Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Sudah terikat


__ADS_3

..."Beruntungnya aku memilikimu"...


...-Azka-...


...----------------...


Selepas isya, semua tamu sudah berdatangan. Ruang tamu yang tadi sudah dihias sekarang ramai dengan para undangan walaupun tidak banyak karena permintaan Azkia yang ingin merahasiakan acara malam ini. Karena Azkia takut akan ada gosip yang tidak enak di dengar jika mereka mengetahui acara malam ini, alhasil hanya orang-orang terdekat dan penting saja yang mereka undang.


"Duh siapa ini cantik banget?" ucap mama Lala sambil menghampiri putrinya yang sedang duduk manis didepan cermin.


"Mamanya siapa dulu?" tanya balik Azkia sambil terkekeh.


"Sumpah ya, ini beneran lo? Beda banget, serius!" pekik Devira yang baru selesai ganti baju di kamar sebelah bersama Nayla.


"Ini siapa tan, Azkianya mana?" tanya Nayla polos.


Pletak!


Devira yang gemas langsung saja menyentil jidat Nayla.


"Itu yang didepan cermin siapa kalo bukan Kia, hist!" kesal Devira.


"Ya allah, lo beda banget serius... kelihatan lebih feminin, gak bar-bar!" ucap Nayla sambil terkekeh.


Pletak!


"Asshhh, sakit... ini jidat bukan lapangan," gerutu Nayla sambil mengusap jidatnya.


"Mama masa Kia di katain bar-bar," adu Azkia kepada mamanya.


Mama Lala hanya menggeleng melihat ketiga gadis remaja yang sedang berdebat itu, tangannya mengusap pelan pipi Azkia karena gemas.


"Udah ah, mama kebawah dulu... kalian buruan siap-siap bentar lagi tunanganmu sampai," ucap sang mama sambil menutu pintu kamar Azkia.


"Kalian penasaran gak sih, seperti apa penampilan Azka?" tanya Devira.


"Banget!" seru Azkia.


"Pasti gantengan banget, ahh udah gak sabar ketemu my bebeb," ucap Nayla sambil mempoles pipinya dengan sedikit bedak.


.......


Yudha bersama dengan keluarganya sudah datang, mereka saling bersalaman bahkan tak segan untuk berpelukan.


Azka tampak lebih tampan dari biasanya, ia mengenekan setelah tuksedo warna putih. Rambut yang biasanya dibiarkan acak-acakan kini tertata rapi. Azka menjadi lebih tampan dari biasanya, dengan wajah dingin yang selalu menjadi ciri khasnya.


Namun hal itu, membuat siapapun tertarik padanya.


"Huuhh," Azka mencoba menenangkan hatinya.


Baru kali ini Azka merasa sedikit gugup, bahkan tangannya sudah berkeringat dingin.


"Kenapa, Ka?" tanya Devan.


"Gak!"

__ADS_1


"Gak usah tegang gitu, tuh liat siapa yang baru turun," ucap Attaya sambil menyenggol lengan Azka.


Azka menurut saja melihat kearah yang ditunjukkan oleh Attaya.


Terlihat Azkia berjalan perlahan menuruni tangga didampingi oleh Nayla dan Devira. Mereka mengenakan baju yang senada berwarna putih karena drescode kali ini memang warna putih.


Mata Azka terpaku pada kecantikan Azkia yang terlihat natural dengan make up tipis namun semakin memancarkan kecantikannya.


Rambut yang ditata dengan sederhana, dipadukan dengan pernah pernik yang elegan membuat penampilan Azkia seperti putri.


"Gila bidadari turun dari kayangan," seru Bobo.


"Itu beneran Devira bukan, kok makin capek," kata Devan.


"Pacar gue juga gak kalah cantik, imutnya," ucap Attaya dengan bahagia.


"Sadar oy sadar!" geram Ciko sambil mengibaskan tangannya di depan wajah mereka.


Azka masih saja diam menatap Azkia dari atas hingga bawah, dia tidak menyangka jika Azkia akan terlihat sangat feminin dan manis menurut Azka.


"Ka, Azka.. eh itu kuping apa pajangan sih, AZKA!" teriak Bobo yang agak jauh dari Azka berdiri.


Hal itu membuat Azka tersentak kaget, namun dengan cepat ia bisa menguasai tampangnya sehingga tidak terlalu terlihat jika ia kaget.


"Apa?" tanya Azka.


"Lo dipanggil om Yudha tuh," seru Bobo lagi.


"Nanti aja lo puas-puasi liatnya ngab!" sindri Ciko sambil terkekeh.


.....


Diposisi Azkia.


"Pangeran lo ganteng banget, Ki!" ucap Devira sambil berbisik ditelinga Azkia.


"Masa sih?" tanyanya yang sejak tadi menunduk karena tidak berani menatap Azka.


