
"Weh badboy nya pindah haluan jadi good boy!" ledek Attaya sambil melihat penampilan Azka dari bawah hingga atas.
Merasa kurang puas Attaya memutarkan badan Azka kekanan dan kekiri.
"Lo seperti orang lain, Ka!" lanjut Attaya lagi sambil terkekeh.
"Berisik!" Azka menepis tangan Attaya yang berada di bahunya.
Sebenarnya Azka sedikit risih dengan tatapan mereka semua saat ini, apalagi dengan penampilan yang tidak biasanya. Membuatnya tidak betah dan ingin sekali mengubah penampilannya seperti semula.
Tangan Azka bergerak untuk melepaskan dasi yang terpajang rapi dilehernya, namun tangganya di genggam oleh Azkia dan menggeleng pelan.
Azka menarik nafasnya berat, kemudian dia melangkah menuju tempat duduknya diikuti Azkia. Setelah duduk tangannya terlipat rapi di depan dada, matanya sinis menatap orang - orang yang melihatnya dengan tatapan tidak percaya bercampur kagum.
"Apa kalian liat-liat, bosen hidup ya!" bentak Azka.
"Azka gak boleh gitu." ucap Azkia dengan lembut.
"Iya-iya." ucap Azka patuh namun menahan kekesalannya.
Sedangkan Attaya dan Devan tidak ada hentinya menertawakan Azka, bahkan Ciko yang pendiam pun juga tidak percaya jika itu adalah Azka.
Bu Arum sudah mulai terlihat di ambang pintu kelas, seketika kelas itu menjadi sunyi ketika Bu Arum masuk kedalam kelas. Pelajaran pagi ini dimulai, namum sebelum itu seperti biasanya setiap pagi akan mengabsen satu per satu siswanya.
"Assalamualaikum!" sapa bu Arum sambil mengamati seisi kelas.
"Waalaikumsalam!" jawab mereka semua.
Pandangan bu Arum terhenti pada seseorang yang duduk di bagian pojok belakang.
"Itu yang dipojokan, murid baru?" tanya Bu Arum sambil duduk di kursinya.
Secara otomatis semua siswa melihat kearah pojokan yang bu Arum maksudkan, disana ada Azka yang hanya diam saja dengan tangan yang masih terlipat di depan dada. Azka membuang muka kearah jendela saat seisi kelas melihatnya.
"Itu Azka, bu." jawab Ciko sebagai ketua kelas.
"Azka yang suka bolos itu?" tanya bu Arum tidak percaya.
"Iya, buuu!" jawab kompak satu kelas kecuali Azka.
"Yang selalu bikin masalah, hobinya dihukum itu?" tanya bu Arum lagi, beliau belum percaya sepenuhnya jika yang sedang dihadapannya itu adalah Azka.
Bisa di bilang Azka jarang sekali masuk kelas pada jam mata pelajaran bu Arum. Namun namanya sudah sangat dikenali dikalangan guru maupun siswa, bukan karena prestasinya melainkan kenakannya.
"Iya buuu!" jawab mereka lagi dengan nada lebih keras.
"Alhamdulillah sudah tobat!" ucap bu Arum sambil terkekeh, yang membuat mereka semua mengangguk dan ikut tertawa.
"Semoga bukan hari ini aja." lanjut bu Arum.
Kemudian pelajaran dimulai, hingga empat jam berlalu mereka lewati dengan mata pelajaran yang sama. Membuat mereka semua jenuh, rasanya ingin kabur dari kelas karena empat jam dengan mata pelajaran yang sama yaitu bahasa Indonesia.
Treetttt!
Setelah terdengar bunyi bel tanda istirahat mereka semua segera bergegas keluar dari kelas, karena rasa bosan dan jenuh dengan mata pelajaran yang sama hingga empat jam itu.
"Duh akhirnya istirahat!" ucap Bobo sambil berlari keluar kelas mendahulu bu Arum yang masih di dekat pintu.
Azkia bersama Nayla dan Devira berjalan terlebih dahulu menuju kantin, sedangkan Azka masih berdiam di dalam kelas karena rasa tidak nyamannya dengan penampilannya sekarang.
Saat di perjalanan Azkia bertemu lagi dengan Kevin, dia dengan sengaja munggu Azkia di dekat lorong kelasnya.
Kevin bersandar pada dinding dengan tangan yang ia lipat di depan dada, tatapnya bertemu dengan Azkia.
"Azkia, makan bareng gue yuk... kemarem kan gak jadi gara - gara ada penggangu." ajak Kevin.
__ADS_1
"Gak usah makasih." tolak Azkia lalu melanjutkan melangkahnya.
Dan lagi - lagi Kevin menarik paksa tangan Azkia, membuatnya kesakitan.
"Heh! Lo gak denger apa, Kia udah bilang gak usah berarti dia gak mau makan sama lo!" kesal Devira.
"Bener banget, jadi cowok peka dikitlah." Nayla ikut memaki Kevin yang selalu memaksakan keinginannya.
"Terserah, gue gak perduli." ucap Kevin acuh, tangannya masih setia menarik Azkia.
"Kevin! Sakit, lepasin!" keluh Azkia sambil menarik tangannya agar terlepas dari Kevin.
"Kevin!! Lo denger gak sih, Kia kesakitam itu!" ucap Nayla sambil menahan lengan Azkia yang tidak di cengkram Kevin.
Kevin hanya diam saja tidak ada niatan menjawab, namun dia terus memaksa Azkia mengikutinya. Dan tiba - tiba saja..
Brugh!
Satu pukulan tepat mengenai wajah mulusnya itu, membuat Kevin tersungkur kelantai.
