Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Mental udah siap?


__ADS_3

Azkia sedang tengkurap diatas kasur, tanganya sibuk menggeser-geser beranda sosmednya. Ia tidak menyadari jika ada seorang anak kecil berlarian masuk begitu saja ke dalam kamar Azkia. Hingga membuatnya terpelonjat kaget saat ia membalik badannya.


"Astaga!" pekik Azkia.


"Alo Ante," ucapnya dengan senyum yang mengembang membuatnya terlihat imut. Dia masih belum lancar berbicara.


"Zenna! Kapan datangnya kok gak bilang tante... kan bisa tante jemput dibandara," ucap Azkia tanpa jeda, ia langsung memeluk gadis kecil itu.


"Zee, balu sampai ante," ucapnya dengan wajah yang menggemaskan.


Azkia mencubit pipi Zenna karena gemas, pipinya cubby seperti bakpau. Matanya yang besar mirip sekali dengan Azkia waktu masih kecil.


"Uluh-uluh pipinya makin embul, ya?" ucap Azkia.


"Zee kan engen cepat becar, aya ante," kata Zenna.


Azkia hanya terkekeh sambil mengacak rambut Zenna yang dikucir dua dengan poni didepannya.


Tiba-tiba saja terlihat seseorang datang dengan tergopoh-gopoh, wajahnya terlihat sangat panik.


"Dek, Zenna disini gak?" tanyanya.


Azkia yang paham langsung menyingkir dari hadapan Zenna agar tubuh mungil itu terlihat oleh ayahnya.


"Zenna! Papa cariin kemana-mana loh, kok udah disini," ucapnya sambil memeluk Zenna penuh rasa khawatir.


"Zee angen ante," ucapnya polos.


"Iya, papa tau.. tapi kan bisa bilang sama papa dulu, papa kan panik," ucapnya.


"Bang Axel kapan datang?" tanya Azkia yang sejak tadi hanya diam melihat pertunjukan ayah dan anak itu.


"Baru aja duduk, terus tiba-tiba Zenna ilang dari pantauan... kan bikin panik setengah mati," ucap Axel sambil duduk di bibir kasur Azkia.


"Anak kok bisa ilang," ejek Azkia sambil terkekeh.


Ya, orang itu adalah Axel Aprilliano, kakak dari Azkia yang sudah lama menetap diluar negeri. Setelah Axel lulus kuliah dan menikah dengan seorang gadis teman kuliahnya. Axel memutuskan tinggal diluar negeri karena sibuk mengurusi cabang perusahaan Bima yang ada disana.


Sudah hampir tiga tahun lama pernikahan Axel dan juga istrinya, ia dikaruniai seorang anak yang cantik dan lucu. Zenna Aprilia, malaikat kecil yang menjadi pelengkap dalam hidup Axel. Karena Zenna jauh sehingga membuat mama Lala memaksa Azkia untuk segera menikah, agar ia bisa memiliki teman saat rindu dengan Zenna.


"Cieee abang yang udah jadi papa muda," ledek Azkia.


"Halah, kamu juga bentar lagi bakal jadi mama muda," ucapnya.


"Hmmm, rasanya Kia belum siap, bang!" lanjut Azkia sambil terduduk lesu disebelah gadis kecil itu.


"Kenapa?" tanya Axel.


"Ya semuanya kan baru pasti canggung banget," ucap Azkia sambil membayangkan.


"Tenang aja, lama-lama juga akan terbiasa," kata Axel sambil menatap Azkia.

__ADS_1


"Azkia masih gak nyangka aja status Azkia akan berubah jadi seorang istri, gimana ya bang deg-degan gitu... Ada rasa takut seneng pokoknya jadi satu gitu, bang," curhat Azkia.


"Adek abang bisa takut juga, ya? Biasanya juga bar-bar gitu," ledek Axel sambil menoel pipi Azkia.


"Gak lucu ya bang! Kia serius ini, apalagi Azka itu overprotective banget sama Kia... ngobrol sama temen gak boleh, cuma senyum aja gak boleh." Azkia bercerita dengan sangat menggebu-gebu.


Axel hanya menggeleng sambil tersenyum, "Dia cuma gak mau calon istrinya direbut sama orang lain," ucap Axel.


"Tapi ya gak segitunya juga, bang!" kesal Azkia.


"Kamu tanya aja sama istrinya abang, gimana sikap abang kalau dia lagi keluar sama temen-temennya," ucap Axel sambil merebahkan tubuhnya pada kasur besar milik Azkia.


