Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Tidak Terima


__ADS_3

Tangan Azka menggantung di udara saat tangan itu akan menampar Siska, ternyata tangannya di cekal oleh seorang laki - laki yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua. "Woo, santay bosku.. .... jangan main kasar sama cewek!" ucap orang itu sambil menurunkan tangan Azka.


"Tapi, dia udah ngrendahin cewek gue, gue gak terima lah." ucap Azka kepada orang itu


"Gue tau, tapi gak gitu juga caranya." ucap orang itu


"Lo siapanya dia sih? Ikut campur aja!" kesal Azka sambil menari kerah seragam orang tersebut.


"Gue? Gue tuh orang yang suka sama dia, tapi dia nya gak memperdulikan gue! Dia lebih milih ngejar - ngejar lo yang jelas - jelas dia tau kalo lo itu gak suka sama dia!" ucap orang itu sambil menunjuk Siska dan juga Azka bergantian


"Bukan urusan gue, harusnya kalo lo suka sama dia kejarlah! ajarin tuh mulutnya juga, kayak gak di sekolahin aja!" bentak Azka kepada orang itu.


"Lo pikir gue diem aja, Ka? Gue udah berusaha lakuin apapun biar dia itu liat gue, tapi semua usaha gue sia - sia aja, Ka!" ucapnya menyedihkan


"Gue kan udah bilang sama lo berkali - kali, kalo gue gak suka sama lo!" bentak Siska pada cowok itu.


Ya cowok itu adalah orang yang sangat menyayangi Siska, dia selalu ada saat Siska bersedih. Bahkan dia ada saat Siska kesusahan, tapi sayangnya Siska tidak menganggapnya ada. Siska tidak memperdulikan semua perjuangan yang sudah dia lakukan untuk Siska, terlebih Siska lebih memilih mengejar Azka yang jelas tidak menyukainya dan mengabaikan seseorang yang selalu di sisihnya.


Mikael Wijaya, dia adalah orang yang menghalangi tangan Azka agar tidak menampar Siska dan dia juga orang yang menyukai Siska namun tidak dianggap oleh Siska.


"Berhentilah, Sis! Dia itu gak akan bahagia sama lo, walaupun lo paksa sekalipun!" tegas Mikael kepada Siska agar dia sadar.


Namun, tiba - tiba saja ada suara yang sangat familiar buat mereka semua, siapa lagi kalo bukan Pak Burhan. Entah dari mana datangnya mereka tidak tahu, yang jelas saat ini Pak Burhan sudah berada di belakang mereka.


"Kalian ngapain disini?" tanya Pak Burhan sambil tangannya berada di pinggang memperhatikan mereka bertiga dengan tatapan mematikan.


"Ki-kita lagi diskusi pak." ucap Mikael yang sedikit panik, karena Mikael juga hampir sama dengan Azka yang selalu mendapatkan hukuman.


"Diskusi cara berantem?" tanya Pak Burhan karena tangan Azka masih setia berada di kerah bajunya Mikael. Azka yang menyadari tatapan mata Pak Burhan tertuju pada tangannya itu langsung menarik tangannya.


"Hehee.. biasalah pak anak muda ini." ucap Azka

__ADS_1


"Kembali ke kelas kalian sekarang!" ucap Pak Burhan kepada mereka bertiga, sedangkan siswa yang lainnya yang tadi menonton langsung kabur sejak melihat Pak Burhan mulai mendekat ke arah mereka.


"Tapi Pa-" ucap Siska yang tidak terima jika dirinya di suruh kembali ke kelasnya karena urusannya dengan Azka belum selesai.


"Gak ada tapi - tapian balik sekarang, atau saya hukum kalian semua!" teriak Pak Burhan membuat Siska dan Mikael lari kembali ke kelas mereka sendiri, sedangkan Azka masih tetap di tempatnya.


"Kamu ngapain masih disini?" tanya Pak Burhan kepada Azka.


"Lah bapak ngapain masih disini, ini kan kelas saya." ucap Azka santai seperti tidak takut sama sekali kepada guru bp nya tersebut.


"Oh iya saya lupa." kata Pak Burhan seolah beliau lupa jika Azka hanya lah seorang muridnya.


"Yaudah bapak balik ke ruangan bapak, saya masuk kelas." ucap Azka kepada Pak Burhan


"Oke baik,... eh tunggu kamu berani menyuruh saya!" kesal Pak Burhan yang baru menyadari jika dirinya sedang di kerjain oleh Azka.


