
Setelah sampai di parkiran mereka berpisah karena Azkia sudah ada janji dengan Devira dan juga Nayla, mereka bertiga akan jalan - jalan ke mall. Mau tidak mau Azka tidak jadi mengantar Azkia pulang.
"Nyun, hati - hati ya.. inget jaga mata jangan sampai lirik - lirik, awas aja kalo sampai ketahuan." kata Azka saat membukakan pintu mobil untuk Azkia.
"Nyun?" tanya Azkia yang tidak mengerti.
"Iya nyun, manyun.. soalnya kamu suka manyun sih hehe.." ucap Azka sambil tertawa canggung. "Kenapa gak boleh panggil gitu?" tanya Azka lagi.
"Boleh kok boleh... kalo gak diiyain nanti ngambek lagi." sindri Azkia.
"Gak ngambek kok, cuma marah aja dikit." kata Azka sambil menutup pintu mobil.
"Heh dikit? Orang sampe diemin aku kayak tadi di bilang dikit?" ucap Azkia sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalian mau sampe kapan bucin di mobil gue?" ucap Devira yang kesal melihat keromantisan pasangan baru tersebut.
"Bener, kita kek pajangan aja disini." kata Nayla yang duduk di kursi belakang.
"Makanya cari pacar biar bisa uwu uwuan wkwkwk." ucap Azkia sambil memakai sabuk pengaman.
"Lagi usaha kali aja ada yang nyangkut." jawab Nayla sambil senyum - senyum sendiri melihat hp nya.
"Udah lah, kuy berangkat!" ucap Devira sambil menyalakan mobilnya.
"Bye - bye.." ucap Azkia sambil melambaikan tangan ke arah Azka dan juga di balas oleh Azka.
"Hati - hati nyun, inget kalo udah sampai kabarin!" teriak Azkia saat mobil Devira sudah berjalan, sedangkan Azkia hanya menaikkan jempol tangannya sebagai tanda oke.
"Hilih, yang punya pacar apa - apa minta kabar." sindir Devan
"Biarin!" ucap Azka singkat sambil menaiki motornya. Namun tiba - tiba saja Azka mendapatkan panggilan masuk dari Bobo.
"Halo, Bob kenapa?" ucap Azka setelah menerima panggilan tersebut.
"Bisa kesini gak sekarang?" tanya Bobo di seberang sana.
__ADS_1
"Gue sama anak - anak lagi ada masalah sama sekolah lain." jelas Bobo.
"Masalah apa?" tanya Azka.
"Pokoknya lo kesini dulu ntar gue ceritain dan ajak yang lainnya... gue share lock." ucap Bobo sambil mematikan hp nya tanpa persetujuan dari Azka terlebih dahulu.
"Cih!" kesal Azka karena dia belum sempat mengatakan setuju namun panggilan itu sudah di tutup oleh Bobo.
"Kenapa, Ka?" tanya Devan
"Siapa, Ka?" tanya Attaya
"Bobo, dia lagi ada masalah sama anak sekolah lain, kita disuruh kesana!" perintah Azka sambil mengenakan helmnya.
"Oke!" ucap Attaya dan juga Devan, kemudian mereka bertiga menuju lokasi yang sudah di beritahukan oleh Bobo, tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Terlihat banyak siswa dari sekolah lain sedang mengerumuni Bobo, seoalah mereka akan menerkam Bobo hingga tidak bersisa. Azka dan yang lainnya menghampiri Bobo, memberi kode seoalah sedang bertanya, "ada apa?"
"Mereka mau ngajak berantem, Ka." jelas Bobo kepada Azka.
"Kenapa?" tanya Devan
"Bener?" tanya Azka memastikan kebenarannya. Bobo hanya mengangguk lemah, pasalnya dia tidak mengetahui jika perempuan yang Bobo dekati saat ini memiliki pacar.
"Nanti gue jelasin ke kalian se—." ucap Bobo terhenti saat kerahnya sudah di cengkram oleh David.
"Jangan banyak omong lo, kalo berani ayo sini kita bertarung!" kesal David sambil meninju perut Bobo.
"Ugghhh." keluh Bobo
"Heh! Lo apa - apan?" ucap Devan yang tidak terima sambil mendorong tubuh David.
David yang di perlakukan seperti itu menjadi marah, dia tidak terima di perlakukan seperti itu apalagi pacarnya dekat dengan Bobo. Kemudian mereka semua berantem ditempat itu, saling pukul hingga babak belur.
