Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Panutan Bucin


__ADS_3

"Itu siapa, Bob?" tanya Ciko sambil menunjuk gadis yang ada disebelah Bobo.


"Calon gue," canda Bobo sambil merangkul bahu gadis itu.


Gadis itu berusaha melepaskan rangkulan Bobo, tapi sayangnya dia kalah kuat dengan Bobo.


"Nikung pacar siapa, cepat banget dapatnya?" canda Attaya.


"Enak aja nikung, gue pungut ini tadi!" Bobo terkekeh sendiri dengan ucapannya.


"Jauh-jauh kak, gue kan cuma minta bunganya bukan hatinya," cebik gadis itu sambil memukul punggung tangan Bobo.


"Hahahaaa!" tawa mereka semua pecah mendengar pengakuan gadis itu.


"Rasain lo, Bob! Ditolak sebelum mengungkapkan," ledek Devan.


"Nyesek gak nyesek gak?" tanya Attaya


"Nyesek banget pasti tuh!" goda Ciko.


"Diem kalian, ganggu orang usaha aja!" kesal Bobo.


"Usahanya kurang, Bob!" kata Devira.


"Keluarin lah godaan mautnya," timpal Nayla.


"Iya, Bob... siapa tau kecantol tuh mbaknya," kata Azkia sambil terkekeh.


Bobo menatap gadis disebelahnya itu sambil mengamati dengan lekat, imut. Gadis dengan rambut yang disanggul sederhana, ditambah make up simple namun terkesan glamor.


"Baru sadar gue, ini cewek yang gue pungut imut banget sumpah!" batin Bobo.


"Iya aku emang cantik, jangan diliatin terus." ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Bobo.


Deg!


Deg!


Deg!


Melihat kedipan mata gadis itu membuat detak jantung Bobo berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Jantung gue kenapa?" batin Bobo sambil memegang dadanya.


"Kenapa, udah terpesona?" tanya gadis itu lagi sambil terkekeh.


"Bob, aman?" tanya Attaya sambil memukul pelan lengan Bobo.


"Hah, apa?" tanya Bobo setelah sadar dari keterpesonanya.


"Waah bahaya ini anak, udah mulai oleng kayanya." ledek Ciko.


"Gas aja gas! Gak usah lama-lama," imbuh Devira.


"Gas KUA, Bob!" kata Azka yang sejak tadi diam saja.


"SETUJU!" ucap mereka semua bersamaan.


"Ayok lah," kata Bobo sambil menarik lengan gadis itu.


"Emangnya dia mau Bob lo ajak ke KUA?" pertanyaan Azkia yang membuat langkah kaki Bobo terhenti dan berbalik menatap gadis itu.

__ADS_1


"Lo mau kan?" tanya Bobo polos.


Gadis itu menggeleng dengan penuh keyakinan, membuat Bobo lesu apalagi ditolak didepan sahabatnya.


"Sad amat, Bob!" celetuk Ciko.


"Yang sabar ya, Bob!" ledek Devan.


"Kenapa gak mau?" tanya Bobo sambil menatap gadis itu.


"Kita aja gak saling kenal masa ngajak ke KUA," jawab gadis itu jujur.


"What! Jadi dari tadi kalian gak saling kenal gitu? Nama, lo tau gak namanya soapa?" tanya Devira.


Bobo menggeleng lemas, karena kenyataannya memang seperti itu. Bobo hanya asal mengandeng perempuan yang meminta buket bunga yang ia bawa tanpa bertanya terlebih dahulu pendapat gadis itu.


"Kan gue tadi bilang dapet mungut," jawab Bobo sambil tertawa tanpa dosa.


"Jadi sejak tadi lo godain dia tanpa tau nama statusnya?" tanya Nayla tidak percaya.


"Parah banget lo, Bob!" celetuk Attaya.


"Mentang-mentang jomblo sampai lupa caranya kenalan ya, Bob!" perkataan Devan ini mengundang gelak tawa dari mereka semua. Dan entah kenapa Bobo lah yang selalu menjadi sasaran kerusuhan mereka.


"Yauda kita kenalan dulu aja, nama gue Bobby Wijayakusuma. Lo bisa panggil By aka biar kita makin deket!" kata Bobo sambil mengulurkan tangannya.


"Halah panggil Bobo aja kaya kita-kita, pake acara By segala." celetuk Ciko.


"Sirik aja anak orang!" kesal Bobo.


Gadis itu menatap Bobo sekilas lalu menerima uluran tangan Bobo.


"Oryza Sativa," kata gadis itu sambil tersenyum manis.


"Huuuuu kang buaya beraksi!" goda Attaya.


"Husssttt! Diem bentar napa gue lagi usaha nih jangan diganggu!" Bobo menatap tajam Attaya.


"Bob, tanya dulu status dia apa? Kalau istri orang kan lo bisa digantung sama suaminya!" kata Devan yang ada benarnya.


