
Pagi ini cuaca begitu cerah, tidak ada awan sedikit pun yang terlihat di langit. Kini mereka semua sudah berada di rumah Devan kecuali Azka yang belum sampai, Devan sendiri yang menyarankan mereka berkumpul disana.
"Assalamualaikum." ucap mereka serentak.
"Waalaikumsalam, silahkan masuk Devannya ada di dalam." ucap Devan seolah bukan dirinya yang mereka cari.
"Hilih gaya lo, Van." sindir Attaya sambil melangkah masuk kedalam rumah.
Kemudian mereka semua duduk di ruang tamu, mereka terfokus pada dinding ruang tamu yang di penuhi dengan bingkai foto.
"Astaga siapa ini kok lucu banget." ucap Devira sambil mengambil bingkai foto anak kecil yang sedang bermain pesawat, dalam foto itu terlihat jelas senyum mengembang dengan mainan pesawat di tangan kananannya.
"Masih kecil tapi udah kelihatan ganteng, gedenya pasti ganteng ini." lanjut Devira lagi, sedangkan Attaya hanya tertawa pasalnya dia mengetahui siapa anak kecil tersebut.
"Gebet aja, Ra." canda Azkia sambil ikut melihat foto yang di pegang Devira.
Sedangkan Nayla hanya memperhatikan mereka berdua dari tempat duduknya sekarang ini karena Nayla masih ngantuk sekali, pagi - pagi tadi Devira sudah berada di rumahnya untuk membangunkan Nayla.
"Masih kecil ini tunggu gede nanti aku gebet wkwk." ucap Devira masih menatap foto itu.
"Udah gede kok, gebet aja." ucap seseorang tepat di sebelah Devira membuatnya kaget.
"Astaga, lo bikin kaget aja.... jalan gak ada suaranya sih, Van." kesal Devira sambil memukul lengan Devan.
"Cih, ada lo aja yang terlalu mengagumi foto itu." kata Devan sambil melipatkan kedua tangannya dengan sombong.
"Tunggu, kayaknya ada yang mirip." ucap Devira sedangkan Devan hanya menaikan sebelah alisnya saja.
Kemudian Devira menyamakan Devan dengan foto anak kecil yang sedang dia bawa, Devan yang melihat itu langsung saja berpose tersenyum manis seperti yang terlihat dalam foto dirinya waktu kecil.
"Jangan bilang ini lo. Van?" tanya Devira memastikan.
"Emang gue lah, siapa lagi kalp bukan gue kan gue anak tunggal." ucap Devan dengan sombongnya.
"Haha jadi gebet gak tuh Ra, anaknya udah gede." canda Nayla.
"Gebet lah gebet masa enggak hahaa." canda Azkia
"Kalo dia mah gak jadi aja." ucap Devira dengan jutek lalu menaruh kembali bingkai foto tersebut.
"Kenapa orang ganteng gini juga, gak kalah sama oppa - oppa korea haha." canda Devan sambil mengerlingkan sebelah matanya kepada Devira, namun hanya dibalas Devira dengan memutar kedua matanya dengan jengah.
"Cih, bangun ngab jangan mimpi mulu haha." ucap Attaya sambil tertawa dan diikuti yang lainnya.
"Eh Azka mana?" tanya Devan yang baru menyadari jika Azka belum datang.
"Entahlah, tumben dia ngaret." ucap Attaya sambil melihat layar ponselnya.
"Mana pacar lo, Ki?" tanya Nayla kepada Azkia. Azkia hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak mengetahui keberadaan Azka.
"Lah pacar lo sendiri gak tau kemana, nanti ilang loh di culik tante - tante haha." camda Devira yang kemudian mendapat cubitan dari Azkia.
__ADS_1
"Kalo ngomong suka seenaknya aja tuh mulut." ucap Azka.
"Bener kalo Azka di culik sama nenek lampir gimana?" tanya Nayla yang memcoba mengerjai Azkia.
"Cih, mana mau—" ucapan Azkia terpotong dengan ucapan seseorang yang berada di belakangnya.
"Mau apa?" tanyanya yang langsung duduk di sebelah Azkia, tanpa menghiraukan tatapan dari semua orang.
"Tumben telat?" tanya Devan kepada Azka, iya orang yang baru sada datang itu adalah Azka.
"Hmm." singkat Azka sambil terus melihat Azkia.
"Gak akan ilang kok gak usah diliatin sampai kayak gitu haha." canda Attaya.
