Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Soal Perasaan


__ADS_3

Rayhan sudah menunggu dimana tempatnya janjian bersama Azkia semalam, mereka berdua akan bertemu di taman sekolah karena Azkia akan mengatakam sesuatu kepada Rayhan.


Rahyan duduk di bangku taman sambil memainkan ponselnya, udara begitu sejuk karena semalaman hujan deras. Azkia berjalan perlahan mrncari keberadaan Rayhan, setelah menemukannya Azkia menghampirinya.


"Kak.." sapa Azkia saat berada di sebelah Rayhan.


"Oh udah datang? Sini duduk.." ucap Rayhan menyuruh Azkia duduk di sebelahnya.


"Iya kak..." ucap Azkia sambil duduk di sebelah Rayhan.


"Kamu kemana aja beberapa hari ini? Menghindar?" tanya Rayhan


"Oh Kia sibuk kak.. bukan menghindar." jelas Azkia.


"Oalah kirain gara - gara waktu itu makanya kamu menghindar gitu.." kata Rayhan.


"Emang gara - gara itu.." batin Azkia


"Hehee gak kok kak.." jawab Azkia ragu, pasalnya dia menjadi merasa tidak enak jika harus menolak Rayhan tapi mau bagaimana lagi perasaan tidak bisa di paksakan.


"Udah sarapan belum? Atau mau aku beliin makanan dulu." tanya Rayhan basa basi.


"U-udah kok kak, makasih..." kata Azkia sedikit gagap.


"Iya.." jawab Rayhan canggung.


"Kak, sebenarnya Kia mau jawab soal yang waktu itu.." ucap Azkia agak takut.


"Jawabannya apa..?" tanya Rayhan penasaran sambil menatap mata Azkia, sedangkan Azkia yang di tatap menjadi tidak bisa berkata kata.


Tanpa mereka berdua ketahui, Azka sedang tiduran di salah satu bangku yang lumayan dekat dengan tempat mereka berdua. Mendengar ada orang mengobrol membuat Azka terbangun, dan mencari dari mana sumber suara tersebut. Azkia melihat Rayhan dan juga Azkia duduk bersama terlihat sedang membahas sesuatu hal yang penting.


"Kak, sebenarnya Kia suka sama kaka.... namun kalo untuk menjadi pacar kayak nya belum bisa.." jelas Azkia agak takut.

__ADS_1


"Kenapa ?" tanya Rayhan sambil menatap kedua mata Azkia karena dari situ Rayhan dapat mengetahui jika Azkia berkata jujur atau tidak.


Lain halnya dengan Azka, dia langsung pergi saat mendengar Azkia mengucapkan jika dia suka dengan Rayhan. Padahal kata - kata Azkia masih ada lanjutannya namun Azka enggan untuk mendengarnya lebih jauh lagi, karena Azka berfikir jika Azkia sudah menerima Rayhan.


"Kia pernah bilangkan sama kaka, kalo Kia mau tuh sama orang yang bisa buat hati Kia merasakan sesuatu yang berbeda kan." jelas Azkia.


"Iyaa, lalu sama aku belum merasakan itu?" tanya Rayhan yang mulai murung.


"Iya kak, maaf ya kak.."ucap Azkia sambil menunduk dia tidak berani menatap mata Rayhan ada rasa bersalah menolak cowok yang menjadi idola semua siswi di sekolah tapi bagaimana lagi jika hati belum yakin dengannya.


Rayhan mengambil nafasnya perlahan, ada rasa kecewa di dalam hatinya namum Rayhan dapat memerima itu, dia mengerti jika masalah hati tidak mungkin bisa di paksakan.


"Mmmm mau gimana lagi kalo itu keputusanmu, Ki... semoga kamu bisa mendapatkan orang yang bisa membuatmu merasakam getaran dalam hatimu iti." ucap Rayhan sambil menatap lurus kedepan.


"I-iya kak.." jawab Azkia ragu, dia masih menunduk menahan semua rasa bersalahnya.


"Udah aku gapapa kok, kita tetep jadi temen ya! Siapa tau lambat laun hatimu bisa berubah kan hehee." ucap Rayhan sambil menguatkan dirinya sendiri dan menghibur Azkia.


"Iya kak kita masih temen seperti biasanya." ucap Azkia sambil menoleh ke arah Rayhan.


"Jadi persiapkan lah hatimu itu hehe." lanjutnua lagi sambil tersenyum semanis mungkin untuk menutupi rasa sedihnya.


