
Deburan ombak yang menghantam karang memaksa mereka untuk segera bangun dari mimpi indahnya. Udara pagi yang dingin karena hembusan angin dari laut, membuat Devan dan Azka menjadi sedikit flu. Karena semalaman mereka berdua tidur di depan tenda.
Cahaya matahari begitu menyilaukan mata, Azka terbangun terlebih dahulu diikuti Devan.
"Gila semalaman ketiduran di sini, pantes aja hidung gue mampet." keluh Devan sambil merentangkan kedua tangannya itu posisi yang serung dilakukan Devan saat bangun tidur.
"Sama." ucap Azka kepada Devan. Kemudian mereka bangkit untuk melihat - lihat sekitar mereka karena sedari kemaren datang mereka berdua belum sempat jalan - jalan karena sibuk mendirikan tenda.
"Bangun tidur langsung liat pemandangan yang nyegerin mata... jadi semangat ini." kata Devan sambil melangkah menyurusi pantai diikuti Azka yang berada di sebelahnya.
"Sama." ucap Azka lagi.
"Gue laper nih." kata Devan sambil memegangi perutnya yang sudah keroncongan.
"Sama!" dan lagi - lagi Azka hanya mengatakan satu kata itu.
"Astaga lo kayak robot aja, Ka... yang cuma bisa omong satu kata doang." kesal Devan.
Sedangkan Azka hanya terkekeh mendengar perkataan Devan.
"Lo ada masalah, Ka?" tanya Devan sambil memandang Azka.
"Gak!" singkat Azka sambil menendang ombak yang datang.
"Halah, lo gak usah bohong sama gue Ka... gue itu sahabat lo dari piyik jadi gue tahu lo ada masalah atau gak." jelas Devan yang benar saja dia menyadari jika Azka sedang tidak baik - baik saja.
Azka mengambil nafasnya panjang seakan dia sedang menata hatinya. Kemudian Azka menceritakan semuanya kepada Devan, tentang dia yang penasaran dengan mantan Azkia, tentang siapa yang menghubungi Azkia hingga dia bisa tertawa bahagia saat menerima telepon tersebut. Hingga Azka yang di suruh meneruskan bisnis orangtuanya padahal dia memiliki keinginan dan mimpinya sendiri.
"Yang sabar ya bos." ucap Devan sambil menepuk bahu Azka, dia merasa prihatin dengan keadaan Azka saat ini jika dirinya mungkin saja Devan sudah kabur entah kemana.
"Bantuin gue cari tahu soal masa lalu Azkia, dan juga siapa yang dia hubungi akhir - akhir ini." perintah Azka kepada Devan.
"Siap bos, udah jangan galau nanti gantengnya ilang loh." canda Devan dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Sadar woy, gue normal... kelamaan jomblo ya lo jadi kaya gitu." kata Azka sambil mencipratkan air kebadan Devan.
Devan yang mendapat serangan tiba - tiba dari Azka pun ikut menanggapinya, mereka berdua bermain air hingga baju mereka basah semua. Dari kejauhan ada Attaya yang sedang memegang cameranya, dan tanpa sengaja mendapati Azka dan Devan di tepian pantai.
Klik
Attaya mendapatkan satu foto lagi kemesraan Azka dengan Devan sepeti malam tadi, "Cih, kalian itu seperti orang pacaran tau gak!" gerutu Attaya sambil melihat foto yang sudah dibidiknya.
"Liat apa?" tanya Bobo tepat di belakang Attaya membuatnya terpelonjat kaget.
"Astaga lo ngagetin tau gak!" Kesal Attaya sambil membenarkan posisi cameranya yang hampir jatuh.
"Sorry, abisnya lo di panggilin dari tadi gak nyaut liatin apaan sih?" tanya Bobo lagi.
__ADS_1
"Liatin orang pacaran." singkat Attaya sambil melihat objek lagi dengan cameranya.
"Siapa?" tanya Bobo penasaran lalu dia mengedarkan pandangannya kesegala arah, "Itu Azka sama Devan bukan sih?"
"Iya." singkat Attaya.
"Kuy ikutan asik tuh kayaknya main air." ajak Bobo dan disetujui oleh Attaya.
"Kalian mau kemana?" tanya Devira.
"Mau main air." teriak Attaya yang sudah berlari kearah Azka.
"Ikutt.!" teriak mereka bertiga. Kemudian mereka menyusul Azka dan yang lainnya bermain air ditepian pantai.
Tidak jarang para pengunjung yang sudah berdatangan ikut tertawa melihat tingkah mereka yang absurd itu. Bagaimana tidak di tertawakan saat Bobo teriak - teriak tidak jelas di tepi pantai, seolah dia sedang bercerita kepada temannya. Tidak hanya itu Devan pun juga ikut - ikutan melakukan hal khoyol itu.
"Maakk, kapan anak mu ini punya pacar! Aku sudah bosan sendiri!" teriak Bobo.
"Hey kamu! Kapan kamu itu sadar kalo ada gue yang sayang sama lo!" teriak Devan.
"Gila!" kata Azka kepada mereka berdua, kemudian Azka melirik kepada Azkia yang asyik bermain pasir membuat istana pasir bersama Nayla dan Devira. Azka berjalan menghampiri mereka, dan melihat seperti apa istana yang Azkia buat.
"Lumayan." ucap Azka saat berada di sebelah Azkia, Azka terlihat tersenyum saat memandang wajah cantik Azkia yang terkena pasir.