"Pfffttt."
Sedangkan Azka tidak menanggapi candaan mereka, Azka hanya terfokus pada Azkia saja.
"Miss you." bisik Azka pelan di telinga Azkia, yang membuat pipi Azkia menjadi merah merona.
"Jadi gimana kita mau kemana rencananya liburan ini?" tanya Devan.
"Pantai." ucap Azka dan Azkia bersamaan, membuat mereka berdua bertatapan.
"Ngcam kuy." saran Attaya.
"Kebun binantang?" seru Nayla.
"Em ke tempat - tempat yang lagi hits aja gimana?" tanya Devira.
Saat mereka masih bingung akan pergi liburan kemana, tiba - tiba saja dari arah luar rumah Devan terdengar suara ribut - ribut.
"Assalamualaikum guys apa kabar semua." sapa seseorang itu yang langsung masuk ke dalam rumah Devan diikuti seseorang di belakangnya.
"Waalaikumsalam." jawab mereka semua serempak, ternyata Bobo dan Ciko yang datang mereka juga akan ikut liburan bersama.
"Bobo ganteng sudah datang, ada yang kangen gak? Kangen gak?" tanya bobo kepada mereka semua.
"Gak!" jawab mereka kompak lagi, kecuali Azka.
"Jahatnya mulut kalian kalo jujur, nyenengin gue dikit napa.... biar ngrasain rasanya di kangenin." ucap Bobo sedikit memelas, membuat mereka semua menertawakan Bobo.
"Kangen sama lo, bikin sakit mata haha." canda Attaya sambil melempar kacang ke arah Bobo.
"Gue kangen kok, Bob." ucap Azka tiba - tiba membuat semuanya menoleh kearah Azka. Bobo yang mendengar itupun langsung tertawa bahagia.
"Makasih lo emang sohib gue yang paling oke." ucap Bobo sambil merangkul Azka dengan bahagia namun tiba - tiba saja raut wajah Bobo menjadi kecewa saat mendengar perkataan Azka.
"Tapi boong." ucap Azka dengan wajah datarnya, tangannya sambil menyingkirkan tangan Bobo dari bahunya.
"Sakit gak tuh?" tanya Nayla sambil tertawa.
__ADS_1
"Sakit lah, sakit gak berdarah gak kelihatan pula.... ucapan babang ganteng bikin nyesek" jawab Bobo memegangi dadanya berlaga sedih dengan ucapan Azka.
"Hahaha." mereka tertawa dengan kelakuan Bobo.
"Ko, lo sariawan ya diem mulu." canda Devan kepada Ciko yang hanya diam saja melihat mereka.
"Ngantuk gue, masih tidur di seret Bobo kesini." adu Ciko kepada mereka.
"Yaudah tidur sana, kamar tamu kosong tuh." tawar Devan kepada Ciko.
"Gak usah gue disini aja." ucap Ciko, sedangkan Devan hanya mengangguk mengiyakan.
"Jadi kita mau liburan kemana?" tanya Bobo.
"Pantai!"
"Zoo."
"Ngcam."
"Muncak."
"Taman bermain."
"Stop! kenapa beda semua astaga.... nanti cuma wacana ini." ucap Bobo sambil menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya.
"Yang pilih pantai mo mudus tuh cari tempat yang romantis." sindir Devira sambil melirik ke arah Azka dan Azkia.
"Sirik aja haha." ucap Azkia sambil tertawa.
"Tapi pantai juga boleh sih, main air pemandangannya juga bagus." ucap Nayla membayangkan saat bermain di pantai.
"Yaudah kita ngcam di pantai, habis itu kita main ke tempat - tempat instagramable.... gimana?" ucap Attaya memberikan saran.
"Boleh juga tuh." ucap Ciko yang tiba - tiba saja ikut bersuara.
"Gue sih yes." ucap Bobo menirukan gaya Anang Hermasyah yang memberikan penilaian.
"Setuju, asyik tuh." ucap Devan.
"Boleh lah boleh haha." kata Nayla seperti orang Malaysia.
"Sip dah!" ucap Devira antusias.
Sedangkan Azkia dan Azka hanya mengangguk, karena memang pilihan mereka berdua adalah pantai.
Kruuyuukk kruyuukk
Seketika mereka semua mencari sumber suara tersebut, karena saat semua hening terdengarlah suara perut yang lapar.
......................
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan! vote gratis aja juga gpp :)
Salam hangat!