Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Inget baik - baik!


__ADS_3

Pertandingan babak Final akan segera di mulai, Rayhan sudah bersiap terlebih dahulu di lapangan basket bersama timnya. Sedangkan Azka sedang berjalan memasuki area lapangan basket namun sebelum itu dia berucap kebada Azkia. " Doa'in gue ya, cewek barbar tapi bikin kangen." ucap Azka sambil mengacak - acak rambut Azkia pelan.


"Bucinnya nanti aja bang." ucap Ciko


"Kasian yang jones kek kita." kata Bobo sambil merangkul Devan


"Jones? Lo aja kali gue enggak.. wle." ucap Devan sambil berlari menuju lapangan.


"Hilih emangnya lo ada gandengan apa?" tanya Bobo


"Lagi proses.." teriak Devan.


"Semangat!" kata Azkia menyemangati mereka semua, hal itu membuat Axka kesal karena Azka tidak suka jika melihat pacarnya menyemangati orang lain.


"Cih, semangatin gue aja jangan yang lain!" ucap Azka kepada Azkia sambil berjalan mengikuti Devan dan Attaya, kemudian diikuti Ciko, Bobo, dan yang lainnya.


"Yaelah gitu aja cemburuan.." sindir Devira yang baru saja datang membawa banyak minuman dingin untuk mereka nanti.


"Iya, posesif banget wkwk.." ucap Nayla yang ikut menimpali


"Ya mau gimana lagi, gue kan pacar kesayangannya.. Hehe.." ucap Azkia dengan pede nya


"Hilihh.. Jangan terbang terlalu tinggi, nanti kalo lo tiba - tiba jatuh sakit loh,." ucap Devira


"Kan ada Azka yang nangkep hehe.." canda Azkia kepada mereka


"Astaga yanh udah jatuh cinta jadi pada gak waras ya.." sindir Nayla


"Makanya lo juga jatuh cinta sana, biar tahu gimana rasanya pipi lo memerah, gimana rasanya jantung lo kayak habis lari maraton dan gimana paniknya lo saat doi tau lo jalan bareng yang lain." ucap Azkia panjang lebar.


"Jatuh itu sakit, dan gue gak mau sakit." ucap Nayla


"Tapi kalo lo jatuh cinta dengan orang yang tepat lo bakal jadi kek ratu, katanya sih gitu." ucap Azkia sambil melihat pertandingan yang sudah di mulai.


"Iya sih, kata mama gue juga gitu.. kalo lo dapet orang yang tepat lo bakal seperti ratu buat dia.. jadi lo gak bakalan ngerasain sakit." kata Devira sambil membuka air mineral.


"Hmm iya sih, tapi gimana gue belum dapat yang seperti kalian sebutin tadi." ucap Nayla agak sedih.


"Sabar aja nanti pasti ada kok tunggu aja, Nay." ucap Azkia sambil merangkul Nayla yang duduk di sebelahnya. Nayla mengangguk menyetujui perkataan Azkia, iya nanti pasti ada seseorang yang bisa membuat Nayla seperti ratu.


Priiittt


Wasit sudah meniupkan peluitnya pertanda pertandingan sudah di mulai, kini Azka dan Rayhan sebagai kapten mereka berdua berada di tengah lapangan untuk memperebutkan bola basket. Bola berhasil di raih oleh Azka dan dia sedang mendribel bola dengan sangat lincah, namun sayang Rayhan berada di depannya untuk menghalangi Azka mengoper bola.


"Cih!" keluh Azka, sambil melihat temannya jika ada yang tidak di jaga maka Azka akan mengoper bolanya tapi sayangnya mereka semua dijaga ketat oleh tim Rayhan. Rayhan yang melihat itu tersenyum seperti mengejek Azka, Rayhan mengungkapkan apa yang selama ini ingin dia katakan kepada Azka.


"Lo tau, Ka? Sebenernya gue belum terima lo jadian sama Kia, tapi gue bisa apa kalo Kia lebih milih lo dari pada gue? Iklas gak iklas sih sebernya." ucap Rayhan sambil menghalangi Azka


"Cih, berarti lo gak ada di hatinya dan gue yang terbaik buat dia." kata Azka yang hampir melewati Rayhan namun dengan gesit Rayhan bisa menghalanginya.

__ADS_1


"Gue yakin lo bisa bahagiain, Kia. Tapi kalo gue sampai tahu lo nyakitin dia atau buat dia nangis, gue gak akan bisa jamin lagi. Karena mungkin gue akan rebut dia dari lo, lo harus inget ucapan gue ini." ucap Rayhan sambil merebut bola dari tangan Azka dan membawanya maju ke ring lawan, dengan lincah Rayhan bisa memasukkan bola pertamanya dalam ring dengan mulus.


Terdengar suara gemuruh tepuk tangan dari para suporter mereka, bahkan teriakan menyerukan nama Rayhan pun terdengar. Kemudian Rayhan menghampiri Azka dan menepuk bahu Azka sambil berbisik.


"Gue serius dengan ucapan gue barusan, jadi lo inget baik - baik perkataan gue tadi." ucap Rayhan sambil menepuk bahu Azka dua kali kemudian kembali kepada timnya sambil bertos ria.


"Cih!" kesal Azka, dengan perkataan Rayhan barusan. Dia tidak terima jika Azkia akan di rebut darinya. "Gak akan gue biarin lo rebut Kia dari gue." gumam Azka sambil melihat kesal kearah Rayhan.


