
...Untuk orang yang sudah banyak dibohongi, kepercayaan adalah sesuatu hal yang sulit!...
...~ E H ~...
...———————————...
"Terserah lo mau percaya sama gue atau gak!" ucap Azka menghela nafasnya.
Tanganya menepuk pelan bahu Kevin, kemudian melangkah menjauh dari Kevin.
Namum sebelum itu tiba - tiba saja Azka terpeleset sabun pel yang masih berceceran di lantai.
Bruk!
Tanpa sengaja Azka menarik kerah seragam sekolah Kevin untuk berpegangan, alhasil Kevin ikut jatuh bersama Azka dilantai. Kancing baju Kevin terlepas karena tarikan Azka, membuat dada bidang dan roti sobek yang ada di tubuh Kevin terlihat.
Dan tangan Azka masih disana, masih memegang seragam Kevin yang sudah terbuka. Bahkan tangan Azka juga menyentuh dada bidang itu.
"Roti sobek?" gumam Azka, sedangkan Kevin ia masih syok sehingga hanya diam menatap Azka.
Pada saat bersamaan Miko, Rayhan dan Zian akan masuk ke area toilet namun terhenti saat menyaksikan adegan itu. Dimana Azka terjatuh dilantai dengan Kevin yang berada diatasnya, dengan baju seragamnya yang terbuka.
Untuk sepersekian detik Azka dan Kevin saling pandang dengan tatapan bingung, tiba - tiba saja ada suara yang membuat mereka berdua tersadar.
"Astagfirullah!" teriak Rayhan.
"Astaga!" Zian menutup matanya tidak percaya.
Klik!
Terdengar suara camera yang sedang memotret, ternyata dari camera yang di pegang Miko.
"Wah ganti lagi, Ka?" tanya Miko sambil terkekeh, pasalnya waktu acara camp lalu Miko juga yang melihat Azka bermesraan dengan Devan maupun Bobo.
Azka yang sadar dengan ucapan Miko langsung menodorong tubuh Kevin agar menjauh darinya.
"Jangan deket-deket!" ucap Azka.
"Lah lo yang narik gue!" ucap Kevin tidak mau mengalah.
"Udah gak usah berantem, kalian cocok gitu!" ucap Zian.
"Najis!" bentak Azka dan Kevin bersamaan.
"Yee bisa kompak gitu, ya?" ledek Miko.
"Diam!!" lagi - lagi mereka berdua kompak.
"Oke-oke!" ucap Zian sambil mengangkat tangannya dan menahan tawa.
"Hukumannya udah selesai?" tanya Rayhan.
"Kurang sini doang!" ucap Kevin sambil membenarkan seragam sekolahnya.
"Yaudah kalian balik ke kelas, nanti gue yang bilang sama pak Slamet." ucap Rayhan.
"Oke!" saut Kevin, sedangkan Azka hanya mengangguk mengiyakan ucapan Rayhan.
Kemudian Kevin dan Azka kembali ke kelasnya, selama perjalanan Kevin tidak ada henti - hentinya menggerutu dikarenakan seragamnya tidak bisa di kancingkan lagi. Terlebih lagi seragam mereka berdua basah terkena air saat jatuh tadi.
"Gara - gara lo ini." ucap Kevin sambil memegangi seragamnya, "Ah aelah basah juga mana kotor banget!"
"......"
"Salah lo ini, mana jatuh posisinya kaya gitu bikin mereka salah paham kan." ucap Kevin lagi.
__ADS_1
Tiba - tiba saja Azka yang tepat di depan Kevin menghetikan langkahnya, dan berbalik menatap Kevin dari atas hingga bawah.
"Apa lo, liat - liat?" ketus Kevin, tanggannya menyilang di depan dadanya.
"Cih!" Azka melangkah mendekati Kevin, membuat Kevin bergidik ngeri.
"Berhenti disitu!" teriak Kevin yang memancing orang - orang untuk melihat mereka.
Tapi Azka tetaplah Azka, dia jarang sekali mendengarkan perintah orang lain.
"Lo berisik kaya cewek, buang tuh pikiran kotor lo," bisik Azka di telinga Kevin, "tapi boleh juga tuh rotik sobek lo.. gak kaya dulu yang lempeng aja."
Azka terkekeh bisa menjaili Kevin lagi, Kevin terlihat berani namun sebenarnya dia lebih parah dari Attaya yang gampang di goda.
Kevin memelototkan matanya saat mendengar ucapan Azka, tapi detik selanjutnya Kevin juga memiliki caranya agar Azka tidak menjaihilinya.
"Lo suka kan?" tanya Kevin sambil memegang pipi Azka.
"Astagfirullah, kalian masih lanjut disini?" teriak Zian yang menggema di lorong.
"Efek jomblo, lo jadi suka sama yang begituan, Vin? Tapi Azka keren juga sih, wajar lah." ucap Miko meledek.
Sedangkan Devan menutup mata Attaya yang berada di sebelahnya, kebetulan mereka berdua lewat lorong yang dekat dengan toilet.
"Kumat, Ka?" tanya Devan.
Azka tidak menjawab dia lebih memilih meninggalkan mereka semua dengan tersenyum tipis. Entahlah sepertinya sudah lama sekali Azka tidak menjaihili Kevin, mungkin semenjak mereka berdua terlibat salah paham itu.
