Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Pelangi yang Indah


__ADS_3

Azka berlari kesan kemari mencari Azkia, lalu dari kejauhan Azka melihat sosok perempuan yang membelakanginya, dia mirip seperti Azkia. Azka menghampirinya dan memegang bahu perempuan tersebut, namun setelah perempuan itu menoleh ternyatq bukan Azkia.


"Azkia!" panggil Azka


"Siapa?" ucap perempuan itu sambil menoleh ke arah Azka


"Eh maaf salah orang.." ucap Azka merasa tidak enak.


"Iya kak gak papa.." ucap perempuan itu, kemudian Azka kembali mencari Azkia, dia melihat sosok yang mirip seperti Azkia lagi. Perempuan itu berdiri di dekat wahana komidi putar, sambil memegangi lengannya yang mungkin terasa sedikit dingin.


Hujan sudah mulai reda, hanya tersisah rintik rintih kecil saja. Azka mendekati perempuan itu, perlahan untuk memastikan apakah itu benar Azkia agar dia tidak salah orang seperti tadi.


Cahaya matahari mulai muncul sedikit di balik awan mendung, yang masih menyisahkan rintik hujan. Kali ini Azka tidak salah lagi, perempuan itu memang benar Azkia.


"Kiaa..!" panggil Azka, orang yang di panggil menoleh seakan ada efek slow sehingga membuat Azka terpesona akan wajah Azkia yang sedikit basah terkena hujan tadi.


"Iya!" jawabnya


"Lo kemana aja, gue nyariin lo kemana - mana! Kenapa tadi gak bareng yang lain byat neduh malah ilang sendiri.. Kalo lo kenapa - kenapa gimana?" ucap Azka tanpa henti sambil memegang kedua lengan Azkia, terpancar kepanikan dari wajah Azka


Azkia hanya diam saja melihat Azka yang begitu panik saat dia terpisah dari yang lain. Ada rasa hangat di hati Azkia saat menyaksikan kekhawatiran dari Azka, rasa yang berbeda dari biasanya Azkia rasakan. Tanpa Azkia sadari dia meneteskan air mata yang membasahi pilinya.


"Kenapa? Ada yang luka? Mana yang sakit?" tanya Azka sambil melihat tangan Azkia jika ada yang terluka, namun Azkiq hanya menggeleng kan kepalanya pelan dengan air mata masih terus menetes


"Terus kenapa? Ada yang jahatin lo? Bilang sama gue, biar gue kasih pelajaran!" ucap Azka sambil melihat sekeliling, tiba tiba saja tangannya di genggam oleh Azkia membuat Azka menoleh ke arah tangan yang di genggang erat.


"Gue baik - baik aja." ucap Azkia


"Terus kenapa lo nangis?" tanya Azka sambil memegang pipi Azkia, mengusap air mata yang terus menetes dari sudut matanya.


Entah kenapa saat itu Azkia tidak mampu mengucapkan kata - kata dia hanya bisa memangis, bukan karena dia ketakutan atau sedih namun dia merasakan sangat senang jika ada yang sebegitu perduli dan khawatir saat Azkia tersesat dari rombongan lainnya.


Azka bingung harus bagaimana, karena Azkia hanya diam saja namun air matanya terus menetes. Kemudian Azkia mengingat perkataan Devan jika perempuan menangis dia hanya ingin di tanya kenapa ada masalah apa, namun jika masih saja diam peluklah dia. Karena pelukan bisa menguatkan seseorang tanpa harus banyak kata yang terucap dari mulut.


Dengan perlahan Azka mendekap Azkia dalam pelukannya, mengusap pelan kepala Azkia. Sambil berbisik "Udah gak papa, ada gue disini. Gue gak akan ninggalin lo.." sambil terus mengusap kepala Azkia pelan agar dia berhenti menangis.


Azkia yang mendapatkan perlakuan seperti itu tangisnya semakin menjadi. karena sebenarnya Azkia merasa ketakutan saat tersesat sendirian seperti tadi, membuat luka lama Azkia terulang lagi. Saat dirinya masih kecil dia pernah tersesat juga di taman bermain, ini lah yang membuat Azkia menangis sejadinya dalam pelukan Azka. Azkia mempererat pelukannya, rasa takut yang dulu pernah dia rasakan kini muncul lagi. Namun dalam pelukan hangat Azka seolah ada sihir yang membuatnya tenang dan nyaman.

__ADS_1


"Jangan erat banget gue gak bisa nafas.." canda Azka sambil tersenyum


"Ihh.." keluh Azkia sambil melepaekan pelukannya.


