
Bus yang mereka tumpangi pun sudah sampai di sekolah, satu persatu mereka keluar dari dalam bus. Mengeluarkan semua barang - barang dari bagasi bus, ada yang sudah di jemput keluarganya ada yang naik grab bahkan ada yang mobilnya masih di sekolah karena memang sengaja di tingalkan namun tenang aman karena ada satpam yang selalu menjaga.
Devan Attaya keluar terlebih dahulu, mereka langsung mengambil mobil untuk pulang melupakan Azka yang masih di dalam bus. Azkia yang duduk di sebelah Azka pun membangunkannya dan menyuruhnya segera turun. Badan Azka demam jadi dia sedikit tidak fokus, Azka melihat sekeliling mencari Devan dan Attaya namun tidak ketemu. Azka bertemu dengan seorang ibu - ibu yang mengenalnya namun Azka lupa siapa ibu - ibu tersebut.
"Nak Azka ya..?" sapa ibu itu
"Iya, tante siapa ya..?" tanya Azka sopan, walaupun dia terkenal bad boy namun sikapnya akan berubah jika berhadapan dengan orang yang lebih tua darinya bisa di bilang jika seumuran dengan orang tuanya.
"Kamu lupa? Saya kan-.." ucapannya terpotong saat terdengar ada yang memanggilnya
"Mamaaa...." teriak Azkia sambil berlari menghampiri mamanya dan juga Azka.
"Hai sayang, gimana acara campingnya?"
"Seru banget ma.. Nanti kalo udah sampai rumah Kia ceritain sekarang kita pulang dulu ya, Kia udah laper banget kangen sama masakan mama.." kata Azkia manja dan sepert anak kecil di depan mamanya.
"Baik - baik ayo pulang dulu mamah udah masakin makanan kesukaanmu.." ajak mama Kia sambil membelai rambut putrinya.
"Ternyata mamanya si cerewet ini, mamanya kalem anaknya bisa kek beo gitu..Cih" batin Azka
"Ayok maah.." ajak Azkia sambil menggandeng lengan mamahnya, namun mamanya berhenti dan berbalik bertanya kepada Azka.
"Nak Azka pulang sama siapa?"
"Naik taxi tante.." ucap Azka sopan
"Yaudah bareng sama tante aja ayo.." ajak mamanya Kia.
"Gak usah tan, nunggu taxi aja.." Azka menolak permintaan mamanya Azkia dengan halus namun mamahnya tidak kehabisan akal untuk mengajak Azka ikut bersamanya.
"Udahlah mah kalo gak mau jagan di paksa.." sindir Azkia
"Ayo Nak Azka dari pada lumutan nunggu disini.." ucap mama Azkia sambil menggandeng lengan Azka, dan memaksa Azka masuk kedalam mobilnya.
"Tapi tan-.."
"Gak ada tapi - tapian okee.." ucap mama Azkia, Azka hanya bisa diam dan menurut saja.
"Mah! Anak mama sebenarnya siapa sih..?" kesal Azkia yang melihat mamahnya lebih perhatian dengan Azka dari pada dengan dirinya.
Akhirnya Azka ikut di mobil Azkia bersama mamanya, namun tidak mengantarkan Azka pulang melainkan mengajak Azka ke rumahnya. Mama Azkia sudah menyukai Azka sejak bertemu dengan Azka, karena Azka baik dan bertanggung jawab.
__ADS_1
.............
Rumah Azkia
"Ayo turun dulu.." ajak Mama Azkia, Azka hanya nurut saja seperti anak kecil badannya sudah lelah dan juga badannya demam jadi Azka pasrah saja. Sedangkan Azkia hanya cemberut saja hingga menggentakkan kakinya saat masuk kedalam rumah.
"Iya tan.." ucap Azka
Azka masuk kedalam rumah Azkia, sedangkan Azkia sudah berada di dalam kamarnya untuk ganti baju. Mamah Azkia mengajak Azka untuk makan bersama dengannya.
"Nak ayo makan dulu.." ajaknya, sambil menggandeng lengan Azka
"Loh kok panas? Coba liat sini jidatnya.. Ya Allah demam ini.." panik mama Azkia saat mengecek suhu badan Azka.
