
"Nyun?" panggil Azka kepada Azkia.
"Hmm." saut Azkia dengan malas.
"Sok dingin, gak cocok hehe." ucap Azka yang sudah dapat mengikuti mobil jeep Attaya.
"Bomat!"
"Jangan ngambek, aku gak suka!" ucap Azka lagi, namun Azkia hanya diam saja tanpa menyauti perkataan Azka.
"Senyumnya mana? Mana?" pinta Azka sambil melihat Azkia sekilas dengan senyuman di bibir Azka juga agar diikuti Azkia.
"Nih." kata Azkia sambil tersenyum manis yang di tunjukkan kepada Azka.
"Makasih." ucap Azka sambil mengacak rambut Azkia pelan.
"Nyun, kamu punya mantan?" tanya Azka tiba - tiba membuat Azkia melihatnya sekilas lalu membuang wajahnya kearah samping.
Seketika saja raut wajah Azkia menjadi sedih, tatapannya menjadi kosong. Angin yang berhembus membuat rambut Azkia berantakan namun tetap di biarkan saja tanpa ada niatan untuk merapikannya.
"Maaf, kalo kamu belum mau cerita gak masalah kok." kata Azka sambil memakirkan mobil jeep nya di tempat semula dia menyewanya.
"Dah ayo turun mau sampai kapan kamu di jeep ini? Kalo suka mobil Jeep kek gini nanti aku beliin." canda Azka agar Azkia tidak sedih lagi.
Azkia akhirnya menurut dan turun dari mobil Jeep dia melangkah menuju tempat dimana Ira berada namun sebelum itu tangannya di cekal oleh Azka.
"Jangan sedih, nanti cepet tua." ucap Azka, mendengar itu Azkia berusaha menguasai hatinya agar tidak berlarut dalam kesedihan.
"Panas gini suruh senyum nanti kering wkwk." canda Azkia, sudah terlihat tawa tulus dari sudut bibir Azkia. Kemudian mereka melangkah mendekat kearah sahabat mereka berada.
"Maaf, Ka... bukan maksutku untuk menyembunyikan ini semua dari kamu, hanya saja aku belum siap... jika mengingatnya hati ini jadi rapuh, Ka." batin Azkia sambil melihat genggaman tangan Azka.
Azka berjalan beriringan dengan Azkia, dengan tangan yang terus di gengam oleh Azka.
"Makasih, untuk dua hari yang menyenangkan ini... sayang!" bisik Azka di sebelah telinga Azkia.
Azkia tidak fokus dengan ucapan Azka karena yang dia dengar hanya kata 'sayang' yang terus terngiang di telinga Azkia.
"Gandengan mulu ngab kayak mau nyeberang aja." sindir Devan.
"Lagi nyebrang di hati dia." jawab azka sambil melirik kearah Azkia yang berada di sebaelahnya.
__ADS_1
"Ciie si es bisa gombal juga haha." ucap Nayla menyuraki Azkia dan Azka.
"Es nya udah leleh weh." kata Devira sambil menyenggol lengan Devan yang berada di sebelahnya.
"Kutubnya udah leleh saat berada dutangan yang tepat hahaa." ucap Devan sambil terkekeh, kemudian mereka semua tertawa.
"Dah mau magrib neh, cari tempat buat bersih - bersih dulu sekalian sholat." ucap Ciko.
"Siap ustad!!" canda mereka semua sambil tertawa karena Ciko akan kesal saat mereka semua memanggilnya dengan sebutan ustad.
Diantara mereka semua Ciko lah yang paling rajin mengingatkan untuk menjalankan ibadah sholat, jika tidak Ciko akan mengomel seperti ibu - ibu komplek yang sedang bergosip. Oleh karena itu mereka semua suka sekali memanggil Ciko dengan sebutan ustad, Ciko yang di panggil begitu selalu saja marah karena dia merasa belum pantas jika di panggil ustad.
...............
Setelah selesai menjalankan ibadah dan bersih - bersih meteka memutuskan untuk pulang ke rumah karena sudah lelah bermain dari kenaren hingga hari ini.
"Yah padahal liburan masih panjang, masa kita ngcam nya cuma dua hari aja." keluh Attaya karena dia merasa dua hari saja belum cukup.
