Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Malu - maluin


__ADS_3

Hari ini Siska akan melakukan rencananya kemaren, rencana yang hanya di ketahui oleh Siska, Rima dan Syla saja.


Mereka bertiga berangkat bersama dalam satu mobil, supaya lebih mudah mengatur siasat untuk memberi pelajaran kepada Kia.


"Udah gak sabar ini pengen ngerjain itu anak.." kata Siska sambil mengemudikan mobilnya


"Sama Sis.."


"Emang ngerjain apa sih?" kata Syla yang agak oneng


"Udahlah nanti ngikut aja Syl.." saran Rima


Perlahan mobil mereka masuk ke area parkiran sekolah, dan memarkirkannya dengan rapi. Tak butuh waktu lama mereka langsung saja keluar menuju kelas. Gaya mereka sudah mengalakan model saja, mereka termasuk golongan cewek cantik tapi masik kalah dengan Azkia karena Azkia juga ada manis - manisnya.


Setelah sampai di kelas mereka tidak langsung menuju kelasnya, tapi mereka langsung saja ke kelas Azka. Untungnya kelas masih sepi jadi Siska bisa melaksanakan rencananya.


Siska masuk kedalam kelas Azka sedangkan kedua temannya menunggu di luar pintu untuk berjaga. Siska menuju bangku yang di tempati Azkia, dengan melihat kanan kiri dia memasukan sesuatu ke dalam laci meja Azkia.


Setelah di rasa sudah masuk Siska langsung pergi dari situ, sebelum ada yang mencurigainya. Dia memilih ke kantin sebentar membeli minuman sebelum milihat pertunjukan yang dia buat.


Tak lama setelah itu sekolah mulai ramai, begitupun dengan kelas XI IPS 1 kelasnya Azka. Azka Atta dan Devan sudah datang dan duduk di kursinya, tumben sekali mereka tidak terlambat.


"Selamat Pagii Semuaa...." suara dari arah pintu masuk kelas, membuat semua orang harus melihat ke asal suara tersebut.


"Pagiii juga..." sautan yang ada di dalam kelas.


"Too..."


"Morning.." jawaban mereka semua dengan bahasanya sendiri sendiri.


Kemudian Kia berjalan menuju bangkunya, di sana dia juga menyapa teman - temannya itu, kecuali Azka dia diam saja tidak mau menyauti sapaan dari Azkia.


"Morning man temana.." ucap Azkia dengan senyum cerahnya.


"too.. " jawab Devan


"Morning too baby." goda Atta


"Morning." jawab Devira dan Nayla bersamaan.


Kemudian Azkia duduk di bangkunya dengan senyum tidak hentinya pergi dari sudut bibir Azkia. Itu membuat teman - temannya heran.


"Azkia..?" panggil Nayla


"Iya Nayla kenapa?" jawab Azkia


Kemudian Devira memegang dahi Kia dan dahinya sendiri secara bergantian. Mungkin saja obat Azkia habis jadi seperti itu.


"Gak panas sih, tapi kok..." kata Devira


"Hmm obat gue gak habis!" kesal Azkia

__ADS_1


"Terus kenapa senyum - senyum terus dari tadi..?" tanya Nayla


"Karna gue tidur nyenyak gak harus manjat tembok lagi gara - gar telat hahaa..." ucap Kia sambil tertawa riang.


"Aneh.." gumam Azka yang masih mampu terdengar oleh Azkia


"Siapa...?" tanya Azkia


"Yang nanya_-|" ucap Azka membuat Azkia sebal.


"Huhh...!" kesalnya


Dengan kesal Azkia memasukan buku pelajarannya ke dalam laci, yang akan di gunakan nanti jika guru sudah datang. Namun tiba - tiba saja Azkia berteriak membuat semua orang yang berada di dalam kelas XI IPS 1 melihat ke arah Azkia.