Pertandingan terus berjalan hingga kini waktunya sepuluh menit buat mereka semua beristirahat sebelum kembali ke babak kedua. Mereka terlihat sangat lelah karena lawan mereka kali ini adalah tim yang dulu pernah mewakili sekolah mereka dalam acara pekan olahraga tingkat nasioal. Siapa lagi kalo bukan Timnya Rayhan dan kawan - kawan, sulit untuk tim Azka menyerang karena pertahan dari tim Rayhan sangat kuat.


"Nih." ucap Azkia sambil menyodorkan air mineral kepada Azka, kemudian Azka langsung meminumnya.


"Ka, lawan kita kali ini kuat banget." keluh Attaya


"Susah sekali melumpuhkan pertahan mereka." kata Ciko yang duduk di lantai sambil menselonjorkan kakinya


"Iya bener, bahu gue aja sampai sakit ini tabrakan sama jojo." keluh Devan sambil memegangi bahunya.


"Semangat - semangat kalian pasti bisa!" ucap Devira menyemangati mereka


"Lo sebut nama gue aja gue udah semangat kok, Ra." goda Devan kepada Devira


"Halah moduss.." sindir Attaya


"Usah Ta usaha sapa tau berhasilkan.. ya gak, Ra?" ucap Devan meminta persetujuan Devira


"Hah, apa? Gue gak paham." ucap Devira yang seolah tidak mendengar perkaraan Devan padahal dia mendengarnya dengan jelas.


"Kenapa?" tanya Azkia heran


"Lo tau gak perbedaan lo sama bola basket?" tanya Azka kepada Azkia


"Ya jelas beda lah, bola kan benda mati sedangkan gue manusia bukan benda." ucap Azkia percaya diri


"Bukan itu." kata Azka sambil melihat ke arah Azkia


"Lalu?" tanya Azkia yang penasaran


"Bola basket milik banyak orang, kalo lo milik gue doang!" ucap Azka dengan coolnya sambil merapikan rambutnya yang berantakan.


"Eh.." ucap Azkia tidak percaya dengan ucapan Azka barusan, karena Azka bukan tipe orang yang romantis menurut Azkia tapi entah kenapa hari ini dia menjadi seperti itu.


"Nama panjang lo siapa sih, Ki?" tanya Azka lagi


"Lah lo sebangku masa gak tau ngab?" sela Devan yang mendengar perkataan Azka


"Gak!" kata Azka singkat, sambil meminta jawaban dari Azkia


"Azkia Aghta.." kata Azkia sambil mengelap dahi Azka yang terlihat ada keringatnya. Azka sangat senang tentunya dengan perhatian kecil yang Azkia lakukan kepadanya.

__ADS_1


"Kepanjangan itu." ucap Azka


"Hah? masa nama gue kepanjangan sih?" tanya Azkia yang heran pasalnya namanya hanya dua kata saja panjang dari mananya.


"Iya, kalo gue panggil sayang aja gimana?" tanya Azka sambil mengedipkan sebelah matanya yang membuat wajah Azkia menjadi memerah sepeti kepiting rebus dan detak jantungnya yang tidak beraturan.


Deg!


Deg!


Deg!


"Astaga bang, kita masih mau tanding jangan bucin dulu napa." sela Bobo dengan kesal kepada Azka


"Jomblo diem aja!" canda Azka sambil berjalan ke arah lapangan, sedangkan Azkia masih diam saja dia tidak menyangka jika Azka akan menggodanya di depan teman - temannya.


"Aduh leleh hati gue, andaikan Azka punya gue udah gue karungin tuh biar gak di liat orang." ucap Nayla sambil memegang pipinya tidak percaya dengan gombalan Azka.


"Husstt, ada pacarnya ini." ucap Devira sambil menjewer telinga Nayla.


"Sakita. Ra. Lo tuh kek guru aja main jewer." keluh Nayla sambil memegangi telinganya


"Bodo.. wlee" ucap Devira, kemudian di melihat Azkia yang sedari tadi hanya diam saja sambil memegang dadanya yang terus berdetak kencang. Bahkan mengabaikan panggilan dari Devira dan juga Nayla


"Ki, Azkia!"


"Kiaaa!"


"Woy, Ki, jangan bilang lo kesambet yak diem terus dari tadi." kesal Nayla sambil mencubit pinggang Azkia


"Awwhh" rintih Azkia sambil memegangi pinggangnya, "Apa sih? Sakit tau gak!" kesal Azkia


"Makanya jangan bengong mulu, baru juga di gombalin gitu.. Kaya gue dong..." ucapan Nayla menggantung


"Lo gak baper?" tanya Devira


"Ya jelas.. baper banget lah astaga mana ada cewek yang gak baper di gombalin cowok seganteng Azka, ya allah sisahin buat Nayla yang cantik ini cowok seperti Azka. Amiin." kata Nayla sambil sedikit mendramatisir keadaannya yang jomblo.


"Hahahaaaa..." tawa Azkia pecah saat mendengar perkataan Nayla


"Lebay!" sindir Devira sambil melihat pertandinga.


"Lah emangnya lo gak mau?" tanya Nayla


"MAU!!" ucap Devira sangat keras membuat Azkia dan juga Nayla sampai menutup kedua telinganya.


"Biasa aja gak usah nggas!" kesal Azkia


"Hehee maaap." ucap Devira sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


Kemudain mereka semua terfokus pada pertandingan lagi karena semakin menegangkan dan seru.


......................


__ADS_2