
Setelah sampai di kantin mereka menemukan sahabat mereka berdua yang sudah lebih dulu berada di kantin, Azkia menghampiri mereka sedangkan Azka memesan makanan untuknya dan juga Azkia.
Setelah pesannya sudah jadi Azka langsung membawanya menuju meja dimana Azkia dan juga sahabatnya berada.
"Nih." ucap Azka menyodorkan satu porsi nasi goreng kepada Azkia dan satu porsi lagi untuknya sendiri.
"Makasih." balas Azkia sambil tersenyum manis kepada Azka.
"Hilih yang udah baikan." sindir Attaya.
"Jangan gitu nanti beruang kutubnya ngambek lagi susah bujuknya." canda Azkia.
Kemudian mereka semua tertawa mendengar candaan Azkia, namun tidak dengan Azka dia hanya diam saja sambil terus memainkan sendoknya tanpa ada niatan untuk memakan nasi gorengnya.
"Itu makanan, Ka bukan mainan!" seru Devan yang melihat Azka hanya memainkan sendoknya.
"Kenapa gak di makan?" tanya Azkia yang sudah melihat Azka.
"Malas." singkat Azka.
"Kode tuh, Ki!" canda Nayla.
"Dedek Azka mau di suapain babang tanvan ini?" canda Attaya sambil menyodorkan sendok ke arah Azka.
"Cih, jijik weh." keluh Azka sambil bergeser menjauh dari Attaya.
Bukan Attaya namanya jika dia tidak bisa membuat Azka kesal, "Ayoo a aa, pesawatnya udah terbang ini ayo buka mulutnya." canda Attaya yang berusaha menyuapi Azka.
"Gue bukan boc—" ucapan Azka terpotong saat mulutnya penuh dengan nasi goreng. Iya Attaya berhasil menyuapi Azka saat Azka tengah mengoceh memarahi Attaya dengan gesit Attaya langsung memasukan satu sendok nasi goreng ke mulut Azka.
"Hahahaa.." mereka semua tertawa melihat kelakuan Azka dan juga Attaya.
"Mau lagi?" tanya Attaya, tangannya akan menyendokan nasi goreng lagi dari piring Azka.
"Gak, gue bisa makan sendiri." tolak Azka sambil menjauhkan piring nasi gorengnya dari hadapan Attaya.
"Yaudah makan dari kemaren kan lo belum makan." perintah Devan.
"Hm." ucap Azka malas sambil melirik Azkia.
"Kenapa?" tanya Azkia, lalu Azka hanya memberikan kode dengan cara melihat Azkia kemudian nasi gorengnya.
Untuk beberapa saat Azka tidak paham dengan kode yang di berikan Azka, kemudian Azka mengulanginya lagi membuat Azkia mengangguk mengerti.
"Bilang lah jangan main kode, aku bukan anak dukun yang paham sama kode tatapan doang." ucap Azkia sambil mengambil piring Azka.
Kemudian dengan perlahan Azkia menyendokan nasi goreng tersebut, dengan telaten Azkia menyuapi Azka. Sedangkan Attaya, Devan, Devira dan juga Nayla langsung saja meninggalkan mereka berdua karena melihat keuwuan Azka dan Azkia.
__ADS_1
"Hey kalian mau kemana?" teriak Azkia.
"Males liat orang bucin!" teriak Devira sambil melambaikan tangannya kepada Azkia.
"Udah biarin aja mereka pergi, gue belum kenyang!" ucap Azka menyadarkan Azkia jika di sebelahnya masih ada Azka.
"Yaudah terusin makannya, aku tungguin." kata Azkia.
"Suapin lagi lah." pinta Azka
"Gak mau, malu diliatin banyak orang." keluh Azkia sambil melihat sekeliling mereka yang ramai dengan siswa lainnya.
"Yaudah gak mau makan!" ucap Azka sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.
"Cih, merajuk! nanti jelek loh." canda Azkia.
"Sayang gak..... sayang gak?"
"Ya sayanglah masa engaakk.." jawab Azkia menirukan suara yang biasa dia dengar di tiktok.
"Aaa.. ayo buka mulutnya jangan ngambek mulu." ucap Azkia sambil menyodorkan satu sendok nasi goreng di depan mulut Azka.
Azka yang melihat itu langsung saja membuka mulutnya dengan bahagia, kemudian Azkia menyuapkan nasi gorengnya. Tapi belum sempat suapan itu masuk kedalam mulut Azka, dengan gerakan cepat Azkia langsung melahapnya.
"Aaeemm.. nyam nyam." ucap Azkia sambil mengunyah, nasi goreng itu dia suapkan sendiri ke dalam mulutnya. Entah kenapa Azkia sangat suka menggoda Azka agar dirinya menjadi kesal, bagi Azkia wajah Azka akan terlihat lucu seperti anak kecil yang sedang ngambek.
