Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Kejutan Tak Terduga


__ADS_3

Azka sudah sampai di sungai, dia melihat semuanya sedang berbaris di tepian sungai. Kali ini rintangannya di tepian sungai yang sudah di buat menyerupai halang rintang tentara.


Azka melihat sekeliling mencari Attaya, karena tadi Atta duluan ke pos selanjutnya. Mata Azka menemukan sosok Attaya yang sedang berenang di bawah air terjun. Ya aliran sungai itu merupakan aliran air dari air terjun yang berada tidak jauh dari tempat Azka berdiri sekarang ini.


Namun yang menjadi tempat halang rintang saat ini airnya tidak terlalu dalam bahkan bisa di bilang sangat dangkal, airnya hanya sebatas di bawah lutut saja dan arusnya pun tidak terlalu deras.


Azka sedari tadi masih mencari seseorang yang sudah membuat wajahnya memar semua, ternyata orang yang sedang di cari Azka sedang merayap di halang rintang. Dengan cepat Azka pun mengikuti di belakangnya tanpa Bobo ketahui. Semua halang rintang satu persatu di lewati kini tinggal satu halang rintang yaitu merayap sambil mencari bendera yang sudah di letakkan di bawah halang rintang. Saat Bobo akan keluar dari halang rintang dengan sengaja Azka menarik sarung Bobo dengan hati - hati agar kelihatan seperti melorot sendiri.


Semua orang menertawakan Bobo, bahkan para perempuan pun ada yang berteriak karena malu melihat Bobo. Sedangkan Bobo yang tidak paham kenapa mereka seperti itu pun hanya berjalan dengan santainya tanpa menyadari jika sarungnya sudah tertinggal di dekat halang rintang.


"Bob!" panggil Azka


Merasa ada yang memanggil namanya Bobo balik badan dan melihat Azka disana. Bobo mengerutkan alisanya melihat Azka, "Kayak kenal itu yang di pegang Azka.." batin Bobo. Bobo tidak menyadari jika kain yang di pegang Azka adalah sarung yang dia kenakan.


"Oeee ini punya lo bukan..?" tanya Azka


"Bukan.." jawab cepat Bobo


"Heh liat dulu tuh bawah.." sindir Azka, Bobo mengikutinya saja melihat kebawah dan alhasil Bobo langsung mengumpat dan berlari ke arah Azka.


"Siiaall." umpat Bobo


"Yaudah gue buang aja kan bukan punya lo.." canda Azka


"S**t balikin gak?" kesal Bobo


"Katanya bukan punya lo, ya di buang aja kan dari pada jadi sampah." ledek Azka


"Apa lo bilang sampah?" marah Bobo karena barangnya di bilang sampah oleh Azka.


Dengan cepat Bobo menghajar Azka lagi, hingga Azka tercebur ke dalam air. Dengan cepat Bobo merampas sarungnya dari tangan Azka dan memakainya walaupun sudah basah, dari pada Bobo hanya memakai boxser saja. Azka bangkit dan langsung meninju Bobo juga namun tidak menggunakan kekuatan penuh, bisa - bisa langsung pingsan di tempat Bobo.


Brrruuggghhh


Kembali lagi Bobo menghajar Azka, mereka semua yang berada di dekat Azka dan Bobo langsung saja melerainya namun sayang sulit untuk meredakan emosi Bobo. Attaya yang melihat Azka di pukuli langsung saja menghampirinya, Azkia sebenarnya kasian melihat Azka yang sudah bapak belur tapi dia mengesampingkan perasaan kasiannya itu dengan berpura - pura tidak melihatnya.


"Heh, kenapa ini?" tanya Attaya sambil memapah Azka untuk berdiri.


"Lo gak usah ikut campur, lo tuh juga sama kek dia!" ucap Bobo sambil menunjuk ke arah Attaya dan Azka bergantian.

__ADS_1


"Maksut lo apa?" tanya Attaya yang ikut kesal dengan Bobo.


"Iya kalian berdua itu sama, sama - sama anak nakal yang bisanya cuma gangguin orang! Tanpa mau tau bagaimana perasaan orang yang kalian ganggu itu!" kesal Bobo mengungkapkan uneg - unegnya.


"Cih..!" ucap Azka sambil mengelap bibirnya yang mengelurkan darah.


