Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Sejak kapan?


__ADS_3

...Jangan berubah ya, tetap perhatian sepeti saat kamu peratma menyukaiku...


...-Azkia A-...


...—————————————————————————...


"Kamu ngrokok?" tanya Azkia.


"...."


"Sejak kapan?" tanya Azkia sambil menatap Azka seolah ingin mendapatkan jawaban jujur dari Azka.


"Entahlah, lupa." jawab Azka sambil memainkan asap yang dia hasilkan dari rokok tersebut.


"Uhukk.. uhukk." Azkia tidak berhenti batuk, Azkia tidak tahan dengan asap sehingga saat dia mencium asap apapun itu dia akan terbatuk untuk beberapa saat.


Azka yang peka langsung saja menjauhkan rokok itu dari Azkia.


"Kamu jangan ngrokok lah, gak baik buat kesehatan...Uhuuk." ucap Azkia sambil terbatuk.


"Tau kok." ucap Azka sambil mematikam rokoknya.


"Kalau tau kenapa masih ngerokok?" tanya Azkia sambil menatap Azka.


"Pengen aja, seenggaknya menghilangkan penat." ucap Azka.


"Berhenti ngrokok, Ka!" kata Azkia memohon dengan sedikit penekanan.


"Susah udah terlanjut kenal." jawab Azka.


Saat Azka ingin mengambil bungkus rokok yang tergeletak diatas meja, tangannya kalah cepat dari Azkia.


"Kamu pilih rokok atau aku?" tanya Azkia sambil menatap mata Azka, matanya masih terlihat merah karena belum lama menangis.


"....." Azka hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Azkia, hal itu membuat Azkia kesal.


"Oh, kalo kamu diam berarti kamu lebih milih rokok itu... oke aku yang pergi!" perkataan Azkia seolah ancaman bagi Azka mengingat Azka yang serius menyayanginya.


Azkia mulai beranjak dari duduknya, namun tangannya di genggam erat oleh Azka.


"Iya - iya gak ngrokok lagi." ucap Azka sambil mendongak melihat wajah cantik Azkia.


"Janji?" tanya Azka sambil menyodorkan jari kelingkingnya di depan wajah Azka.


Azka menaikkan sebelah alisannya, seolah belum paham dengan maksud Azkia yang menyodorkannya jari kelingking.


"Janji gak?" ulang Azkia.


"Janji! .... kalo gak lupa." jari kelingking Azka ia tautkan dengan milik Azkia.


"Ihh kamu mah gitu, kalo udah janji harus di tepatin dong!" Azkia cemberut mendengar jawaban Azka.


"Kan gak bisa langsung berhenti gitu aja, udah jadi candu... kaya kamu." ucap Azka sambil menarik tangan Azkia agar duduk lagi hal itu namun membuat Azkia kesal sekaligus blushing.


"Ya pokoknya jangan ngrokok lagi kalo kamu sayang sama aku dan kalo kamu masih mau sama aku!" Azkia menatap tajam manik mata Azka.

__ADS_1


"Perlahan aku coba kurangin." jawab Azka menatap balik Azkia.


"Bener ya, pokoknya harus bisa gak ngrokok lagi.. soalnya itu gak baik buat paru-paru kamu, apalagi dampaknya itu lebih parah pada perokok pasif dari pada si perokok itu sendiri." ceramah Azkia agar Azka mau berhenti merokok.


"Jadi kalo kamu sayang sama aku, kamu harus berusaha jauhin rokok!" lanjut Azkia.


"Iyaaa saayaang." ucap Azka selembut mungkin dengan menambhaknkan kata sayang pada akhir katanya.


Hal itu membuat Azkia lagi - lagi tersenyum malu, hingga pipinya bersemu merah yang sangat kentara.


"Laper." kata Azka tiba - tiba saja.


"Yaudah kita pesen makan dulu, aku juga laper hehe."


Kemudian mereka memanggil pelayan Vafe untuk memesan makanan, sambil menunggu pesanannya datang Azkia mencoba bertanya tentang Azka yang kabur dari rumah.


"Ka, kalo ada masalah cerita ya sama aku... siapa tau aku bisa bantu." kata Azkia.


"Hmmm." masih setia pada ponselnya.


"Aku serius, kan kita udah janji untuk saling terbuka kan?"


Azka meletakkan ponselnya lalu menatap Azkia, "Mau tahu apa soal aku?" tanya Azka.


"Aku denger kamu kabur dari rumah, kenapa?" tanya Azkia sedikit takut, ia takut pertanyaannya akan membuat Azka marah.


Namum ternyata tidak, Azka menatap dalam manik mata yang terus melihatnya berharap mendengar penjelasan dari Azka agar keiingin tahuannya bisa terobati.


"Kamu tau sendiri kan, hubungan gue sama orang tua gue kaya gimana?"


"Kemaren gue balapan sama anak - anak, biasanya aman gak ada razia."


"Terus?"


"Terus berhentilah kan udah ada kamu." ucap Azka sambil terkekeh.