"Udah tenang?" tanya Azka, Azkia hanya mengangguk karena dia malu sudah memeluk Azka sangat erat.


"Eh liat ada pelangi.." ucap Azka sambil menunjuk ke arah langit, ada pelangi yang terlihat indah. Ya karena saat Azka memeluk Azkia tadi muncullah pelangi sehabis hujan reda.


"Waoow udah lama banget gak liat pelangi.." ucap Azkia sambil terus menandangi pelanginya.


"Lebih indah senyum orang yang berada di depan gue.." ucap Azka


"Ehh?" tanya Azkia bingung


"Lupakan!" kata Azka


Azkia tidak menanggapi Azka lagi, karena dia sudah terfokus pada komidi putar yang berada di belakang mereka. Azkia terus melihatnya seolah ingin segera bermain wahana tersebut. Azka yang melihat Azkia pun menyadarinya, saat Azkia memandangi komidi putar dengan tatapan penuh harap.


"Mau naik?" tanya Azka kepada Azkia yang masih menatap komidi putar.


Kemudian Azka menggandeng tangan Azkia mengajaknya ke loket tiket untuk naik wahana komidi putar.


"Pak tiketnya satu." ucap Azka sambil menyerahkan selembar uang kepada petugas tiket.


"Kok cuma satu?" tanya Azkia heran


"Lo aja yang naik, gue gak." ucap Azka sambil menyuruh Azkia naik.


"Kok gitu?" ucap Azkia dengan sedikit cemberut


"Gue tunggu di luar saja oke? Tenang, gak bakal gue tinggalin kok." ucap Azka sambil mencubit pipi Azkia, Azkia mengangguk menyetujui perkataan Azka. Kemudian dia duduk disalah satu heran yang dia pilih di komidi putar.


Saat komidi putar berjalan Azkia tersenyum senang seperti anak kecil, wajah Azkia terlihat sangat bahagia seolah dia melupakan kesedihan yang baru saja dia rasakan.


Azkia sempat melambai - lambaik ke arah Azka saat komidi putar yang Azkia tunggai melewati di depan Azka. Azka tersenyum melihat itu, tingkah Azkia memang beda dari perempuan lainnya yang selalu jaim jika di depan orang yang di sukainya. Namun tidak dengan Azkia, dia selalu bersikap apa adanya yang ada pada dirinya karena bagi Azkia jika orang tersebut benar - benar menyukai Azkia dia kan menerima semua yang Azkia miliki termasuk kekurangannya sekalipun.


"Cih, dasar bocil." ucap Azka sambil menutupi mulut nya yang sedang tersenyum melihat Azkia

__ADS_1


"Azkaaa..." panggil Azkia sambil melambaikan tangannya seperti anak kecil.


Azka pun hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya juga ke arah Azkia. Kemudian Azka mengambil ponselnya, dengan cepat Azka memotret Azkia saat tersenyum manis kepadanya.


"Cantik.." gumam Azka sambil melihat layar ponselnya



Azka berteriak kepada Azkia saat komidi putar yang di naiki Azkia lewat di depannya.


"Kia, gue pergi sebentar lo jangan kemana - mana, Oke?!" kata Azka kepada Azkia, Azkia yang mendengarnya langsung mengangguk dan tersenyum, tak lupa jarinya membentuk simbol Oke!


Kemudian Azka meninggalkan Azkia sebentar saja, Azka segera pergi ke tempat Devan dan juga Attaya yang sudah menyiapkan Bunga mawar dan juga balon. Untuk kali ini rencananya akan dia lakukan sendiri karena sahabatnya terpencar saat hujan tadi.


"Harus berhasil.." ucap Azka menyemangati dirinya sendiri.


Sedangkan Azkia yang sudah selesai naik wahana komidi putar pun keluar dari area permainan dan menunggu Azka di depan wahana tersebut.


"Azka mana sih lama banget.." ucap Azkia sambil celingukan mencari keberadaan Azka, Azkia ingin menghubungi Azka namun sayang batrai ponselnya sudah lobet dari tadi.


"Katanya pergi sebentar ternyata lama.. Eh kok kaya lirik lagu sih.." ucap Azkia yang masih mencari keberadaan Azka, siapa tau di sudah kembali.


Ketika Azkia berbalik tiba - tiba saja.......


...........


..."*Kau tau? Kamu adalah seseorang yang selalu ku semogakan dalam doaku.."...


...-E H*-...


............


Don't forget!


Tinggalkan jejak kalian di kolom comentar, dan like rate karya ini, dan jangan lupa Klik Vote sebelah hadiah terimakasih ^.^


...Terimakasih! Fighting!...

__ADS_1


__ADS_2