Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Cantik pacarku!


__ADS_3

Setelah selesai kuliah Azka dan Ken menuju kantin, karena pagi tadi mereka tidak sempat untuk sarapan. Azka fokus pada ponselnya sambil berjalan, sedangkan Ken ia selalu menggoda perempuan-perempuan yang ia temui membuat Azka sedikit risih dengan temannya itu.


Azka tersenyum tipis saat melihat pesan yang dikirimkan Azkia.


"Kurang aku yang pakai itu," balas Azka dengan desain yang Azkia kirim.


"Itu desain buat aku kan?" tanya Azkia.


"Hmmm.. udah tidur, ya? Mimpiin aku, Nyun!"


Saat asik membalas pesan Azkia, membaut Azka tanpa sadar menabrak seseorang. Hingga membuatnya hampir terjatuh, untung saja dengan cepat Azka menangkapnya.


"Katanya gak tertarik sama cewek sini," cibir Ken sambil tersenyum jail.


Azka tidak menyahutinya, ia lebih memilih melepaskan ornag itu.


"Kamuu!" pekiknya saat tahu Azka yang menabraknya.


Azka menatap perempuan itu sekilas, benar saja perempuan itu adalah orang yang ditemui Azka tadi pagi.


"Dunia ini sempit banget, sih... sampai dikampus aja ketemu lo lagi," keluh gadis itu.


Azka tidak menanggapinya, ia lebih memilih pergi terlebih dahulu menuju kantin.


"Dasar manusia sombong, minta maaf juga gak!!" kesalnya.


"Sabar, dia emang kaya gitu orangnga," ucap Ken yang sejak tadi memperhatiakan mereka.


"Lo siapa?" tanya gadis itu.


"Panggil aja Ken," kata Ken sambil mengulurkan tanganya.


"Amanda!" gadis itu menerima uluran tangan Ken untuk berjabat tangan.


"Nama yang cantik seperti orangnya," ucap Ken.


"Makasih, gue buru-buru masih ada mata kuliah, bye!" Amanda berjalan melewati Ken yang masih diam menatapnya.


"Kalau dia balik badan berarti tertarik sama gue," gumam Ken sambil menoleh kebelakang.


Dan benar saja Amanda menghentikan langkahnya, ia menoleh kebelakang.


"Oh iya, bilang sama temen lo... jangan lupa belajar minta maaf!" setelah mengucapkan itu Amanda benar-benar pergi dari hadapan Ken.


"Gue gak perduli apa yang lo ucapin, yang jelas lgue tertarik sama lo pada pandangan pertama " ucap Ken menatap pungung Amanda yang tidak terlihat lagi.


Ken kembali mencari keberadaan Azka, ia menemukam Azka sedang makan disudut kantin. Ken menghampiri Azka tapi sebelum itu ia memesan makanan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Cewek tadi cantik, ya?" ucap Ken tiba-tiba. ia duduk tepat di depan Azka.


"Siapa?" tanya Azka bingung.


"Amanda, cewek yang lo tabrak tadi... galak sih tapi cantik dan menarik!" ucap Ken jujur.


"Biasa aja," singkat Azka kembali melanjukan makannya.


"Lo udah buta, ya? Cewek se cantik Amanda, lo bilang biasa aja," geram Ken sambil memiringkan kepalanya menatap Azka lekat.


"Cewek gue lebih cantik," saut Azka.


"Mana coba lihat, gue kan belum pernah ketemu sama cewek lo... jadi gak bisa bandingin sama Amanda." Ken mengulurkan tangannya meminta ponsel milik Azka.


"Apa?" tanya Azka yang tidak paham maksud Ken.


Ken melirik ponsel Azka yang tergeletak tidak jaug dari pemiliknya, "Ponsel, lo lah.. gue mau lihat wajah cewek lo, yang katanya lebih cantik itu." Ken menggerakkan jarinya meminta ponsel Azka.


"Gak, lo gak boleh liat wajahnya!" tegas Azka.


"Kenapa?" tanya Ken bingung, ia menarik kembali tangannya.


"Gue gak izinin siapapun liat dia, bisa-bisa lo nanti suka dia!" jawab Azka.


"Hahaa, Azka.. Azka... overprotective banget sama cewek lo, tapi hal ini semakin buat gue penasaran," ucap Ken sambil tersenyum, namun senyumannya sangat sulut diartikan.


