
Akhirnya sampailah jam pulang sekolah, mereka yang sudah sedari tadi menunggu bel pulang langsung saja lari keluar kelas setelah guru memberikan salam. Tapi masih ada juga yang santai duduk di kelas, tak tekecuali dengan Azka dan kawan - kawan.
Mereka semua pergi menuju parkiran tapi tidak dengan Azka dan Kia, mereka berjalan ke arah gerbang sebelah sekolah. Hal itu membuat sahabat mereka menjadi curiga.
"Ka, mau kemana?" tanya Devan yang penasaran dengan Azka.
"Ambil mobil lah." jawab Azka singkat.
"Lah parkiran kan bukan arah situ.." heran Attaya, karena Azka tidak berjalan ke parkiran sekolah melainkan ke arah gerbang samping.
"Lo juga Kia, ngapain ngikutin Azka..?" tanya Devira bingung.
"Ambil mobil." singkat Kia
"Jadi kalian berdua tadi dateng barengan karena terlambat gitu..?" Tebak Nayla
"Iya." jawab Azka dan Kia bersamaan, ya mereka selalu kompak dalam beberapa hal.
"Dasar cocok sekali kalian... sampai terlambat pun janjian haha." goda Devan.
"Mana ada.." ketus Kia, sedangkan Azka hanya diam saja dan terus melanjutkan langkahnya.
"Kia, kita nebeng ya sekalian main ke rumah lo boleh?" tanya Nayla kepada Azkia.
"Iya Kia mobil ku lagi di bengkel.. hehe..." jelas Devira
"Yaudah ayokk.."
Kemudian mereka berempat menuju gerbang samping sekolah, kalo jam pulang sekolah sudah tiba maka gerbang itu akan di buka jadi Kia tidak perlu manjat gerbang lagi seperti tadi pagi.
"Akhirnya gerbangnya di buka juga.." seru Kia
"Lah emang tadi di kunci ya?" tanya Nayla yang heran dengan perkataan Azkia.
"Iya, mana harus manjat tadi.." keluh Kia
"Whatt! Jadi tadi lo manjat gerbang gitu supaya bisa masuk?" tanya Devira memastikan perkataan Azkia.
"Iya.."
"Untung lo gak jatuh, bahaya tau gak.." ucap Nayla yang khawatir.
"Habis gimana dong, gerbang depan udah di tutup." keluh Kia.
"Kan nanti ada Osis juga yang bukain.." jawab Nayla.
"Males masa pagi - pagi harus di hukum sih.."
"Iya udahlah terserah.." ucap Devira.
"Kak Osis cogan juga, gue mah mau aja di hukum sama dia haha.." ucap Nayla.
"Iya lo mau tapi dianya gak mau.. Hahhaa" ejek Devira sambil menyikut lengan Nayla.
"Osis cogan siapa?" tanya Kia penasaran.
"Itu si Kak Rayhan, dia ganteng baik pinter lagi.. Idaman banget dahh.." jelas Nayla yang sangat antusias menceritakan soal Rayhan.
"Siapa tadi namanya?" tanya Kia lagi.
"Kok lo jadi gudek sih.. Namanya Rayhan.. R A Y H A N .." dengan kesal Devira mengeja nama Rayhan dengan penuh penekanan agar Azkia memahaminya.
__ADS_1
"Kok kaya kaka kelas kemaren ya namanya..." ucap Kia sambil berfikir.
"Lo kenal sama kak Rayhan..?" tanya Nayla penasaran.
"Baru kenal sih, kemaren di traktir di kantin pas jam pulang sekolah..." cerita singkat Azkia.
"Wowoowo kita kalah cepat ini Nay..." kata Devira
"Baru kenal udah diajak makan bareng enak sekali, kita aja mau nyapa masih aja takut.." jelas Nayla
"Udah nanti aja ceritanya, ayok pulang udah laper ini.." ajak Kia dan di angguki oleh Devira dan Nayla
Azka sudah berada di dalam mobilnya, tidak menghiraukan mereka bertiga yang sedang bergosip langsung saja pergi dari situ.
Kia dan temannya pun juga sama mereka masuk ke dalam mobil Kia meninggalkan gerbang samping sekolah sendiri.
"Eh iya Kia, bukannya gerbang itu tadi tinggi ya? Terus lo turunnya gimana?" penasarannya Devira saat menyadari jika perempuan mana yang bisa turun dari gerbang setinggi itu.
"Di tangkap Azka.." singkat Kia sambil mengemudikan mobil kesayangannya itu.
"What!!" ucap Devira dan Nayla bersamaan, mereka berdua syok tumben sekali Azka mau membantu cewek biasanya masa bodo.
"Ya begitu..?" sambil mengangkat kedua bahunya heran.
"Jangan - jangan Azka udah suka sama lo..?" tebak Nayla.
"Mana ada.." jawab Kia yang fokus pada jalanan.