"Waaaaaa....." teriaknya sambil naik ke atas kursi


"Kenapa..?" tanya datar Azka


"I-itu di dalam laci ada yang gerak - gerak..." ucap Azkia terbata bata


Devan yang penasaran apa yang ada di dalam loker Azkia langsung saja meliahtnya, dan Devan menemukan sebuah surat ancaman dan ada beberapa tikus. Devan mengambil surat itu dan tikus itu, tanpa Devan sadari tikus itu berada tepat di wajah Azkia membuatnya kaget dan langsung saja bersembunyi di lengan Azka yang sedang berdiri


"Singkiriin i-itu dari muka gue..." teriak Azkia


"Heleh cuma tikus lo takut..?" tanya Devan


"Gue geli liatnya.. kalo hamster mah gak takut gue.." teriak Azkia yang masih bersembunyi di lengan Azka


"Cemen..." ledek Azka


"Baiklah.." kata Devan dan akan pergi keluar membuang tikus itu.


"Eh tunggu deh Van, itu kertas apa..?" tanya Nayla


"Entah.. Nih.." sambil menyerah kan kertas kepada Nayla


Devam membuang tikus itu, tapi karna Devan usil jadi setiap teman yang di lewatinya di takut - takuti dulu, apalagi kaum cewek mereka berteriak saat Devan menyodorkan tikus itu kepada mereka.


Sedangkan Devira mulai membuka isi surat tersebut dengan perlahan, membuat semuanya menjadi tegang. Di luar di balik jendela ada seseorang yang mengamati mereka semua. Iya dia adalah Siska berserta kedua temannya. Devan sudah kembali ke posisi semula setelah membuang tikus tadi kedalam tong sampah.


"Buruan Ra, jangan buat penasaran..?" kata Nayla


"Bener tuh.." sambung Attaya


"Ehh..." kata Devira membuat yang lain menjadi semakin penasaran


"Apaan isinya.." tanya Azkia


"Kosong..." jawab Devira


"Kosong gimana..?" tanya Atta

__ADS_1


"Ya kosong Ta, gak ada tulisan apa pun.." jawab Devira sambil memperlihatkan isi kertas itu yang kosong.


"Syukurlah.." ucap Naila


"Kayak nya ada yang iseng sama lo..." prediksi Devan


"Iya bisa jadi itu.." kata Attaya dan diangguki oleh mereka semua


"Tapi siapa..?" tanya Azkia


"Lo punya masalah sama siapa akhir - akhir ini..?" tanya Devira


"Gak ada masalah sama siapa pun tuh .." jawab Azkia yakin


"Uhuuukkk..." Azka yang baru bersuara


"Mau sampai kapan pegangan, kayak mau nyebrang aja.. " ucap Azka lagi


"Pegangan apa..?" tanya Azkia polos sambil melihat ke arah Azka


Azka hanya memberikan kode dengan matanya yang melihat ke arah bawah, di mana lengannya yang sedari tadi di peluk erat oleh Azkia. Azkia mengikuti arah mata Azka dan dia baru sadar kalau sedari tadi masih memegangi lengan Azka. Spontan saja Azkia langsung melepaskan tangan Azka, dan membuat Azkia malu, apalagi teman - temannya menyuraki mereka


"Ciee.. yang gak mau jauhh..." goda Devira


"Ciieee Ciee... Pegang aja terus biar gak lari haha..." canda Devan


"Harusnya tangan gue yang lo pegang, bukan si Azka.. kan gue jadi cembulu..." goda Atta sok seperti anak kecil


"Pegang aja terus... Mau nyebarang ke hati Azka berat loh.. Awas jatuh.." goda Nayla


"Hahahaaa ..." tawa mereka semua


"Hmmm..." respon Azka, sedangkan Kia sudah diam membisu menahan malu sambil menundukkan kepalanya


Tereteeeeettt......


Bel pun berbunyi dan guru mulai masuk, membuat Azkia sedikit lega karena malu dengan godaan sahabat nya itu


"Selamat pagi anak - anak..." sapa Bu Ulan


"Pagiii buuu ..." ucap serentak mereka


Dan Bu Ulan pun mulai menjelaskan beberapa materi mata pelajaran tentang letak geografis Indonesia. Tanpa Azkia sadari, Azka sedikit mendekat ke arah Azkia dan membisikan sesuatu


"Tumben malu, biasanya kan malu - maluin..." kata Azka sambil berbisik


"Gue gak malu - maluin..." Bentak Azkia


Secara spontan Azkia menjawab perkataan Azka, tapi sayang Azkia tidak berbisik seperti Azka melainkan berbicara dengan lantang membuat seisi kelas tertuju padanya.


.

__ADS_1


.


...Jadiin Favorit agar tau updaten terbaru ^.~...


__ADS_2