"Gak pak gak." ucap Azka sambil berlari masuk kedalam kelas. Sedangkan Pak Burhan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah siswanya itu


"Uluh - uluh yang di belain sama pacarnya. " ledek Devira yang melihat Azkia tertawa


"Mau dong sisain yang kaya gitu satu aja, paket komplit itu." kata Nayla


"Udah langkah dia mah, udah hampir punah cowok kek dia... hahaa." canda Azkia sambil berjalan kembali ke kelas yang diikuti oleh Devira dan juga Nayla.


"Astaga pacar sendiri di katain langka, bener - bener nih anak." kata Nayla yang tidak terima.


"Kan bener, Azka kelihatannya aja cuek, dingin gak perhatian, masa bodoan tapi nyatanya dia belain gue tanpa gue minta sekalipun. Dan dia gak nglakuin itu di depan gue, kan gak sepeti cowok lainnya yang caper kan kalo ada gebetannya." ucap Azkia panjang lebar membuat Devira dan Nayla mengangguk setuju.


"Iya sih bener banget yang lo bilang, Ki." ucap Nayla sambil menggandeng lengan Azkia.


"Bener - bener langka, hahaa" ucap Devira, mereka sudah sampai di dalam kelas. Azkia melihat Azka yang duduk dibangkunya sambil melipat kedua tangannya di atas meja, tangan itu dia jadikan tumpuan kepalanya.

__ADS_1


Kemudian Azkia menghampirinya, memandang Azka sebentar sambil tersenyum melihat kejadian tadi. Azkia tadi sebenarnya sudah akan muncul saat Azka akan menampar Siska namun dia kalah cepat dengan Miko, alhasil Azkia hanya menonton mereka saja dari kejauhan.


Azkia mengulurkan tangannya mengusap pelan kepala Azka, membuat Azka perlahan membuka matanya memandang Azkia yang sudah duduk di sebelahnya. Azka tersenyum manis saat itu, entah bagi Azka hanya melihat Azkia tersenyum sudah bisa membuat Azka tenang dan seketika menghilangkan semua amarahnya tadi.


Azkia menempelkan minuman dingin di pipi Azka, saat Azka sudah duduk tegak. Azka memejamkan sebelah matanya saat minuman kaleng itu menyentuh pipinya, Azka heran dengan apa yang di lakukan saat ini.


"Biar dingin itu kepala." ucap Azkia sambil tersenyum, seolah Azkia mengerti apa yang sedang Azka pikirkan.


"Liat lo senyum aja udah dingin kok." ucap Azka dengan coolnya membuat siapapun yang mendengar itu menjadi meleleh hatinya.


Attaya, Devan, Devira dan juga Nayla yang mendengar itu pun langsung mencibir Azka dengan kompaknya. "Buciiin...." teriak mereka semua bersamaan.


"Hhahaha... ." tawa Azkia mendengar sahabatnya mencibir Azka, sambil tangannya menaruh minuman kaleng itu di atas meja.


"Bomat!" ucap Azka kesal sambil mengambil minuman itu, dan membukanya lalu meminumnya hingga habis dalam sekali teguk.


Sedangkan mereka semua hanya menertawakan Azka yang mulai kesal, biasanya Azka yang akan menjaili mereka tapi kali ini mereka memiliki bahan untuk membully Azka.


Ketua kelas masuk memberikan jadwal kegiatan yang akan di lakukan saat acara classmeeting. Semua kegiatan sudah di sampaikan dengan teliti kemudian mereka menunjuk siapa saja perwakilan yang akan mewakili kelas mereka dalam acara clasmeting tersebut.


"Ka, seperti biasa tanding basket lo yang urus ya!" perintah ketua kelas.


"Oke!" ucap Azka singkat karena masih kesal dengan teman - temanya.


Azkia yang menyadari itu langsung bertanya kepada Azka,"Kenapa lo marah, ngambek?" tanya Azkia sambil menggoda Azka dengan wajah imutnya. Membuat Azka tidak bisa tahan dengan keimutannya Azkia hingga Azka tidak jadi kesal lagi.


...........


Author minta maaf jika ada salah kata, ataupun ucapan yang tidak berkenan pada kalian.. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan bagi yang menjalankannya ^.^


................

__ADS_1


Jangan lupa vote ya, makasih


__ADS_2