
Pagi ini Azkia berangkat seperti biasanya, tidak ada yang berbeda dari hari sebelumnya. Namun anehnya Azkia seperti menjadi topik hangat pagi ini, karena Azkia merasa dari dia datang ke sekolah sampai kini dia berada di lorong sekolah semua orang melihatnya. Ada yang menatapnya senang ada juga yang menatapnya dengan amarah seolah Azkia adalah musuhnya.
Azkia bingung sebenarnya apa yang terjadi, karena sedari pulang dari taman bermain kemaren Azkia belum melihat ponselnya sama sekali. Mungkin ini lah yang membuat Azkia tertinggal berita penting, saat Azkia akan membuka hp nya tiba - tiba saja ada tangan yang meraih tangannya lalu membawanya ke taman sekolah.
"Ki?" panggilnya pelan dengan nada kecewa
"Kak Rayhan?" ucap Azkia kebingungan kenapa Rayhan tiba - tiba saja menariknya ke taman sekolah.
"Jadi bener?" tanya Rayhan yang ingin memastikan sesuatu
"Bener apa kak, yang jelas kalo ngomong Kia gak paham." ucap Azkia yang bingung dengan pertanyaan Rayhan.
Rayhan menarik nafasnya panjang, seolah dia sedang mengatur hatinya yang terasa sesak. Apa sih kurangnya dia sampai Azkia tidak mau menerimanya.
"Jadi beneran ini semua?" tanya Rayhan smabil menunjukkan photo dari ponselnya
Di ponsel itu ada foto Azkia yang merima bunga dari Azka, dan juga ada foto mereka berenam saat di taman hiburan kemaren.
Azkia kaget dari mana Rayhan mendapatkan foto itu semua, perasaan foto itu masih berada di camera Attaya belum di salin. Tapi kenapa sekarang sudah memiliki foto itu.
"Ka- kaka dapat foto itu dari mana?" tanya Azkia sedikit panik
"Gak perlu tau gue dapet foto ini dari mana, yang paling penting ini beneran apa gak?" tanya Rayhan sambil menunjukkan foto Azkia dan juga Azka. Namun Azkia hanya diam saja, dia bingung harus menjawab apa.
"Jawab, Ki!" ucap Rayhan lagi yang tidak sabar mendengar penjelasan dari Azkia
Azkia menarik nafas panjang, ada rasa tidak enak di dalam hatinya saat akan memberitahu kebenarannya kepada Rayhan. Karena belum lama Azkia menolak Rayhan sedangkan sekarang sudah menjadi pacar Azka.
"Be- bener kak, iya itu bener." ucap Azkia sambil menunduk tidak berani menatap mata Rayhan
"Jadi dia yang bisa membuat hatimu berdebar?" tanya Rayhan smabil menahan amarahnya dan rasa sakitnya
Azkia mengangguk membenarkan ucapan Rayhan, Azkia mendengar Rayhan sedang mengatur nafasnya, suara Rayhan sedikit bergetar seolah sedang menahan sakit yang cukup parah.
"Huh! Oke, selamat kalo gitu. Semoga kalian bahagia .... Tapi ingat aku tetap selalu ada di sisihmu jika kamu membutuhkan aku." ucap Rayhan sambil mengusap sedikit cairan di matanya.
"Iya kak makasih." jawab Azkia yang masih menunduk, Azkia tahu jika dirinya sudah mematahkan hati orang di depannya ini tapi orang itu masih baik kepada Azkia. Membuat Azkia terharu dan bersyukur.
__ADS_1
"Kita masih bisa menjadi teman seperti dulu lagi kan?" tanya Rayhan memegang bahu Azkia memaksa Azkia untuk menatapnya
"Masih kak!" ucap Azkia sambil menatap Rayhan. Terlihat mata yang sayu, terlihat jelas kesedihan dari mata yang biasanya terlihat indah itu.
"Maaf, Ki! Kalo aku belum bisa menyerah begitu saja, biarkan aku mengejarmu walaupun kamu sudah bersama Azka. Biarkan hati ini lelah sendiri, hingga hati ini berkata mundur pasti aku akan mundur, Ki!" jelas Rayhan sambil menatap kedua bola mata Azkia, Azkia hanya mengangguk saja dia sudah tidak bisa berkata - kata lagi.
Trettt teett
Bel masuk pun berbunyi, seakan menolong Azkia agar meninggalkan Rayhan sendiri di taman itu. Azkia tidak sanggup melihat kesedihan Rayhan namun bagaimana lagi jika sayangnya bukan untuk Rayhan melainkan untuk Azka yang selalu berselisih dengannya dulu.
"Kak, Kia balik ke kelas dulu udah bel.." ucap Azkia sambil lari meninggalkan Rayhan tanpa menerima persetujuan dari Rayhan.
Setelah Azkia pergi, Rayhan terduduk jatuh ke tanan. Dia bersandari pada bangku yang dulu pernah dia duduki bersama Azkia.
