Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Anak siapa?


__ADS_3

Pagi yang cerah tanpa awan dilangit biru, udara sejuk menyapa saat terbukanya kaca jendela. Namun sayangnya tidak ada sosok yang menemaninya seperti biasa, pagi ini Azkia terbangun tanpa melihat wajah tampan Azka yang biasanya masih tertidur lelap.


Azkia mencoba bangun meski masih setengah sadar, ia menerawang sekeliling kamar mencari sosok suaminya. Namun nihil ia tidak menemukan Azka, bahkan kamar mandi terlihat kosong.


"Tumben," gumam Azkia.


Azkia menuju balkon kamarnya agar terkena sinar matahari pagi yang bagus untuk kesehatannya. Sesekali ia merentangkan tangan untuk meregangkan otot-ototnya. Setelah dirasa cukup Azkia memutuskan untuk mandi pagi, walaupun hari libur ia sudah terbiasa mandi pagi.


Dua puluh menit berlalu Azkia sudah selesai dengan rutinitaanya, tapi masih saja tidak terlihat sosok suaminya. Azka berjalan menuju dapur dimana sang mama tengah bergulat dengan peralatan dapur bersama art.


"Pagi mah!" sapa Azkia.


"Pagi juga sayang, baru bangun?" tanya mama Lala.


"Dari tadi mah, oh iya Azka mana mah?" tanya Azkia.


"Loh, emangnya Azka gak ada?" tanya samg mama.


Azkia menggeleng sambil membuat susu coklat kesukaannya.


"Kia bangun udah gak ada, mah!" curhat Azkia.


"Terus kemana? Mama tadi didapur juga gak liat Azka," kata sang mama.


Kemudian Azkia membantu sang mama membuat sarapan, sesekali ia bercerita tentang pengalamannya menajadi seorang istri.


......................


Azka sedang joging pagi ini dilingkungan sekitar komplek, sudah lama ia tidak oalahraga pagi. Mengingat kesibukannya yang tidak pernah senggang. Azka merasa risih karena sejak tadi ia selalu dilirik oleh gadis-gadis yang sedang joging, bahkan ada ibu-ibu yang menghampiri Azka. Meminta Azka untuk menjadi suami anaknya padahal mereka baru beretemu.


"Ada-ada aja sih," gumam Azka sambil terus berlari.


Tiba-tiba Azka menabrak seorang anak kecil hingga anak itu jatuh tersungkur kebelakang, sedangkan Azka ia masih berdiri tegap. Azka berjongkok didepan gadis itu sambil mengulurkan tangannya untuk membantu berdiri. Dengan senang hati gadis itu menerima uluran tangan Azka.


"Maacih om ganteng," ucap gadis kecil itu.


"Zenna!" ucap Azka tidak percaya.


"Om ganteng kenal Zee?" tanyanya polos.


Bukannya menjawab Azka balik bertanya dengan gadis kecil imut itu, "Zenna kapan sampai sini?" tanya Azka lembut.


"Semalam om," kata Zenna.

__ADS_1


"Papa sama mama mana?" tanya Azka lagi kali ini ia sudah berdiri sambil menggendong Zenna.


Zenna menunjuk sebuah kedai kecil dipinggir jalan yang bertuliskan kedai bubur ayam. Kedai yang terlihat kecil dan bersih itu sangat ramai dipenuhi pembeli termasuk Axel dan sang istri yang sedang mengantri bubur ayam.


"Bang Axel!" sapa Azka.


"Loh Azka kok bisa sama Zenna?" tanya Axel tidak percaya.


"Kapan sampainya bang, kok gak ngabarin?" tanya balik Azka.


"Dasar kamu ini gak pernah berubah, selalu saja ditanya balik tanya," jawan Axel terkekeh.


"Tadi malam sampainya," lanjut Axel.


"Kok Azka gak liat abang dirumah?" tanya Azka.


"Dirumah? Rumah papa maksudnya?" tanya Axel sedangkan Azka hanya mengangguk saja.


"Kita udah punya rumah sendiri, jadi dari bandara langsung pulang kerumah... mungkin nanti baru ke rumah papa," jelas Axel sedang Azka hanya mengangguk sambil mencubiti pipi Zenna gemas.


"Kia mana? Kamu sendirian?" tanya Axel.


"Sendiri bang," jawab Azka seadanya. Axel paham dengan sifat adik iparnya yang irit bicara itu.