"Jangan mentang - mentang lo ganteng banyak fans terus jadi songong, seenak jidat lo gangguin kita!" marah Bobo kepada Azka.


"Cih! Emang gue ganteng." ucap Azka dengan pede nya.


"Heh lo kalo punya mulut di jaga ya! Jangan asal nyerocos aja kek cewek lo!" kesal Attaya sambil menunjuk Bobo.


"Fakta itu!" bela Bobo


"Iye fakta gue ganteng!" kata Azka yang semakin membuat Bobo marah.


Attaya mendudukan Azka di sebuah batu, bibirnya masih saja mengelurkan darah. Attaya kemudian menghampiri Bobo yang bediri tak jauh dari Attaya, dengan kesal Attaya langsung saja meninju Bobo tapi sebelum tinjuan itu sampai ke wajah Bobo tangan Attaya sudah di cekal terlebih dahulu oleh Azka.


"Lepasin Ka, gue gak terima sama ucapan dia!" kesal Attaya


Semua yang disitu hanya diam saja melihat kejadian itu, panitia yang berada disitu pun sudah kuwalahan melerai mereka, jadi salah satu dari panitia memanggil Rayhan untuk datang dan mengurusi mereka berdua.


"Cukupp!" teriak Azka yang menjadi kode untuk mereka yang ikut dalam permainan ini.


Kemudian terdengar lah suara petikan gitar dan nyanyian dari mereka yang membuat Bobo berbalik badan menghadap mereka semua.


"Hari ini, hari yang kau tunggu


Bertambah satu tahun, usiamu,


Bahagialah slalu


Yang kuberi, bukan jam dan cincin


Bukan seikat bunga, atau puisi,


Juga kalung hati


Maaf, bukannya pelit,

__ADS_1


Atau nggak mau bermodal dikit


Yang ingin aku, beri padamu


Do'a s'tulus hati ...


Smoga Tuhan, melindungi kamu


Serta tercapai semua angan dan cita citamu


Mudah mudahan diberi umur panjang


Sehat selama lamanya...."


(Jamrud - Selamat Ulang Tahun)


Bobo syok karena baru kali ini Bobo mendapatkan kejutan seperti ini, orang tua Bobo yang sibuk pun terkadang melupakan hari ulang tahun Bobo. Jadi hari ini perasaan Bobo sudah di buat campur aduk, dari yang awalnya kesal marah benci menjadi senang terharu dan sedih.


"Tiup lilinya sekarang juga Boo..." ucap Attaya sambil tertawa.


Bobo memejamkan matanya dan berdoa, kemudian meniup lilinya tapi sayang sudah berulang kali meniup namun gagal lagi. Karena mereka memilih lilin yang susah di padamkan, sampai wajah Bobo menjadi merah karena meniup lilin, setelah berkali - kali akhirnya padam juga lilin itu.


"Nangis aja!" ucap Azka yang sudah melihat cairan bening di sudut mata Bobo.


Spontan saja Bobo meneluk Azka yang berada di sebelahnya, dia menangis haru karena sudah lama sekali Bobo tidak merayakan hari ulang tahunnya bahkan sampai lupa jika hari ini adalah hari ulang tahunnya.


Sedangkan Azka hanya diam saja saat tubuhnya di peluk Bobo.


Flasback


Beberapa hari yang lalu Azka menemukan sebuah dompet, tanpa sengaja dompetnya terbuka dan terlihatlah kartu identitas Bobo dan sebuah foto. Azka mengambilnya dan sekilas melihat sebuah foto sedang tersenyum bahagia, foto tersebut adalah saat Bobo merayakan ulang tahunnya bersama kedua orang tuanya. Terlihat senyum bahagia di dalam foto tersebut, tapi kini senyum itu tidak seperti yang terlihat di foto.


Azka menyadari jika Bobo sama sepertinya sekarang ini, kesepian karena kedua orang tuanya yang sibuk dengan pekerjaannya. Alhasil muncul lah ide untuk memberikan kejutan kepada Bobo dengan semua drama yang dibuat Azka dan teman - temannya.


Flasback off


...Apakah yang akan terjadi setelah itu? ...


............

__ADS_1


..."*Dengan m*engingat hal - hal kecil saja terkadang bisa membuat orang lain bahagia :) "...


......~ nn ~......


__ADS_2