
Kali ini babak kedua dalam pertandingan final basket, pertandingan mereka sama - sama kuat. Jojo mendribel bola melewati Ciko dengan mudahnya lalu di halangi lagi oleh Bobo, membuat Jojo melemparkan bola kepada Rayhan yang sedang tidak di jaga. Dengan tepat Rayhan menerima bola lalu menggiringnya mendekati ring, namun dihadang oleh Azka. Dengan lincah Rayhan bisa melewati pertahanan dari Azka dan langsung melemparkan bola ke atas ring. Semua penonton tegang menyaksikannya, seolah ada efek slowmosen yang membuat bola tersebut lama mendarat di ring.
"Yess huuu..." teriak Rayhan bergembira ketika lemparan bolanya masuk ke dalam ring, riuh tepuk tangan pun terdengar.
Kemudian Devan mengambil bola dan mendribelnya hingga ke tengah lapangan, dia melihat sekeliling mencari temannya yang tidak mendapatkan penjagaan ketat dari lawan. Devan melihat Attaya yang mendapat penjagaan sedikit lemah, lalu melemparkan bola itu ke arah Attaya. Kemudian Attaya maju kedepan mengoper bola kepada Ciko, Ciko dengan lincahnya menghindari semua lawannya. Lalu mengoper bola kepada Azka yang sedang berada di bawah ring, dengan cepat Azka menangkap bola tersebut lalu melompat untuk memasukkan bola kedalam ring, namun sayang bola itu dapat di halau oleh Rayhan.
"Cih!" kesal Azka, kemudian dia merebut bola yang sedang di pegang oleh Rayhan. Dengan sangat cepat Azka merebut bola itu saat Rayhan mendribelnya, lalu Azka berlari ke ring lawan sambil mendribel bola. Saat di kira posisinya sudah memungkinkan untuk shooting, Azka lalu melakukan shoot dan hasilnya... bola itu masuk ke dalam ring lawan. Alhasil menambah kedudukan poin untuk tim Azka.
"Azka semangat!" teriak Azkia dan diikuti teman - temannya.
"Cikoo.. tunjukkan pesonamuu!"
"Han, lo jangan mau kalah."
"Azkaa semangat lo pasti bisa menang." teriak Siska di seberang lapangan membuat Azkia sedikit kesal dengan hal itu.
Sekarang kedudukan seri untuk tim Azka dan juga tim Rayhan, dan waktu juga sudah hampir habis. Kali ini wasit memberikan tambahan waktu lima menit untuk mendapatkan hasil akhir.
Bola yang di bawa Jojo mampu di rebut oleh Attaya, kemudian lari untuk mengoper bola kepada temannya yang lain. Namun sayang, saat Attaya melempar bola ke arah Devan bola itu mampu di hadang oleh Sandi sebelum bola itu sampai ke tangan Devan.
"Sial!" keluh Devan sambil berlari mencoba merebut bola itu lagi, Sandi yang mengetahui bolanya akan di rebut lalu mengopernya ke arah Zoe. Bola mampu di terima oleh Zoe, kemudian Zoe maju ke area lawan sambil mendribel bolanya. Namun sayang bola itu berhasil di rebut oleh Azka, dan dengan cepat Azka mendribel bola melewati beberapa penjagaan dari tim Rayhan. Tapi saat Azka akan melakukan shooting, dia mendengar Azkia meneriaki nama Rayhan membuat Azka diam mematung.
Rayhan yang merasa namanya di panggil oleh Azkia langsung menoleh ke arah Azkia, sambil melambaikan tangannya dan tersenyum manis. Ada rasa senang tersendiri saat Azkia memanggil namanya juga, terlebih saat pertandingan bisa membuat semangat Rayhan menjadi dua kali lipat.
"Lo salah sebut nama apa emang sengaja?" batin Azka saat melihat ke arah Azkia, Azkia yang menyadari itu lalu menerikan nama Azka juga agar semangat.
"Azka semangat, Semangaat!" teriak Azkia sambil melambaikan tangannya ke arah Azka, namun sayang Azka sudah kesal terlebih dahulu karena Azkia juga menyemangati Rayhan.
"Ka!" panggil Devan, agar Azka tersadar dari lamunannya tapi sayangnya bola sudah berpindah tangan ke tangan Rayhan. Dan dengan sekali shooting dengan teknik jum shot, bola itu masuk kedalam ring dengan mulusnya. Dan bertepatan dengan peluit panjang tanda pertandingan sudah selesai.
