
Setelah beberapa hari mereka melaksanakan ujian semerter, kini tinggal menunggu hasil yang mereka dapatkan. Dan itu menjadi start untuk kelas dua belas, karena setelah ujian semester ini mereka akan melaksanakan ujian praktek dan nantinya akan melaksanakan ujian nasional.
Rayhan, Jojo dan Vivi sedang berada di ruang osis untuk membahas pergantian jabatan karena sebentar lagi mereka akan lulus dari sekolah.
"Jo, lo jadi lanjutin kemana?" tanya Nia pada Jojo
"Entahlah masih bingung gue.. Lah lo Han jadi lanjutin di luat kota?" tanya Jojo.
"Hmm.. Jadi kok.." jawab Rayhan berat
"Kok gak yakin gitu sih?" tanya Vivi.
"Kayaknya gue akan kuliah di London." jawab Rayhan
"What? Bukannya lo udah daftar di salah satu universitas terbaik disini Han?" tanya Vivi.
"Iya."
"Ke terima kan? Kenapa gak di ambil terus kenapa mau kuliah di London?" tanya Vivi sudah seperti wartawan
"Wait! Satu - satu nanyanya, gimana gue mau jawab kalo kaya gitu." keluh Rayhan
"Jangan bilang lo mau ke London gara - gara Kia.." tebak Jojo
"Bisa jadi.." ucap Rayhan
"Jangan terlalu berusaha melupakan seseorang, karena semakin lo berusaha untuk lupain dia maka semakin ingat sama dia. Jadi biarlah semua mengalir dengan sendirinya.." ucap Vivi panjang dengan kata - kata bijaknya
"Iya Mario Vivi hahaa..." kata Jojo
"Gue serius, dengan lo sibuk di sana perlahan lo akan bisa lupain dia.. Jadi gue setuju aja sih kalo lo mau Kuliah di London.." jelas Nia
"Makasih, kata - kata bijaknya hehe.." ucap Rayhan.
"Yaudahlah lo kesana duluan nanti kita susul ya kan Beb.." ucap Jojo kepada Vivi
"Tunggu - tunggu apa? Gak salah denger gue? Beb, kalian berdua?" tanya Rayhan yang tidak percaya
"Iya, Han.. Sebenernya kita udah mau kasih tau lo soal hubungan kita, tapi waktu itu pas banget lo lagi patah hati jadi kita gak ngasih tau lo dulu.." jelas Jojo yang merasa tidak enak
"Astaga jadi kalian beneran udah jadian?" tanya Rayhan memastikan
"Iya" ucap Jojo dan juga Vivi bersamaan dan saling pandang
"Selamat kalo gitu semoga kalian langgeng.." ucap Rayhan sambil tersenyum tulus.
"Makasih Han, semoga lo juga mendapatkan seseorang yang tulus menyayangi lo.." ucap Vivi
"Amiin.. Semoga saja.." ucap Rayhan sambil tersenyum
__ADS_1
"Kuy kantin lah gue traktir.." ajak Jojo
"Yes makan gratis haha..." tawa Rayhan yang Jojo dan Vivi rindukan
"Nah gitu dong, kan kita seneng liatnya.. Ya gak, Beb?" tanya Jojo pada Vivi
"Iya, senyum terus Han banyak yang sayang sama lo.." kata Vivi sambil menutup pintu Ruang Osis
"Hmmm.." ucap Rayhan
..............
"Jadi gimana, Ka?" tanya Devan
"Apa?" tanya Azka
"Katanya habis ujian semester lo mau nembak Azkia.." kata Devan lagi
"Slow aja lah, udah gue pikirin semuanya kalian tinggal ngikutin aja.." jelas Azka
"Wokey, lebih cepat lebih baik hahaa.." ucap Attaya sambil memakan makannya
"Tuh tuh saingan lo, Ka!" kata Devan, kemudian Azka melihat arah yang di tunjuk oleh Devan. Disana ada Rayhan, Jojo dan Nia yang berjalan menuju kantin.
"Udahlah biarin aja." ucap Azka mengabaikan Rayhan.