"Kenapa emangnya?" tanya Azkia penasaran.


"Abang udah mirip polisi yang lagi instrogasi tersangka," ucap Axel sambil menatap langit-langit kamar. Ia mengingat bagaimana sikapnya dulu yang sangat overprotective pada istrinya itu.


"Masa sih, bang?" tanya Azkia.


"Kalau gak percaya tanya aja tuh, kakak iparmu dibawah lagi ngobrol sama mama," jawab Axel.


Azkia hanya mengangguk saja, wajahnya terlihat sedih namun ia juga merasa bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang istri.


"Ante cedih kenapa?" tanya Zenna sambil memegang tangan Azkia.


"Tante gak sedih kok, tuh." Azkia menunjukkan wajahnya yang tersenyum.


"Ante jangan cedih, nanti antiknya ilang loh." Zenna terlihat begitu menggemaskan membuat Azkia tidak tahan untuk mencium pipinya berulang kali.


Azkia belum merasa puas jika Zenna belum menangis, seolah hal itu sangat menyenangkan untuk Azkia.


"Hah?" bingung Azkia.


"Makanya nanti setelah nikah, jangan ditunda-tunda... langsung buat aja, biar punya mainan yang lucu kaya gini," ucap Axel sambil menggendong Zenna keluar dari kamar Azkia.


"Ihh abang ngomong apa sih!" kesal Azkia, namun pipinya sudah bersemu merah. Ia menepuk-nepuk pipinya, karena perkataan Axel sudah membuat pikirannya terbang kemana-mana.


"Abang gak ada akhlah!" teriak Azkia.


......................


"Cia calon papa muda bengong aja, nanti kesambet calon istri loh," ejek Attaya.


"Gak jelas!" geram Azka.


Hari ini mereka semua berkumpul dirumah Azka, karena sebentar lagi sahabatnya itu akan menjadi seorang suami. Dan mungkin setelah Azka menikah, Attaya atau Devan yang akan menyusulnya.


"Gimana semua persiapan udah selesai?" tanya Devan.


"Udah," jawab Azka sambil mengangguk.


"Mental udah siap belum?" tanya Ciko.

__ADS_1


"Mental?" tanya mereka semua kompak.


"Iya, lo kan mau nikah... persiapin mental lo dengan semua keadaan yang berbuah, apalagi setelah menikah." jelas Ciko.


"Kok lo tau banyak hal sih?" tanya Bobo menyelidik.


"Gue cuma tau dari buku yang gue baca doang sih," jawab Ciko.


"Jangan-jangan habis Azka, lo lagi yang mau nyusul?" tanya Devan.


"Lo mau duluin gue?" tanya Attaya.


"Kita gak tau kedepannya nanti gimana, entah siapa yang duluan kan," jawab Ciko santai.


"Iya," jawab mereka kompak.


"Lo udah halapin belum?" tanya Bobo pada Azka.


"Hapalin apa?" tanya Azka bingung.


"Hapalin ijab qubulnya lah, jangan sampai salah loh!" ucap Bobo.


"Iya, katanya kalau sampai salah beberapa kali bakalan ulang hari lain gitu," kata Attaya.


"Masa?" tanya Azka sambil menatap temannya satu persatu.


"Katanya gitu, sih!" Devan mengendihkan bahunya.


"Jangan buat gue panik!" gerutu Azka.


"Makanya dari sekarang hapalin, mumpung masih satu minggu lagi," saran Ciko, Azka hanya mengangguk saja.


"Berarti lu gak boleh ketemu sama Azkia selama seminggu ini?" tanya Devan.


"Iya," jawab Azka.


"Kasian sekali, habis ldr eh ldr lagi," ucap Bobo sambil terkekeh.


"Cih," dengus Azka.


"Fungsinya dipingit itu apa sih?" tanya Attaya.


"Entahlah," jawab Azka.


"Katanya sih biar mempersiapkan diri gitu," jawab Devan.


"Dan merawat diri, supaya nanti pas acara auranya berbeda," jelas Ciko.


"Kayanya Ciko beneran yang mau nyusul, dia tau banget," ucap Bobo sambil terkekeh.


"Kita doa kan saja, siapapun dari kita semoga cepat menyusul Azka." jawab Ciko santai.

__ADS_1


Kemudian banyak hal yang mereka bahas, dari pakaian hingga makanan saat resepsi. Nanti mereka semua yang akan menjadi pendamping Azka saat hari H berlangsung.


...----------------...


__ADS_2