"Bener tuh, masa liburan gur gabut dirumah?" saut Bobo yang liburan semester akan di habiskan di rumah.
"Kita kan masih bisa ngumpul, cuma dua minggu juga liburnya cpet itu." kata Devan sambil mengenakan sepatunya.
"Ya nanti kan masih bisa maen bareng, gak usah bingung lah." ucap Devira tang memang benar yang dia ucapkan.
"Orang yang sama lagi?" batin Azka.
"Nanti kalian maen kerumah gue aja, selalu terbuka lebar." kata Attaya.
"Siapp, jangan lupa siapin makanan yang enak." kata Bobo.
"Lo mah makan mulu yang di pikirin." ejek Nayla.
"Biariin wlee." jawab Bobo sambil menjulurkan lidahnya mengejek Nayla.
"Kuy balik." ajak Azkia yabg sudah berada di belakang mereka.
"Yaudah ayok, keburu malem juga nanti." ajak Devan.
"Siapa nyun?" tanya Azka saat sudah menghampiri Azkia.
"Apanya?" tanya Azkia bingung karena dia tidak paham dengan maksut Azka.
__ADS_1
"Itu tadi yang tele—" kata Azka terpotong.
"Oh ya, beruang kutub aku baliknya sama Ira, Nayla ya... kalain yang cowok barengan semua." kata Azkia sambil melambaikan tangan kearah Azja dan yang lainnya, setelah itu dia masuk kedalam mobil yang hanya ada Devira dan Nayla.
"Kenapa tuh anak kok kayaknya lagi seneng gitu?" tanya Attaya yang menyadari perubahan sikap Azkia.
"Entah." jawab Azka dingin.
"Sebahagia itu kah kamu habis dapet telepone?" batin Azka, kemudian dia masuk kedalam mobil Devan bersama yang lainnya.
Sahabat Azka yang tahu jika raut wajah Azka tidak sebahagia tadi slaing bertanya - tanya sebenarnya apa yang sedang terjadi diantara Azka dan Azkia, yang membuat Azka seperti itu.
"Lo kenapa, Ka?" tanya Attaya.
"Yaelah baru juga ditinggal bentar udah di tekuk aja tuh muka." ucap Bobo.
"Masih kangen?" tanya Bobo, sedangkan Azka hanya diam saja dan terus memandangi keluar jendela pikirannya sudah melayang entah kemana sehingga ucapan temannya seperti angin lalu saja.
"Ka, woy Azka... lo sehatkan?" tanya Devan yang duduk di bangku kemudi.
"Hmm." jawab Azka malas.
"Cih, balik lagi es nya!" sindir Devan, namun Azka tidak memperdulikan perkataan Devan.
"Van, buruan cari info yang gue suruh tadi pagi, dan gue mau secepatnya lo dapet infonya!" perintah Azka.
"Siap Boss!" jawab Devan yang terus terfokus pada jalanan yang mereka lalui.
Sedangkan di bagian belakang kursi penumpang, Ciko Bobo dan Attaya hanya saling pandang sambil mengangkat bahu mereka yang menjadi tanda jika tidak tahu apapun yang sedang Azka dan Devan bicarakan.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka sampai di rumah Azka, malam ini mereka menginap disini karena lelah yang sudah menyerang mereka.
Mereka langsung saja merebahkan tubuhnya diatas kasur, dan dalam hitungan menit mereka sudah terlelap di dalam mimpi. Hanya Azka yang masih saja terjaga, karena pikirannya hanya terus memikirkan Azkia dan semua yang belum dia ketahui tentang Azkia.
Bagaiamana bisa Azka tahu semua tentang Azkia jika selama mereka kenal hanya ribut dan ribut saja kerjaan mereka, namun setelah mereka menyadari perasaannya masing - masing ribut - ribut kecil itulah yang awalnya menumbuhkan perasaan suka pada hati mereka.
Yang awalnya selalu ribut dan saling menjahili mampu menumbukan rasa di hati mereka.
......................
..."Yaudah terserah, tapi ingat! aku selalu ada jika kamu butuh aku"...
__ADS_1
...-E H- ...