"Dasar gak pernah berubah orang itu!" gumam Kevin sambil melewati Attaya dan Devan.
..........
"Loh bajunya kenapa kotor?" tanya Azkia saat Azka sudah duduk dibangkunya.
"Kepleset," saut Azka.
Azka hanya menggeleng saja, badannya sudah terasa lelah dan bau. Membuatnya merasa tidak nyaman dan segera ingin pulang kerumah.
"Kok lama banget, dihukum ya?" tanya Devira yang duduk di kursi Devan.
Lagi - lagi Azka hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Devira.
"Aku bawa kaos mau ganti gak?" tanya Azkia.
"Mana muat?" saut Nayla.
"Muatlah orang oversize kok," ucap Azkia yakin.
"Hmm.. mana?" tanya Azka, tangannya sudab menengadah meminta kaos yang di maksud Azkia.
Dengan cepat Azkia membuka tasnya, mengambil bungkusan yang ternyata baju. Jidat Azka mengkerut saat melihat baju yang Azkia keluarkan dari dalam tas.
"Yakin gue harus pake ini?" tanya Azka dengan wajah tidak suka.
"Adanya ini dari pada kamu sakit," jawab Azkia yakin.
"Udahlah pake itu dulu, Ka .... cuma bentar doang kan." ucap Devan yang baru saja sampai.
"Wiuh keren nih warnanya." ucap Attaya sambil terkekeh.
"Nih, biar gak sakit, Ka!"paksa Azkia.
Azka hanya diam saja saat baju itu diletakan ditanggannya, matanya menatap satu persatu teman - temannya.
"Kalo gak mau pake, aku marah!" ucap Azkia tegas.
__ADS_1
"Iya - iya." saut Azka, kemudian dia betjalan menuju toilet.
Untung saja saat ini kelas mereka tidak ada guru hanya di beri tugas untuk mengerjakannya saja, sehingga Azka tidak perlu izin untuk ke toilet.
Setelah beberapa saat Azka kembali kekelas, seketika saja kelas menjadi snagat gaduh saat Azka masuk kedalam kelas.
Azka mengenakan koas berwarna pink, yang entah kenapa sangat cocok di badannya. Sebagian siswi terhipnotis oleh Azka.
Pagi tadi dia terlihat seperti good boy dan sekarang dia terlihat seperti anak baik yang penurut penuh dengan keceriaan. Menghilangkan kesan dingin dan arrogannya.
"Manisnya," ucap Azkia sambil mencubit pelan pipi Azka karena gemas.
"Imutnya ututu," ledek Attaya sambil menurunkan gulungan dilengan Azka.
"Berisik!" kesal Azka, sambil melemparkan seramnya yang kotor ke wajah Attata.
"Bau ogeb!" kesal Attaya sambil menyingkirkannya dari wajah Artaya.
"Cocok banget, Ka ... feminim," celetuk Devan sambil terkekeh.
"Apa lo bilang!" bentak Azka.
"Kiaaa, pacar lo buat gue aja... gue mau yang kaya begituan huaa." rengek Nayla tepat di sebelah Attaya.
"Gak boleh, dia punya gue... Wlee!" dengan cepat Azkia merangkul lengan Azka.
"Jangan rebut pacar sahabatmu anak muda," ucap Devira sambil menutup mata Nayla.
"Kan manis - manis dingin gimana gitu si Azka, gue mau yang kaya gitu, Ra!" menepis tangan Devira.
Attaya kesal mendengar penuturan Nayla, dengan cepat Attaya menarik tangan Nayla agar lebih dekat dengannya.
"Lo sama gue aja!" bisik Attaya membuat Nayla merinding.
Deg!
Deg!
Nayla hanya diam saja sambil memegangi dadanya yang berdetak kencang, pikirannya tiba - tiba maunjadi kosong.
"Nay, Nayla!" teriak Devira.
"Wahh lo apain, Ta.. jadi kesambet gitu?" tanya Devan.
"Hanyo loh, Atta tanggung jawab!" ucap Azkia sambil terkekeh.
"Tanggung jawab apa!" tanya Attaya bingung.
"Hatinya!" celetuk mereka semua kecuali Nayla dan Attaya, Azka dia hanya diam saja sambil menggulung baju lengannya lagi.
Dengan cepat Nayla tersadar dan membuang muka, dia tidak berani menatap Attaya yang berada di depannya. Entah kenapa jantungnya terus berdetak cepat.
"Ra, Ki ... sepetinya gue sakit," ucap Nayla polos.
"Sakit apa?" tanya Devira khawatir.
"Gak tau, jantung gue lagi diskoan." ucap Nayla yang membuat mereka tertawa.
"Yee gue serius kali," ucap Nayla sambil cemberut.
"Ta, tanggung jawab tuh." ledek Azka.
Attaya mengangguk dan menarik tangan Nayla lalu menggenggamnya lembut.
"Na-Nayla, gu-gue su-su," sekita saja Attaya menjadi gagap, tangannya sudah terasa dingin.
__ADS_1
......................................
Hayo loh Atta mau ngomong apa, dan Kevin sama Azka cocok gak haha