"Emmm..." Azkia hanya bisa tersenyum menanggapi perkataan Rayhan karema dia tidak tahu harus menjawab apa lagi.


"Oh iya kalo ada apa - apa hubungin aku ya! Balik dulu mau ke ruang osis.." pamit Rayhan sambil menepuk pipi Azkia pelan.


"Iya kak.." ucap Azkia


Setelah Rayhan meninggalkannya, Azkia dapat bernafas lega entahlah seperti beban di pundaknya sudah hilang semua. Rasa khawatir tidak enak memang ada namun lebih lega lagi karena Azkia bisa menyelesaikan masalah ini.


"Emang bener soal perasaan lebih rumit dari pada ekonomi.." keluh Azkia sambil menyenderkan badannya pada bangku taman.


..........

__ADS_1


Rayhan berjalan lemas, pikirannya kosong hingga dia tidak menyadari jika Jojo sedang berdiri di depan pintu ruang Osis. Jojo memperhatikan Rayhan dari atas hingga bawah seperti orang yang sudah tidak memiliki semangat hidup lagi.


Biasanya Rayhan sangat teliti soal penampilannya namun kali ini dia terlihat acak - acakan bahkan seragam sekolahnya yang biasanya terlihat rapi sekarang terlihat kusut dan tak beraturan. Rambut yang biasanya tertata rapi kini juga acak - acakan, Jojo heran melihat sahabatnya yang tidak pernah seperti ini.


"Lo kenapa Bro..?" tanya Jojo yang ingin mengetahui keadaan temannya ini.


Namun tidak di jawab oleh Rayhan, dia terus masuk kedalam ruang osis tanpa memperdulikan pertanyaan Jojo. Rayhan merebahkan dirinya di kursi sambil memandang keluar jendela, pikirannya masih terngiyang dengan ucapan Azkia barusan. Mungkin di hadapan Azkia dia bilang tidak apa - apa namun hatinya begitu sesak, saat mendengar penolakan Azkia.


Bagi Rayhan, Azkia adalah cinta pertamanya. Karena selama ini belum ada seorang cewek pun yang mampu merebut perhatian Rayhan, tapi cinta Rayhan tidak terbalaskan membuat hatinya sakit.


Pertama kalinya jatuh cinta sekaligus pertama kalinya merasakan patah hati, itulah yang Rayhan rasakan sekarang ini. Jojo prihatin melihat kondisi Rayhan saat ini, Jojo memberikan waktu untuk Rayhan menyendiri terlebih dahulu. "Mungkin dia butuh waktu sendiri dulu, nanti kalo sudah tenang bakalan balik kek biasanya..." ucap Jojo sambil menutup pintu ruang Osis. Jojo juga melarang siapapun masuk keruang osis untuk sememtara waktu.


Setelah Jojo meninggalkan Rayhan sendiri, jatuhlah beberapa butir air dari mata Rayhan yang sudah sedari tadi dia tahan di hadapan Azkia. Bagaimana mungkin Rayhan menunjukkan sisih rapuhnya ini di hadapan Azkia, saat Azkia lah yang membuatnya seperti ini.


"Gue kurang apa sih Ki, gue gak tau kenapa gue bisa sesayang ini sama lo.. Tapi gue gak bisa maksain lo buat bersama gue, kalo lo sendiri gak mau Ki.." ucap Rayhan sambil air mata itu terus mengalir.


"Tapi gue gak akan menyerah mendapatkan hati mu Ki, gue akan berjuang akan berjuang meluluhkan hatimu.." Rayhan menyemangati dirinya sendiri.


Air mata yang Rayhan keluarkan bukan menunjukkan jika dia seorang lelaki yang lemah, melainkan ketulusan hati dari Rayhan yang membuatnya seperti itu.


Katanya jika seorang laki - laki sampai meneteskan air mata untuk perempuan, berarti sayangnya itu tulus dari dalam hatinya bukan hanya ucapan semata saja.


Semangat Rayhan, kamu akan mendapatkan seseorang yang bisa menyembuhkan rasa sakitmu saat ini. Percayalah!


...............


..."Aku tidak akan memaksa seseorang...


...untuk tetap tinggal jika dirinya sendiri ingin pergi dariku.."...


...- Reyhan Mahardika (EH)-...


...............

__ADS_1


kasian Rayhan patah hati-_-||


__ADS_2