
Kali ini mereka semua sudah tenang tidak ada lagi yang bersuara kecuali guru matematika yang sedang menjelaskan tentang Trigonometri. Tiba - tiba saja hp Azkia berbunyi menandakan ada pesan whatsapp masuk, dengan hati - hati Azkia membuka pesan chat tersebut agar tidak ketahuan oleh guru.
Triiiing Triing
Pesan Whatsapp :
Rayhan
"Kia, yt lo eror gak? "
^^^Azkia ^^^
^^^"Gak kak, kenapa emangnya?"^^^
Rayhan
"Punya gue eror, gak bisa buat nonton vidio.."
^^^Azkia ^^^
^^^"Masa sih?"^^^
Rayhan
"Iya, cek aja.."
^^^Azkia^^^
^^^"Bisa kok kak.."^^^
Rayhan
"Bisa nonton?"
^^^Azkia^^^
^^^"Bisa tuh.."^^^
Rayhan
"Yuk, kapan..?"
^^^Azkia^^^
^^^"EehhðŸ˜ðŸ˜.."^^^
Rayhan
"Hehe gimana kalo nanti pulang sekolah.. Okee?"
^^^Azkia^^^
^^^"Okee :)"^^^
...xxx...
Saat asyik membalas pesan chat dari Rayhan, Azkia mengabaikan guru matematika yang sedang memanggil namanya.
"Azkiaa.." panggil guru matematika kepada Azkia.
__ADS_1
"Ssuutttt Ki, Kiaa.. woii Azkia, jangan gudek mendadak... lo di panggil sama Pak Slamet tuh..." ucap Devira yang duduk di bangku sebelah Azkia.
"Azkiaa Agatha.." ulang Pak Slamet selaku guru matematika namun Azkia masih saja tidak merespon.
Karena sudah melihat tanda - tanda Pak Slamet akan marah, Devan yang duduk di depan Azkia juga mencoba memanggil Azkia dengan cara memukulkan bolpoin di jidat Azkia.
"Sakit tauk.." ucap Azkia sambil melihat ke arah Devan.
"Suuttt suutt..." ucap Devan sambil memberi kode dengan menunjuk samping Azkia. Ya Pak Slamet sudah berada di sebelah Azkia sekarang ini.
"Apa sih..? Apa sat sutt..?? " tanya Azkia sambil menaikkan sebelah alisnya karena kebingungan.
"Ituu tuh sebelah lo.." ucap Devan sambil menunjuk samping Azkia lagi
"Bagus ya, di pelajaran saya malah mainan hp.." tegur Pak Slamet sambil menjewer telinga Azkia.
"A-ampun pak! Nanti telinga saya jadi lebar kaya gajah gimana? Nanti gak cantik lagi..." ucap Azkia sambil merintih kesakitan memegangi telinganya yang masih di jewer.
"Malah bagus kan, biar gak jadi pajangan aja ini telinga.." ucap Pak Slamet.
"I-iya pak maaf.." kata Azkia memohon agar melepaskan telinganya.
"Sekarang kamu berdiri di depan, lakukan juga apa yang Azka lakuin.." perintah Pak Slamet.
"Ta-tapi pak ka-..."
"Gak ada tapi - tapian, lakukan sekarang!" perintah Pak Slamet membuat semua yang berada di kelas itu diam membisu.
Dengan terpaksa Azkia maju ke depan, berada di sebelah Azka. Azkia juga mengangkat sebelah kakinya dan tangannya menyilang menjewer telinganya sendiri.
"Gue temenin lo, biar gak kesepian.." bisik Azkia di telinga Azka. Azka hanya tersenyum tipis mendengar bisikan dari Azkia, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Lo ngapain?" tanya Azka yang heran, karena tangan Azka tiba - tiba saja di tarik Azkia.
"Suuttt diam..." ucap Azkia sambil mengeluarkan hansaplas dari saku seragamnya, lalu mengenakannya di lengan Azka yang terluka.
Azka hanya diam saja sambil memperhatikan Azkia, "Imut banget sih kalo lagi serius gitu.." batin Azka.
"Udaahh.." kata Azkia sambil tersenyum lebar membuat detak jantung Azka berdetak dengan kencang. Azka meraba dadanya "Jantung gue kenapa ini.." batinnya sambil membuang muka kearah lain.
"Uhuukkk..." ucap Pak Slamet, dengan cepat Azkia dan Azka kembali ke posisi mereka saat di hukum.
Setelah tiga jam berlalu akhirnya pelajara Matematika sudah selesai, iya untuk jadwal matematika bisa sehari ada empat jam pelajaran hanya untuk mapel matematika saja. Azka dan Azkia sudah merasa kram di bagian kaki dan tangan karena selama itu harus menerima hukum.