"Serius eh tigarius malahan, duh kalo para fans Azka diundang dan liat penampilan Azka sekarang... gue jamin mereka akan berteriak histeris bahkan pingsan," bisik Nayla.


"Lebay lo!" kata Devira sambil menyikut lengan Nayla.


"Mana ada, tuh liat sendiri para cogan di depan mata kita bikin khilaf aja," ucap Nayla sambil tekekeh.


Azkia yang penasaran memberanikan dirinya menatap Azka, dan benar saja apa yang dikatakan kedua sahabatnya.


Azka memandanginya tanpa berkedip sama sekali, tatapan yang mampu membuat Azkia terlena. Dingin namun ada banyak kehangatan didalam tatapan itu yang tidak bisa di liat hanya sekilas saja.


Azkia menyunggingkan senyumannya saat mata mereka berdua beradu, namun dengan cepat Azka mematakan tatapan itu. Pipinya terlihat malu, hal itu membuat Azkia tertawa pelan.


"Lucu banget sih," gumam Azkia.


Acara demi acara sudah terlewati dengan lancar sekarang giliran Azka untuk menyematkan cincin dijari manis Azkia.


"Semangat ngab, jangan sampai salah!" bisik Attaya sambil menepuk bahu Azka.

__ADS_1


"Diam!" bentak Azka.


Azka mengambil nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan, matanya mulai terbuka menatap wajah cantik yang sedang tersenyum kepadanya.


Tangannya mulai terasa basah, entah kenapa sejak tadi tangan itu terus berkeringat.


Azka mengambil kotak yang berisi cicin pertunangannya, tangan kirinya menggapai tangan kiri Azkia.


"Dia gugup?" batin Azkia yanh bisa merasakan dinginnya tangan Azka.


Azkia mengangguk sambil tersenyum seolah sedang mencoba memberikan kode kepada Azka agar dia tidak gugup lagi.


Padahal dirinya juga tidak kalah gugup, bahkan kaki Azkia sempat gemetaran saat Azka menggapai tangannya.


Perlahan tangan Azka memasukan benda bulat berwarna perak ke jari manis Azkia, dan begitu juga sebaliknya Azkia juga melakukan hal yang sama.


Prok prok.


Suara tepuk tangan terdengar meriah, banyak ucapan selamat dan doa yang mereka berikan untuk Azka dan Azkia.


Azka memaksakan senyumannya dihadapan semua tamu yang hadir, mereka berdua menjadi pusat perhatian dari semua tamu membuat Azkia sedikit gemetaran karena malu dan bahagia bercampurur menjadi satu.


Azka yang mengetahui itu langsung saja menggenggam jemari Azkia, seolah sedang saling menguatkan agar tidak gugup.


Senakal-nakalnya Azka, dia bisa merasakan gugup dan grogi. Ini masih acara pertunangan, entah bagaimana jadinya jika nanti saat acara ijab qobul.


Setelah semua acara demi acara terlewati, kini mereka semua dipersilahkan menimmati hidangan yang sudah di siapkan. Dan untuk Azka dan Azkia mereka berdua masih disibukkan dengan sesi foto-foto bersamaana keluarga dan sahabatnya. Bahkan rekan bisnis mereka juga tak kalah banyak yang meminta foto, dua orang yang sedang menjadi tokoh utama dalam acara malam ini.


"Cieee yang udah diikat biar gak kelain hati," canda Devira yang berada di sebelah Azkia.


"Apa sih," ucap Azkia malu-malu.


"Selamat bos, semoga lancar sampai hari H," ucap Attaya sambil memeluk Azka.


"Peluk dulu, sebelum gak bisa peluk karena ada calon istri," canda Devan yang sengaja memeluk Azka dengan erat.


"Lo mau bunuh gue, sesek oe!" kesal Azka sambil berusaha melepaskan pelukan Devan.


"Selamat menempuh hidup baru ngab!" ucap Bobo.


"Baru tunangan weh!" teriak mereka semua kompak yang membuat sebagaian orang ikut tertawa.


"Selamat ya Ka, jangan jadi suami yang takut istri," ucap Ciko sambil terkekeh.


"Kalian semua emang gak ada akhlah!" gerutu Azka dengan tawa.


"Selamat ya beb, doain aku cepet nyusul juga," kata Nayla sambil memeluk Azkia.


"Ta! Kode tuh!" ucap Devira sambil terkekeh.


"Mas mbak jadi foto gak?" tanya fotografer.


"Jadi!" teriak mereka semua dengan kompak.


Kemudian dengar berbagai gaya mereka asyik berfoto, hingga tidak terhitung berapa kali mereka sudah berpose. Untung saja Azka dan Azkia sudah berfoto pasangan sebelum dengan yang lainnya.

__ADS_1


.................................


__ADS_2