"Kiaa sayang.. Tolong ambilkan obat penurun panas.." teriak mama Azkia membuat Azka kaget.
"Astaga ternyata mama sama anak sama, sama - sama suka teriak di kuping orang.." batin Azka.
"Nih mah, emang mama sakit?" tanya Azkia menyerahkan kotak obat kepada mamanya.
"Bukan mamah yang sakit, tapi ini Capar.."
"Hah Capar?" tanya Azkia tidak mengerti, sambil duduk dan mengambil sebuah apel lalu memakannya.
Uhuukkk
"Astaga keselek aja sampai barengan.." ucap Mama Azkia.
"Iihh mama apaan sih..!" kesal Azkia, sedangkan mamanya hanya tertawa saja melihat anaknya tersebut.
Setelah makan mama Azkia menyuruh Azka istirahat terlebih dahulu di kamar tamu, karena badan Azka yang demam membuat khawatir jika harus pulang sendiri. Azka pasrah saja karena memang badannya sedang tidak baik - baik saja.
Saat Azka di dalam kamar dia mendapatkan sebuah telepon dari sahabatnya yang baru menyadari jika Azka tidak bersama dengan mereka.
via telepon :
"Halo Ka, lo dimana? Kenapa bisa ketinggalan sih?" tanya Attaya
"Cih, baru sadar lo kalo gue ilang.." sindir Azka
"Hehe maap bosku jagan marah - marah, udah sekarang posisi dimana entar gue jemput.." ucap Attaya di seberang sana.
__ADS_1
"Iya tadi kita balik ke sekolah tapi lo nya gak ada Ka, lo dimana?" tanya Devan yang ikut nimbrung obrolan via telepone itu.
"Di culik tante - tante.." jawab Azka lalu mematikan sambungan telepone membuat Attaya dan Devan keheranan.
"Di culik tante - tante?" ulang Devan dan Attaya saling pandang, dan menit setelah itu mereka tertawa terbahak - bahak.
........
Azka yang merasa tenggorokannya kering langsung saja menuju dapur untuk mengambil air minum, dan ternyata sepi mungkin semua sedang tidur siang.
Namun Azkia kaget saat berbalik badan ingin kembali ke kamar karena di depannya ada Azkia yang sedang mengenkan masker berwarna hitam.
"Astagaa setan.." teriak Azka
"Setan mana ada yang cantik gini.." kesal Azkia yang selesai mengambil air minum juga, tapi sayang saat Azkia ingin pergi dirinya terpeleset air minum Azka yang tumpah karena kaget tadi.
"Aaaaaaa...." teriak Azkia sambil memejamkan matanya, "kok gak jatuh - jatuh sih.." batin Azkia
Ternyata Azkia sudah di tangkap oleh Azka, sehingga dia tidak sampai jatuh ke lantai. Mamanya yang melihat itu menjadi senyum - senyum sendiri.
"Uhuukk.. kalian sedang apa?" perkataan mama Azkia memecahkan pandangan mereka, lalu Azkia bergegas membenarkan badannya agar bisa berdiri tegak.
"Haus tante.." jawab Azka, Azkia hanya diam saja karena malu.
"Kamu udah mendingan nak..?" tanya mama Azkia sambil mengecek jidat Azka lagi.
"Sudah tante.." jawab Azka yang merasa sedih hatinya mendapat perlakuan seperti itu.
Azka juga merindukan mamanya sendiri yang sudah beberapa minggu belum pulang, apalagi saat dia sakit, rindu rasanya di perhatikan seperti itu.
"Yaudah nanti makan malam disini dulu setelah itu biar di anterin sama pak Sam.." saran mama Azkia. Azka hanya mengangguk menuruti permintaan itu.
"Baguslah Caparnya Azkia ehheehee.." canda mama Azkia sambil mengusap pelan lengan Azka.
"Maamaa apaan sih.." kesal Azkia
.
..."Setiap orang akan merindu kan saat" dirinya bersama orang yang di sayang.."...
.
__ADS_1
Lanjut apa udahan ini?