Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Semakin Dekat


__ADS_3

Azka menarik nafasnya panjang, seolah itulah cara menenangkan dirinya agar tidak terbawa emosi. Setelah itu Azka menjelaskan semuanya kepada mereka.


"Jadi tadi pagi gue kan masih marah sama Kia, terus gue tiduran di taman tiba - tiba ada itu orang, terus gue mau balik ke kelas tiba - tiba dia meluk gue sambil nangis... gue diem aja gak balas pelukannya juga." jelas Azka dengan yakin.


"Kamu percaya sama aku kan, nyun? tanya Azka kepada Azkia.


Namun Azkia hanya diam saja, membuat Azka menjadi gelisah. "Sayang jawab jangan diam aja." ucap Azka sambil memegang bahu Azkia.


Sedangkan Azkia meneliti dari mata Azka ada tidak kebohongan dari ucapannya itu, namun tidak ditemukan berarti Azka benar jujur kepadanya.


"Iya aku percaya!" ucap Azkia dengan yakin, sambil terus melihat Azka.


"Makasih." ucap Azka sambil tersenyum manis membuat hati Azkia bergetar.


"Jangan manis - manis kalo senyum... takutnya nanti gue diabetes haha." canda Azkia agar suasananya tidak menjadi tegang terus.


"Lagi serius juga sempet - sempetnya nglawak lo, Ki." ucap Nayla gemas dengan Azkia.


"Lah dari tadi suasananya gak enak banget, ya kita cairin dulu lah." kata Azkia, dan diangkui oleh mereka. Untuk beberapa saat hening tanpa ada suara, mereka bergelut dengan pikiran mereka masing - masing.


"Sekarang gimana?" tanya Devan memecah keheningan mereka.


"Kita pantau dulu aja, kalo mereka sampai berbuat yang lebih kelewatan kita samperin." ucap Azkia.


"Gimana, Ka?" tanya Attaya.


"Gue sih setuju aja, asalkan dia aman." ucap Azka sambil menunjuk Azkia dengan dagunya.


"Okelah.. kita pantau dulu." ucap Attaya dan di angguki mereka semua.


"Btw, kita jadi main gak besok udah mulai libur semester nih?" tanya Nayla.


"Jadilah masa enggak." ucap Devira antusias.


"Gimana, Ka?" tanya Attaya.


"Atur lah." ucap Azka singkat sambil terus melihat ke arah Azkia.


"Ngomongnya sama siapa matanya kemana?" sindir Devan yang melihat Azka hanya fokus kepada Azkia.


"Cantik ya, Ka?" tanya Devira.


"Iya cantik banget." ucap Azka yang masih terus melihat ke arah Azkia.


"Ih apaan sih gombal aja." ucap Azkia sambil mencubit lengan Azka.

__ADS_1


"Awh sakit tauk." keluh Azka sambil memegangi lengannya. Sedangkan mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Azka dan Azkia.


"Duh jadi pengen punya pacar, biar bisa uwu - uwuan." ucap Devira yang sebenarnya untuk menyindir Azkia karena mereka beromantisan di depan para jomblo.


"Van, kode tuh hahaa." tawa Attaya sambil menyenggol lengan Devan.


"Tunggu aja tanggal mainnya." ucap Devan penuh percaya diri.


"Sok yes lo." cibir Attaya yang membuat mereka semua tertawa.


............


"Syukurlah kalo lo baik - baik aja, Ki... gue harap lo bisa terus tertawa seperti itu." ucap Rayhan yang termenung melihat Azkia bersama temannya dan juga Azka.


"Han, ayok!" teriak Jojo menyadarkan Rayhan, setelah ini mereka akan melantik anggota osis baru. Jadi Rayhan dan yang lainnya akan terbebas dari urusan osis, terlebih lagi mereka yang kelas dua belas akan sibuk dengan ujian yang sebentar lagi diadakan.


"Rayhan!" teriak Jojo lagi karena kesal tidak mendapatkan sautan dari Rayhan.


"Iya ini jalan crewet banget!" keluh Rayhan sambil melangkah ke arah Jojo yang sudah berkacak pinggang menanti Rayhan.


"Lama lo, kek cewek aja." sindir Jojo karena menunggu terlalu lama.


"Yaelah kek cewek aja lo, lagi pms ya!" canda Rayhan sambil merangkul leher Jojo dan membawanya menuju ruang osis.


Kemudian mereka menuju ruang osis dengan candaan yang bisa menghibur Rayhan dan sedikit mengurangi pikiran Rayhan yang penuh dengan Azkia.


..........