"Gue udah peringatin lo, ya!" ucap seseorang yang memukul Kevin.
Kevin menatapnya sekilas dengan tersenyum miring, sepertinya Kevin sedang meremehkan orang tersebut. Hal itu membuatnya semakin kesal dan lagi - lagi memukul Kevin.
Brugh! Brugh!
Pukulan Azka tepat di wajah dan perut Kevin, membuatnya kesakitan. Kevin tidak hanya diam saja dia juga membalas pukulan Azka tepat di wajahnya membuat Azka terhuyung beberapa langkah kebelakang.
Brugh!
Attaya dan Devan pun berusaha memisahkan mereka berdua namun sayang mereka berdua seperti memiliki dendam pribadi sehingga tidak ada yanh mau mengalah sama sekali, hingga membuat Devan dan Attaya kewalahan.
Azka merasa tidan terima dengan perlakuan Kevin, dengan cepat Azka menarik kerah seram Kevin tangannya hampir memukul wajah Kevin lagi namun terhenti saat Azkia meneriakinya.
Dengan kasar Azka melepaskan cengkramannya pada kerah Kevin, membuat Kevin menabrak dinding sekolah.
"Awas kalo gue liat lo gangguin cewek gue lagi!" dengan tegas Azka memperingati Kevin.
Kevin hanya tersenyum samar,"Gue akan lakuin hal yang sama, seperti yang lo lakuin ke gue waktu itu." ucap Kevin sambil pergi dari sana.
Azka tidak menghiraukannya dia lebih memilih mendekati Azkia yang sedang menangis melihat Azka berantem gara-gara dirinya.
"Ada yang luka?" tanya Azka sambil meneliti Azkia dari atas hingga bawah.
Azkia menggeleng namun air matanya masih menetes, susana yang tadi ramai dengan para penoton tiba - tiba menjadi sepi karena Devan dan Attaya mengusir para penonton itu.
Dengan ibu jarinya Azka mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi putih Azkia.
"Terus kenapa nangis?" tanya Azka sambil memgakupkan kedua tangannya di pipi Azkia.
"Ta-takut kamu terluka." ucap Azkia sambil menunduk.
Azka tersenyum mendengar perkataan Azkia, Azka mencubit pipi cabby milik Azkia karena gemas.
"Liat gue baik-baik aja kan, gue cuma gak mau cewek gue di sakitin orang lain dan satu hal lagi—" Azka menggantungkan ucapannya.
"Apa?" tanya Azkia.
"Jangan pernah kamu sia-siakan air matamu untuk orang sepertiku, karna aku gak suka kamu nangis gara-gara aku."
Belum sepat Azkia menjawabnya sudah terdengar suara dari sahabat mereka berdua.
"Bucin!" teriak Attaya Devan Devira dan juga Nayla bersamaan.
Hal itu membuat Azkia tersipu malu, wajahnya sudah memerah seperti tomat.
__ADS_1
Tiba - tiba saja Rayhan datang diwaktu yang tidak tepat.
"Eheem." deheman Rayhan membuyarakan suasana itu.
"Penggangu satunya datang." gumam Azka.
"Hallo kak Rayhan, ada yang bisa aku bantu?" tanya Nayla sedikit malu-malu, hal itu membuat Attaya kesal.
"Kenapa?" tanya Attaya ketus.
"Ka, lo ditunggu pak Slamet diruang BK." ucap Rayhan sambil menatap Azka dan Azkia.
"Emangnya Azka kenapa, kak?" tanya Azkia.
"Tadi ada anak yang lapor kalo Azka berantem sama Kevin." jawab Rayhan sambil sedikit tersenyum kepada Azkia.
"Tuh kan, gara-gara aku." ucap Azkia sambil memanyunkan bibirnya.
"Tenang aja, bukan salahmu!" jawab Azka sambil mengandeng tangan Azkia.
Hal itu membuat hati Rayhan sedikit tidak terima, namun bagaimana lagi Rayhan tidak bisa berbuat apapun. Karena pilihan Azkia adalah Azka bukan dirinya.
"Ehemm.. yaudah buruan kesana ditungguin." kata Rayhan.
"Hmmm." saut Azka.
"Kak Rayhan mau kekantin bareng?" tanya Nayla yang mendapatkan tatapan tanda tamya dari Devira.
"Makasih, tapi gue mau ke perpus dulu." jawab Rayhan sambil tersenyum.
"Ganjen." ledek Attaya yang sebenarnya tidak suka melihat tingkah Nayla yang berbeda jika berbicara dengan Rayhan.
"Siapa yang lo bilang hanjen?" tanya Nayla tidak terima.
"Udah - udah kenapa kalian jadi ribut sih!" bentak Devira yang berada di antara Attaya dan Nayla.
"Atta itu yang mulai!"
"Kok gue sih!" protes Attaya.
"Cukup! Berisik tau gak!" bentak Devira lagi yang membuat mereka seketika mereka terdiam.
"Yaudah duluan, ya... Ka, jangan lupa!" ucap Rayhan sambil melangkah berlawanan arah dengan mereka.
"Bye-bye kakak." ucap Nayla.
"Iya kak!" jawab Azkia dan Devira.
"Yaudah kalian ke kantin duluan aja." kata Azka sambil berjalan kearah ruang bk.
"Tememin gak?" tanya Devan.
"Lo pikir gue bocah!" ketus Azka.
"Kali aja nyasar." ucap Devan yang membuat mereka tertawa.
.......................................
..."Jangan pernah kamu sia-siakan...
... air matamu untuk orang sepertiku,...
...karna aku tidak suka melihatmu menangis karena aku....
...-Azka A/E H-...
__ADS_1