
Malam ini langit sangat cerah tanpa awan mendung yang menyelimutinya, hanya bintang - bintang yang terlihat mewarnai langit gelap. Bulan sabit pun terlihat juga walaupun tidak terlalu jelas. Mereka semua sudah berkumpul lagi, acara malam ini adalah pertunjukan seni siapapun boleh mempertontonkan bakat mereka masing - masing.
Sambutan demi sambutan sudah terlewati satu persatu, sekarang masuklah pada acara inti pada malam ini. Api unggun telah di nyalakan oleh panitia dengan meriah, semua bersorak saat api unggun menyala.
Tujuan di laksanakan kegiatan api unggun adalah untuk mendidik dan menumbuhkan keberanian serta kepercayaan diri peserta melalui cara berpentas.
Setelah api unggun menyala kini giliran mereka yang akan menunjukkan bakatnya, peserta yang akan menunjukkan bakatnya maju ke depan didekat api unggun agar semua bisa melihatnya. Kali ini yang pertama adalah Alex perewakilan dari panitia untuk pembukan acara pentas seni.
Alek membawa gitarnya menuju tempat yang sudah di tentukan, Alex akan menyanyikan sebuah lagu. Semua orang yang di sana berteriak histeris saat melihat Alex memulai memetik gitarnya. Alunan suara gitar terdengar merdu berpadu dengan hangatnya api unggun.
Ku hampiri jalan yang kita lewati
Setiap hari kita di sini
Ku menanti hadirmu 'tuk kembali
Hanya kenangan yang tersisa di sini
Namun sekarang kau t'lah pergi
Dan kuyakini kau takkan kembali
Mungkin hari ini hari esok atau nanti
Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini
Mungkin hari ini hari esok atau nanti
Tak lagi saling menyapa
Meski ku masih harapkanmu
Ku menanti hadirmu 'tuk kembali
Hanya kenangan yang tersisa di sini
(Mungkin hari esok atau nanti - Anneth Delliecia)
Semuanya ikut hanyut dalam alunan suara Alex yang merdu. Mereka berteriak memanggil nama Alex dan tak jarang mereka ikut bernyanyi.
"Suaranya adem banget ya allah."
"Duhh bang aku mau di nyanyiin tiap hari."
"Dalem banget sih lagunya."
"Kok jadi pengen nangis hiks hiks."
"Jadi inget seseorangkan huaa."
"Bener, udah gak saling sapa tapi rindu hiks hiks."
__ADS_1
"Suaranya nusuk banget ke hati, kan gue jadi inget masa lalu."
Banyak cuitan yang bisa terdengar saat Alex menyanyikan lagu itu, mungkin bagi sebagian orang yang masih merindukan seseorang yang sudah lama pergi hanya mampu mengingat semua kenangan saat mereka bersama. Lagu ini bisa mewakili perasaan mereka jadi tidak heran banyak yang menyukai lagu ini.
Prok prok
Suara tepuk tangan yang sangat meriah untuk Alex, Alex memang salah satu siswa yang pernah mengikut Porseni untuk mewakili sekolahnya jadi tidak di ragukan lagi bakatnya.
Kini giliran Siska maju mewakili kelasnya, dia dan teman - temannya akan menampilkan tarian dance. Musik dance sudah terdengar, Siska menari ke sana kemari menunjukkan kebolehannya dalam menari dance. Banyak suara yang mengolok Siska karena ketidak sukaan mereka terhadap Siska yang suka memaksa orang lain mengikuti perintahnya bahkan tak jarang Siska juga mengancam mereka. Namun ada juga para siswa laki - laki yang menyemangatinya.
Siska melakukan dance ini semata-mata hanya untuk menarik perhatiannya Azka, namun sayang Azka bahkan tidak meliriknya sama sekali. Azka lebih memilih memejamkan matanya dan bersandar pada sebatang pohon, badannya sakit semua karena amukan Bobo tadi. Rasa perih masih terasa jelas di wajahnya dan memar - memar di sekujur tubuhnya.
Sedangkan Azkia, Devira dan juga Nayla tengah asyik mengomentari orang-orang yang tampil. Tidak jarang Azkia mencuri pandang ke arah Azka, entah kenapa rasanya ia ingin selalu melihat wajah Azka. Apalagi saat Azka tertidur, terlihat tenang seakan tidak menanggung masalah apapun bahkan tidak terlihat jika dia seorang bad boy.
Satu persatu semua sudah menampilkan bakatnya, Azka yang sedang tertidur tiba - tiba saja di bangunkan oleh Devan. Karena jika kelasnya tidak memiliki perwakilan untuk tampil maka mereka akan mendapatkan hukuman dan juga denda uang dengan nomilam yang cukup tinggi. Sedangkan sekarang ini dari kelas mereka tidak ada yang tampil.
"Ka, bangun," kata Devan sambil menggoyangkan badan Azka.
"Hmmm."
