
Setelah mendengar percakapan Azkia dengan Rayhan, Azka kembali ke kelas untuk mengambil tas sekolahnya. Karena untuk saat ini Azka tidak mau melihat pasangan baru itu, iya Azka berfikir mereka berdua sudah menjadi pasangan karena Azka tidak mendengar secara keseluruhan percakapan mereka berdua.
"Mau kemana Ka..?" tanya Bobo
"Pulang!"
"Lah emang udah boleh pulang?" tanya Bobo lagi
"Entah.." ucap Azka langsung keluar dari dalam kelas sambil membawa tas dan juga jaketnya.
"Ikut, ayok weh.. " ucap Attaya sambil menyeret Devan agar mengikuti Azka juga.
"Sial lo gangguin gue lagi pdkt aja..." kesal Devan sambil melepaskan tarikan Attaya.
"Bos lo kenapa tuh..?" ucap Attaya sambil memegang kepala Devan agar melihat ke arah Azka yang sedang kesal.
"Kesambet lagi?" tanya Devan lalu mereka berdua menyusul Azka ke parkiran sekolah.
Setelah keluar dari area parkir Azka langsung tancap gas, entah berapa kecepatan Azka sekarang ini yang jelas Devan dan juga Attaya tidak mampu menyusulnya.
"Gila dia mau balapan di jalan raya apa..?" ucap Devan yang memboncengkan Attaya.
"Pasti ada apa - apa ini, gak mungkin dia sampai seperti itu.." ucap Attaya
Azka melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata - rata, karena pikiran dan hatinya sedang suntuk Azka memutuskan untuk pergi ke salah satu danau. Tempatnya indah terlihat juga bukit - bukit kehijauan, udaranya dingin hingga menembus kulit karena berada di dareah pegunungan bahkan terkadang terlihat kabut menyelimutinya.
Disini Azka bisa menenangkan pikirannya yang sedang kacau balau, juga hatinya yang sedang menahan amarah cemburu dan juga sedih. Semua rasa itu bercampur hingga sulit untuk mengungkapkannya dengan kata - kata saja.
Azka duduk bersandar di bawah pohon yang rindang, pandangannya lurus kedepan seakan akan hanya itu yang bisa ia lihat. Azka menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan, dia mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.
Sesekali Azka melemparkan batu - batuan kecil ke dalam danau, Azka tidak menghiraukan pandangan orang - orang yang melihatnya. Bagaimna tidak Azka masih mengenakan seragam sekolah walaupun terbalut jaket levisnya namun masih terlihat jika dia seorang siswa yang bolos sekolah.
Angin berhembus perlahan menyapu wajah tampan Azka, burung - burung pun berkicau seperti sedang menghibur Azka. Perlahan matanya terpejam, terlintas jelas semua kenangan yang sudah terlewati bersama Azkia.
"Hah sudalah.. lupain aja.." kata Azka pada dirinya sendiri.
...........
Setelah selesai berbicara dengan Rayhan, Azkia kembali ke kelasnya, suasana riuh sudah terdengar dari luar kelas. Ya karena jam kosong sangat menyenangkan mereka bisa melakukan apapun seperti tiduran, main games, dandan, bergosip bahkan ada yang mengadakan konser mini di dalam kelas. Saat jam kosong kelas sudah seperti pasar yang pindah ke dalam kelas.
Azkia duduk di bangku depan Devira sambil melihat mereka berdua yang sedang asyik mabar, perasaan Azkia campur aduk sekarang ini antara lega dan juga merasa tidak enak terhadap Rayhan.
"Dari mana lo Ki, ilang mulu lo.." tanya Nayla
"Habis menyelesaikan masalah wkwk..." jawab Azkia
"Masalah apa?" tanya Devira
"Soal senior yang waktu itu gue ceritain.."
"Oh terus - terus gimana?" tanya Nayla yang hobby banget dengan yang namanya gosip.
"Gak gimana - gimana.." ucap Azkia santai
"Hilih gak asyik lo." kesal Nayla, Azkia tertawa bisa menjaili Nayla.
__ADS_1
"Lo terima gak?" tanya Devira
"Gak..." ucap Azkia sambil menggelengkan kepalanya.
"What?!" teriak Nayla dan Devira bersamaan karena terkejut mendengar jawaban Azkia.
"Suuuttt..." ucap Bobo yang tengah tiduran di lantai.
"Berisik.." ucap Ciko sambil melihat ke arah Devira. Karena teriakannya mengagetkan seiisi kelas.
"Hehe maaf maaf..." ucap Nayla, sedangkan Ira lebih fokus kepada Azkia.
"Kenapa lo tolak sih, kan sayang banget astaga.. Kurang apa kak Rayhan?" geram Devira
"Habis gimana dong?" tanya Azkia
"Gimana apa nya?" tanya Nayla
"Beberapa hari ini gue udah berfikir dan gue sudah tau kalo gue tuh cuma suka sama kak Rayan, suka bukan dalam artian rasa sayang atau pun cinta semacam itu..." jelas Azkia panjang lebar.
