Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Kencan R2


__ADS_3

Beberapa minggu ini Rayhan sudah mulai membuka hati untuk Rayya, istrinya. Semenjak menikah Rayhan sudah mematapkan hatinya untuk mencoba membuka hati untuk sang istri. Begitu juga dengan Rayya yang berusaha menyembuhkan hati Rayhan yang pernah patah itu. Sedikit demi sedikit Rayya yakin jika ia bisa menahlukan hati sang suami.


Rayhan sudah terbiasa dengan semua perhatian dari Rayya. Buktinya Rayhan membiarkan saja Rayya menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri. Dari mulai mengurusi semua kebutuhan Rayhan dari mulai pakaian yang dikenakan hingga makanan semua Rayya yang menyiapkan. Terlebih masakan Rayya begitu pas dilidah Rayhan, membuatnya selalu menyempatkan diri untuk makan dirumah.


Bahkan tak jarang Rayya membuatkan bekal untuk Rayhan ketika ia mendapatkan jadwal piket pagi sehingga tidak sempat sarapan dirumah.


Rayya mengambil piring yang ada didepan Rayhan, dengan telaten Rayya mengambilkan nasi beserta lauk pauk untuk sang suami. Setelah dirasa cukup Rayya meletakkan kembali piringnya didepan Rayhan.


Rayya tersenyum simpul memandangi sang suami sarapan dengan lahab, bahkan ia sampai lupa kalau dirinya belum makan.


"Gak sarapan?" tanya Rayhan.


"Eh apa, ah iya ini baru mau ambil sarapan," ucap Rayya salah tingkah yang diamati seperti itu oleh Rayhan.


Rayhan tersenyum tipis melihat sang istri salah tingkah, walaupun mereka sudah menikah tapi masih terasa seperti orang pacaran. Apalagi mereka bertemu hanya dua kali, yaitu waktu acara makan malam dan akad.


"Makasih," kata Rayhan setelah selesai sarapan.


"Sama-sama," jawab Rayya, "Oh iya hari ini libur?" lanjutnya.


"Iya libur, kenapa?" tanya balik Rayhan.


"Kencan yuk!" ajak Rayya dengan penuh semangat.


Rayhan hanya diam sambil menaikkan sebelah alisnya menatap Rayya, ia sempat berfikir sejenak kemudian mengiyakan permintaan sang istri. Toh mereka berdua belum pernah jalan-jalan berdua seperti pasangan lainnya.


"Baiklah!" kata Rayhan, membuat senyum sang istri semakin mengembang.


"Oke setelah ini aku siap-siap dulu," kata Rayya sambil membereskan piring bekas ia makan dan Rayhan.


Ya walaupun mereka memilik asisten rumah tangga tidak membuat Rayya malas mengerjakan tugasnya sebagai seorang istri. Sesekali jika memang dibutuhkan asisten rumah tangga akan membantu Rayya memasak, tapi jika ia bisa maka akan dia kerjakan sendiri. Dan asisten rumah tangga akan mengerjakan yang lainnya.


Setelah selesai mencuci piring, Rayya bergegas menaiki anak tangga untuk sampai dikamar mereka berdua. Mereka tidur dikamar yang sama dan ranjang yang sama. Tidak ada niatan untuk pisah kamar seperti kebanyakan pasangan yang menijah karena perjodohan.


"Tunggu, kamu libur?" tanya Rayhan yang sudah siap dengan pakaian santainya.


Rayya yang sedang sibuk memilih baju pin menoleh pada sang suami.


"Libur lah mas, kalau gak gak mungkin juga kan aku ngajak kencan," kata Rayya setelah itu kembali memilih baju.

__ADS_1


"Iya juga," saut Rayhan sambil membuka pintu kamar, ia akan menunggu dibawah saja.


Sekitar setengah jam Rayya sudah siap dengan dres selututnya dengan aksen renda dibagain depan. Rambutnya yang tebal dikucir tinggi keatas hingga menampakkan leher jenjangnya. Disebelah telinganya terlihat anak rambut yang sengaja disisakan agar menambah kesan girly.


Tak


Tak


Tak


Suara sepatu yang dikenakan Raya terdengar jelas ditelinga Rayhan membuatnya menoleh tanpa diminta. Dan berapa terkejutnya dia saat melihat penampilan sang istri yang jauh berbeda saat dia bekerja.


"Bidadari dari mana?" batin Rayhan saat melihat Rayya.


Bahkan Rayhan terpesona dengan penampilan Rayya, sesekali ia sengaja memutar badannya agar dres yang ia kenakan mengembang indah. Dress itu sangat cocok dipakai oleh Rayya.


"Bagaimana-bagaimana cantik gak, mas?" tanya Rayya yang lagi-lagi memutar badannya sambil mengerlingkan sebelah matanya.


