Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Pacaran ya?


__ADS_3

"Ka, Kia mana kok gak balik - balik?" tanya Devira, Azka hanya menaikkan kedua bahunya tanda tidak tahu.


"Lah tadi kan nyusulin lo ke lapangan mau ngasih air," kata Nayla.


"Iya, pas kita balik dari kantin dia bilang mau ke toilet." jelas Azka.


"Toilet kok udah hampir ganti pelajaran gini belum balik sih?" tanya Devira.


"Atau jagan - jagan Azkia nyasar?" tanya Nayla sambil melihat ke arah Devira dan Azka bergantian.


"Mana mungkin?" tanya balik Azka.


"Kalian ini di tanya malah nanya balik mulu sih!" kesal Devira sambil mencoba menghubungi Azkia.


Namun terdengar nada dering ponsel Azkia yang terasa dekat dengan mereka, Azka yang duduk di sebelah Azkia langsung saja mencari sumber suaranya. Dan ternyata benar ponsel Azkia tertinggal di laci meja, Azka mengeluarkannya dan menunjukkan ponsel kepada Devira dan Nayla.


"Ini?" tanya Azka.


"Eh kebiasaan banget sih itu anak ponsel selalu di tinggal, kalo ada apa - apa gimana coba!" kesal Devira.


"Terus gimana dong?" tanya Nayla yang khawatir dengan Azkia yang belum juga kembali.


"Semoga gak kenapa - kenapa tuh anak," gumam Devira.


Azka yang mendengar itu tanpa basa basi langung meminta izin keluar kelas, dia beralasakan jika sedang sakit perut sehingga guru mengizinkan Azka pergi.


"Cih, aktingnya udah pro ya dia." sindir Devira.


"Hahaa... pro banget itu mah, lo liat wajahnya keliatan panik gitu, kayak nya si Azka ini ada rasa sama Kia." tebak Nayla.


"Lo baru sadar? Kemana aja mbak... Orang lo liat perhatiannya Azka ke Kia kek gimana waktu di kantin, olahraga, waktu Kia sakit itu." cerocos Devira sambil mengingat semua kejadian Azka bersama Azkia.


"Mungkin Azka belum sadar hahaa, " ucap Nayla sambil tertawa pelan karena mereka sedang pelajaran.


"Suutt suutt.. Azka mau kemana?" tanya Devan kepada Devira.


"Nyari pacarnya," bisik Devira asal.


"Hah!" teriak Devan, membuat Bu Susi menghentikan penjelasannya.


"Devan!" panggil Bu Susi.


"Saya Bu," ucap Devan sambil tersenyum paksa.


"Mau dengerin ibu jelasin atau kamu maju kedepan yang jelasin materi ini?" tanya Bu Susi sambil menunjuk peta Geografi.


"Bu-bu Susi aja," ucap Devan sedikit gagap.


"Kalo gitu perhatikan jangan berisik sendiri." perintah Bu Susi.

__ADS_1


"Iya Buuuu..." ucap Devan.


"Sukuriin lo.. hahaha." ledek Attaya sambil terkekeh.


Kemudian mereka semua fokus mendengarkan Bu Susi yang sedang menjelaskan Geografis benua Asia di depan kelas, tangan mereka di haruskan mencatat agar bisa di pelajari lagi nanti.


............


Azka berlari menuju toilet perempuan yang paling dekat dengan kantin, karena tadi sekilas Azka melihat Azkia menuju toilet dekat kantin. Azka mondar mandir di depan toilet, tidak mungkin jika dirinya masuk kedalam dan mengecek satu persaru kamar mandinya. Tapi jika tidak seperti itu Azka tidak akan tau Azkia berada di dalam atau tidak.


Untung saja ada adek kelas yang akan masuk kedalam toilet, kemudian dengan menahan rasa malunya Azka meminta tolong untuk mengecekan di dalam kamar mandi ada tidak cewek dengan ciri - ciri yang Azka sebutkan.


"Kaka ngapain di sini? Toilet cowok kan bukan disini.." tegus seorang siswi tepatnya adek kelas Azka


"Kebetulan sekali.." kata Azka


"Heh Kaka gak mau macem - macem kan?" selidik Dinda ya siswi itu bernama Dinda terlihat dari nickname yang tertempel di seragamnya.


"Gak lah, gue kesini tuh nyariin temen gue.." ucap Azka


"Nyariin temen kok di toilet, yakin gak aneh - aneh? Gak nipukan..?" kata Dinda.