"Marah?" tanya Azkia, sambil melihat Azka yang tidak melihatnya saat menjawab pertanyaan Azkia. Tanpa mengucapkan sepatah kata Azkia langsung saja menyuapi Azka, Azka yang melihat itu pun dengan senang menerima suapan demi suapan hingga nasi goreng itu habis tidak tersisa.
"Dasar manja!" ledek Azkia sambil berjalan di sebelah Azka.
"Manja sama pacar sendiri ini." jawab Azka dengan tampang coolnya sedangkan Azkia hanya memutar bola matanya dengan malas.
......................
"Ini mau diapain fotonya, Sis?" tanya Rima sambil melihat semua foto - foto yang sudah dia ambil tadi.
"Gue mau buat anak baru itu merasakan rasanya dikhianati orang yang diasayangi hahaa." jawab Siska sambil tersenyum jahat.
"Ketawa lo nakutin, Sis." ucap Syla polos.
"Suuuttt, mulut jangan jujur - jujur banget bisa habis lo!" ucap Rima sambil memberikan kode kepada Syla agar diam, Syla mengangguk paham.
"Rim, lo kirim foto itu ke grub sekolah... jangan lupa tambahin kata - kata supaya orang makin yakin soal hubungan gue sama Azka." perintah Siska kepada Rima sambil membayangkan apa yang akan terjadu selanjutnya.
"Siiaaapp!!" kata Rima, sedangkan Syla hanya diam saja mengamati mereka berdua.
"Kalo gue gak bisa dapetin Azka, cewek manapun juga gak akan ada yang bisa dapetin Azka hahaa." kata Siska dengan menahan emosinya, sedangkan Rima dan Syla hanya mengangguk saja mendengar ucapan Siska.
__ADS_1
"Cinta sudah membuat seseorang menjadi buta." ucap Syla sambil melihat Siska dengan prihatin.
"Bener makanya gue sampai ini belum mau pacaran, takut jadi buta wkwk." bisik Rima di telinga Syla.
"Bilang aja kalo gak laku haha." sindir Syla yang tepat sasaran sekali untuk Rima.
"Hiks sakit tapi tidak berdarah.. perih!" sedih Rima dengan perkataaan Syla yang memang benar adanya.
"Udah belum?" tanya Siska tiba tiba.
"Udah Sis tinggal kirim aja sih." jawab Rima sambil memperlihatkan hasil kerjanya.
"Bagus - bagus, buruan kirim gue udah gak sabar liat reaksi itu anak baru... berani macem - macem sama Siska akan tamat hahaa." kata Siska sambil memberikan kembali ponsel Rima.
Brukk
"Siapa?" teriak Siska.
Tiba - tiba saja ada suara seseorang jatuh di depan kelasnya, dengan cepat Siska keluar dari dalam kelas dan ternyata hanya menemukan seekor kucing yang menjatuhkan kotak sampah.
"Kirain ada orang, bisa gagal rencana gue kalo ketahuan orang lain." gumam Siska sambil berjalan kembali kedalam kelas.
......................
Mikael masih sibuk dengan semua lonba yang ada karena dia merupakan ketua kelas jadi harus mengurusi semuanya. Mikael terlihat sedang membeli minuman kemudian dia teringat jika dirinya sudah lama tidak melihat Siska yang membuatnya rindu.
"Perasaan baru kemaren ketemu tapi udah berasa udah lama aja." gumam Mikael sambil memikirkan Siska.
Dengan santainya Mikael berjalan menuju kelas Siska dan berharap bisa menemukannya disana karena Mikael tidak menemukan Siska di kantin.
Setelah sampai di depan ruang kelas Siska, Mikael akan langsung masuk menemui Siska namun niatnya diurungkan begitu saja saat Mikael mendengar Siska menyebut nama Azka.
Mikael yang penasaran dengan apa yang Siska lakukan memilih diam di posisinya sekarang ini sambil mendengarkan pembicaraan Siska dan kedua temannya.
Walaupun tidak begitu jelas rencana apa yang akan Siska lakukan, yang jelas Mikael mendengar jika tidak akan membiarkan siapapun mendapatkan Azka.
Mikael ingin pergi dari situ karena tidak seharusnya dia menguping seperti ini, namun sayang saat berbalik Mikael tidak sengaja menabrak tempat sampah alhasil membuat tempat sambah itu jatuh berserakan.
Bruukk
"Siapa?" suara Siska terdengar dari dalam membuat Mikael menjadi panik, dengan cepat Mikael bersembunyi di balik pintu agar tidak ketahuan oleh Siska.
Mikael bisa bernafas lega setelah Siska kembali kedalam kelasnya, "Hampir saja gue ketahuan... btw makasih ya cing, dia ngira kalo lo yang nabarak tuh tempat sampah haha... dah gue pergi dulu sebelum ketahuan." ucap Mikael kepada kucing yang ada di dekat tempat sampah.
..........
......"Percayalah aku bersikap manja dan terkesan seperti anak kecil hanya di hadapnmu, karema kamu bisa membuatku merasanya nyaman"......
__ADS_1
...— Azka / EH—...