"Taman hiburan.." ucap Azka
"Boleh tuh, sekaliak kita liburan ya gak, Van?" kata Attaya meminta pendapat Devan
"Bener banget apalagi di bayarin hahhaa.." ucap Devan bahagia
"Cih, mau kalian kan gitu mulu.. Yang gartisan.." ucap Azka sambil meminum lemon tea nya
"Punya bos tajir buat apa kalo gak di manfaatin, eh di mintain.. Ampun bos.." ucap Devan
"Oh iya, gue perlu bunga mawar merah yang segar ya buat besok.. Lo atau Atta yang nyari?" tanya Azka
"Lo aja Van, kalo gue yang nyari bukan mawarnya yang gue bawa tapi penjualnya hahaha.." canda Attaya
"Hilih lo mah gak bisa liat yang bening dikit main angkut aja.." sindiri Devan
"Usaha Van usaha, udah usaha aja gak pada mau apalagi gak usaha.." keluh Attaya
"Nasib itu mah.. Hahaa" canda Azka
"Nah bener itu, nasib lo tuh lagi jelek wkwk..." ucap Devan
"Terus gue butuh balon warna putih, jadi lo Ta yang nyari?" tanya Azka
__ADS_1
"Okelah, berapa biji? sekalian penjualnya gak?" tanya Attaya
"Hmmm... 17 cukup lah, penjualnya buat lo aja kalo gue mah dia aja udah cukup.." ucap Azka sambol berfikir
"Buciiin!!" ucap Attaya dan Devan, Azka hanya tersenyum menanggapinya
"Bucin sama calon pacar sendiri boleh dong?" canda Azka sambil mengedipkan sebelah matanya
"Hih, muka di kondisikan bang.. Udah mirip sama yang di pinggiran jalan tuh yang nyanyi 'aku tak mau kalo aku di madu' gitu kalo gak salah hahaha..." ledek Devan
"Bener - bener mirip banget hahaha uhuukk..." tawa Attaya hingga tersedak
"Ledekin aja terus besok bayar sendiri - sendiri tiket masuknya.." ancam Azka
"Canda doang yaelah gitu aja ngambek.." kata Attaya
"Kalo ngambekan Kia buat gue aja, ntar malem gue tembak duluan.. Wlee" ancam Devan
"Berani lo?" kesal Azka
"Gak! Haha mana berani gue sama Azka haha.. Ntar gak di traktir makan lagi di tempat mahal.." ucap Devan
"Cih, mata duitan..." ucap Azka sambil melemparkan kacang kepada Devan
"Hahahaa.." tawa mereka bertiga
"Udah pokoknya jangan lupa pesenan gue tadi, nanti gue kasih tau tempatnya kalian bisa sembunyiin itu mawar sama balon disitu.." kata Azka sambil berjalan menuju taman sekolah dan ikuti oleh Devan dan Attaya
"Siap Boss!" ucap Attaya dan Devan beraamaan
"Oh, ya! Satu hal lagi jangan sampai bocor ke Devira ataupun Nayla, awas aja kalian nanti.." ancam Azka sambil berbalik menghadap Attaya dan Devan
"Siap beres, terkunci rapat! Ya gak Van?" ucap Attaya sambil memperagakan mengunci mulutnya
"Bener banget, Ta!" kata Devan yang menyetujui ucapan Attaya
Mereka bertiga kemudian bersantai di taman untuk mencari udara segar, setelah ujian semester ini mereka semua free dari kegiatan pembelajaran. Hanya tinggal siswa - siswa yang nilainya jelek saja yang harus mengulang ujian semester.
Dari mereka bertiga Azka lah yang paling pinter walaupun suka bolos kelas namun dia dapat dengan cepat memahami materi, lain hal nya dengan Attaya dia lemah di akademi namun di hal olahraga dia jagonya. Sedangkan Devan, dia paling jago soal menasehati kedua temannya agar rajin belajar. Dia tidak kalah pandai dengan Azka hanya berbeda sedikit saja, soal olahraga mereka memiliki kemampuan yang hampir sama karena mereka bertiga selalu bersama jadi kemampuan pun hampir sama.
..........
..."...Sambut yang datang, iklaskan yang pergi. Hargai yang berjuang dan Lupakan yang menyakiti.."...
............
Nah lo, Azka sudah buat persiapan buat Kia.. Dan Rayhan dia akan kuliah di luar negri, kira - kira gimana lanjutannya ya ^.^
Vote dulu, dengan klik gmbr yg bertuliskan vote yak, gratis itu! Makasih
__ADS_1