Azka beratem dengan Jack, mereka sama - sama kuat bisa di bilang Jack adalah ketua geng dari sekolah yang saat ini bertarung dengan Azka. Di sudut bibir Azka sudah mengeluarkan darah segar akibat dari bukulan dari Jack yang secara tiba - tiba membuat Azka tidak bisa menangkisnya.
__ADS_1
Namun dengan gesit Azka membalas pukulan Jack dua kali lipat, hingga Jack jatuh tersungkur di aspal. Salah satu teman Jack membatunya berdiri, saat Azka fokus kepada Jack dia tidak menyadari jika di belakangnya ada teman dari Jack yang akan memukul Azka. Bobo yang mekihat itu lantas berteriak agar Azka berhati - hati.
"Awas belakang lo, Ka!" teriak Bobo sambil menangkis tangan David.
Azka yang mendengar itu langsung saja berbalik badan, dan benar saja ada gerombolan dari Jack yang akan menghajar Azka. Dengan sigap Azka menendang perut mereka satu persatu, membuat mereka tersungkur mundur. Ada juga yang terkena tendangan salto di bagian wajah, Azka berhasil melumpuhkan tiga orang sekaligus dalam waktu yang begitu singkat.
Namun sayang Azka tidak menyadari jika Jack memang merencanankan ini agar dirinya bisa menangkap Azka dari belakang.
"Kena lo!" ucap Jack sambil menahan Azka agar tidak kabur dari genggamannya. Tangan Azka sengaja ditahan ke belakang oleh Jack. Kemudian Jack menyuruh anak buahnya untuk menghajar Azka, biarkan dia yang menahan tubuh Azka agar tidak kabur.
Dengan susah payah Azka berusaha untuk melepaskannya namun sulit, anak buah Jack mulai meninju Azka namun sayang pukulan itu tidak bisa mengenai Azka karena dia bisa menghindar ke samping alhasil bukannya Azka yang terkena tinju melainkan wajah Jack yang terkena tinjuan itu.
"Gimana sih lo, mukul gitu aja gak bisa!" bentak Jack sambil menahan wajahnya yang nyeri.
"Ma- maaf bos, gak sengaja." ucap anak buah Jack. Kemudian Jack memberi kode agar anak buahnya menyerang Azka secara bersamaan, tapi Azka masih bisa melawan dengan kedua kakinya yang seolah berlari di badan anak buah Jack membuat mereka tersungkur.
Kemudian Azka berbalik dan memlintir tangan Jack, agar melepaskannya. Azka akan menghajar Jack namun saat itu Azka di pukul oleh anak buah Jack dengan balok kayu yang membuat Azka hampir pingsan.
Attaya yang melihat itu langsung membantu Azka, begitu juga dengan Devan dia menghajar beberapa anak buah Jack yang tadi ingin mengeroyok Azka lagi. Karena Azka dan kawan - kawan kalah jumlah orang mereka berusaha keras untuk bertahan. Untung saja ada warga yang melihat tawuran itu dan segera berinisiatif membuat sirine polisi agar mereka semua bubar.
Wajah Bobo sudah penuh dengan luka, bahkan dia memegangi perutnya yang nyeri akibat di pukul oleh David. Tidak hanya Bobo dan juga Azka yang terluka Devan dan Attaya pun sama, namun tidak separah Azka dan juga Bobo.
"Awas ya kalo lo masih deketin cewek gue lagi!" teriak David sambil menaiki motornya lalu pergi meninggalkan mereka bersama Jack dan rombongannya.
Azka berjalan di bantu oleh Devan, sedangkan Attaya membatu Bobo. Teman - teman yang Azka panggil saat akan menuju lokasi baru sampai, mereka semua terlambat karena jalannya yang macet.
"Maaf Ka, kita terlambat." ucap salah satu dari mereka.
"Hmm." ucap Azka sambil menahan sakit.
"Yaudah kalian balik aja, nanti kalo ada apa gue kabarin kalian!" ucap Devan.
"Baiklah, kita pergi dulu." ucap mereka.
Setelah mereka pergi Azka Devan Bobo dan juga Attaya balik ke rumah Azka untuk mengobati luka mereka berempat. Motor Azka di bawa Attaya, sedangkan Azka di bonceng oleh Devan. Bobo mengikuti mereka dari belakang dengan perlahan, ada rasa bersalah di hati Bobo saat melihat temannya terluka sampai seperti itu demi membantunya.
__ADS_1
"Maaaf." gumam Bobo.
................