
Setelah Azka sampai di rumah dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang habis terguyur air hujan. Tak butuh waktu lama untuk Azka mandi, setelah itu meminta Bi Mira untuk membuatkan susu jahe agar badanya menjadi hangat dan tidak terserang flu.
"Bi... bbii.." ucap Azka sambil menuruni tangga menuju dapur.
"Iya den, ada apa?" tanya Bi Mira yang menghampiri Azka.
"Tolong buatin susu jahe ya..." perintah Azka.
"Baik, tunggu sebentar ya den." ucap bibi dan di angguki oleh Azka, bibi kembali kedapur untuk membuatkan pesanan susu jahe.
Sambil menunggu susu jahenya jadi Azka memutuskan untuk kembali ke kamarnya namun Azka heran saat mendengar tv menyala di ruang keluarga. "Mama sama papah udah pulang kah?" batin Azka sambil berjalan menuju ruang keluarga.
Ternyata bukan orang tua Azka yang sedang menonton tv melainkan Attaya dan juga Devan, mereka berdua tengah asyik menonton tv sambil makan camilan. Mereka tidak menyadari jika Azka berada di belakang mereka.
"Uhuukk.."
"Eh Azka udah pulang, Ka?" tanya Devan.
"Kalian ngapain di sini?" tanya Azka heran melihat kedua sahabatnya ini
"Ya kita pikir lo butuh kita buat konsultasi." ucap Attaya
"Ha? Konsultasi apaan yang ada kalian berdua tuh yang butuh konsultasi, tugas masih nyontek gue juga." sindir Azka yang memusuk banget di hati Attaya dan Devan.
"Maksut kita bukan konsultasi pelajaran, Ka." kata Attaya
"Lalu?" tanya Azka sambil mengangkat sebelah alisnya ada rasa curiga di pikiran Azka.
"Konsultasi soal ini." ucap Devan sambil menunjuk hati Azka.
"Gue gak sakit." kata Azka sambil menyingkirkan tangan Devan dari dada Azka.
"Itu soal perasaan Ka, astaga lo gak peka banget sih... pantes aja lo gak menyadari jika doi udah suka sama lo." jelas Devan yang agak kesal.
'Doi..? siapa?" tanya Azka bingung pasalnya Akza tidak memiliki doi.
"Tanya sama hati lo Ka, dia yang paling tau isi hati lo." ucap Devan sambil memakan camilannya.
"Cih, dah lah gak ada waktu buat kalian yang gak jelas." ucap Azka yang akan berdiri dari duduknya namun di halangi oleh Attaya.
"Jadi gini Ka, kita mau memberi lo konsultasi cinta gratis karena kita sahabat lo.." jelas Attaya
"Cih gak butuh gue.."
"Ayolah Ka, coba dulu kalo emang lo gak butuh lo gak usah gunain juga kan gak ada ruginya buat lo." bujuk Attaya
"Oke - oke..." ucap Azka pasrah dengan paksaan kedua temannya itu.
__ADS_1
Dari arah dapur munculah bibi Mira yang membawa segelas susu jahe untuk Azka, kemudian menaruhnya diatas meja di bersama dengan camilan milik Atta dan Devan.
"Ini den susu jahenya." ucap bibi
"Taruh situ aja bi... jangan lupa masak makan malam buat kita ya bi.." kata Azka
"Baik, saya permisi kebelakang dulu.." ucap bibi.
"Kek orang tua aja lo minumnya kayak gitu." sindir Attaya
"Suka - suka gue!" kesal Azka
"Santai bos jangan nggas mulu, ntar doinya ketinggalan loh haha.." canda Devan
"Hmmm..." kata Azka yang malas menanggapi kedua temannya itu.
"Jadi gini pelajaran untuk mengetahui kalo lo suka sama doi atau gak." ucap Attaya menjadi sangat serius.
"Pertama, lo akan merasakan sesuatu yang berbeda di dalam hati saat lo bersamanya, atau hanya sekedar membayangkannya saja." ucap Devan dengan seksama.
"Gini bisa di bilang lo ngrasain detak jatung lo lebih cepat dari biasanya." jelas Attaya, sedangkan Azka hanya mengangguk sebagai tanda mengerti.
"Kedua, lo selalu mikirin dia. Tiba - tiba aja teringat saat lo bersamanya waktu yang sudah lo laluin bersama." ucap Devan
"Gak mikirin tuh.." celetuk Azka
"Hmm gini tiba - tiba aja lo kepikiran dia gitu, dan itu membuat lo tersenyum dan meresakan sesuatu yang berbeda di hati lo." jelas Attaya
"Mana ada." bantah Azka, padahal dipikiran Azka terlintas saat melihat Azkia bersama Rayhan beberapa hari lalu saja bisa membuat Azka kesal dan marah - marah.
