Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Tidak Peka


__ADS_3

Pagi ini Azka berangkat dengan perasaan kesal karena Azkia hanya mengiriminya pesan singkat saja tanpa menghubunginya kembali. Sedari tadi Azka hanya marah - marah tidak jelas, sampai motornya saja yang tidak salah apapun menjadi pelampiasan dari Azka. "Dia itu gak peka apa gak perduli sih!" kesal Azka sambil menendang roda motornya.


"Aduh, kenapa lo diem aja sih!" kesalnya pada motor yang tidak salah apapun. Devan dan Attaya yang sudah menunggu Azka sedari tadi hanya bisa menggelengkan kepala mereka, karena heran dengan Azka yang uring - uringan.


"Bos lo kenapa, Ta?" tanya Devan kepada Attaya.


"Jangan bilang gara - gara kemaren pas kita tawuran kan kepala pelakang Azka kena pukul, jadi gitu?" tanya balik Attaya sambil memandang Devan penuh dengan tanda tanya besar.


"Masa sih? kemaren kita disini masih baik - baik aja tuh anak." ucap Devan yang tidak percaya perkataan Attaya.


"Siapa tahu efeknya baru pagi ini, ye kan?" kata Attaya sambil menaikkan kedua bahunya.


"Hilih, samperin aja dari pada tambah parah itu anak." ajak Devan sambil mendorong Attaya agar jalan duluan di depannya.


"Cih! Ujung - ujungnya gue juga yang di suruh maju duluan." kesal Attaya namun masih saja mau berjalan duluan menghampiri Azka.


"Heheh... gue takut kelepasan kalo ngomong." kilah Devan.


Devan dan juga Attaya berjalan menghampiri Azka yang masih di garasi motornya, dengan pelan Attaya memegang bahu Azka untuk menanyakan keadaannya.


"Ka!" panggil Attaya.


"Hm." ucap Azka malas.


"Lo sehat kan?" tanya Attaya sedikit takut.


"Lo pikir gue sakit?" bukannya menjawab Azka bertanya balik kepada Attaya.


"Iya!" singkat Attaya dan mendapat tatapan tajam dari Azka.


"Lo kenapa ngomong sama motor lo, Ka? Obat lo gak habis kan?" tanya Devan memastikan.


"Lo pikir gue gila?" tanya Azka sambil menarik kerah baju Devan karena kesal di tambah sahabatnya yang bertanya aneh - aneh.


"Wo wo santay bosku." ucap Attaya sambil melerai keduanya.


"Bukan gitu, Ka.... lo dari tadi kita perhatiin tapi ada yang aneh sama lo, Ka." jelas Devan sambil sedikit mundur agar tidak di terkam Azka lagi.


"Coba cerita, Ka... sapa tahu kita bisa bantu ya gak, Van?" ucap Attaya sambil meminta persetujuan dari Devan.


"Bener itu, Ka!" jawab Devan.


"Lagi BT gue, punya cewek gak peka banget." ketus Azka sambil mengenakan jaketnya.

__ADS_1


"Hah?" tanya Attaya sambil melihat ke arah Devan, sedangkan Devan hanya mengangkat kedua bahunya.


Mereka berdua mengikuti Azka yang sudah lebih dulu melajukan motornya menembus jalan yang sudah padat kendaraan.


Tidak butuh waktu lama mereka bertiga sudah sampai di sekolah, seperti biasa mereka bertiga selalu menjadi sorotan oleh siswa siswi lainnya. Azka turun dari motornya dengan santai, lalu membuka helmnya seolah ada efek slow-motion membuat banyak siswa perempuan menjadi berteriak histeris. Di tambah lagi ada angin yang berhembus pelan membuat rambut Azka tambah berantakan, dengan gaya coolnya Azka merapikan rambutnya hanya menggunakan sela - sela jarinya.


"Astagfirullah gantengnya."


"Damagenya parah banget!"


"Rambutnya acak - acakan aja kerennya gak ketulungan."


"Subhanallah, jantung gue gak kuat liat yang kayak beginian."


"Karung mana karung, pengen gue karungin itu kakak kelas terus bawa pulang huaaa."


Begitulah kiranya komentar para siswa perempuan dari mulai adik kelas hingga kakak kelas yang melihat kegantengan Azka dan kedua sahabatnya.


"Cih, mulai heboh lagi kan... gak tau aja kalo idola mereka ini udah ada yang punya." sindir Devan sambil melangkah mengikuti Azka.


"Bener banget, mungkin bisa menjadi hari patah hati satu sekolah hahaa." canda Attaya yang membuatnya dan juga Devan tertawa tapi tidak dengan Azka yang hanya diam saja memasang tampang cuek dan dinginnya.


"Lo liat aja, si cuek kembali dingin lagi saat dirinya tidak di anggap sama pacarnya hahaa." ejek Devan kepada Azka, karena Azka kembali ke sikap awalnya gara - gara di acuhkan oleh Azkia yang sednag sibuk. Terlebih lagi belum banyak siswa yang mengetahui jika Azka sudah memiliki pasangan.