Siska sedang berjalan menyusul kedua temannya, namun terhenti saat melihat Farah yang tengah mengumpati seseorang. Bahkan botol minumam di tangan Farah hampir penyok karena kesalnya.


"Lo kenapa, Far?" tanya Siska yang sudah berada di samping Farah.


"Kenapa mereka makin deket sih, bukannya berantem!" kesal Farah sambil terus melihat ke arah Azka dan mengabaikan Siska yang sedang menatapnya kesal karena diabaikan oleh Farah.


"Siapa?" tanya Siska yang penasaran.


"Tuh!" tunjuk Farah ketempat dimana Azka berada saat ini. Siska mengikuti arah tangan Farah yang menunjuk ke arah seseorang, dengan sedikit menyipitkan matanya Siska melihat Azka sedang tertawa bahagia bersama Azkia dan yang lainnya.


"Sialan, kenapa mereka malah makin deket gini sih!" kesal Siska sambil meremas bahu Farah.


"Marah ya marah, Sis... liat dulu tangannya dimana, di kira gak sakit apa?" bentak Farah, karena bahunya sudah merasa sakit.


"Itu tuh kenapa mereka gak berantem malah makin deket gitu? Padahal rencananya bikin mereka pisah bukan buat mereka makin deket." kesal Siska sambil menatap tajam Farah.


"Ya mana gue tau, tadi aja gue udah samperin dia... udah gue maki - maki juga." adu Farah kepada Siska.

__ADS_1


"Kita harus pisahin mereka gimana pun caranya!" ucap Siska.


"Ngikut ajalah, gue juga gak rela kalo pangeran gue jadi milik dia." ucap Farah spontan tanpa melihat Siska yang sudah marah karena ucapan Farah.


"Apa pangeran lo? Dia itu milik gue, inget baik - baik!" bentak Siska kemudian pergi meninggalkan Farah.


"Cih, mana mau Azka sama cewek modelan kayak lo itu, mendingan juga sama gue." ucap Farah sambil mengibaskan rambutnya yang panjang.


Farah juga kembali ke kelasnya sendiri dan memikirkan cara bagaimana agar hubungan Azka dan Azkia berakhir, karena dia tidak rela jika Azka bersama Azkia. Biasalah Azka memiliki banyak fans yang mendambakannya untuk menjadi pacar Azka, namun siapa sangka jika Azka lebih tertarik kepada Azkia dari pada semua perempuan yang mengidolakannya itu.


"Gue harus berbuat apa agar mereka putus?" pikir Farah sambil terus melangkah.


"Oh iya, bukannya ketos itu juga suka sama Azkia... kalo gue ajak kerja sama gimana ya?" ucap Farah sambil membayangkan jika dirinya mengajak Rayhan untuk memisahkan Azka dengan Azkia.


Farah terlihat sangat bersemangat untuk mencari keberadaan ketos alias si Rayhan, hingga dia membatalkan niatnya untuk kekelas. Farah lebih memilih mencari Rayhan di ruang osis, namun sayang saat dia sampai di depan ruang osis tidak dapat masuk karena semua anggota osis sedang rapat.


Farah tidak kekurangan akal dia lebih memilih menunggu Rayhan di depan ruang osis, karena untuk Farah dia tidak akan menyia - nyiakan kesempatan ini. Dia berfikir kalo tidak mencoba dia tidak akan tau hasilnya.


Setelah menunggu hingga dua jam lamanya, akhirnya rapat selesai dan satu persatu anggota osis keluar dari ruang osis hingga tersisa Rayhan, Jojo dan Kenan calon ketua osis selanjutnya.


Farah memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruang osis, setelah itu dia mencari Rayhan.


Tok tok tok


"Masuk." ucap Kenan


"Ada apa?" tanya Jojo setelah melihat Farah berdiri di ambang pintu.


"Rayhan nya ada? Gue mau ketemu sama dia." ucap Farah sedikit takut karena baru pertama kali dia berurusan dengan anak osis.


"Rayhan? Kenapa nyariin dia?" tanya Jojo menyelidik.


"Gue ada urusan." singkat Farah dengan ketus.


"Ray—" panggil Kenan, namun belum selesai Kenan memanggil Rayhan dia sudah bertanya kepada Farah dengan nada dingin.


"Kenapa nyariin gue?" tanya Rayhan dengan tatapan yang menakutkan untuk Farah.


"Gu- gue mau ngomong..... tapi gak disini." ucap Farah sambil melirik kearah Jojo dan Kenan.


"Yaudah diluar." ucap Rayhan sambil melangkah menuju luar ruang osis. Farah mengikuti langkah kaki Rayhan.


................


Maaf author lagi gak semangat nulisnya :)

__ADS_1


__ADS_2