Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Truth or Dare 2


__ADS_3

"Dia it—" ucapan Azkia terpotong karena mendengar teriakan dari Bobo.


"Tolong!" teriak Bobo sambil berlari kearah mereka semua dengan terburu - buru hingga menabrak tenda.


"Lo gak papa, Bob?" tanya Attaya sambil membantunya bangun.


"Gak papa gimana? Lo gak tau kan gue tadi liat apa?" ucap Bobo sambil mengatur nafasnya.


"Apa?" tanya mereka penasaran.


"Gue... gue lihat, lihat cewek cantik banget woy!" ucap Bobo dengan hebohnya membuat mereka memutar kedua bola matanya dengan malas. Karena mereka mengira Bobo sedang melihat hantu atau sejenisnya hingga membuat dia berteriak - teriak histeris.


"Gue kira lo liat hantu atau buaya gitu." ucap Nayla.


"Orang dia buayanya haha." canda Azkia.


"Nah bener, gue kira lo dikejar setan jadi lari kayak gitu, cih gak taunya." sindir Ciko sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Emang cantik ceweknya?" tanya Devan.


"Cantik pake banget pas dari belakang, rambutnya panjang lurus pake hoody sempet gue fotoin makanya gue di timpuk pake sendal." ucap Bobo sambil menyalakan layar ponselnya.


"Napak gak kakinya?" tanya Nayla.


"Nah lo jangan - jangan kakinya ngambang haha!" tawa Attaya.


"Kenapa di timpuk?" tanya Azka yang sedari tadi diam.


Bobo mengatur nafasnya agar setabil karena habis lari - larian.


"Soalnya gue kan nepuk bahu dia sambil bilang di sebelah telinganya 'Cewek cantik minta nomer hp dong'dan kalian tau gak pas dia nengok—" ucapan Bobo sengaja tidak diteruskan agar temannya menjadi penasaran.


"Gak!" ucap Azka dan Devan.


"Kenapa?" tanya Attaya penasaran.


"Mukanya jelek?" tanya Ciko namun Bobo menggelengkan kepalanya.


"Terus?" tanya Azkia Nayla dan Devira bersamaan.


"Terus pas dia nengok.... ternyata dia cowok anjayani! Gue sempet teriak 'Banci' gitu kan makanya gue di timpuk pakw sendal." cerita Bobo dengan serius dan di dengar teman - temannya.


Satu detik dua detik mereka masih diam dan detik ketiga mereka tertawa terbahak - bahak mendengar cerita Bobo.


"Mamam tuh banci haha." kata Attaya sambil tertawa memegang perutnya.


"Tuh lah akhibatnya menjadi buaya haha... rasain!" kata Nayla yang juga tertawa.


"Mau nya dapat cewek cantik gak taunya zonk." kata Bobo sambil menghayati nasibnya.


"Syukuriin!" ucap Ciko.


"Masa lo gak bisa bedain mana cewek tulen sama gak?" tanya Devan.


"Sama bro dari belakang tuh body nya kek cewek beneran." ucap Bobo sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


"Cih." Azka hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis.


"Nih lihay kalo gak percaya!" ucap Bobo sambil memperlihatkan foto yang dia ambil sebelum terkena lemaparan sandal.


"Wah ini sih penipuan namanya!" ucap Attaya tidak percaya.


"Nah kan bener, lo ngrasa dia cewek tulen kan kalo dari belakang?" tanya Bobo kepada Attaya.


"Eh rambutnya panjang banget mama lurus gitu." ucap Nayla


"Kalo gini caranya mah yang cewek merasa tersaingi." ucao Azkia melihat foto yang di perlihatkan Bobo.


"Masih cantikan kamu kok." ucap Azka tiba - tiba yang berada di belakang Azkia. Membuat Azkia menoleh dan memukul lengan Azka dengan pelan.


"Modus." ucap Azkia sambil tersenyum.


Sedangkan yang lain yang mendengae itu langsung bubar menuju tempat duduk mereka tadi di dekat api unggun.


"Jomblo mah bisa apa!" ucap Devan dan di angguki mereka semua.


"Kuy lanjut gamenya!" ajak Ciko.


"Oke, sekarang giliran siapa?" tanya Nayla.


"Bobo lo putar botolnya!" perintah Devira.


