
Sejak pagi langit sudah nampak mendung, seoalah tidak membiarkan matahari menampakkan cahaya. Azkia yang baru saja selesai kuliah hanya bisa berdiri menatap langit mendung, yang sudah terlihat rintikan air hujan membasahi bumi.
Azkia menengadahkan tangannya, membiarkan tangannya basah dengan air hujan. Tiba-tiba saja ada suara yang mengangetkan Azkia.
"Nanti sakit!" kata orang itu.
Spontan saja Azkia menoleh kebelakang, hingga ia tidak menyadari jika lantai yang ia pijak basah.
Hampir saja membuat Azkia terjatuh, untung orang itu berhasil menarik tangan Azkia. Poisis mereka saat ini sangat membuat orang salah paham saat melihatnya.
Tangan kanan Azkia dipegang erat oleh orang itu, sedangkan dipinggangnya melingkar tangan kekar menopang tubuh Azkia agar tidak jatuh. Mata mereka saling terkunci pada satu titik. Suara rintih hujan membuat suasana lebih syahdu.
Deg!
Deg!
Suara debaran jantung Rayhan terdengar begitu kencang, membuatnya sedikit salah tingkah.
"Kak Rayhan!" ucap Azkia sambil melepaskan tangannya dan menjauh dari Rayhan.
"Eh maaf, bukan maksud aku buat meluk kamu, tadi reflek kamu hampir terpeleset," ucap Rayhan sedikit canggung.
Begitu juga dengan Azkia, ia sangat canggung dengan posisi mereka barusan.
"Iya, makasih kak!" ucap Azkia.
Setelah itu tidak ada percakapan lagi diantara mereka berdua. Hanya sesekali Rayhan melirik gadis yang dulu pernah menjadi cinta pertamanya itu.
"Kenapa setelah aku bisa sedikit melupakanmu, kamu hadir lagi di dalam hidupku," batin Rayhan.
"Kenapa ketemu lagi, sih?" batin Azkia.
Azkia sudah tidak bisa menghitung berapa kali ia bertemu Rayhan tanpa disengaja.
Semakin Azkia menjaga jarak semakin sering pula ia bertemu dengan Rayhan. Entah suatu kebetulan atas ketidak sengajaan yang telah direncanakan.
Seperti saat ini, tanpa sengaja lagi-lagi Azkia bertemu dengan Rayhan.
"Kamu?" ucap Rayhan yang bersamaan dengan Azkia.
"Kak!"
"Kamu duluan aja, mau ngomong apa?" tanya Rayhan.
"Apa ya, lupa hehe." Azkia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Lagi nungguin Azka, ya?" tanya Rayhan basa-basi. Pasalnya ia belum mengetahui jika Azka berada diluar negeri.
"Gak kok, lagi mau ke parkiran tapi lupa gak bawa payung," ucap Azkia ragu.
"Ohh, kirain lagi nunggu Azka," saut Rayhan sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya.
Azkia hanya tersenyum menanggapinya, ia bingung harus memulai obrolan apa dengan mantan ketua osisnya itu.
"Udah lama, ya?" ucap Rayhan membuat Azkia menatapnya bingung.
"Lama apa?" tanya Azkia.
"Udah lama kita gak ngobrol seperti ini, biasanya ketemu pun cuma saling sapa aja," jawab Rayhan sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Rayhan yang merasa ditatap menoleh kearah Azkia.
"Eh, iya hehee," jawab Azkia.
"Gimana kabar kamu selama hampir dua tahun ini?" tanya Rayhan.
"Ya gitulah, kak... banyak yang udah berubah, banyak kejutan tak terduga." Azkia menatap lurus kedepan, terlihat kerinduan yang sangat besar dari tatapannya.
"Iya, suatu kejutan bisa bertemu denganmu lagi," gumam Rayhan.
"Hah! Kakak bilang apa?" tanya Azkia menoleh ke arah Rayhan.
"Lupain aja," ucapnya sambil menepuk kepala Azkia.
"Gimana hubunganmu sama Azka?" tanya Rayhan.
"Emm, baik kok kak... banyak masalah juga udah biasa kan dalam suatu hubungan," jawab Azkia.
"Iya, tapi sulit buat aku," kata Rayhan asal.
"Sulit?" ulang Azkia.
"Sulit melupakan gadis yang mampu mencuri hatiku," kata Rayhan sambil menatap Azkia sendu.