"masa sih? Lo gak nyesel kan..?" tanya Devira
"Sama sekali enggak, malahan gue udah lega gak harus menghindar lagi..." kata Azkia.
"Terus kak Rayhan bilang apa waktu lo nolak dia?" tanya Nayla penasaran.
"Emm iya dia bilang gak apa kalo itu keputusan gue, tapi dia gak akan nyerah masih mau berusaha gitu katanya..." ucap Azkia menceritakan kejadian tadi di taman.
"Aduh kasian banget sih, patah hati itu pasti dia.." ucap Nayla
"Bener sih dari pada cuma buat main - main lebih nyakitin mending gak usah di terima." kata Devira
"Tapi Ra, seorang ketos ganteng pinter jago nyanyi dah perfec gitu loh di tolak astaga... kok gue jadi sedih sih.. Gimana ya kasian aja gitu sama kak Rayhan mana dia masih mau berusaha mendapatkan hati lo Ki.." ucap Nayla yang menggebu - gebu.
"Mau gimana lagi soal perasaan gak bisa di paksain." jelas Devira
"Sayang banget astaga, kalo jadi gue udah gue terima itu mah..." ucap Nayla
"Yeee mau lo itu mah..." canda Azkia sambil mencubit pipi Nayla.
"Emang mau gue tapi sayangnya dia gak mau huft..." sedih Nayla
"Padahal ya Ki, lo tuh cewek pertama yang Kak Rayhan suka." ucap Devira sambil menatap Azkia.
"Hah masa sih?" tanya Azkia tak percaya dengan perkataan Devira.
"Iya bener, soalnya dari kelas satu tuh belum pernah liat kak Rayhan gandeng cewek gitu... banyak sih yang suka tapi gak ada yang di jadiin pacar, atau di tembak sekalipun..." cerita Devira panjang lebar.
"Iya bener itu, harusnya lo jadi cewek beruntung Ki di tembak cowok terpopuler di sekolah kita." kata Nayla
"Emmm..."
"Eh tapi di kelas kita juga ada cowok gak kalah populer sama kek kak Rayhan." ucap Devira
"Azka ya.." tebak Nayla
__ADS_1
"Iya, dia kan juga banyak fans nya kayak si siapa itu nenek sihir... dia udah di tolak Azka berkali - kali masih aja berharap sama Azka, entah udah cinta banget kayaknya..." jelas Devira.
"Nenek sihir ya? Tadi pagi gue berantem tuh sama neneh sihir, sampai rambut gue di jambak tadi..." cerita Azkia
"Kok bisa?" tanya Nayla dan juga Devira bersamaan.
"Iya soalnya tadi tuh gue di ledekin sama Azka mulu, nah ada Siska tiba - tiba muncul... dia kira gue mau rebut Azka gitu, makanya gue di jambak untuk gak botak ini kepala." kesal Azkia saat mengingat kejadian tadi pagi.
"Lo sih pagi - pagi dah ketemu nenek sihir, untuk gak sampai di kutuk jadi kodok lo hahaha." canda Nayla dengan tawanya yang renyah.
"Kalo gue jadi kodok lo jadi nyamuk biar gue makan." kesal Azkia
"Emang kodok makan nyamuk?" tanya Devira bingung.
"Gak tau juga sih ya hahaha.." tawa Azkia
"Oh iya Azka sama temennya kemana kok gak ada?" tanya Azkia yang baru menyadari jika teman bangkunya tidak ada.
"Kenapa kangen yaa?" goda Devira
"Mana ada." ucap Azkia sedikit membuang mukanya karena sedikit memerah.
"Pulang katanya." ucap Nayla
"Eh lo tau Ki, kita kemaren liat Azka senyum loh."cerita Devira soal kejadian kemaren.
"Ohh." ucap Azkia biasa aja
"Loh kok biasa aja sih respon lo, Ki?" tanya Nayla
"Lah mau gimana?" tanya Azkia bingung
"Ya kaget lah, kan Azka jarang banget senyum." ucap Nayla
"Lah gue aja pernah liat dia senyum manis buanget." ucap Azkia sambil mengingat kejadian waktu itu di lorong sekolah.
"Masa?" teriak Devira dan Nayla lagi membuat seisi kelas melihat ke arah mereka, sedangkan Azkia hanya mengangguk.
"Wah alamat ini ada yang mulai jatuh cinta." ucap Devira
"Jangan - jangan一" ucap Nayla menggantung
"Apa..?" tanya Azkia
"Kalian udah jadian ya?" tebak Devira
"Gak kok.." jawab Azkia cepat namun pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus.
...........
..." Izinkan aku menjadi bayanganmu, agar ku bisa menemanimu setiap waktu .."...
...-E H -...
..........
__ADS_1