Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Beta Janji, Beta Jaga


__ADS_3

"Jadi kapan mau bilang sama Kia soal keberangkatan, lo?" tanya Attaya sambil membuka tutup botol mineral.


"Gak bilang." jawab Azka.


"Maksudnya, lo gak akan ngasih tau Azkia soal keberangkatan lo?" tanya Bobo.


"Hmm." Azka mengangguk.


"Gila! Lo tega, Ka!" kesal Devan.


"Gak ada hati emang, sebenarnya lo cinta gak sih sama Azkia!" geram Attaya.


"Lebih tega mana? Gue yang gak bilang kapan gue berangkat atau liat dia nangis gak bisa jauh dari gue!" bentak Azka.


"Lo gak tau gimana rasanya liat dia nangis didepan lo, lo gak tau gimana perihnya hati gue liat dia seperti itu!" lanjut Azka lagi.


Mereka semua diam mendengar penuturan Azka. Memang benar yang Azka ucapkan mereka belum pernah merasakan bagaimana rasanya berada di posisi Azka. Melihat pujaan hatinya menangis karena akan terpisah jarak dan waktu.


"Gue gak tega liat dia seperti itu!" ucap Azka sambil mencengkram rambutnya.


Ciko menyodorkan sebotol minuman dingin kepada Azka agar membuatnya tenang sedikit. Terlebih lagi beberapa menit lagi giliran mereka tampil.


Azka menerima pemberian Ciko, lalu meminum hingga tersisa setengah.


"Berat banget sih jalan cerita cintanya," gumam Bobo yang diangguki mereka semua kecuali Azka.


Tiba-tiba Nando datang ditengah keheningan itu.


"Kak, lima menit lagi kalian tampil!" ucap Nando tiba-tiba dibelakang Bobo.


"SETAN!" teriak Bobo kaget.


"Mana setannya, kak?" tanya Nando celingukan.


"Lo!" kesal Bobo yang ditertawakan mereka semua.


............


Acara demi acara sudah mereka lewati, kini giliran Azka dan teman-temannya untuk tampil. Semua orang terdengar riuh saat melihat most wanted SMA Jaya berada diatas panggung.


"Ki, calon imam lo tuh!" Nayla menyenggol lengan Azkia yang tengah memakan snak.


"Uhuukk, mana-mana?" tanya Azkia melihat sekeliling.


Devira yang tidak sabar langsung saja memegang kepala Azkia, lalu mengarahkannya agar melihat keatas panggung.


"Subhanaallah, ganteng sekali ciptaanmu!" ucap Azkia membuat makanannya hampir terjatuh.


"Mulut dikondisikan mbak!" ucap Nayla.


"Kalau makan ditelen dulu!" ucap Devira sambil mencitak kepala Azka.

__ADS_1


Azkia hanya meringis menahan sakit dan juga bahagia melihat Azka.


"Mari kita saksikan penampilan dari AVACO BAND, beri tepuk tangan yang meriah!" ucap pembawa acara.


PROK PROK PROK!


"Huuuuu!"


Suara drum dipukul membuat mereka semua berteriak histeris, khususnya para kaum hawa. Ditambah petikan senar gitar akustik, gitar bass dan juga Keyboard yang secara bersamaan membuat alunan musik yang sangat merdu.


Dipadukan dengan suara yang terdengar sangat cocok dengan alunan musik ini, tanpa sadar membuat mereka semua ikut bernyanyi.


Mereka semua larut dalam alunan lagu itu, karena Azka membawakannya dengan sangat menjiwai. Bahkan ada yang sampai memangis mendengar Azka menyanyi. Mereka seperti mengingat seseorang yang sangat penting dalam hidup mereka.


"Beta janji beta jaga... ale untuk selamanya," nyanyi Azka sambil turun dari atas panggung membawa buket bunga mawar merah ditangan kirinya.


Membuat mereka semua semakin berteriak histeris. Termasuk Siska, tidak di pungkiri jauh dilubuk hatinya yang paling dalam ia masih menyimpan rasa untuk Azka. Ia masih berharap Azka bisa berubah pikiran dan melihatnya. Namun, sekarang Siska sudah membatasi dirinya. Meski terkadang ia masih kepo soal Azka.


"Beta janji akan setia hanya untuk satu cinta." Azka menyanyikan lagu dari  Doddie Latuharhary yang berjudul Janji Putih.


"Ini cinta yang beta punya, dari relung hati jiwa." Azka melangka menuju dimana Azkia berada membuat banyak orang iri melihatnya.


Sejak AVACO BAND tampil, banyak ponsel yang sudah menyala untuk merekam mereka. Hingga aksi Azka yang tidak terduga ini pun tidak luput dari sorotan kamera mereka.


"Cuma par ale sajalah... cinta ni abadi s'lamanya." tepat di depan Azkia Azka menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan, tangannya sibuk memberikan sebuket bunga mawar merah.


