
Rayhan sudah bisa mengatasi rasa sakitnya sehingga hari ini dia sudah bertugas seperti biasanya di depan gerbang. Rayhan tidak ingin jika anak - anak osis dan temannya mengetahui jika dirinya sedang patah hati, sebisa mungkin Rayhan harus menyembunyikannya.
"Hmm Semangat..!" kata Rayhan
"Lo baik - baik aja kan Rayhan?" tanya Jojo
"Baik! Yaudah ayok ke gerbang..." ajak Rayhan kepada Jojo, setiap pagi mereka anak osis selalu bertugas menjaga gerbang jika ada siswa yang tidak taat aturan.
Azka dan kedua temannya hari ini terlambat lagi, mereka memutar motor ke arah gerbang samping berharap gerbang samping tidak di jaga. Tapi sayangnya gerbang itu juga di jaga oleh guru bp, alhasil Azka dan kedua temannya mendapatkan hukuman berdiri di sebelah tiang bendera pada saat upacara. Di depan mereka berbaris siswa dari kelas sepuluh hingga kelas dua belas, semua siswa melihat tiga orang cowok yang sedang dihukum tersebut.
"Astata, auto terkenal ini.." bisik Devan
"Bukan terkenal lagi, viral ini.." gerutu Attaya, sedangkan Azka hanya diam saja.
Sudah terlambat di tambah lagi atribut seragamnya tidak lengkap, sepatu warna putih. Habis sudah mereka bertiga hari ini, banyak peraturan yang mereka langgar. Upacara berlangsung dengan hikmat hingga selesai, saat pembina memberikan ceramahnya beliau selalu menyinggung ketiga siswa yang berada didepan ini membuat mereka semakin merasa malu.
"Nyindirnya dalem banget sampai ke hati.." kata Attaya
"Cinta kali sampai ke hati.." ledek Azka
"Penggemar gue nambah gak ya ini.." ucap Devan
"Astaga kita lagi di hukum kayak gini masih sempet - sempetnya mikir penggemar.." gerutu Attaya
"Penggemar makin banyak noh adek kelas.." ucap Azka sambil menunjuk ke arah barisan anak kelas sepuluh.
Setelah upacara selesai guru bp menghampiri mereka bersama dengan Rayhan, Pak Burhan menyuruh mereka berdiri di depan tiang bendera. Dengan tegasnya Pak Burhan memarahi mereka karena selalu mereka bertiga yang membuat olah di sekolah, hingga Pak Burhan sangat hapal betul dengan mereka bertiga.
"Kalian ini mau jadi apa nanti kalo seperti ini terus!" bentak Pak Burhan
"Sekali dua kali di bilangin gak bisa! Harus dengan cara apa lagi biar kalian ini sadar! Kalian mau jadi orang apa gak!" lanjut Pak Burhan
"Lah emangnya sekarang kita bukan orang pak..?" tanya Attaya
"Orang! Orang yang memiliki masa depan suram!" teriak Pak Burhan lebih keras, sedangkan Rayhan hanya diam saja mengamati mereka
"Cerah kok pak, ini buktinya panas banget.." ucap Devan
"Kalian ini bisa di bilangin gak sih?" kesal Pak Burhan
"Bisa!" ucap mereka bertiga bersamaan
"Udah sekarang kalian berdiri disini, hormat kepada bendera hingga jam istirahat. Kalo sampai saya tau kalian istirahat nanti saya beri hukuman lagi.. Mengerti..?"
__ADS_1
"Mengerti.."
...........
Hari ini matahari sangat terik, panasnya hingga membuat kulit terasa terbakar. Ketiga siswa tadi masih berada di lapangan karena waktu hukuman belum juga habis, Azkia yang merasa kasian terhadap mereka berinisiatif membelikan minuman kemudian memberikannya kepada Azka Devan dan juga Attaya.
Namun saat akan memberikan tangannya di cekal oleh Rayhan, karena Rayhan di beri tugas untuk mengawasi mereka bertiga.
"Mau kemana?" tanya Rayhan
"Ma-mau, mau ngasih ini kak kasian sama mereka.." ucap Azkia agak takut
"Kamu mau ikut di hukum juga kalo ketahuan sama Pak Burhan?" tanya Rayhan, Azkia hanya menggelengkan kepalanya
"Yaudah nanti aja kalo istirahat, kan bentar lagi juga bell.." ucap Rayhan. Dan benar saja tak lama setelah Rayhan berkata seperti itu bell istirahat pun berbunyi.
Treettt teeddd
Belum sepat Rayhan bersuara, Azkia sudah lari menghapiri Azka. Ada rasa kesal dihati Rayhan melihat Azkia yang begitu lerhatian dengan Azka,"Jadi dia yang bisa membuat hatimu bergetar?" ucap Rayhan melihat kepergian Azkia
Karena siapapun bisa melihat jika Azkia menyukai Azka begitupun sebaliknya, hanya belum ada waktu yang tepat saja untuk mengungkapkannya. Azka Devan dan Attaya mereka bertiga sudah seperti ikan kering yang habis di jemur, wajah mereka sampai merah - merah karena kepanasan.