"Kok diem aja, mas. Gimana aku cantik gak, aku dandan kaya gini khusus buat kamu loh!" Rayya mendekati Rayhan yang masih terkesima.


"Ca-cantik banget," kata Rayhan sambil menutup mulutnya dengan punggung tangannya. Bahkan Rayhan memalingkan wajahnya karena takut ketahuan yang istri jika ia sedang blushing.


"Yang bener, kalau cantik kok gak liat aku? Malah liat kesamping, emang disamping ada apa?" tanya Rayya menasaran.


"Jadi dong, udah cantik gini!" Rayya menggandeng lengan Rayhan dan langsung menyeretnya menuju mobil.


Selama perjalanan Rayya tak henti-hentinya mengajak Rayhan mengobrol, dari hal sekecil apapun Rayya obrolkan agar mereka lebih dekat lagi.


Hingga mereka tiba disebuah mall yang cukup besar mereka langsung memarkirkan mobilnya. Lagi-lagi Rayya mengandeng tangan sang suami untuk masuk kedalam mall.


Siapa yang menyangka mereka berdua akan bertemu dengan seseorang dari masa lalu Rayhan, Azkia. Ya Azkia sedang bersama Azka menikmati waktu mereka berdua, terlihat jelas sekali kebahagian dari wajahnya.


Rayhan yang tiba-tiba menghentikan langkahnya membuat Rayya bingung. Kemudian ia menatap sang suami yang sedang menatap seseorang dalam diam, Rayya mengikuti pandangan sang suami yang ternyata tertuju pada seoranv gadis cantik dengan rambut yang tergerai indah.


"Mau disamperin?" tanya Rayya.


"Gak usah, dia sudah bahagia dengan pilihannya," kata Rayhan.


Rayya bisa merasakan bagaimana perasaan Rayhan saat ini, tangan yang merangkul lengan Rayhan perlahan turun hingga menyentuh jemari Rayhan. Rayya menggengam erat jemari itu seolah menyalurkan kekuatan agar Rayhan bisa melewatinya.

__ADS_1


"Ayo nonton," ajak Rayya.


Rayhan menatap sekilas Rayya yang masih tersenyum manis sambil memandangnya, membuat Rayhan melupakan sejenak tentang Azkia.


"Mau nonton apa?" tanya Rayhan.


"Apa aja, bagaimna kalau genre komedi aja? Biar kamu gak gamol lagi hehe!" canda Rayya.


Rayhan ikut tersenyum menatap sang istri yang sudah menariknya menuju lantai 3 dimana bioskop itu berada. Rayhan mengantri diloket tiket sedangkan Rayya ia memilih membeli popcorn dan minuman untuk nanti saat menonton.


Setelah beberapa saat mereka bergegas masuk ke dalam bioskop dan betapa terkejutnya Rayhan saat suara yang sangat familiar menyapanya.


"Kak Rayhan, nonton juga?" tanyanya.


Pertanyaan itu membuat Rayhan dan Rayya menoleh kebelakang.


"Azkia? Iya kita mau nonton," kata Rayhan sambil tersenyum ramah seperti biasanya.


"Kebetulan banget kita juga. Ya gak, By?" Azkia meminta persetujuan Azka.


"Hmmm," saut Azka.


"Ini siapa, Kak?" tanya Azkia penasaran pasalnya baru kali ini ia melihat Rayhan bersama wanita yang terlihat begitu dekat bahkan sampai bergandengan tangan.


"Dia istri aku," jujur Rayhan sambil menatap Azkia lekat karena Rayhan penasaran dengan reaksi Azkia.


"Wah yang bener, selamat ya kaka atas pernikahannya. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah," ucap Azkia tulus.


"Makasih ya!" Rayhan tersenyum kecut mendengar itu, sedangkan Rayya tersenyum manis sambil mengangguk.


"Oh iya kenalalin aku Azkia dan ini suami aku Azka," kata Azkia sambil mengulurkan tangnnya pada Rayya.


"Rayya! Nama kalian hampir mirip gitu ya, kalau orang baru pasti mikirnya kalian kenbar." canda Rayya yang membuat Azkia tertawa.


"Jodoh!" sibgkat jelas padat, itulah yang Azka katakan.


"Eh iya bisa jadi," saut Rayya sambil tertawa canggung.


Sedangkan Rayhan masih menatap Azkia yang tengah tersenyum sedangkan Azka menatap tajam Rayhan. Rayya yang paham segera membawa Rayhan masuk ke dalam bioskop.

__ADS_1


"Kita duluan, ya!" kata Rayya sambil melambaikan tangan pada Azkia, sedangkan Azkia hanya membalas dengan anggukan kecil.


...----------------...


__ADS_2