"Bisa jadi, soalnya si Azka mah orang nya cuek banget sama cewek.." jelas Devira.
"Bener banget tuh.. Lo tau si Siska itu kan? Dia dari kelas satu ngejar si Azka tapi gak pernah di tanggepin.." cerita Nayla.
"Iya - iya kasian ya si Siska.. Cintanya bertepuk sebelah tangan.." kata Devira.
"Lah kita lebih kasian sama lo, Ki.. baru juga masuk udah ada musuh aja wkwk.." ledek Nayla.
"Tapi enak dia Nay, deketnya sama cogan semua.. Huaaa dedek juga mau..." rengek Devira sok mendramatisir.
"Cogan siapa?" tanya Kia polos.
"Astaga lo tidur ya Kia, si Azka sama Kak Rayhan kan most wanted nya sekolah kita.." jelas Nayla.
"Mana lo udah kenal mereka berdua lagi.." ucap Nayla lagi sambil cemberut.
"Ibaratnya nih ya Kak Rayhan tuh bagaikan malaikat, nah sedangkan si Azka tuh kek setannya.." canda Devira.
"Kok bisa gitu?" tanya Kia
"Kak Rayhan itu baik banget, pengertian ganteng sopan murah senyum.. Sedangkan si Azka duh dingin cuek mana gak perduli sama orang lain apalagi sama cewek..." jelas Nayla yang sangat antusias.
"Lah masa sih?" tanya Kia yang tidak percaya.
"Bener, kita temenan dari kelas satu gitu orangnya.. Ya gak Nay?" tanya Devira dan di angguki oleh Nayla.
"Hmmmm..." ucap Kia
"Eh tunggu dulu, tapi dia baik banget sama lo, Ki... kaya tadi tuh waktu di lapangan basket.." kata Devira lagi sambil mengingat kejadian tadi pagi.
"Baik apa? Dia mah sengaja mau ngejek gue tadi.." jelas Kia.
"Masaa..." ucap Devira
__ADS_1
"Iya apalagi waktu di kantin tuh.. Uwwuu dah bikin orang yang liat jadi baper..." ucap Nayla
"Entahlah... Azka sama gue aja dah kaya Tom & Jerry gak pernah akur.." kilah Kia sambil mengangkat kedua bahunya.
"Tapi dia perhatian sama lo, Ki... jangan - jangan...." Devira tak melanjutkan ucapannya.
"Apa..?" tanya Kia penasaran.
"Dah sampai noh.." lanjut Devira membuat Kia kesal namun itu lucu buat Devira bisa menjaili sahabatnya itu.
Tak terasa mobil yang di kendarai Kia sudah sampai di rumahnya. Mereka semua masuk kedalam rumah dan di sambut oleh mama Kia, pas sekali mama Kia sudah masak makanan untuk makan siang. Mereka makan bersama sambil di tambahi dengan gurauan.
.
Di tempat Siska
Siska yang sedari tadi sudah uring - uringan tak jelas membuat kedua temannya lelah melihat nya marah. Kini mereka bertiga berada di sebuah Cafe untuk menenangkan diri dari rasa cemburu.
"Udahlah Sis, gak capek apa dari tadi marah mulu?" saran Rima
"Nanti cepet tua loh Sis.." ucap Syla
"Bodo amat, lagi kesel banget ini sampe pengen makan orang.." kesal Siska
"Woo ngerii.. Adek atut lah.." canda Rima
"Emangnya enak apa makan orang?" tanya Syla
"Tauk lah May, susah dah kalo ngomong sama lo tuh.." kesal Rima
"Gue tuh heran kenapa si Azka bisa kek gitu sama Azkia, padahal dia anak baru.."
"Entahlah Sis.."
"Lo kurang menarik kali.." ucap Syla yang mendapat tatapan tajam dari Rima dan Siska
"Gue sama Azkia masih mending gue kemana - mana ya..!" tegas Siska
"Iya dah iya..." ucap Rima pasrah agar Siska tidak marah lagi.
"Besok aja kita kasih pelajaran gimana ?" saran Rima
"Boleh juga tuh.. Biar dia kapok.. haha"
"Pelajaran apa emang..?" tanya Syla yang agak oneng
"Dahlah ikut aja besok okay..?" ucap Rima sambil merangkul lengan Syla
"Kita harus buat dia menyerah biar gak nempel mulu sama Azka hahaa..." tawa Siska
Rima dan Syla hanya mengangguk mengiyakan ucapan Siska, mereka berdua lebih fokus pada makanan yang ada di depan mereka saat ini.
.
..."Entahlah.. Terkadang kalian tidak akan menyadari seseorang yang selalu kalian ajak berdebat adalah seseorang yang kalian sayangi tanpa kalian sadari"...
...- Azkia (E H)...
.
.
__ADS_1
Terimkasih sudah mampir^.^