Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Es Kelapa Muda


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang direncanakan oleh Azka dan kawan - kawan, mereka sudah bersiap - siap dengan barang bawaan mereka. Soal tenda mereka tidak khawatir lagi karena tenda mereka saat acara ngcam waktu itu masih tersimpan rapi, setelah mengemasi dan memasukan semua barang ke bagasi mobil mereka akhirnya berangkat.


Mereka menggunakan dua mobil yang satu mobil Devan dan satunya milik Attaya. Di dalam mobil Devan ada Azka, Azkia dan juga Ciko. Sedangkan di mobil Attaya ada Devira Nayla dan Bobin, bosa di bilang di mobil Devan orang dingin semua keculao Azkia.


Devan memutar lagu sehingga tidak terlalu hening dan mencekram untuknya, karena sedari tadi tidak ada obrolan. Ciko yang duduk di sebelah Devan memilih mengenakan airphonenya sambil memejamkan matanya, sedangkan Azka dan Azkia hanya diam saja dengar pikiran mereka masing - masing.


Azka berfikir untuk menanyakan saat itu Azkia sedang bertelepon dengan siapa hingga panggilannya teralihkan, namun belum ada juga kesempatan untuk bertanya.


Saat melewati mini market Azka menyuruh Devan untuk menepikan mobilnya, setelah itu Azka masuk kedalam minimarket sendirian.


Setelah beberapa saat keluarlah Azka sambil membawa dua kantung kresek yang berisi makanan ringan dan minuman lainnya.


"Banyak banget, Ka? Mau jualan di pantai ya?" canda Devan.


"Iya jualan, lumayan kan banyak bule." ucap Azka dingin, sekilas Azkia memperhatikan Azka yang sudah duduk di sebelahnya.


"Ki." panggil Azka lembut. Azkia menoleh dan tiba - tiba saja tepat di depan wajahnya ada sebuah kresek, Azkia bingung lalu memiringkan wajahnya melihat Azka.


"Makan." kata Azka singkat. Azkia menurut dan mengambil kantung kresek itu, Azkia kagey saat membuka kantung kresek itu.


"Makasih!" ucap Azkia bahagia sambil tersenyum, di dalam kresek itu ada ice cream, yoghurt, dan juga coklat tak lupa kripik kentang kesukaan Azkia.


"Jahat banget, masa Kia doang yang di beliin gue kagak." ucap Devan sambil cemberut seolah cemburu dengan Azkia.


"Lo mau?" tanya Azkia.


"Mau lah!" Dengan cepat Devan menjawabnya. Azkia melirik kearah Azka mencoba meminta pesertujuannya.


"Terserah." kata Azka lalu mengunyah sebuah permen karet. Mendengar jawaban itu Azkia mengerti maksut dari Azka itu tidak mengizinkannya memberikan kepada Devan.


"Tapi gue gak mau ngasih tuh gimana?" canda Azkia sambil memakan ice cream. Tiba - tiba saja Devan mengerem mendadak, membuat Ciko terbentur kaca depan mobil. Begitu juga dengan Azka dan Azkia, parahnya pipi Azkia terkena ice cream.


"Devan!" teriak Azkia sangat kencamg membuat ketiga pria itu menutup telinganya.


"Sorry - sorry tadi ada kucing nyebrang." ucap Devan sambil tertawa melihat muka Azkia yang cemong. Ciko dan Azka pun ikut tertawa melihatnya.


"Iih kalian jahat tau gak!" kesal Azkia sambil cemberut. Azka memegang pipi Azkia agar menghadapnya, dengan pelan Azka membersihkan pipi Azkia menggunakan tissu basah sedangkan Devan sudah melajukan mobilnya lagi menyusul Attaya.


"Makasih." ucap Azkia sambil menunduk karena menahan malu, tangannya sudah terasa sangat dingin saat Azka menyentuk pipinya tadi. Bahkan tidak jarang Azkia menahan nafasnya karena terlalu dekat dengan Azkia.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan membuat mereka capek, akhirnya mereka sampai juga di tujuan pantai dengan pemandangan yang menyegarkan mata.

__ADS_1


Terlihat pasir putih yang bersih tanpa ada sampah, menambah eloknya pemandangan pantai. Terlihat tidak hanya mereka yang akan ngcam disini tapi juga ada beberapa orang yang baru saja datang bahkan ada yang sudah mendirikan tenda, ada juga yang sudah akan pulang.


"Guys cari makan dulu, laper nanti gak bisa buat tenda." ajak Attaya sambil memegangi perutnya yang sudah keroncongan.


"Ayok!"


"Kuy lah!"


"Akhirnya makan." ucap Bobo yang membuat mereka semua tertawa. Karena memang sedari tadi mobil Attaya tidak berhenti bahkan ke minimarket saja tidak, hanya sekali mampir untuk mengisi bensin saja.


Mereka memilih menu makanan yang bisa mereka santap bersama, ada udang, lalapan, sambal, gurami goreng, tumis kangkung, tempe tahu dan juga kerupuk. Minumnya mereka lebih memilih es kepala muda yang memang cocok diminum saat udara panas seperti saat ini, apalagi mereka sedang berada di tepi pantai.