"Oh iya juga ya, nanti udah sayang eh punya orang kan menyakitkan," ucap Bobo.


Mereka semua hanya menyimak pendekatan Bobo sambil memakan makanan mereka. Ya karena mereka sedang di Cafe dekat gedung yang digunakan untuk wisuda tadi, sedangkan para orang tua sudah pulang kerumahnya masing-masing.


"Oryza udah ada suami belum?" tanya Bobo langsung.


"Belum," jawab Oryza.


"Kalau abang Bobo daftar jadi calon suami kamu gimana?" tanya Bobo lagi.


"Hmmm, gimana ya?" Oryza menyangga dagunya sambil berfikir.


"Terima aja, kasian temen gue jomblo dari lahir," kata Azkia sambil terkekeh.


"Masa sih?" tanya Oryza tidak percaya.


"Bener, gak ada yang mau sama modelan kek dia hahaa!" tawa Attaya pecah seketika.


"Kalian ini sahabat atau musuh sih, bisanya cuma jatuhin temennya sendiri!" kesal Bobo.


"Lo siapanya kita?" tanya Azka sambi menerima suapan dari sang istri.

__ADS_1


"Kita kan emang bukan temen lo," kata Azkia sambil terkekeh.


"Suami sama istri sama aja sifatnya, sadis!" gerutu Bobo sambil melipatkan kedua tangannya.


"Kita kan pasangan terbucin tau ini," canda Azkia membuat mereka semua terkekeh.


"Ya ya yang bucin sedunia, sampai makan aja minta disuapin." ledek Clarisa sambil memutar kedua bola matanya malas.


"Ko, kode tuh minta di bucinin." Azka ikut ambil suara.


"Dia yang bucin sama gue, Ka haha!" kata Ciko dengan pd nya.


"Diem dulu, itu jadinya gimana? Mbaknya mau gak sama Bobo?" tanya Devira sambil menunjuk Oryza yang sejak tadi menyimak obrolan absurd itu.


"Aku sih, yes!" jawab Oryza menirukan gaya Anang Hermasyah saat memberi penilaian.


"Mungkin usaha gue kurang, jadi wajar aja kalau lo belum bisa nerima gue. Lagian kita berdua juga baru kenal gak mungkin lo bilang yes sama gue," kata Bobo yang belum sadar dengan jawaban Oryza.


"Yes?" Bobo mengulang kata itu sambil menatap Oryza.


Oryza membalas tatapan Bobo dengan senyum dan mengangguk, bibirnya berucap kata, "Yes!" dengan pelan.


"Yes beneran yes?" ulang Bobo sambil berdiri dari duduknya.


"Beneran itu buran disikat keburu diambil orang loh!" saran Devan.


"Yes, alhamdulillah... jadi kita pacaran nih?" tanya Bobo.


"Kata siapa kita pacaran?" tanya Orzya yang membuat senyum Bobo pudar.


Deg!


Perkataan Oryza membuat Bobo seperti naik roller coaster, bagaimana tidak saat Oryza mengatakan yes seolah membuat Bobo diatas awan namun tiba-tiba dihempaskan begitu saja.


"Ja-jadi ki-kita gak pa-pacaran?" tanya Bobo gugup, sedangkan mereka masih menyimak pembicaraan itu.


"Kan tadi ngajaknya ke KAU bukan pacaran kan?" tanya Oryza yang membuat mata mereka membulat sempurna.


Bahkan Ciko pin sempat tersedak begitu juga dengan Attaya, ia mereka tidak menyangka dengan jawaban Oryza. Devira dan Nayla sampai terbengong melihatnya.


"By, coba deh cubit Bobo... ini beneran kan?" perintah Azkia pada Azka.


Dan benar saja Azka mencubit lengan Bobo membuat siempunya kesakitan.


"Awwh! Sakit weh!" Bobo mengusap lengannya yang terasa perih, sedangkan Azka hanya mengendihkan bahunya tidak perduli.


"Lo serius mau sama gue ke KUA?" tanya Bobo panik.


"Serius, lagian gue gak mau lagi buang-buang waktu buat pacaran kalau ada yang serius kenapa harus ditolak. Toh gue juga single," jawab Oryza yang membuat mereka mengangguk paham.


"Jangan nyesel ya, sama temen kita yang kadang agak-agak!" kata Devira sambil menempelkan jari telunjuknya didepan jidat.


"Sembarangan kalau ngomong suka bener aja!" kata Bobo ketus.


"Kan gue bener, Bob. Lo kan kadang agak kurang obat!" lanjut Devira yang membuat mereka semua tertawa.


"Suka-suka kalian lah, yang penting gur dapet jodoh! Gue gak sendiri lagi!" teriak Bobo bahagia.


"Awas bucin!" ledek Azka sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Kan lo panutannya jadi gak masalah bucin ya gak, sayang?" Bobo meminta persetujuan Oryza.

__ADS_1


Oryza hanya menggelengkan kepalanya dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya.


...----------------...


__ADS_2