Tiba - tiba saja ada seorang cewek yang memberanikan diri menghentikan langkah Azka, kemudian cewek itu memberikan sesuatu kepada Azka namun Azka hanya diam saja tanpa merespon sedikitpun membuat perempuan itu malu.


"Ini buat kaka, a—aku buat sendiri khusus buat kaka." ucap perempuan itu sambil terbata karena takut dan menahan rasa malunya.


Azka melihat sekilaa dan meninggalkan perempuan tersebut, membuatnya bersedih karena pemberiannya tidak di terima oleh Azka. Attaya yang kasihan melihatnya langsung berjalan menghampiri perempuan itu namun langkahnya terhenti saat Azkia terlebih dahulu menghampiri perempuan tersebut.


"Sini nanti aku yang ngasih kek dia." ucap Azkia sambil menunjuk punggung Azka yang sudah terlihat jauh.


"Yang bener kak?" tanya perepuan itu antusias.


"Iya, aku satu kelas sama dia dan mereka." ucap Azkia sambil melirik Devan dan juga Attaya yang masih diam melihat Azkia.


"Oh baiklah... sebelumnya makasih ya kak!" ucap perempuan itu.


Azkia hanya mengangguk sambil tersenyum menerima hadiah yang di berikan untuk Azka.


"Yaudah kalo gitu aku balik ke kelas dulu ya kak, makasih sekali lagi." ucapnya.


"Sama - sama." ucap Azkia, kemudian Attaya dan Devan menghampiri Azkia dan bertanya kenapa menerima pemberian dari fans Azka.

__ADS_1


"Kenapa lo terima, kalo Azka tahu bisa marah!" ucap Attaya.


"Bener, dia kalo dapet kaya gitu pasti ujung - ujungnya kita yang make." jelas Devan.


"Kasian, lagian kalo gak di ambil mubazir wkwk." ucap Azkia sambil berjalan menuju kelasnya yang diikuti Attaya dan Devan.


Setelah sampai di kelas mereka bertiga langsung saja menuju bangku mereka masing - masing. Azkia melihat Azka yang sedang bersandae pada tembok sambil memejamkan kedua matanya, telinganya tertutup airphone.


"Cih, sok cool." ucap Azkia sambil meletakkan hadiah dari fans Azka di depannya.


"Ka, Azka." panggil Azkia sambil menggoyangkan tubuh Azka namun dia hanya diam saja.


"Azka sayang." panggil Azkia sambil membuka airphone yang berada di telinga Azka. Sontak saja membuat Azka menjadi salah tingkah dengan panggilan sayang dari Azkia yang mungkin baru pertama kali Azka dengar langsung dari mulut Azkia.


Namun Azka berhasil mengontrol ekspresinya agar Azkia tidak mengetahui jika dirinya sedang salah tingkah.


"Nih." ucap Azkia sambil menggeser bukusan diatas meja. Azka hanya menaikkan sebelah alisnnya saja, Azkia yang paham maksut Azka langsung menjelaskannya.


"Tadi dari fans lo, kan sayang kalo gak di terima." ucap Azkia santai seolah tidak ada rasa cemburu dihatinya saat melihat Azka mendapatkan hadiah dari penggemarnya terutama perempuan.


"Ini anak gak cemburu apa gue dapet hadiah dari fans, kenapa terlihat biasa aja gitu." batin Azka sambil terus menatap tajam Azkia.


"Hmmm." malas Azka


"Lo kenapa sih sariawan, atau sakit?" tanya Azkia yang tidak menyadari kesalahnnya.


"Gak!" ucap Azka sambil menampik tangan Azkia yang akan memegang jidatnya.


"Terus kenapa?" tanya Azkia namun Azka hanya diam saja tanpa ada niatan menjawab pertanyaan dari Azkia.


"Ka, kenapa lo diem kek gini?" tanya Azkia lagi. "Azka lo kenapa sih, kemaren masih baik - baik aja kenapa sekarang kayak gini?"


Azka lebih memilih diam dan memasang kembali airphonenya, karena dia kesal kenapa Azkia tidak peka dengannya.


"Gue masih marah soal semalam, Ki.... masa lo gak peka sih astaga." batin Azka sambil membuat nafasnya dengan kasar.


Sedangkan Attaya dan Devan yang melihat mereka berdua hanya tertawa, karena baru kali ini Azka merajuk di depan perempuan.


"Bos lo kalo kaya gitu lucu juga hehe." bisik Devan kepada Attaya.


"Bener banget, kek bocil tau gak sih haha." jawab Attaya yang juga sambil berbisik agar Azka tidak mendengarnya. Namun siapa sangka jika perasaan Azka itu terlalu peka, sehingga dia bisa tahu apa yang diucapkan Attaya dan juga Devan padahal matanya masih terpejam dan juga telinganya tersumbat airphone.


"Sialan." umpat Azka sambil menendang kursi Attaya dan Devan. membuat mereka berdua semakin tertawa karena lucu melihat sisih Azka yang seperti ini dan juga mereka heran bagaimna Azka bisa tahu apa yang mereka bicarakan.

__ADS_1


Sedangkan Azkia hanya diam saja sambil memandangi Devan dan Attaya, dia mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun mereka hanya menaikkan kedua bahunya sebagai tanda tidak tahu apapun.


......................


__ADS_2