"Lo tampil ya nyanyi, kalo gak nanti kita semua di hukum." jelas Devan tiba-tiba sebelum mata Azka terbuka lebar.
"Nyanyi?" tanya Azka masih bingung.
"Iya, tuh disitu lo cuma—" ucapan Devan terpotong oleh Azkia.
"Cuma main gitarnya aja gue yang nyanyi," ucap Azkia yang memotong ucapan Devan, sedangkan Devan hanya bengong mendengar ucapan Azkia.
"Emang bisa nyanyi?" tanya Devan memastikan.
"Woo santai santai, yaudah sana, Ka!" perintah Devan.
"Hmm," ucap Azka malas.
"Daripada kita semua bayar denda udah gitu masih di hukum... hayo pilih mana?" saran Nayla.
"Oke." singkat Azka sambil mengenakan penutup hoodynya.
Azkia dan Azka maju kedepan untuk bersiap - siap, semua yang awalnya riuh menjadi tenang. Mereka belum menyadari jika yang di depan mereka adalah Azka, karena Azka masih menunduk jadi tidak terlihat wajahnya. Azka duduk di sebelah Azkia, di tangannya sudah ada sebuah gitar. Sebelum maju kedepan Azkia sudah memberitahu Azka judul lagu yang akan dinyanyikan, Azka hanya mengangguk mengerti.
Jreeng Jreeng
Suara gitar pun mulai terdengar, membuat semua berhenti melakukan aktifitas yang tadi mereka lakukan. Azkia memulai menyanyikan sebuah lagu, namun belum sempat Azkia bernyanyi ia sudah diam membisu ketika menyadari semua orang sedang menatapnya. Gugup itulah yang Azkia rasakan sampai mulutnya tidak mau berucap sepatah kata pun. Azka yang menyadari itu pun langsung buka suara, dan dia yang menyanyi sekarang ini. Membuat siapa saja terpesona akan suara dan tampang Azka saat ini.
Tiba-tiba ku teringat dirinya
Dan semua cerita-cerita indah tentangku dan dia
Tiba-tiba dalam hati bertanya
Sedang apa dan di mana dia
__ADS_1
Masihkah dia menyimpan rasa
Rasa ini Tiba-tiba ada
Setelah sekian lama kita berpisah
Atau mungkin memang masih ada rasa
Semoga dia rasakan yang sama
Tiba-tiba dalam hati bertanya
Sedang apa dan di mana dia
Masihkah dia menyimpan rasa
Masihkah dia menyimpan rasa
Rasa ini Tiba-tiba ada
Setelah kita berpisah
Atau mungkin masih ada rasa
Semoga
(Tiba tiba - Andmesh)
Azkia menoleh ke araha Azka dan sepersekian detik membuat Azkia terpanah akan ketampanan Azka saat ini. Wajahnya terlihat samar karena terkena cahaya dari api unggun, suaranya merdu dan alunan gitarnya pun bagus. "Ya allah malaikat dari mana ini... Ganteng" batin Azkia.
Azka yang menyadari jika Azkia sedang memandanginya. Lalu dengan sengaja Azka ikut memandang Azkia, ia masih memainkan gitarnya dan bernyanyi. Azka tersenyum melihat wajah Azkia yang sedang terpesona memandanginya. "Subhanallah manis banget senyumnya," batin Azkia yang terus memandangi Azka.
Suasana malam ini menjadi sangat romantis, semua orang merasakannya. Devira, Naylah bahkan Devan pun terpesona terhadap kedua orang itu, walaupun Azkia hanya diam saja sambil memandangi Azka. Attaya dan Devira tak menyianyiakan moment ini, mereka berdua merekam semuanya dari awal lagu sampai akhir.
Sedangkan Siska yang melihat itu menjadi marah-marah, bahkan sampai membanting minumannya. Siska berniat untuk menyusul Azka kedepan namun ditahan oleh kedua temannya, karena mereka takut Siska membuat masalah yang akan membuat dirinya sendiri malu.
Rayhan? Dia sangat cemburu melihat kejadian didepan matanya, kesal sekali hingga tanpa sadar bolpoin yang sedang digenggamnya pun menjadi patah.
"Berjuang bro, saingan lo berat!" ucap Jojo di sebelah Rayhan sambil menepuk bahu Rayhan.
"Semangat bosku, jangan kalah star," ucap Zian yang berada di sebelah Rayhan juga.
Prokk prokk
Tepukan tangan dari penonton yang membuat Azkia tersadar, ternyata Azkia sedari tadi terpaku memandangi wajah tampan milik Azka. Azka tersenyum sambil memberi kode kepada Azkia untuk kembali. Para penonton riuh saat ini. Banyak sekali pujian bahkan celaan kepada Azkia yang berada di sisih Azka saat bernyanyi.
......................
..."Walau hanya sebentar izinkan aku menjadi seseorang yang bisa membuatmu bahagia"...
...- Azka Aldric (E H) -...
__ADS_1
...___________________________...
Tetep Stay with me yak :)