Membuat Azkia salah tingkah, ia menerima buket bunga dari Azka dengan senyuman yang merekah. Membuat siapapun semakin patah hati dengan keromantisan mereka.


"Romantis banget, sumpah gue pengen!"


"Emang bener kata orang cewek akan jadi ratu jika menemukan orang yang tepat." kata fans Azka.


"Ini cobaan apalagi buat kaum jomblo, ya allah."


"Gue kapan digituiin huuaaa!"


"Masih ada gak ya cowok modelan sama kek Azka."


Dan masih banyak lagi cuitan yang mewarnai keromantisan itu. Bahkan, tidak hanya kaum hawa saja yang baper karena kaum adam pun juga ada yang baper melihat Azka dan Azkia.


Azka sedikit mendekat saat Azkia sudah menerima buket bunga itu, Azka tidak menghiraukan ucapan orang-orang disekitarnya. Ia hanya melakukan apapun yang ingin dia lakukan.


"Love you, Manyunku!" bisik Azka ditengah kebisingan siswa yang lainnya.


Azkia sangat syok dengan perbuatan Azka saat ini, semuanya sangat tidak terduga. Bahkan Azkia tidak ada pikiran sampai seperti ini, ini benar-benar kejutan yang sangat manis buat Azkia.


"Me too," ucap Azkia saat Azka berjalan kembali keatas panggung.


Azka berhenti melangkah, ia menahan senyumamnya namun sayangnya senyum itu masih terlihat membuat mereka semua lagi-lagi berteriak histeris.


"Sumpah! Tadi malam gue mimpi apa liat senyum Azka. Manis banget!" teriakan dari gadis yang bisa melihat senyum Azka itu membuat Azkia kesal.

__ADS_1


"ASTAGFIRULLAH!! INI TIDAK BAIK UNTUK JANTUNG!" teriak siswi yang pernah mengejar Azka.


Siska hanya bisa menggengam tangannya kuat-kuat, masih tersisa ketidak relaan dihati Siska.


"Harusnya gue yang diperlakukan kek gitu!" batin Siska.


Mikael yang melihat tatapn Siska tertuju pada Azka langsung menggandeng tangan Siska yang terkepal kuat. Sedikit demi sedikit kepalan itu mulai melonggar. Mikael menautkan jari jemarinya dengan milik Siska.


"Ada gue, gue bisa lakuin apapun yang lo mau!" ucap Mikael sambil mencium punggung tangan Siska.


Sedangkan diatas panggung terlihat wajah tidak percaya dari keempat temannya itu. Mereka tidak menyangka Azka akan melakukan hal ini, karena saat dibrefing tidak ada hal ini.


"Cih! Bos lo bisa aja tuh bikin anak orang baper semua!" ucap Attaya pada Devan.


"Gue aja gak nyangka!" ucap Devan.


"Itu mas Azka belajar dari mana bisa kaya gitu?" tanya Bobo.


"Entahlah, orang bucin mah natural gitu aja kali, ya!" kata Attaya.


"Dia gak sadar kalau bucin akut!" ucap Devan sambil menggeleng.


Azka kembali ketas panggung, ia menyanyikan dua lagu kali ini bersama bandnya.


"Oke tepuk tangan sekali lagi untuk AVACO BAND, tentunya untuk penampilan yang mengejutkan ini," ucap pembawa acara.


PROK PROK!


"Kalian yang jomblo harap jangan iri, cukup jadi penonton saja karena kalian nanti juga akan dipelakukan yang sama jika sudah menemukan orang yang tepat!" ucap pembawa acara laki-laki.


"Iya bener, jangan iri biar aku saja gitu maksudnya haha." canda pembawa acara perempuan.


"Sudah-sudah, yang iri biarlah iri! Tapi untuk saat ini kita lanjutkan acara yang selanjutnya!"


Setelah selesai acara dilanjutkan lagi dengan susunan acara yang sudah ditentukan. Hingga tidak terasa acara sudah benar-benar selesai.


Kini masih tersisa sesi foto bersama bapak ibu guru dan yang lainnya.


Azka tentu saja mencari Azkia untuk foot bersama, setelah itu Azka foto bersama grub band dadakanya.


Tidak lupa mereka foto bersama bersama para sahabat, kemudian teman sekelas.


Banyak siswi yang meminta foto kepada Azka namun sayangnya ditolak begitu saja oleh Azka. Ia sadar jika ada hati yang sedang ia jaga, sehingga ia tidak ingin membuatnya kecewa.


Bahkan Siska pun sempat meminta foto bersama Azka namun belum sempat Azka menjawab Mikael sudah datang dan membawa Siska pergi.


Sehingga mereka hanya bisa memfoto Azka secara diam-diam, bahkan ada yang selfi jarak jauh yang penting ada Azka disitu.


Acara hari ini cukup berkesan buat semuanya terutama Azkia, ia masih tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Azka tadi. Membuatnya sebagai pusat perhatian satu sekolah, membuatnya merasa bangga bisa memiliki Azka.


...--------------------------------...

__ADS_1


__ADS_2