Dadanya terasa sesak namun dia tak bisa berbuat apa - apa, badannya seakan lemas saat itu juga. Rapuh! Ya itulah yang di rasakan Rayhan saat ini, saat rasa cintamu kepada seseorang sangat besar namun dia lebih memilih orang lain di bandingkan kamu. Bahkan di jelakan dengan kata - kata pun tak akan bisa mengurangi rasa sakit itu.
Rayhan masih duduk di sana sendiri, daun - daun berguguran diatas kepala Rayhan. Seolah mengerti akan apa yang di rasakan Rayhan saat ini, air mata yang pernah Rayhan keluarkan untuk Azkia kini kembali lagi. Air mata dari tulusnya hati Rayhan yang tidak bisa memiliki Azkia.
......................
Azkia terus berlari semakin jauh meninggalkan Rayhan, hingga dia tidak menyadari jika di depannya ada Azka. Azkia menabrak dada bidang Azka, hingga membuatnya terpental kebelakang. Dengan cepat Azka meraih pinggang Azkia, menariknya kedalam pelukannya agar Azkia tidak jatuh ke lantai.
"Kenapa lari - larian kek anak kecil?" tanya Azka yang memandangi wajah cantik Azkia, pipi Azkia menjadi merah merona
"Gak kok!" ucap Azkia sambil menunduk untuk menyembunyikan pipinya yang sudah merah.
"Astaga masih pagi kenapa bikin senam jantung aja sih." batin Azkia
"Dari mana?" tanya Azka yang menyelidik
"Ga- gak dari mana - mana kok." ucap Azkia sedikit gagap, karena Azkia menyembunyikan pertemuannya di taman tadi dengan Rayhan. Azkia takut jika Azka tau dia akan marah kepadanya, atau bahkan mencari Rayhan dan menghajarnya.
"Yaudah ayok ke kelas!" ajak Azkia sambil melepaskan tanga Azka yang masih berada di pinggangnya.
Azka hanya diam saja sambil mengikuti Azkia dari belakang, dia merasa ada yang di sembunyikan dari pacarnya ini.
Namun Azka tidak ambil pusing dengan ini, mungkin belum waktunya Azka tahu nanti Azkia pasti akan menceritakan padanya.
__ADS_1
Saat mereka berdua sampai di kelas, semuanya menjadi heboh. Banyak ucapan selamat untuk mereka juga dan banyak yang tidak menyangka jika Azka yang biasanya tidak perduli dengan perempuan sekarang memiliki pacar.
"Selamat ya boss.. jangan lupa traktirannya okee.. Hehe" ucap Bobo sambil merangkul Azka yang baru masuk ke dalam kelas.
Azka dan Azkia kebingungan mereka semua ini kenapa? Pasalnya Azka dan Azkia tidak menyadari jika foto mereka berdua sudah di share di grub kelas sebelas IPS 1.
"Selamat buat apa?" tanya Azka bingung
"Halah gak usah sok - sokan lupa, kalian udah jadian kan?" ucap Ciko
"Tau dari mana?" tanya Azka
Kemudian Ciko melihatkan layar hp nya, dia menunjukkan sebuah foto saat Azkia menerima buket bunga mawar dari Azka dan foto itu berlatarkan wahana komidi putar serta ada balon - balon warna putih yang berterbangan dengan langit jingga yang indah. (coba bayangin itu, kurang romantis kek gimana)
"Kalian!" ucap Azka kepada Attaya dan juga Devan, pasalnya foto itu ada di camera mereka berdua. Dan pasti yang memasukannya ke dalam grub kelas juga mereka berdua
"Wait! Santai bosku, kita lakuin ini kan juga buat lo." ucap Attaya, sedangkan Azka memiringkan kepalanya tidak mengerti dengan apa yang di maksutkan Attaya
"Jadi gini, Ka.... kita lakuin ini tuh supaya tidak ada yang berani lagi deketin Azkia, lo tau sendiri kan yang suka sama Kia itu banyak gak cuma lo doang.. Jadi kalo mereka tau kan seengaknya mereka gak akan berani ganggu Azkia karena dia punya lo.." jelas Devan panjang lebar sambil merangkul leher Azka
Azka mengangguk paham dengan apa yang di ucapkan Devan, "Tumben lo pinter?" ucap Azka sambil merangkul balik Devan.
"Astaga dari dulu gue pinter ya! Lo aja yang gak sadar, huh. " ucap Devan seolah sedang merajuk kepada pasangannya membuat seiisi kelas tertawa dengan tingkah mereka berdua..
"Hahhaaa.."
"Ka, awas pacar lo keliru si Devan loh.." canda Bobo
"Devan? Kalo sama lo juga kek gimana? Sini - sini deket sini.." canda Azka kepada Bobo
"Sorry bos, gue masih normal-_-" ucap Bobo sambil berlari keluar kelas, membuat mereka semua tertawa lagi dengan candaan mereka.
....
......................
Percayalah setelah hujan pasti ada pelangi yang indah, begitu juga dengan kehidupan ini.. Percayalah setelah banyak masalah yang ada akan ada kebahagiaan yang menantinya, entah sekecil apapun itu yakinlah semua akan berlalu dan kamu bisa melewatinya... (Sok bijak banget authornya)
__ADS_1
......................
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kaka", makasih yg masih stay nungguin UP nya!...