"Oke pelajaran hari ini sampe sini dulu, jangan lupa tugasnya di kumpulan kan dua hari lagi. Dan untuk kalian berdua ada tambahan tugas yaitu ringkas materi hari ini yang saya jelaskan.. Mengerti?" ucap Pak Slamet kepadq Azka dan juga Azkia.
"Mengertiii...!" ucap semua siswa, akhirnya mereka bisa beristirahat. Begitu juga dengan Azka dan Azkia mereka sudah bebas dari hukumannya.
"Akhirnya selesai." ucap Azkia sambil terduduk di lantai karena kram di kaki, sedangkan Azka mengibaskan tangannya karena capek sambil berjalan ke arah kantin.
......................
Waktu pulang pun sudah tiba, Rayhan sudah menunggu di parkiran bersama Jojo. Rayhan sangat semangat karena Azkia mau diajak nonton bersamanya, rencannya yang gagal waktu camping saat itu bisa di laksanakan saat ini.
"Semangat bosku.." ucap Jojo sambil menepuk bahu Rayhan.
"Semoga tidak gagal, harus bisa diungkapin hari ini juga." kata Rayhan.
"Iya, jangan sampai keduluan orang lain... nanti patah hati sebelum jadian hahaa..." ledek Jojo.
__ADS_1
"Amit - amit jangan sampai." ucap Rayhan
"Eh itu tuh gebetan lo dateng, gue duluan yaa... harus berhasil. Jangan malu - maluin gue lo." bisik Jojo setelah itu lari karena takut di lempar sepatu oleh Rayhan.
"Omong apa barusan..?" ucap Rayhan kesal namun Jojo sudah terlebih dahulu kabur.
"Kak.." sapa Azkia.
"Eh Kia udah dateng... yuk masuk keburu sore nanti." ucap Rayhan sambil membukakan pintu mobilnya.
"Baiklah." ucap Azkia masuk kedalam mobil setelah itu Rayhan memutari mobil untuk sampai di bagian kemudi, mereka berdua berangkat tak lepas dari seseorang yang memandangi mereka sedari tadi. Siapa lagi kalo bukan Azka, Azka Devan Attaya mereka dari tadi berada di belakang Azkia.
"Ka, kalah cepet tuh." ucap Devan
"Kan gue udah bilang buruan tembak, keburu diambil orang tuh." kata Attaya memanas - manasi Azka.
Azka hanya diam saja sambil memperhatikan mereka, ada rasa kesal melihat Azkia jalan bareng Rayhan. Tanpa sadar Azka menaiki motor yang salah, bukannya motornya sendiri melainkan motor Attaya. Karena terlalu fokus melihat Azkia yang jalan bareng dengan Rayhan.
"Cih! Ini motor kenapa gak mau nyalah sih." kesal Azka yang masih terfokus pada mobil Rayhan yang keluar dari parkiran sekolah.
"Motornya baik - baik aja Ka, lo nya yang sakit." ucap Devan
"Hah?" bingung Azka
"Lo nya yang sakit, sakit hati hahaa." ucap Devan lagi sambil tertawa merangkul bahu Azka.
"Sakitnya tuh disini di dalam hati sakitnya tuh disini melihat kau selingkuh." sindir Attaya
"Cih, apaan sih? Siapa juga yang sakit hati, ngarang aja kalian." ucap Azka mengelak.
"Halah, ngaku aja sakitnya tuh disini kan?" ucap Devan sambil menunjuk hati Azka
"Gak!"
"Ini motor kenapa juga?" ucap Azka lagi.
"Ka lo bener sakit tau gak? Ini motor siapa? Ya jelas gak nyala lah, mau sampai lebarang kucing juga gak bakalan nyala hahaha." ucap Attaya sambil tertawa melihat Azka yang salah menaiki motor.
Azka yang baru menyadari langsung pindah ke motornya sendiri, karena mereka bertiga memiliki motor yang sama hanya warnanya saja yang membedakannya.
"Hahahaaa...." tawa Attaya dan Devan pecah saat itu juga.
"Cemburu boleh, tapi jangan sampai menghilangkan kesadaran, Ka!" ucap Devan saat memakai helmnya.
Azka hanya diam saja dan langsung menyalakan motornya dan pergi dari parkiran meninggalkan Attaya dan Devan yang masih menertawakan Azka.
"Temen lo kalo cemburu lucu banget." kata Attaya yang sakit perut melihat Azka cemburu hingga salah motor.
"Kira - kira nanti kalo dia beneran jadian sama Azkia jadi bucin gak?" tanya Devan sambil melihat Attaya begitupun dengan Attaya yang juga melihat ke arah Devan seolah mereka bisa mengetahui apa yang sedang di pikirkan hanya dari tatapan mata saja.
"Buciin Banget! Hahaha." ucap Devan dan Attaya bersanaan, kemudian mereka berdua meninggalkan parkiran menyusul Azka.
..........
..."Musuhku adalah mereka yang ingin memilikimu juga"...
...- Azka A -...
.........
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan coment :v