"Baguslah siapa dulu yang buat." ucap Azkia dengan percaya diri. Azka tidak menanggapi perkataan Azkia, dia lebih memilih membersihkan pipi Azkia dari beberapa pasir yang menempel pada pipinya.
"Makasih." ucap Azkia sambil tersenyum manis, Azka hanya mengangguk sambil terus memandangi Azkia.
"Ikut." ajak Azka sambil menggandeng tangan Azkia, sedangkan Azkia hanya menurut saja.
Azka membawa Azkia ketepi patai, di sana terlihat berapa orang sedang bermain air, Azka mengambil sebuah ranting lalu ranting itu dia gorenskan di atas pasir pantai.
"I Love You, Azkia!"
Tulis Azka yang membuat Azkia bersemu merah dan terlihat malu - malu saat mengeja apa yang ditulis Azka.
Tiba - tiba saja ombak datang dan menggulung tulisan yang sudah Azka buat, melihat tulis hilang Azka menulisnya lagi.
"Udah gapapa." seru Azkia.
"Aku tau, jika menulis namamu di atas pasir ini pasti akan hilang terbawa ombak... jadi namamu kutulis indah dalam hati ini, agar selalu ada dan tak akan pernah hilang." ucap Azka sambil memandang lekat kedua bola mata Azkia.
"Ih apaan sih, sekarang pinter banget gombalnya." ucap Azkia sambil memukul lengan Azka.
"Serius ini." ucap Azka sambil mencipratkan air kepada Azkia.
"Wah basah kan bajuku." kesal Azkia dengan wajah yang cemberut.
"Kalo kepantai gak mai air gak bakalan seru." seru Azka yang terus mencipratkan air kepada Azkia. Kemudian Azkia melakukan hal yang sama, sesekali ada tawa yang menghiasi sudut bibir mereka.
__ADS_1
Azkia berlari menjauhi Azka, melihat itu Azka tidak tinggal diam. Dia ikut mengerjar Azkia sesekali meneriaki namanya agar berhenti, jika sudah di depan Azkia, Azka mencipratkan lagi air kepada Azkia begitu juga dengan Azkia melakukan hal yang sama dengan Azka.
Sekaran baju mereka sudah basah semua terkena air laut, "Stop! Capek Azka, perutku sampai sakit tertawa dari tadi." keluh Azkia sambil memegangi perutnya.
"Ayo, cari minum dulu." ajak Azka sambil menjulurkan tangannya untuk menggandeng Azkia.
"Ayok!" ucap Azka sambil tersenyum manis kepada Azkia, Azkia yang melihat senyuman Azka menjadi berdebar, detak jantungnya sudah tidak bisa di kondisikan lagi.
"Gila! Gini doang damagenya keren banget, pengen langsung bawa ke kua aja!" batin Azkia mererima uluran tangan Azka.
Mereka berdua berjalan menghampiri sahabat mereka yang sudah terlebih dahulu istirahat sambil meminum es kelapa muda yang masih utuh.
"Gue mana?" tanya Azka kepada Attaya.
"Nih, gue kan baik hati dan tidak sombong tapi masih sendiri." jawab Attaya sambil memberikan es kelapa muda kepada Azka.
"Promosi ngab?" tanya Ciko yang jengah melihat kelakuan Attaya.
"Gue mana, Ra?" tanya Azkia yang melihat temannya sedang asyik bermain ponsel sambil meminum es kelapa mudanya.
"Yah gue lupa, bentar gue pesenin." ucap Devira sambil menepuk jidatnya. Namun sebelum Devira melangkah, dia mendengar seseorang melarangnya.
"Gak usah, biar Kia sama gue aja." ucap Azka sambil duduk di sebelah Azkia beralaskan pasir. Devira hanya mengangguk sedangkan Azkia bingung dengan perkataan Azka.
Kemudian Azka menaruh dua sedotan kedalam es kelapa mudanya, Azkia hanya menaikan sebelah alisnya tidak paham maksut dari Azka.
"Minum!" perintah Azka sambil melihat Azkia, Azkia yang kaget sontak saja langsung melakukan apa yang disuruh Azka. Kemudian Azka juga melakukan hal yang sama yaitu minum es kelapa muda dari buah kelapa yang sama dengan Azkia.
"Dah lah bubar bubar!" ucap Ciko yang melihat keromantisan di depan mereka.
"Astaga mata gue ternodai." ucap Nayla sambil menutup matanya menggunakan jari namun masih terbuka sedikit sehingga masih bisa milihat mereka berdua.
"Dah lah gue kenyang!" canda Devan sambil menaruh esnya.
"Aduh foto moment uwu ini kalo dijual laku keras pasti." ucap Attaya saat sudah membidikan cameranya kepada Azka dan Azkia.
"Jomblo bisa nonton doang, woy!" teriak Devira gemas.
Azkia hanya bisa tertunduk malu mendengar ocehan dari sahabat - sahabatnya itu, sedangkan Azka diam saja seolah tidak mendengar semuanya.
"Maakk! Mau punya pacar juga!" teriak Bobo sambil lari menghampiri ibu - ibu penjual makanan.
Mereka tertawa melihat tingkah Bobo yang kadang tidak berfaedah itu, tak berapa lama sarapan mereka tiba. Sarapan dipinggir pantai sambil memandangi orang - orang yang sedang berlibur.
......................
..."Senyummu, selalu ku rindu.."...
__ADS_1
..........
...Makasih yang sudah like dan coment, makasih yang masih setia pada BadBoy Bucin!...