"Boleh," singkat Azka.


Sambil menunggu bubur pesanannya Azka dan Axel membahas begitu banyak hal, sampai pertanyaan yang akhir-akhir ini sering seklai Azka dengar.


"Udah jadi belum dedeknya?" tanya Axel.


"Belum bang," singkat Azka.


"Semangat, jangan ditunda-tunda lagi... biar Zenna punya temen," kata Axel sambil terkekeh.


Setelah pesannya sudah siap mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Bima, karena jarak yang tidak dekat sehingga mereka menggunakan mobil Axel untuk ke rumah mamanya.


Tin Tin


Suara tlakson mobil membuat mereka yang sedang sarapan terganggu. Dengan malas Azkia keluar dan membuka pintu berapa terkejudnya Azkia saat melihat Azka menggendong seorang gadis kecil yang tertidur pulas dipelukannya. Wajah Zenna tidak terlihat karena membelakangi Azkia


"Anak siapa?" tanya Azkia mengintrogasi Azka. Sedangkan Melati dan Axel mereka lewat belakang sekalian memasukan mobil dalam garasi.


"Anakku," saut Azka santai.

__ADS_1


"Apa! Jangan bercanda, ini anak siapa?" kesal Azkia.


"Tunggu jadi pagi-pagi kamu udah ilang gak pamit sama aku itu cuma mau nyamperin anak ini?" tanya Azkia tidak percaya, bahkan matanya sudah memanas butiran air bening jatuh begitu saja.


"Eh sayang, kok nangis?" tanya Azka sambil mendekati Azkia.


"Stop! Jangan deket-deket, mending kamu urusin anak kamu ini, sama ibu dari anak ini!" ucap Azkia tegas.


"Kamu ngomong apa, Nyun?" tanya Azkia tidak paham.


"Gak usah pura-pura gak tau, jelas-jelas ini anak kamu kan sama perempuan lain?" tanya Azkia yang sudah menangis.


Memdengar ribut-ribut diruang tamu membuat mereka semua menghampiri Azkia, terlihat Azkia sedang marah-marah dengan Azka. Sedangkan Azka terlihat kebingungan.


"Ada apa ini?" tanya Bima.


"Itu pah, Azka bawa anak," saut Azkia cepat.


"Mungkin karena Kia belum kasih dia keturunan jadi dia punya anak sama orang lain," ucap Azkia sambil menangis.


"Emang anak orang lainn," jawab Azka.


Mereka semua yang tahu permasalahannya hanya tertawa saja, bisa-bisanya Azkia berfikir seperti itu. Padahal mereka tahu persis bagaiamana sayang dan bucinnya Azka kepada sang istri.


Terdengar suara lembut dari balik punggung Bima, "Kalau bukan anak orang terus anak apa dong?" tanyanya sambil terkekeh.


Ia mendekati Azka dan meminta anak kecil yang digendong Azka itu. Kemudian dia berbalik menatap Azkia.


Betapa kagetnya Azkia saat melihat wajah Melati istri dari kakaknya, sedangkan yang didalam gendongan itu Zenna anaknya.


"Ja-ja jadi itu Zenna?" tanya Azkia tak berdaya.


"Makanya dek, jangan marah-marah dulu.. kasian tuh suamimu kaget pasti dituduh gitu," kata Axel sambil terkekeh.


"Loh bang Axel kalian kok bisa disini?" tanya Azkia bingung.


Kemudian Axel menjelaskan semua masalahnya dari awal pertemuan Zenna dan Azka hingga Azka yang dituduh memiliki anak dengan orang lain. Azkia tertunduk malu, bahkan ia tidak berani menatap wajah sang suami.


Azka mendekat dan membawa Azkia kedalam pelukannya, Azkia meminta maaf dan menangis didada bidang Azka. Azkia sedikit tekanan batin karena selalu mendapat pertanyaan yang sama, sudah isi belum.


Kemudian Azka memutuskan untuk ke kamarnya karena lengket setelah joging, Azkia mengikuti sang suami dengan wajah yang masih menunduk. Sedangkan diruang makan mereka semua tertawa dengan sikap Azkia yang tiba-tiba seperti itu. Biasanya dia bisa bersikap tenang tapi kali ini dia bahkan tidak mendengar penjelasan Azka terlebih dahulu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2