Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Bunuh Perasaanmu


__ADS_3

"GAK ADA HATI, LO!" teriak Jojo.


"Ka, lo jadi cowok kok tega banget sih!" geram Alex.


"Dia mah dari dulu kek gitu, gak peka," sindir Kevin.


"Lo tega liat anak orang bunuh diri gara-gara, lo?" teriak Mikael.


"Itu keinginan dia, bukan gue yang nyuruh," saut Azka.


"Ka... gu-gue kek gini gara-gara lo, keinginan gue itu sederhana.. GUE CUMA INGIN LO, AZKA!" teriak Farah yang mulai merentang kedua tangannya.


"Gila, apa gue harus loncat beneran ini... Azka kok gak ada niatan buat nolongin gue sih kaya di film-film gitu, gue kan takut kalo harus terjun beneran dari sini.. mana tinggi banget lagi," batin Farah.


Matanya terpejam, pikirannya masih bergelut antara mundur atau lanjutkan drama ini. Rok abu-abu yang panjangnya hanya diatas lutut, membuat Farah bisa merasakan hembusan angin membuat kakinya gemetaran.


"Heh, lo jangan gila... TURUN SEKARANG JUGA, BAHAYA!" teriak Rayhan yang berlari mendekat namun terhenti saat mendengar ucapan Farah.


"Farah, lo turun ya... bahaya, lo bisa jatuh," teriak Azkia yang merasa iba dengan keadaan Farah.


"KALIAN SEMUA JANGAN MENDEKAT, AZKIA LO ITU DIEM AJA... INI SEMUA JUGA KARENA LO! KALO LO GAK JADIAN SAMA AZKA, PASTI SEKARANG GUE YANG UDAH JADI PACARNYA!" teriak Farah sambil terisak.


Mendengar hal itu membuat Azkia bungkam, dia menunduk. Ucapan Farah ada benarnya, jika dia tidak bersama Azka semua tidak akan seperti ini. Perkataan Farah membuat Azkia teringat kembali saat Azka kecelakaan, dan Azkia menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab semua ini.


"Bener, kalo gue gak jadian sama Azka mungkin semuanya gak akan seperti ini," gumam Azkia sambil tertunduk, air matanya terjatuh tanpa ia sadari.


Devira dan Nayla langsung membawa Azkia dalam pelukan mereka. Mereka mencoba meyakinkan Azkia karena ini semua bukan salahnya.


"Ini bukan salah lo, lo gak salah, Ki," ucap Devira.


"Iya, lo gak salah... lo liat Azka yang tidak goyah sedikit pun hatinya, dia tulus sama lo... jadi lo gak usah dengerin ucapan cewek aneh itu, Kia!" Nayla mencoba meyakinkan hati Azkia agar tidak rapuh.


"AZKA LO TERIMA GUE YA, KA PLEASE... GUE CINTA MATI SAMA LO, KA!" teriak Farah.


Para guru dan petugas keaman bingung harus berbuat apa, hanya tinggal menunggu orang tua Farah datang. Dan juga Azka adalah penolong mereka, tapi sayangnya Azka sepertinya engan ikut campur.


"Gue rela bunuh diri, kalo lo gak mau terima gue, Ka... mending gue kehilangan nyawa dari pada gue kehilangan lo, terus gue akan teror Azkia biar dia ketakutan dan jauhin lo," ucap Farah sambil tersenyum jahat.


"HARUSNYA LO BUNUH PERASAAN LO ITU!" bentak Azka dengan sangat tegas membuat mereka semua tersentak kaget.


Ya, Azka sudah cukup sabar sedari tadi mendengarkan omong kosong yang Farah ucapkan. Katanya orang pendiam akan menjadi sangat menakutkan saat ia marah, seperti itulah saat ini.


"KALO GUE BISA, GUE UDAH BUANG JAUH-JAUH RASA SUKA GUE KE LO, KA... TAPI APA? SEMAKIN GUE LUPAIN LO SEMAKIN GUE INGIN MENDAPATKAN LO, AZKA!" teriak Farah.


"Lo harusnya sadar diri!" Azka mulai berjalan mendekati Farah.


"Kalo orang udah gak respon lo, berarti dia gak suka sama lo dan lo harus berhenti saat itu juga!" bentak Azka.


Perkataan Azka tepat sekali, harusnya Farah mundur sebelum ia memulai semua ini.


Mereka semua hanya diam saja sambil mengamati Azka, tangan Azka memberikan kode kepada Ciko dan Bobo agar mendekat ke arah Farah.

__ADS_1


Dibawah gedung sudah terpasang air bed untuk alat pengaman, jika terjari sesuatu yang tidak diinginkan. Sehingga mereka sudah menghubungi petugas pemadam, karena selain memadamkan api mereka juga bertugas menyelamatkan orang.


"GUE GAK PERDULI! MAU GUE LO DAN GUE HARUS DAPETIN LO APAPUN CARANYA!" bentak Farah.


"Bangun mbak! Jangan mimpi ketinggian nanti jatuh sakit," ucap Bobo.


Plak!


"Suuttt!" Ciko memukul bahu Bobo hingga suaranya terdengar, tapi tidak untuk Farah.


"Dan gue juga gak perduli sama lo, sekarang lo terjun aja kalo lo emang berani... gak usah banyak omong kosong dari tadi."


"Azka, lo tega banget sama gue hiks hiks, gue kurang apa coba di bandingkan Azkia?" tanya Farah.


"Gue gak perduli, kalo gue suka ya suka tanpa ada alasan apapun!" saut Azka.