"Santai bro, lagian dia disana juga banyak yang liat... percuma lo lindungin foto dia, kalau cowok-cowok di dekat dia bisa liat dia secara langsung." Ken mulai memakan pesannya.


"....." Azka hanya diam saja, ucapan Ken tidak sepenuhnya salah.


"Semoga lo bisa jaga diri lo, Nyun!" batin Azka.


"Kenapa?" tanya Ken, "mulai curiga? atau mulai gak percaya?"


Raut wajah Azka berubah masam, ia kesal demgan temannya ini. Kenapa suka sekali memprofokasinya.


"Hubungan jarak jauh itu berat, kedua belah pihak harus saling percaya... jika salah satu udah gak percaya, pasti akan banyak pertengkaran dihubungan mereka." nasehat Ken.


"Kaya pernah aja, lo?" tanya Azka.


"Cih, gue bilang gitu karena udah pernah ngalamin sendiri... gimana rasanya kangen tapi gak bisa ketemu, gimana rasanya khawatir tapi gak bisa berbuat apa-apa!" jelas Ken sambil menatap Azka.


Azka mendengarkan setiap perkataan Kem dengan seksama, sesekali terdengar helaan nafas Ken yang menyiratkan kesedihan. Azka tidak tahu banyak tentang masa lalu Ken, ia hanya tahu Ken yang suka balap motor dengannya dan juga salah satu anak pebisnis yang sukses.


Azka tidak tahu kisah cinta seperti apa yang pernah Ken lalui, hingga merubahnya seperri saat ini. Menjadi Ken yang suka mempermainkan perasaan perempuan, bahkan Ken bisa ganti pacar 3kali dalam seminggu. Azka hanya berharap ada seseorang yang bisa merubah kebiasaan buruk Ken.


Terlihat Ken yang sudah tidak berselera dengan makannya, ia lebih memilih membuang muka menatap orang-orang yang mengantri makanan.

__ADS_1


"Hmmm, makan! Atau gue suapin!" perkataan itu lolos begitu saja dari mulut Azka, membuat Ken membelalakan matanya.


Tanpa basa basi Azka mengambil garpu lalu menyuapkan spageti itu kedalam mulut Ken yang sedang terpaku.


"Aaeemm," Ken menerima suapan itu tanpa penolakan.


Seketika mereka berdua menjadi topik perbincangan seluruh orang yang berada di kantin.


"Lagi," ucap Ken dengan manja.


"Makan sendiri!" jelas Azka, tatapannya seolah sedang mengintimidasi Ken.


"Yaelah nanggung, udah diliat orang banyak juga!" kata Ken sambil melihat sekelilingnya.


Azka baru menyadari itu membuatnya sedikit kaget, karena banyak orang yang sedang membicarakan mereka berdua.


"Kalau kaya gini, bisa-bisa gak ada cewek yang mau wama gue," gerutu Ken sambil menyuapkan spagetinya kedalam mulut.


"Salah sendiri pake acara gak ***** makan!" kata Azka.


"Tapi ya harus nyuapin gue juga kali, nanti mereka kira kita punya hubungan." Kesal Ken, ia menggulung sepageti dalam ukuran besar lalu dengan cepat memasukkannya kedalam mulut hingga pipinya menggembung.


"Bagus dong!" santai Azka.


Ken hampir tersedak dengan perkataan Azka.


"Ma-maksud lo bagus gimana? Jangan bilang lo belok?" tanya Ken.


"Enak aja, maksud gue bagus itu karena gak akan ada yang gangguin gue lagi!" jelas Azka.


"Lah! Lo mah enak udah ada gandengan walaupun LDR, lah gue? Jomblo gini," kata Ken meratapi nasibnua.


"Yakin jomblo?" tanya Azka sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Hehe.. jomblo kan gue kemarem baru putus," ucao Ken sambil menggaruk tengkuknya.


"Yakin udah putus semua?" tanya Azka lagi.


Ken tidak bisa menjawab pertanyaan Azka, karena ia belum putus dari pacar-pacarnya yang lain.


"Udah lah gak usah dibahas, lagian kenapa lo kaya pacar yang lagi introgasi gue!" keluh Ken.


"Terserah!" kemudian Azka berlalu meninggalakan Ken yang masih kebingungan.


"Efek LDR kali, ya? Dikit-dikit marah ngalahin ibu kos, terus nanti baik lagi kaya pacar," gerutu Ken.


...----------------...

__ADS_1


Anggap aja percakapan mereka pake bahas ingris kan lagi di LN :v


__ADS_2