"Cih, nih lihat tampang kek gini mana ada menipu sih?" ucap Azka sambil menunjukkan wajahnya kepada Dinda


"Iya deh percaya.." ucap Dinda


"Cek di dalam ada temen gue gak..? Cewek, rambutnya sebahu, putih, manis.." jelas Azka


"Hmm Dinda yang baik tolong cek ya di dalam ada temen kaka gak..?" ucap Azka yang di buat sehalus mungkin agar Dinda mau menurutinya


"Hah kaka kok tau nama aku dari mana? Jangan - jangan fans aku ya?" panik Dinda


"Astaga itu di seragam lo ada namanya.." kesal Azka sambil menepuk jidanya


"Oh iya maaf kak hehee.."


"Yaudah sana buruan di cek.." ucap Azka sambil mendorong dinda masuk kedalam toilet


Kemudian Dinda mencoba membuka satu persatu toilet namun tidak ada orang di dalamnya, hingga tersisa satu toilet yang berada di paling pojok namun pintu itu bertuliskan "Sedang dalam perbaikan." Dinda mencoba membukanya namun tidak bisa, Dinda mencoba memanggil - manggil ternyata ada yang menyaut dari dalam toilet.


"Haloo ada orang gak? Ada orang gak..?" ucap Dinda sambil memcoba membuka pintunya


Azkia yang hampir ketiduran pun menajdi terbangun, dia lelah karena sedaei tadi audah berteriak namun tidak ada orang satupun yang menjawabnya.


"Ada, ada sayang ada.. Eh ada orang maksutnya.." teriak Azkia


"Kaka di dalam? Beneran orang kan?" tanya Dinda meastikan


"Iya orang, bukain pintunya!" perintah Azkia

__ADS_1


"Gak bisa kak kuncinya gak ada.." teriak Dinda, dia baru ingat jika di luar ada kaka yang mencari temannya mungkin ini adalah temannya yang terkunci di dalam kamar mandi


Kemudian Dinda keluar memberitahu Azka jika di dalam ada cewek yang terkurung di dalam toilet namun tidak tau siapa. Di luar Azka sudah seperti setrikaan dia berjalan mondar mandir di depan toilet perempuan, menunggi Dinda yang sedang membatunya


"Kak! Di dalam ada cewek yang terkunci tapi kuncinya gak ada.." kata Dinda


"Sebelah mana?" ucap Azka yang langsung masuk begitu saja ke dalam toilet perempuan


"Dipojok kak." ucap Dinda sambil menujukkan pintu yang di maksut


"Ki, Kia! Azkia!" teriak Azka


"Gue disini, tolong bukain pintunya.." ucap Azkia meminta tolong


"Lo mundur, jangan deket pintu!" perintah Azka


"Oke!" ucap Azkia yang menuruti perintah Azka


Dengan sekali dobrak Azka berhasil membuka pintunya, kemudian terlihat Azkia yang berada di dalamnya.


"Lo gak papa?" tanya Azka sambil memegang tangan Azkia melihatnya dari atas ke bawa jika ada luka


"Gue baik - baik aja, cuma haus aja.." kata Azkia. Sedangkan Dinda hanya diam melihat mereka berdua, Dinda terkesan demgan Azka yang begitu mengkhawatirkan Azkia.


"Oh iya adek makasih ya, namanya siapa?" tanya Azkia ramah


"Dinda kak, kalian pacaran ya kak?" tanya Dinda penasaran


"Gak kok" ucap Azkia sambil melihat ke arah Azka


"Tapi kaka ini tadi panik banget loh waktu nyari kaka di depan toilet, tapi gak berani masuk.." jelas Dinda sambil menunjuk ke arag Azka


"Apa sih, nanti gue traktir makan di kantin.." ucap Azka malu sambil membuang mukanya


"Gak usah kak, aku balik dulu nanti takut ketahuan guru bp kalo lama - lama di luar kelas.." ucap Dinda


"Oh oke, makasih yaa Din.." kata Azkia sambil melambaikan tangan kepada Dinda begitu pun dengan Dinda


"Daa kaka semoga langgeng.." kata Dinda sambil berlari balik ke kelasnya


Azkia dan Azka saling pandang, mereka tidak bisa berkata - kata dengan ucapan Dinda barusan. Mereka berdua kembali ke kelas dengan keheingan namun langkahnya harys terhenti ketika ada yang memanggil mereka.


"Kalian mau kemana..?" teriak seseorang dengan suara lantang dari arah belakang Azka dan Azkia


Membuat mereka menghentikan langkahnya dan berbalik melihat kebelakang, dan ternyata adaa.....


...----------------...


Ada siapa hayooo...? ^.^

__ADS_1


Makasih yg udha like dan comnt maaf gk bs bls satu".


...FIGHTING!!...


__ADS_2