"Sekarang kalo lo mau terjun, terjun aja! Gue akan jadi orang pertama, bahagia melihat lo hilang dari hadapan gue!" ucapan Azka yang membuat mereka semua merinding.


"Oke kalo itu mau lo, ka," ucap Farah yang sufah bersiap akan lompat kebawah namun masih sedikit ada rasa takut untuk melakukannya.


Sebenarnya Farah hanya ingin menggertak Azka, dia tidak berfikir jika Azka bisa senekad ini.


Kaki Farah terasa berat untuk melangkah diatas udara, rasa takut yang sangat kuat menyelimuti hatinya. Farah tak jadi melangkahkan kakinya, ia lebih memilih mundur sedikit.


Farah tidak bisa membayangkan jika ia benar-benar jatuh ke lantai dasar, walaupun di sana sudah terlihat orang-orang diantara kasur besar yang sudah disiapkan untuk menopang badan Farah jika berani melompat.


"Kenapa, takut?" tanya Azka sambil tersenyum meremehkan.


"Gue gak takut," ucap Farah.


"FARAAH!" teriakqn mereka terdengar serentak.


Untung saja dengan cepat Bobo dan Ciko berhasil menangkap lengan Farah, sehingga ia tidak terjatuh ke lantai dasar.


"Bodoh banget sih, lo!" gerutu Bobo.


Tangannya sudah mulai memerah karena berusaha menahan beban berat dari tubuh Farah. Mereka berusaha menarik Farah naik.


Bruk!


Mereka tersungkur di lantai, setelah berjuang menyelamatkan Farah. Hingga tangan Rayhan dan Bobo terluka akibat gesekan dengan lantai yang tidak terlalu rata itu.


"Lepasin gue, gue mau loncat aja!" teriak Farah sambil berusaha bangkit dari duduknya.


Tiba - tiba saja tangannya dicekal oleh seseorang, dengan paksa membalik tubuh Farah lalu satu tamparan mendarat mulus di pipinya.


PLAK!


Farah sampai tertunduk saat mendapatkan tamparan itu, dengan cepat Farah mendongak dan matanya memelotot saat mengetahui siapa yang telah menamparnya.


"MAMA!!" pekik Farah.

__ADS_1


"Kamu ini sekolah bukannya belajar, malah mikirin cinta-cintaan segala... sampai nekad mau bunuh diri, KAMU ITU SADAR GAK APA YANG KAMU LAKUIN INI, BAHAYA!" bentak mama Farah.


Beliau tidak habis pikir dengan apa yang anaknya ini lakukan. Apapun yang Farah inginkan selalu dituruti, lantas bukan berarti harus mengorbankan nyawanya juga untuk orang yang tidak mencintainya.


"KAMU UDAH GILA? KAMU GAK MIKIRIN GIMANA KHAWATIRNYA MAMA LIAT KAMU BERDIRI DI PINGGIR TEMBOK SEPERTI ITU!" mamanya Farah terlalu emosi melihat putrinya yang terlihat seperti anak tidak berpendidikan.


Farah hanya diam saja sambil memegangi pipinya yang masih terasa perih.


"Ayo pulang, besok kamu tidak perlu masuk sekolah lagi, mama kirim kamu ke pondok saja... biar jadi anak sholekhah!" ucap mama Farah sambil memyeret putrinya itu.


"Apaa!! Farah gak mau ma, Farah gak mau masuk pondok... GAK MAU!" rengek Farah yang terus berusaha melepaskan cengkeraman sang mama.


Beberapa guru mencoba menenangkan mamanya Farah, agar tidak terlalu kasar memarahi anaknya.


"AZKA TOLONGIN GUE!" pinta Farah, namun Azk sama sekali tidak meresponnya.


"Azkaaa! gue gak mau jauh dari lo, Ka!" suara Farah makin lama makin terdengar menjauh.


Semua orang akhirnya bisa bernafas lega saat melihat Farah baik-baik saja.


"Lo sengaja buat Farah fokus sama lo, supaya Bobo dan Ciko bisa mendekat?" tanya Zian sambil menepuk bahu Azka.


"Hmm," singkat Azka.


"Kenapa gak lo langsung yang selamatin?" tanya Jojo.


"Gue gak mau kasih harapan buat dia kalo gue yang turun tangan langsung," ucap Azka.


"Bener juga ucapan lo, Ka... kalo lo yang nolongin dia bakal mikir kalo lo juga suka sama dia," ucap Miko yang sudah berada di sebelah Zian.


Azka hanya mengangguk.


"Tapi kata-kata lo, nyakitin banget oy gak bisa alus dikit apa?" tanya Bobo.


"Gak,"


"Dah lah omong ma tembok mah gitu. datar abis!" sindir Zian.


"Makasih berkat, lo anak orang gak jadi terbang," ucap Miko sambil terkekeh.


Tuk!


"Lo kira anak bebek yang baru belajar terbang apa," kesal Jojo sambil menyentil jidat Miko.


"Anak lo kan, otaknya juga ikut gesreh haha." canda Miko sambil berlari menghindari Jojo.


Para guru dan petugas kemaanan mengucapkan terimakasih kepada Azka, berkat bantuannya menggagalkan rencana bunuh diri Farah.


Rayhan pun juga mengucapkan terimakasih kepada Azka sebelum ia turun dari rooftop. Kevin dia hanya berdecak kesal.menatap punggung Azka.


Sedangkan Azkia dia sudah tenang namun masih terlihat murung, ucapan Farah masih teriang di pikiran Azkia.

__ADS_1


.....................................™™.................................


Jangan lupa LIKE, Gift, vote dan coment... MAKASIH :)


__ADS_2