"Iiih Azka mah gitu, kan aku lagi serius ini dengernya." gerutu Azkia.


"Ya gitu, aku keciduk dibawa ke kantor polisi... papa marah lah pastinya, nih pipi sampe sakit di tampar."


"Makanya gak usah balapan segala, kurang kerjaan banget sih.. mending tuh ya tidur, gakbada untungnya juga balapan." Azkia bicara tanpa hentinya sedangkan Azka dia menutup kupingnya karena malas mendengarkan ocehan Azkia.


"Iya-iya bawel banget!"


"Aku bawel kaya gini tuh artinya perduli sama kamu, kalo aku diem aja dan masa bodo soal kamu dan terserah kamu mau nglakuin apapun... itu artinya aku udah gak perduli lagi sama kamu! Ngerti gak?"


"Iya bu guru!" canda Azka.


"Aku serius Azka!" Azkia jengah dengan Azka yang tidak bisa serius. Entah sejak kapan manusia es ini bisa berubah menjadi sehumoris ini.


"Iya sayang!" ucap Azka lembut sambil mengacak rambut Azkia.


Makanan mereka yang sejak tadi ditunggu sudah siap di depan mereka. Dengan lahap mereka menyantap makanan itu tanpa tersisa sedikit pun.


"Udah sore, pulang yuk!" ajak Azkia.

__ADS_1


"Gue anterin." kata Azka.


"Kan aku bawa mobil sendiri."


"Gue ikutin dari belakang." jawab Azka sambil mengenakan jaketnya.


"Gak usah lah, aku bisa pulanh sendiri... kamu buruan pulang aja, muka mu kelihatan lelah banget itu." tolak Azkia halus.


"Gue gak pulang." jawab Azka sambil berjalan kearah kasir untuk membayar makanan mereka.


"Pulang Azka, apapun yang terjadi mereka orang tua mu pasti khawatir sama kamu." bujuk Azkia sambil memegangi jaket Azka.


"Hmmm.. oke gue pulang ke rumah, tapi gue anterin lo pulang dulu."


"Yaudah terserah." Azkia melangkah keluar dari Cafe diikuti Azka.


"Padahal beneran loh, gak usah dianterin kamu langsung pulang aja." ucap Azkia saat sudah di dalam mobilnya.


"Gak pokoknya gue anterin sampe di depan rumah, ya kali cewek gue pulang sendirian." ucap Azka sedikit kesal.


"Oke, tapi janji pulang ke rumah... awas kalo bohong!" ulang Azkia.


"Iya sayangku yang bawel." ucap Azkia sambil tersenyum tipis.


Kemudian Azkia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menembus jalanan yang sedikit lengah, dibelakangnya ada Azka yang mengikuti Azkia dengan motor sportnya.


Sesekali Azkia melihat spion untuk memastikan apakah Azka masih mengikutinya atau tidak.


Pada saat di lampu merah Azkia tidak melihat keberadaan Azka yang tadi mengikutinya, hal itu membuat Azkia memanyunkan bibirnya karena mengira ucapan Azka hanya bercanda.


Tok tok tok


Tiba - tiba saja kaca mobil Azkia diketuk dari luar, membuat Azkia heran dan mendiamkannya. Karena tak kunjung ada jawaban dari Azkia, kaca mobilnya di ketuk lagi. Hal itu, membuat Azkia terpaksa menurunkan kaca mobilnya.


Dan ternyata ada Azka disebelah mobilnya sambil melambaikan tangannya menyapa Azkia.


"Nyun, udah hijau... jalan duluan gih." kata Azka menyadarkan Azkia dari lamunannya yang terpanah akan keseriusan Azka mengantarnya pulang.


"Eh iya." kata Azkia sambil melajukan mobilnya.


Setelah menumpuh jarak yang lumayan jauh, akhirnya sampai lah dirumah Azkia. Azkia turun dari mobilnya, tangan kirinya menutup pintu mobil dengan kuat membuatnya kaget sendiri.


"Astagfirullah." ucapnya sambil mengusap dadanya karena kaget.


Sedangkan Azka hanya terkekeh melihat kelakuan pacarnya itu, yang terkadang sangat ceroboh. Azka melambaikan tangannya untuk berpamitan kepada Azkia, dengan wajah yang senang Azkia membalas lambaian tangan Azka. Karena Azka mengantarnya hanya sampai gerbang, ia tidak ikut masuk kedalam halaman rumah Azkia.


Setelah itu Azka melajukan motornya saat sudah melihat Azkia benar - benar masuk kedalam rumah.


"Gini ya rasanya punya pacar, ada yang perhatian hehe." gumam Azkia sambil terkekeh melihat Azka yang kekeh mengantarkan dia pulang padahal masing -masing membawa kendaraan sendiri.


......................


Jangan lupa vote gratisnya kaka, atau gift buat dukung author.


Tinggalkan coment juga :)

__ADS_1


Jika ada yang mau masuk grub whatsapp bilang ya :)


__ADS_2