Azka dan Azkia pun sudah duduk di tempat mereka tadi, kini Bobo memutar botol tersebut dan berharap Azka yang mendapatkan tantangan namun sayang botol tersebut mengarah kepada Devan.


"Yah, kok lo sih yang kena?" ucap Bobo yang seperti tidak terima jika Ciko yang mendapat tantangan.


"Gue kan maunya yang kena Azka! Hihi." jawab Bobo sambil tersenyum devil.


"Lanjut lah, nanti juga ada bagiannya sendiri si Azka." ucap Attaya.


"Truth or dare." tanya Bobo kepada Ciko.


"Dare aja!" ucap Nayla mewakili Ciko.


"Dare, Ko?" tanya Bobo lagi, sedangkan Ciko hanya mengangguk.


"Tuh, liat ada cewek kan... coba lo tembak dia biar jadi pacaramu!" perintah Bobo.


"Hah! Gak gue gak mau!" tolak Ciko, mana bisa seorang kutu buku di suruh nembak cewek. Orang liat perempuan aja cuma nunduk tidak berani menatap matanya.


"Kalo gak mau gue kasih hukuman!" ucap Bobo.


"Terima aja, Ko!" saran Attaya.


"Iya dari pada di hukum." saut Azkia.


"Hukum aja!" ucap Ciko yakin.


"Yaudah nih makan." ucap Bobo sambil menyerahkan sosis yang sudah dilumuri saos kecap ditambah sudah di masukan ke dalam susu putih. Bayangkan sendiri rasanya bagaimana, temannya yang lainnya pasti memilih tantangannya dari pada melaksanakan hukumannya.


Dengan malas Ciko mengambil sosis panggang yang sudah di campur saos, kecap, susu dan lainnya itu.

__ADS_1


"Hueekk." Ciko merasa mual saat akan memakan sosis tersebut.


"Nyerah aja, Ko!" saran Azka.


"Iya nyerah aja, lakuin tantangannya." kata Nayla.


Ciko tidak mendengarkan ucapan temannya, Ciko mengambil nafas setelah itu dia menutup hidungnya dengan kedua jari kirinya. Kemudian Ciko menggigit sosis itu dengan gigitan yang besar agar cepat habis, sesekali dia ingin memuntahkannya namun bagaimana lagi jika di muntahkan Ciko akan mengulang lagi dengan sosis baru.


"Semangat yok semangat!" kata Bobo antusias.


"Gila lo Bob hukumannya." kata Devan.


"Gak nanggung - naggung dong!" saut Devira.


"Huek... air aiir!" ucap Ciko meminta air saat dia sudah memakan habis sosis itu.


Dengan cepat Attaya memberikan satu botol aqua kepada Ciko.


"Enak?" tanya Azka sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Lo mau nyoba?" tanya Bobo yang mengambil sepotong sosis.


"Gak! Gue gak suka susu putih!" tolak Azka sambil membuang mukanya.


Muka Ciko sudah memerah karena pedas dan juga menahan rasa yang tidak menentu itu membuat matanya seperti orang yang sedang menangis.


"Yok lanjut, Ko!" ucap Attaya.


"Udah ah, ganti game yang lain aja gimana? Kasian tuh Ciko." saran Devira.


"Lo suka ya sama Ciko?" tanya Decan yang sedikit kesal.


"Lo cemburu, Van?" tanya Bobo yang mengetahui gelagat Devan yang berbeda.


"Mana ada!" ucap Devan sambil menaikan kedua bahunya.


"Gitar, ada yang bawa gak tadi?" tanya Attaya.


"Ada di tenda, gue ambil dulu." jawab Azka sambil berdiri melangkah ke arah tenda yang di tempati Azka dan Devan.


Setelah beberapa saat Azka kembali dengan membawa sebuah gitar dan Bobo membawa sebuah kendang kecil.


"Buat apa?" tanya Ciko.


"Nyanyi lah, masa di makan haha." ucap Bobo.


"Kuy lah nyanyi." ajak Devan.


......................


..."Salahkah jika aku cemburu, melihatmu membanggakan orang lain di depanku?"...


......~**EH~......


......................

__ADS_1


Kira - kira mereka nyanyi lagu apa ya**?


__ADS_2