
Jalanan nampak ramai dengan banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang, bahkan banyak pengendara yang rela menerobos lampu merah hanya karena ingin segera samapi dirumah tanpa memikirkan keselamatannya. Terutamanya pengendara sepeda motor, mereka dengan lincahnya menyalip setia kendraan didepannya bahkan cela sempit pun bisa mereka taklukan.
Lain dengan pengendara satu ini yang tetap santai dan menikmati perjalnannya, tidak ada niatan untuk menyalip kendaraan lainnya ataupun menerobos lampu merah. Banyak hal yang ia pikirkan terutama demi keselamatan orang yang ia sayangi terlebih lagi ia sedang berbadan dua.
Ketika ia hanya fokus pada jalanan didepannya, beda lagi dengan gadis cantik yang duduk manis disebelahnya. Matanya fokus mengamati sekitaran karena mereka berdua melewati khawasan yang padat dengan pedagang pinggir jalan. Semua makanan ada disini sehingga tempat ini menjadi salah satu wisata kuliner yang digemari banyak masyarakat sekitar.
"Hubby!" panggilnya pada seseorang yang fokus pada kemudinya.
"Hmmm," sautnya.
"Kok hmm doang sih, kalau dipanggil itu harusnya jawab bukan hmm." protesnya.
Laki-laki itu menoleh menatap gadisnya lembut, "Iya sayang kenapa?" tanyanya.
"Nah gitu kan enak didengernya," jawabnya sambil tersenyum manis.
"Iya, terus mau apa?"
"Mau kesana!" tunjuknya pada sebuah lapangan yang sangat ramai, dari jauh terlihat banyak mainan seperti komidi putar, kora-kora dan masih banyak lagi.
"Gak, kita pulang aja kamu harus istrirahat gak boleh kecepekan!" tolaknya masih fokus pada jalanan.
"Padahal ini permintaan dedek bayi," ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.
Orang itu adalah Azka dengan berat hati ia menuruti permintaan Azkia, ia membelokan mobilnya menuju tempat yang diinginkan Azkia. Setelah mendapatkan tempat parkir Azkia segera bergegas dan turun dari mobil, begitu juga dengan Azka tapi sebelum ia turun ia sempat melepas jasnya sehingga hanya kemeja hitam yang melekat pada tubuhnya.
Tak hanya itu ia juga menggulung lengan kemejanya keatas hingga sikunya, beberapa kancing yang berada dilehernya ia buka begitu saja. Hal itu membuat Azka semakin terlihat tampan, banyak dari kaum hawa yang melirik atau terang-terangan menatap Azka.
Azkia yang merasa kesal langsung saja menggandeng lengan Azka, lalu ia menatap tajam kearah wanita-wanita yang melirik suaminya itu.
Azka hanya terkekeh saja melihat kelakuan istrinya itu, lucu.
Mereka berdua berjalan menyusuri setiap stan yang ada dari berbagai macam barang, makanan bahkan permainan ada disini seperti pasar pada umumunya. Mereka biasa menyebut pasar malam, karena hanya ada saat malam saja.
"Apa ini?" tanya Azkia saat sampai disebuah stan makanan.
"Ini kue putu, yang dibuat dari campuran parutan kepala dan tepung." bukan Azka melainkan penjual itu yang menjawabnya.
"Ohh, boleh dibungkus satu porsi bu," kata Azkia ramah.
Setelah kue putu itu selesai dibungkus kini giliran Azka yang membayarnya, sedangkan Azkia membuka kue putu yang terbungkus kertas.
"Awh panas!" keluhnya.
"Pelan-pelan, itu baru matang jangan langsung dimakan masih panas." Azka langsung merebut kue putu itu, perlahan ia meniupnya hingga dirasa hangat lalu menyupkannya pada Azkia.
"Enak?" tanya Azka sedangkan Azkia hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Kue putu yang dibawa Azka belum habis, tangan Azkia sudah menyeret Azka agar mengikutinya kestan yang lain. Saat sampai distan yang berjualan terlur gulung tiba-tiba saja Azkia merasa mual dan ingin muntah. Dengan cepat Azkia mencari tempat yang sepi untuk memuntahkan isi perutnya, tapi sama sekali tidak ada yang keluar hanya mual.
"Kenapa? Ada yang sakit? Mau pulang aja?" Azkia sudah mendapatkan serangan pertanyaan dari Azka saat mengetahui keadaan Azkia.
Azkia menggeleng, "Gak mau, masih pengen disini," ucapnya masih menutup mulutnya agar tidak mual lagi.
"Pulang aja, kamu muntah-muntah itu!" Azka sudah mengandeng tangan Azkia dan siap berjalan tapi tangannya terhenti saat Azkia tidak mau bergerak sama sekali.
"Gak mau, By! Aku masih pengen disini, belum liat juga yang sebelah sana." rengek Azkia.
"Tadi muntah kenapa?" tanya Azka mematap Azkia intens.
Azkia menarik kemeja Azka sehingga ia menunduk dan wajahnya dekat dengan Azkia.
