Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Kabur Lagi


__ADS_3

Siska sangat bahagia karena makanan yang dia belikan untuk Azka di terima, baru kali ini Azka seperti itu. Siska jadi berfikir jika Azka mulai ada rasa untuknya, sehingga Siska sudah besar kepala dahulu tanpa mengetahui yang sebenarnya terjadi.


"La lala lalaa laaa...." nyanyian Siska sambil menyusuri lorong kelas, Siska mengabaikan tatapan aneh dari siswa lainnya.


"Akhirnya Azka nerima makanan yang gue beliin.. Lala lala..." ucap Siska sambil menari seperti anak kecil.


Tiba - tiba saja Siska menabrak Ciko, dia adalah seorang siswa kutu buku yang memakai kacamata bulat. Dia juga satu kelas dengan Azka, namun tidak sepopuler Azka ataupun Rayhan. Ciko sedang membawa beberapa tumpuk buku untuk di kembalikan ke perpustakaan namun dia tertabrak oleh Siska, semua buku yang dia bawa jatuh berserakan dilantai.


"Ma-maaf tidak sengaja..." ucap Ciko gagap, karena Ciko mengetahui jika Siska di kenal dengan sebutan nenek sihir jika di sekolah karena sifatnya dan perilakunya yang terkadang kelewat batas membuatnya di juluki nenek sihir.


"Oke gue maafin, karena gue lagi bahagia.." ucap Siska sambil membantu Ciko memunguti buku - buku yang berserakan di lantai.


Ciko merasa heran karena Siska berbeda dari rumor yang dia dengar, Ciko langsung bergeleng membuang pikirannya agar tidak terlalu memikirkan Siska.


"Tumben baik, habis menang undian kah..?" tanya Ciko yang penasaran.


"Gak, soalnya gue lagi bahagia karena Azka mau menerima makanan pemberian gue.. Selangkah lebih dekat kan.." jawab Siska antusias.


"Iyaa.." ucap Ciko sambil membenarkan kaca matanya, setelah bukunya tertata rapi Ciko bangkit dari posisi jongkoknya.


"Eiitts tunggu dulu.." ucap Siska menghentikan langkah Ciko.


"Kenapa ?" tanya Ciko


"Tampang lo juga gak jelek - jelek amat, badan lo juga oke.. Coba tinggal lo benerin nih gaya rambut lo sama gak usah pake kacamata.. Pasti nanti banyak cewek yang mau sama lo.." saran Siska sambil berjalan memutari Ciko melihatnya dari atas ke bawah menilai penampilan Ciko.


"Termasuk kamu..?" tanya Ciko


"Heh mana mungkin, hati gue cuma buat Azka doang.." ucap Siska sambil meinggalkan Ciko yang masih berdiri memandangi Siska yang sudah terlihat menjauh darinya.


"Masa iya aku harus merubah penampilan nanti banyak cewek yang mendekat. Tapi kalo seperti itu mereka tidak tulus dong? Hanya melihatku dari fisik saja.." ucap Ciko sambil berjalan ke arah perpustakaan.


..........


Rayhan yang merasa sudah beberapa hari ini dia tidak melihat Azkia, tepatnya semenjak dia menyatakan perasaannya kepada Azkia. Rayhan selalu mencoba mencari Azkia di sekeliling sekolah, taman, kantin hingga sampai mencarinya di kelas Azkia namun tidak menemukannya juga. Rayhan memutuskan untuk menunggu Azkia di parkiran, mungkin saja bisa menemukan Azkia disana.


"Mana sih..?" ucap Rayhan sambil mondar mandir di depan mobil Azkia.


Azkia yang melihat ada Rayhan di depan mobilnya langsung saja balik badan tapi sayang lagi - lagi dia menabrak Azka yang juga akan menuju parkiran.


"Lo seneng banget nabrak gue.." ucap Azka

__ADS_1


"Gak sengaja.." sambil melihat ke arah Rayhan karena Azkia takut jika sampai Rayhan mengetahuinya. Azka yang menyadari jika Azkia tidak melihat lawan biacaranya langsung saja mengikuti arah pandang Azkia.


"Dia lagi..?" tanya Azka


"Iya nih.." ucap Azkia panik, sedangkan Devan dan Attaya tidak paham dengan apa yang mereka bicarakan hanya diam saja sambil mengamati.


"Kalian ada rahasia apa sih..?" tanya Attaya sambil melihat ke arah Azka dan Azkia bergantian.


