lebar namun dengan nada frustasi.


"Astaga, padahal lagi di butuhkan," keluh Nayla.


"Lebih penting pasiennya lah, beb!" saut Attaya.


"Lo coba pakai siapa tau pas!" perintah Devira.


Attaya pasrah saja menerima mereka menggantikan baju yang sudah Azkia buat. Setelah beberapa saat mereka bertiga menatap Attaya dari kepala hingga ujung kakinya.


"Kok ada yang aneh," gumam Azkia sambil menopang dagunya.


"Hmmm, kok gak keren, ya!" kata Nayla sambil membalikkan badan Attaya.


"Desain gue bagus kok, kemaren di coba sama kak Rayhan kelihatan keren tuh." Azkia ikut memutar tubuh Attaya.


PLAK!


Devira menepuk tangannya seolah tahu apa masalah pada pakaian itu.


"Gue tau, Ki... gue tahu!" ucap Devira semangat.


"Apa?" tanya mereka bertiga serentak sambil menatap Devira dengan penuh tanda tanya besar.


"Bajunya kebesaran buat Atta, jadi ya gini gak oke!" ucap Devira.


Kemudian mereka menatap lagi pakaian yang dikenakan oleh Attaya.


"Bener, ternyata bukan bajunya yang jelek tapi lo kurus!" ucap Azkia sambil terkekeh.


"Makan yang banyak beb," ucap Nayla sambil mencubit pipi Attaya.

__ADS_1


"Huh!" keluh Attaya.


"Lo gak ada temen yang posturnya mirip kak Rayhan?" tanya Azkia kepada Attaya dengan wajah berharap.


"Emmmm," Attaya seolah sedang berfikir sejenak, lalu ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Devan.


Setelah selesai bercakap dengan Devan, Attaya menatap ketiga perempuan itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Gimana beb?" tanya Nayla.


"Ada gak?" tanya Devira.


"Dah lah gue pasrah aja, ngulang setahun gak apa lah," pasrah Azkia sambil mendudukan badannya.


"Ada satu orang yang sesuai banget sama model yang lo inginkan!" ucap Attaya.


"Yang bener?" tanya Azkia antusias.


Attaya mengangguk, "Tapi dia punya syarat!" lanjut Attaya mecoba melihat tanggapan ketiga gadis itu.


"Nanti dia di bayar juga, kenapa pakai ajuin syarat segala!" geram Devira.


"Belum jadi model beneran udah kelihatan sombong banget!" tanggapan Nayla.


"Jadi gimana, ini?" tanya Attaya lagi.


"Emang syaratnya apa?" tanya Azkia.


"Semua pakaian yang harus di pakai buat fahisonshow diantar ke ruangan sebelah, dia akan pakai sendiri tanpa bantuin kita," jawab Attaya.


"Dia gak mau dilihat wajahnya, beb... sedikit pemalu!" ucap Attaya sambil terkekeh.


"Seganteng apa sih dia?" tanya Devira.


Sedangkan Azkia hanya diam saja seolah sedang berfikir.


"Gimana, Ki? Lo, tinggal liat dia fashionshow aja," tanya Attaya.


"Padahal kan ini hasil karya gue, jadi gue pengen memastikan orang yang pakai desain gue pas gak... nyaman gak, gitu!"


"Tapi Azkia, ini permintaan dari model itu dan kalau lo gak mau gak masalah kok," ucap Attaya yang sengaja digantungkan.


Hal itu membuat Azkia berfikir keras karena Azkia ingin meastikan hadil desain pakaiannya tidak ada cela sedikit pun. Tapi disisih lain dia sangat membutuhkan model tersebut karena salah satu syarat skripsi adalah berpartisipasi dalam acara desain kali ini.


Azkia berjalan kesana-kemari sambil memikirkan perkataan Attaya.


"Kalau gak mau gue bisa telepon Devan buat batalain aja, soalnya model itu lagi bareng sama Devan." Attaya sedikit mengancam Azkia.


"AZKIA! UDAH DAPET MODEL BELUM, JANGAN LUPA 10 MENIT LAGI ACARA DIMULAI!" teriak Afifah dari balik pintu ruangan yang digunakan Azkia, Afifah hanya mengingatkan temannya itu setelah itu ia kembali ke ruangannya sendiri.


"APA! Aduh, gimana dong!" panik Azkia.

__ADS_1


"Yaudah terima aja model yang Attaya bilang!" saran Devira.


"Tapi—"


"Kita udah gak bisa cari model lain lagi, Ki... dari pada lo gak jadi pertunjukin desain lo!" saran Nayla.


"Gimana, Azkia?" tanya Attaya sambil mengangkat ponselnya, ia sudah menghubungi Devan.


Azkia sedikit mengigit ujung tangannya sambil berfikir.


"OKE, GUE TERIMA SYARATNYA!" teriak Azkia kemudian.


Attaya menyungingkan senyumannya, "Oke kita setuju!" ucap Attaya lalu mematikan ponselnya.


"Mana semua pakaian yang harus dipakai, kita anterin sekalian nunggu di depan catwalk," ucap Attaya.


Dengan berat hati Azkia memeberikan dua style yang harus dikenakan model itu kepada Attaya. Kemudian mereka menuju ruangan yang dimaksud Devan.


Terlihat Devan sudah menunggu mereka di depan pintu, sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada. Tubuhnya ia sandarkan pada dinding tembok.


"Sayang!" teriak Devira sambil berlari kecil kearah Devan.


Devan merentangkan tangannya dan disambut pelukan oleh Devira.


"Cih, gak usah pamer kemesraan di depan sahabat yang ldr!" kesal Azkia sambil memutar kedua bola matanya malas.


"Suruh lah Azka pulang, lo gak kangen apa udah berapa tahun gak ketemu?" tanya Nayla.


"Hmmm, dua tahun lebih!" singkat Azkia.


"Kasian!" ledek Attaya sambil tekekeh.


"Modelnya mana, sayang?" tanya Devira.


"Ada didalam," jawab Devan.


Devira hendak masuk untuk melihat model yang Devan bawa, namun belum sempat memutar gagang pintu itu tangan Devira sudah di tahan oleh Devan.


"Jangan, ini permintaan dia!" ucap Devan.


"Hist pelit amat sih, kan cuma pengen liat," kesal Devira.


"Nanti kan juga liat sayang, waktu di catwalk!" Devan membujuk.


"Terserah!" ucap Devira.


Devan mengusap kepala Devira, "Mana pakainnya?" tanya Devan.


Azkia lalu menyerahkan dua pakaian yang sudah ia desain kepada Devan. Walaupun sempat terjadi tarik mearik antara Azkia dan Devan, karena Azkia sempat ragu dengan model yang Devan bawa.


Kemudian mereka berlalu untuk melihat fhasionshow yang sudah di mulai. Untung saja Azkia mendapatkan nomor urut terakhir. Sehingga cukup untuk sang model mengganti pakainnya.

__ADS_1


"Oke semua serahkan padaku!" teriak Devan sambil melambaikan tangannya kepada pacar dan juga sahabatnya.


...----------------...


__ADS_2