"Bau telur itu tadi tiba-tiba mual pengen muntah," basik Azkia karena semakin ramai pengunjung yang datang.
"Tapi beneran gak apa-apa, kan?" tanya Azka khawatir.
"Beneran, nih liat!" Azkia memutar badannya seolah tidak ada kejadian mual tadi.
"Baiklah kalau sakit atau apa cepat bilang, oke? Ingat sekarang ada dedeknya," kata Azka sambil mencium kening Azkia sekilas.
"Siap komandan!" Azkia terkekeh sendiri mendengar jawabannya.
Mereka berdua melanjutkan jalan-jalannya hingga sampai pada stan yang menjual baju pasangan. Langkah Azkia terhenti ia menatap setiap baju couple itu, seolah sedang mencari yang cocok dengan seleranya.
"Mau, ambil aja!" kata Azka.
"Kita pakai ini, ya?" pinta Azkia.
"Sekarang?" tanya Azka dan Azkia pun mengangguk.
"Gak mau, malu lah kaya anak sekolah aja," tolak Azka.
"Yaudah gak usah beli aja, percuma beli gak dipakai!" Azkia langsung menaruh kembali baju couple itu.
Azka memang harus ekstra sabar dengan istrinya itu yang memiliki keingin harus dituruti jika tidak ya seperti saat ini ngambek.
"Baiklah, aku pakai bajunya!" kata Azka yang membuat Azkia berbalik mendekati Azka dengan wajah bahagia.
"Really?"
"Sure!" Azka mengacak rambut Azkia pelan kemudian ia membayar baju itu sebelum dipakai.
Tak butuh waktu lama Azka sudah keluar dengan baju tiga warna itu, membuatnya terlihat lebih muda padahal memang masih muda.
"Uwuu siapa nih, manis banget!" kata Azkia sambil mencubit perut Azka.
__ADS_1
"Ganti juga sana!" perintah Azka.
Azkia pun menurut saja, ia masuk kedalam kamar pas sederhana yang tadi Azka gunakan. Sedangkan Azka berdiri didepan kamar pas hanya untuk menjaga agar tidak ada yang masuk saat Azkia sedang berganti.
"Sayang!" panggil Azkia.
Azka yang sibuk memainkan ponselnya menoleh, ia melihat sepasang sepatu disebelahnya lalu naik keatas perlahan hingga terlihat wajah cantik istrinya membuat Azka terpaku.
"Matanya udah mau lepas tuh!" ledek Azkia sambil terkekeh.
Bagaianna tidak terpesona jika Azkia memakai rok jins diatas lutut lalu dipadukan dengan baju yang ia pilih tadi, baju itu terlihat kebesaran ditubuh Azkia namun terlihat sangat cocok.
Rambut yang tadi dibiarkan tergerai kini sudah dikucir rapi ketas memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus. Membuat pikiran Azka traveling kemana-mana.
"By, hubby! SAYANG!" teriakan itu sampai membuat beberapa orang menoleh keaeahnya.
"Eh iya, kenapa?" tanya Azka berhasil menyembunyikan kekagumannya.
"Cantik gak?" tanya Azkia sambil berputar didepan Azka.
"Gak, sama seperti biasanya tuh!" jawaban itu membuat Azkia kesal, karena ia ingin mendengar pujian dari sang suami.
"Masa gak cantik sih, kamu merem ya!" kesal Azkia berjalan terlebih dahulu.
"Cantik banget malah, samapai aku gak bisa nahan diri!" batin Azka sambil mengikuti Azkia dari belakang.
Azka sangat kesal saat banyak laki-laki yang menatap istrinya terlebih Azkia memakai rok jins diatas lutut sehingga membuat kaki jenjangnya terlihat jelas.
Azka menarik peegelangan tangan Azkia hingga membuatnya terhuyung kebelakang menabrak dada bidang Azka, belum sempat Azkia protes tangan Azka lebih dulu melingkar dipinggangnya dengan sangat erat.
SET!
Azka mengikatkan kemejanya dipinggang Azkia agar menutupi kakinya yang terekspos itu. Azkia yang mendapat perlakuan seperti itu hanya diam mematung.
"Lain kali jangan pakai seperti ini ditempat umum! Kalau didepanku boleh banget." bisik Azka tepat ditelinga Azkia membuat pipi dan telinganya memerah.
Plak!
Azka memukul pelan patat Azkia agar ia tersadar, kemudian ia merangkul pinggang Azkia agar ikut pulang dengannya. Tapi saat didepan pintu masuk pasar malam ada dua badut yang mengenakan pakaian lucu membuat Azkia menghentikan langkahnya.
Azkia meminta Azka untuk memotrednya dengan kedua badut itu, tak hanya itu ia juga meminta bantuan tukang parkir untuk mengambil gambarnya bersama Azka dan juga dua badut itu.
"Hukumannya nanti dirumah!" kata Azka berjalan terlebih dahulu.
Azkia paham kenapa ia mendapatkan hukuman dari Azka.
"Huft!" keluh Azkia, sambil menatap kemeja yang ada dipinggangnya.
__ADS_1
...----------------...