"Entah, kita jadi nongkrong tempat biasa kan...?" tanya Devan


"Jadilah, gara - gara Azka sakit kan kita dah lama gak ke sana." jawab Attaya sambil memakai jaketnya.


"Kuy lah.." ajak Azka yang mulai melangkahkan kakinya namun lengannya di tahan oleh Azkia.


"Tolongin, gue gak mau ketemu.." ucap Azkia memohon dengan wajah dibuat semenyedihkan mungkin.


"Motor gue di sebelah gak kelihatan, lo sama gue aja.. Mobil lo di tinggal sini." ucap Azka kepada Azkia.


"Kenapa..?" tanya Devan


"Kalian berdua alihin perhatian tuh ketos.. Biar gak liat nih bocah.." jelas Azka


"Emangnya kenapa?" tanya Attaya


"Okee..." kata Devan dan Attaya bersamaan, kemudian mereka berdua menghampiri Rayhan dan mengajaknya mengobrol.


"Buat apa?" tanya Azkia saat kepalanya di tutup jaket milik Azka.


"Katanya mau sembunyi.." ucap Azka


Kemudian Azka dan Azkia berjalan menuju parkiran dimana motor Azka terparkir. Namun saat melewati Rayhan, dia menghentikan Azka dan bertanya dimana Azkia berada karena sudah beberapa hari Rayhan tidak bertemu.


"Ka tunggu!" ucap Rahyan


"Kenapa?" tanya Azka yang menghentikan langkahnya, sedangkan Azkia juga namun wajahnya di sembunyikan dan terus menunduk


"Lo liat Kia gak..?" tanya Rayhan


"Gak!"


"Lo kan yang satu bangku sama dia..?"

__ADS_1


"Lah terus kalo satu bangku emang gue harus tau dia kemana gitu?" kesal Azka, Rayhan sedari tadi memperhatikan sosok cewek yang berada di sebelah Azka. Azka yang menyadarinya langsung mendekap Azkia dalam pelukannya.


"Lo liatin apa..?" ucap Azka kesal


"Gak, dia mirip Azkia." jawab Rayhan


"Bukan! Dia cewek gue mau lo ambil juga..?" kata Azka, Azkia yang mendengar itu dalam dekapan Azka menjadi salah tingkah, dan detak jantungnya menjadi semakin cepat.


Deg deg deg!


"Astaga jantung gue kenapa lagi ini, semoga Azka gak denger bisa malu gue.." batin Azkia


"Gak cuma nanya aja, kalo liat Azkia bilang kalo gue cariin dia..." ucap Rayhan yang masih melihat ke arah cewek yang berada dalam dekapan Azka.


"Oke!" ucap Azka, lalu pergi meninggalkan Rayhan yang masih diam pada posisnya.


"Lo dah denger sendirikan..." bisik Azka pada telinga Azkia, dan diangguki oleh Azkia wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


Kemudian Azka menghidupkan motornya dan menyuruh Azkia naik untuk meninggalkan parkiran sekolah. Sedangkan Devan dan Attaya sudah menunggu di motor, ya mereka berdua kemana - mana selalu bersama.


Saat perjalanan menuju cafe Azka sempat berbicara kepada Azkia, Azka memberi saran dari pada Azkia menghindari Rayhan lebih baik menyelesaikannya agar semua jelas.


"Ki.." panggil Azka


"Hmm apa gak denger.." ucap Azkia


"Buruan selesain masalah lo sama Rayhan.."


"Iya - iya.." ucap Azkia sambil cemberut, Azka yang melihat Azkia cemberut dari kaca spion motor menjadi tersenyum.


"Gue kan gak bisa selalu bantuin lo."


"Iya iya bos bawel banget, nanti gue urusin biar gak kabur - kaburan mulu.. Gue juga capek kayak gini.." jelas Azkia yang sedikit berteriak agar Azka mendengarnya.


"Cerewett..!" ucap Azka namun sambil tersenyum


Kemudian Azka menancap gasnya agar segera sampai di cafe tujuan mereka. Iya Azka mengajak Azkia sekalian dari pada bolak balik nganterin Azkia pulang terus balik ke cafe lebih baik mengajaknya ikut serta.


............


..." ...Ada rindu yang tak sempat tersalurkan...

__ADS_1


...Ada kebersamaan yang hilang tanpa sempat ada hubungan..."...


......................


__ADS_2