"Nih.." ucap Azkia sambil memberikan air mineral dingin kepada Azka, tanpa menunggu lama lagi Azka membuka dan langsung meneguk habis air miniral tersebut.
"Astaga, satu botol habis dalam hitungan menit.." ucap Devan sambil membanting botol kosong itu
"Ki, buat kita juga mana..?" tanya Attaya yang sudah hampir pingsan
"Ini ada satu lagi sih, buat berdua yaa.." ucap Azkia sambil menyerahkan sebotol air mineral namun sebelum botol itu sampai di tangan Attaya sudah di rebut terlebih dahulu oleh Azka.
"Beli sendiri.." ucap Azka sambil meminumnya botol kedua
"Masya allah Azka! Lo tega banget sih, itu air doang yaelah gak usah cemburu napa.." ucap Devan yang geram melihat kelakuan Azka
"Cuma air doang kok minta.." ucap Azka sambil menjulurkan lidahnya mengejek Devan
"Bagi dikit Ka, air air butuh air.." ucap Attaya sambil merebut namun gagal lagi
"Dasar posesif.." teriak Devan yang kesal
Saat mereka tengah ribut tiba - tiba saja Siska datang membawa dua botol air mineral, Siska juga berniat ingin memberikannya kepada Azka namun Siska sudah terlabat Azka sudah mendapat air dari Azkia. Daripada terbuang Azka menerima pemberian Siska namuan dia tidak meminumnya melainkan memberikannya kepada Devan dan Attaya
"Ka, lo pasti hauskan ini gue bawain minuman buat lo.." ucap Siska sambil menyodorkan dua botol air dingin
__ADS_1
"Gue udah ... Makasih.." ucap Azka menerima pemberian Siska membuat Siska begitu senang
"Lo hauskan?" tanya Azka pada kedua sahabatnya, Devan mengangguk tenaganya sudah habis jika harus berdebat dengan Azka.
"Nih, diminum sampai habis ya.. Kuy ke kantin.." ucap Azka sambil menyerahkan dua botol minumanin itu kepada Devan dan Attaya
"Punya nenek sihir aja baru di kasihin kita, tadi punya Kia diambil semua.." keluh Attaya
"Mau gak?" tanya Azkia yang tidak kalah usil dari Azka
"Mau lah.. gratis gini.." ucap Devan
"Loh Ka, kok lo kasih ke mereka sih kan gue beli buat lo bukan buat mereka?" kata Siska sambil menunjuk ke arah Devan dan Attaya bergantian
"Iklas gak?" tanya Azka
"Iklas, tapi-" jawab Siska terpotong
"Nih kalo lo mau ambil balik.." kata Attaya memotong ucapan Siska
"Dih ogah banget, udah bekas lo gini mau di balikin.." kesal Siska sambil mengibaskan rambutnya.
"Dasar nenek, nenek sihir..." ledek Azkia
"Apa lo bilang? Ulangin coba..?!" bentak Siska tepat di depan wajah Azkia, Azka lalu menarik tubuh Azkia agar berada di belakangnya sekarang gantian Azka yang berhadapan dengan Siska
"Ne - Nek Si - hir." eja Azka dengan penuh penekanan tepat di depan wajah Siska
"Azka iih kenapa ikut - ikutan ngatain gue nenek sihir, cantik gini masa di bilang nenek sihir.." kesal Siska sambil berbalik badan dan melipatkan kedua tangannya di depan dada
Azka memberi kode kepada Azkia, Attaya dan juga Devan agar meninggalkan Siska saat dia terus mengoceh namun tidak melihat ke arah Azka. Perlahan mereka berjalan tanpa suara meninggalkan Siska, hingga akhirnya mereka sudah tidak terlihat lagi Siska baru berbalik badan.
"Azkaaaaaaaaaaa.....!!!" teriak Siska saat mengetahui Azka dan yang lainnya sudah meninggalkan mereka
"Awas kalo lo ketemu, Azkaaaa..." teriak Siska lagi, Siska tidak memperdulikan tatapan aneh siswa lainnya karena dia hanya perduli dengan Azka
Rayhan yang sedari tadi memperhatikan mereka dari jauh memahami jika saingannya sekarang adalah Azka Aldric. "Di banding Azka gue lebih darinya tapi kenapa lo lebih milih dia sih Kia.." batin Rayhan, kemudian Rayhan kembali ke ruang osis lagi.
"Dasar gara - gara Azkiaa bakpiaa! Awas aja lo bakpiaa tunggu pembalasan gue.." teriak Siska menggebu - gebu.
..........
Bucin itu sepeti apa versi kalian ?
__ADS_1