"Hilih, lo nya aja yang gak sadar." gerutu Attaya.
"Keempat, lo berusaha selalu ada saat dia membutuhkan." ucap Devan. Azka mengingat semua kejadian saat bersama Azkia mulai dari di uks kantin semuanya terulang dengan jelas di benak Azka.
"Ke lima ini.." ucap Devan terpotong karena mihat Azka yang melamun.
"Hoee Ka, kan ketahuan lo lagi jatuh cinta.." ejek Attaya
"Cih, mana ada." bantah Azka
"Yang ke lima, lo selalu bisa jadi diri lo sendiri di depan dia tanpa harus malu sedikit pun. Karena lo berharap dia menyukai lo yang jadi diri lo sendiri bukan orang lain." jelas Devan, karena merasa haus setelah menjelaskan ciri jatuh cinta Devan langsung meneguk habis segelas orange jusnya.
"Hmmm..." ucap Azka
"Lo ngerti gak?" tanya Attaya yang penasaran.
"Ada gak yang bikin lo kaya gitu..?" tanya Devan sambil memakan cemilannya lagi, karena sudah merasa lapar.
__ADS_1
"Ada..." ucap Azka, membuat Attaya yang fokus melihat tv langsung menoleh ke arah Azka yang berada di sebelahnya. Begitu juga dengan Devan yang langsung menghentikan makan camilannya. Attaya dan Devan saling berpandangan seolah mereka tahu siapa orang yang Azka maksutkan.
"Azkia..." ucap mereka bertiga bersamaan, untuk beberapa detik mereka bertiga diam untuk mencerna kata - kata yang baru saja mereka ucapkan.
"Kan apa gue bilang, gue tau lo suka sama Kia makanya gue ngalah kan waktu itu... tapi lo nya aja yang telat banget sadar soal perasaan lo ke Azkia." ucap Attaya yang antusias dengan kejujuran Azka.
"Akhirnya Bad Boy kita jatuh cinta..." kata Devan sambil memeluk Azka begitu juga dengan Attaya.
"Alhamdulillah ya allah.." ucap Attaya sok mendramatisir. Sedangkan Azka hanya menggelengkan kepalanya melihat keluakuan kedua sahabatnya yang abnormal.
"Lebay lo." ucap Azka sambil pergi ke dapur karena perutnya sudah keroncongan.
"Hoee jangan kabur lo, belajar kita belum selesai.." teriak Devan yang melihat Azka pergi ke dapur.
"Laper.." katanya
"Kuy kita bahas sambil makan malam, udah laper banget ini.." ucap Attaya
"Laper? Cemilan lo semua yang habisin masih bilang laper... astaga perut apa karet, Ta?" canda Devan yang menyusul Azka dan Attaya ke dapur.
Kemudian mereka bertiga menyantap makan malam yang sudah di siapkan oleh Bi Mira, makanan yang di masak tidak banyak namun favorit dari mereka bertiga. Karena sudah lama mereka bersahabat jadi bibi sampai hapal makanan kesukaan mereka.
"Ka, lo harus ungkapin perasaan lo secepatnya sama Azkia. Keburu dia berubah fikiran dan nerima Rayhan.." ucap Attaya sambil memakan udang goreng.
"Bener itu, jangan kalah sebelum bertanding, Ka." kata Devan
"Hmm... gue harus gimana..?" tanya Azka kepada kedua sahabatnya itu.
"Telephone dia atau chat, lo ada nomer dia kan?" tanya Devan, sedangkan Azka hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak punya.
"Astaga parah banget si lo, padahal lo itu satu bangku kan.." geram Attaya sambil mengambil udang goreng lagi.
"Santai oee, kita belum kebagian.." rebut Devan saat melihat udang goreng sepiring di ambil Attaya
"Lah mau gimana emang gak pernah tukeran nomer hp, tapi gue dah beberapa kali ke rumahnya dan ketemu sama ortunya.." ucap Azka santai membuat Attaya dan Devan tersedak lagi.
"Astaga bos gue keren banget." ucap Devan sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Langsung main kerumah dong ketemu camer.." canda Attaya yang mendapatkan lemparan kerupuk dari Azka.
Suasana makan malam Azka tidak sepi seperti biasanya jika kedua sahabatnya ini makan malam dirumahnya bahkan sampai menginap, ya karena Azka anak tunggal menjadikannya selalu sendirian dirumah.
Setelah kenyang mereka menuju kamar Azka untuk membahas banyak hal lagi, dan memikirkan cara bagaimana agar Azkia tidak menerima Rayhan. Kalo perlu adu fisik pun Attaya dan Devan siap membantu.
.........
..."Berjuanglah selagi masih ada kesempatan, Yakinlah jika kau akan mendapatkannya..."...
__ADS_1
.........
Kalo di tamatin gimana ?