Azkia hanya diam saja, ia juga menatap Rayhan. Tidak dipungkiri pesona Rayhan tidak hilang, semakin kesini semakin terlihat berwibawa dan dewasa. Soal kegantengannya jangan di tanya, ia semakin tampan. Rayhan termasuk salah satu mahasiswa terkenal di fakultasnya, bukan karena tampangnya saja tapi kepintarannya juga.
"Eheemm," deheman dari seseorang itu membuat mereka berdua mematahkan pandangannya dan menoleh kearah suara itu.
"Attaya! Nayla!" ucap Azkia.
"Kalian ngapain berduaan disini?" tanya Attaya sedikit sinis.
"Nunggu hujan reda," saut Rayhan.
"Kok bisa berduaan?" tanya Attaya lagi.
"Gak sengaja ketemu," jawab Rayhan jujue.
"Kaka dari fakultas desain juga?" tanya Nayla.
"Bukan," singkat Rayhan.
Sikap Rayhan berubah tidak hangat seperti tadi saat hanya berdua saja dengan Azkia.
"Terus dari fakultas apa?" tanya Attaya sudah seperti reporter televisi.
"Kedokteran," singkat Rayhan.
"WHAT!!" teriak Attaya dan Nayla bersamaan.
"Suuttt berisik kalian ini," kata Azkia sambil menutup mulut Nayla.
"Fakultas kedokteran kenapa bisa nyasar kesini?" tanya Attaya.
"Tadi nyamperin temen," jawab Rayhan.
"Bukan mau deketin Azkia lagi kan, kak?" tanya Nayla.
"NAYLA!" pekik Azkia sambil menginjak kakinya.
__ADS_1
"Sakit tau," gerutu Nayla.
"Jawab dong!" sinis Attaya.
"Kalau boleh kenapa gak?" ucapan Rayhan yang sulit dicerna oleh mereka bertiga.
"Maksudnya apa, lo mau deketin Azkia lagi?" kesal Attaya.
Rayhan tidak menanggapinya, ia berpamitan kepada Azkia karena hujan sudah mulai reda.
"Ki, aku duluan," ucap Rayhan sambil menepuk bahu Azkia.
"I-iya, kak... hati-hati," jawab Azkia.
"Heh! Lo belum jawab pertanyaan gue, jelasin maksud lo apa bilang kaya gitu!" geram Attaya.
Sedangkan Rayhan hanya melambaikan tangannya sambil berlalu pergi.
Setelah kepergian Rayhan, Attaya dan Nayla menatap Azkia dengan penuh tanda tanya. Mereka berdua seolah sedang meminta penjelasan kepada Azkia soal keberaamaannya dengan Rayhan.
Seseorang yang pernah mengejar Azkia, Attaya takut jika kehadiran Rayhan akan membuat hati Azkia goyah terlebih lagi saat ini Azka yang sedang jauh disana.
"Jelasin! Atau gue bilang ke Azka!" ancam Attaya.
"Apaan sih lo, Ta? Gue sama kak Rayhan tuh gak ada hubungan apapun, kita ketemu juga gak sengaja!" jelas Azkia.
"Terus kenapa kalian saling tatap gitu?" tanya Nayla.
"Gak ada, cuma liat dia bentar doang tadi tuh dan gak sengaja dia juga pas liat gue... jadi kesannya kaya saling tatap gitu," kata Azkia sambil melangkah dan diikuti Attaya juga Nayla.
"Yang bener?" tanya Attaya.
Azkia menghembuskan nafasnya seolah sedang mengatur hatinya agar tidak marah, "Bener Attaya Putra!"
"Bagus deh, lo harus inget ada Azka yang lagi berjuang demi lo!" tegas Attaya agar Azkia sadar siapa pemilik hatinya.
"Gue tau," singkat Azkia lalu pergi begitu saja.
"Azkiaaa!" panggil Nayla namun tidak dihiraukan.
"Udah biarin aja," saut Attaya.
"Kamu beb, jangan galak-galak sama cewek.. apalagi Azkia, dia lagi LDR an sama Azka.. pasti berat buat dia," saran Nayla sambil menggandeng lengan Attaya.
"Reflek tadi, kan kita dapat amanat dari Azka suruh jagain Azkia." Attaya mencoba mengingatkan Nayla.
"Iya, juga sih beb." kata Nayla.
"Nanti aku mau kasih tau Azka, biar dia hati-hati." jelas Attaya.
"Biar dia pulang, ya?" tanya Nayla sambil terkekeh.
"Siapa tau, kan?" ucap Attaya sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Nayla memcubit lengan Attaya gemas.
......................
Bakalan author Skip kok tenang aja.. Author dah gak semangat nulis soalnya wkwk
__ADS_1