Pppprrrrrriiiiiiiittttttttt!!!
"Yees kita menang, huuu..." ucap Jojo bahagia
"Ternyata masih sama kek dulu kemampuan kita." ucap Sandi sambil mengelap kringatnya
__ADS_1
"Kalian hebat!" ucap Rayhan sambil bertos dengan para anggotanya.
"Gak sia - sia latihan kemaren.." ucap Zoe sambil merangkul Sandi
Sedangkan di tim Azka mereka menerima kekalahanya dengan lapangan hati, hanya selisih satu poin dari tim Rayhan. Dengan penampilan pertandingan yang seru dan menegangkan.
"Ka, lo tadi kenapa tiba - tiba diem gitu aja? Padahal kan sedikit lagi kita menang." tanya Bobo pada Azka
"Entah!" ucap Azka menahan kesalnya
"Jangan bilang karena Azkia juga nyemangati Rayhan tadi?" tanya Devan yang tepat sekali dengan apa yang Azka rasakan
"Hmm." ucap Azka
"Astaga Ka, dikit lagi padahal kita bisa kalahin ketos itu... sayang banget." ucap Attaya
"Udah - udah gak papa, lagian kita juga juara dua ini kan." lerai Ciko agar mereka tidak menyalahkan Azka
Kemudian semua tim berbaris di tengah lapangan untuk bersalaman dengan tim lainnya dan juga wasit, karena mereka bertanding hanya di dalam lapangan jangan sampai membawa pertarungan tadi hingga keluar dari lapangan.
"Ka!" panggil Azkia, namun Azka tetap berjalan tanpa menoleh sedikit pun.
"Kenapa dia, dingin lagi?" gumam Azkia yang melihat kepergian Azka.
Kemudian Azkia berbalik dan bertanya kepada Devan, kenapa Azka berubah menjadi dingin lagi padahal tadi baik - baik saja.
"Van, Azka kenapa itu?" tanya Azkia kepada Devan yang sedang minum.
"Kenapa emang?" tanya Devan setelah menghabiskan minumannya.
"Pergi gitu aja tuh, gue panggil di abaikan gitu aja.." jelas Azkia kepada Devan.
"Gara - gara lo tadi juga nyemangatin Rayhan kek nya." ucap Ciko yang juga mendengar saat Azkia meneriaki nama Rayhan.
"Masa gitu doang ngambek?" tanya Azkia kepada mereka semua
__ADS_1
"Bisa jadi kan." ucap Nayla
"Iya bener, kan dia mulai bucin sama lo, Ki." ucap Devira
"Cemburu!" ucap Devan yang bisa mewakili apa yang sedang di rasakan oleh Azka.
"Sana Ki, kejar Azka. Jangan sampai di ambil orang." saran Attaya kepasa Azkia
"Nah bener itu, soalnya gue tadi liat Siska ngikutin Azka loh.." ucap Bobo
"Cih, masa gitu doang ngambek sih, kek anak kecil aja." keluh Azkia sambil bangkit dari duduknya
"Namanya juga udah sayang, Ki... mana suka liat doinya manggil nama orang lain." jelas Ciko sambil membuka bajunya
"Duh gue salah dong, padahal kan niatnya nyemangatin doang kok jadi gini sih?" keluh Azkia
"Lo tadi gak liat ekspresinya Azka sih, Ki... saat loh neriakin namanya Rayhan." ucap Attaya
"Langsung diem kek patung tau gak, bahkan gue panggil berkali - kali pun gak denger dia... sampai bolanya di rebut oleh Rayhan pun dia masih diem aja." jelas Ciko yang melihat jelas bagaimana ekspresi Azka tadi.
"Dah sana cari Azka keburu beneran di ambil orang loh!" saran Nayla
"Bujuk biar gak ngambek, Ki!" teriak Devan.
"Kita tunggu di kantin." teriak Devira juga karena Azkia sudah berjalan menjauhi mereka. Azkia hanya melambaikan tangannya tanda menyetujui perkataan teman - temannya.
Kemudian Azkia mencari Azka dari mulai lorong yang dia lewati hingga ke kelas namun sayangnya Azkia belum juga menemukan Azka.
"Lo dimana sih, Ka?" gumam Azkia sambil terus celingukan mencari Azka.
......................
..."Bolehkah aku egois?...
...Aku hanya ingin kamu fokus kepadaku saja!"...
__ADS_1
...-Azka A-...