Setelah makan mereka istirahat sebentar, setelah itu melanjutkan untuk mendirikan tenda sebelum gelap.


Azka, Devan dan Attaya mendirikan tenda, sedangkan Ciko dan Bobo mencari kayu bakar di sekitaran tempat mereka mendirikan tenda. Sedangkan untuk para cewek mereka menyiapkan menu untuk makan malam, yang memang sudah mereka persiapan dari rumah tinggal mengoleskan bumbu pada ikan - ikan dan makanan lainnya.


Tenda mereka tidak terlalu dekat dengan pantai, di sekliling mereka juga ada yang mendirikan tenda namun tidak terlalu dekat.


Sebelum senja tugas mereka sudah selesai, ada tiga tenda yang berdiri melingkari api unggun yang sudah mereka susun.


Mereka semua duduk santai memandangi matahari yang hampir tenggelam. Terlihat kuning ke orange seperti telur mata sapi, di tambah semburat jingga yang terlihat seperti berada di dekat air. Deburan omak terasa seperti lagu yang indah di padukan dengan senja dan angin yang berhembus perlahan.


"Waow kerenn."


"Subhanaallah."


"Nikmat mana lagi yang kan kau dustakan."


Begitulah ucapan mereka mewakili keindahan senja di pantai. Tak lupa mereka mwngeluarkan ponselnya masing - masing dan sesekali mengabadikan moment indah ini.



Azka tiba - tiba saja berdiri dan melangkah ke tepian pantai, dia menikmati senja itu dengan sesekali bermain air. Mereka juga mengikuti hal yang sama dengan Azka, karena Bobo iseng di mencipratkan air ke arah Azka. Baju yang di kenakan menjadi basah.


"Yok, gue mandiin, Ka!" teriak Bobo sambil terus me cipratkan air pada Azka.


Devan dan Attaya pun mengikuti hal yang di lakukan Bobo.


"Jangan kroyokan dong!" kesal Azka karena satu lawan tiga.


"Wlee." ledek Bobo, kemudian Azka berjalan kearah Bobo dengan cepat dia juga menvipratkan air kepada Bobo. Namun sayang saat Bobo berlari dan menghindar dari Azka, membuatnya terpeleset ke pasir.

__ADS_1


Brukk


Suara itu membuat semua orang melihat ke arahnya, satu detik dua detik terdengar tawa mereka semua. Melihat Bobo yang jatuh tepat di depan seorang cewek dengan wajahnya yang tepat di kaki cewek tersebut.


"Aahhh." ucap cewek itu kaget, gimana tidak kaget dia sedang duduk di tepian pantai tiba - tiba ada yang jatuh tepat di kakinya yang sedang di rentangkan kedepan.


"Dasar mesum!" teriak perempuan itu.


Plak


Suara tamparan jelas sekali terdengar, Bobo berjalan gontai kearah Azka. Sambil memegangi pipinya yang sakit akibat di tampar cewek tersebut.


"Enak?" tanya Attaya sambil tertawa.


"Sialan lo, nyut - nyutan ini." ucapnya sambil mengusap - usap pelan pipinya.


"Salah lo sendiri, pinter banget cari tempat buat jatuh haha." canda Devan sambil menepuk bahu Bobo.


"Lo sih jatuh pake acara modus segala, makan tuh tamparan." ucap Azka.


"Modus dikit aja gagal.... Nay, pipi gue sakit nih." keluh Bobo kepada Nayla yang swdang main air bersama Azkia dan Devira.


Kemudian Nayla memandang Azkia dan Devira bergantian lalu mengangguk, dan berucap, "Syukurin, emangnya enak!" kata mereka bertiga.


"Cih kalian semua mah tega sama gue, temen apa kayak gitu yang liat temennya kesusahan malah disyukurin di ketawain pula." ucap Bobo sambil menendang air.


Mereka hanya tertawa saja melihat Bobo, lucu rasanya bisa membuatnya marah dan mengerjainya.


"Ko! Lo temen gue kan, lo belaiin gue kan?" tanya Bobo kepada Ciko.


"Lo mah inget gue kalo ada maunya doang." ucap Ciko yang sudah paham maksut dari Bobo.


"Hehee.. Gue kan inget lo terus, Ko... setiap hari detik menit jam, mau makan aja inget lo, tidur juga inget!" canda Bobo sambil terus mendekat kearah Ciko yang terus mundur melihat Bobo yang makin mendekat kearahnya.


"Stop! Jangan maju lagi atau gue—" ucapan Ciko terpotong oleh Bobo.


"Gue apa?" tanya yang makin mendekat kearah Ciko.


"Gue larii.... jijik gue!" ucap Ciko sambil lari menjauh dari Bobo, namun Bobo ikut lari mengejarnya. Sedangkan yang lain hanya tertawa melihat tingkah mereka.


.............

__ADS_1


..."Awalnya iseng doang suka sama kamu, eh gak taunya keterusan sampai sekarang :)"...


...— E H —...


__ADS_2