
Setelah Masuk ke taman hiburan mereka semua langsung mencoba beberapa permainan yang ada seperti bianglala.
Meskipun bukan wahana baru, bianglala tetap menjadi salah satu wahana favorit bagi para pengunjung. Bianglala adalah kincir berukuran besar yang akan membawamu untuk melihat pemandangan yang indah dari ketinggian yang mencapai kurang lebih 30 meter di atas permukaan laut.
"Waahh indahnya pemandangan dari atas sini.." ucap Nayla
"Iya cantik banget.." ucap Devira
"Duh ini lama banget di atas" ucap Attaya yang sedikit panik
"Lo takut ya..?" tanya Devira
"Dia kan emang ta-" ucapan Devan terpotong karena mulutnya sudah di bekap oleh Attaya. Attaya tidak ingin jika Devan membocorkan rahasianya kepada dua cewek itu
"Ta? Ta apa?" tanya Nayla menyelidik
"Bukan apa - apa kok hehe ya kan, Van?" ucap Attaya sambil menginjak kaki Devan agar menuruti perkataan Attaya.
"I-iya bukan apa - apa kok. .... sakit tauk" ucap Devan, kemudian dia berbisik kepada Attaya
Iya mereka berempat memang sengaja masuk dalam bianglala, karena ingin memberi kesempatan kepada Azka dan Azkia berduaan.
Sedangkan di bianglala Azka hanya hening saja tanpa ada sepatah kata pun, Azka tak hentinya memandangi wanita cantik di depannya ini. Entak kenapa Azkia terlihat begitu manis dan imut saat dia mengenakan pakaian casual, seperti saat ini dia hanya mengenakan kaos warna hitam dan juga jumsuit jins dengan sepatu kets warna putih. Terkesan simple namun sangat cocok di kenakan oleh Azkia.
"Waahhh cantiknya pemandangannya.." kagum Azkia pada pemandangan yang dapat di lihat dari atas bianglala
"Iya cantik banget." ucap Azka sambil terus memandangi Azkia tanpa berkedip
"Yang mana?" tanya Azkia antusias
"Kamu!" kata Azka singkat namun membuat Azkia gagal paham
"Ha apa?" tanya Azkia
"Apa?" tanya Azka yang sudah tersadar dari pandangannya kepada Azkia
"Kata lo gue cantik?" ulang Azkia
"Hah mana ada?" ucap Azka canggung sambil membuang muka ke arah jendela dan melihat pemandangan.
"Yaudah.." kecewa Azkia, sebenarnya Azka tahu jika Azkia kecewa dengan jawabannya namun dia berpura - pura biasa saja.
Setelah permainan bianglala mereka melanjutkan permainan yang lain, seperti bom bom car, lalu Hysteria merupakan salah satu wanaha ekstrim yang mereka coba untuk menguji nyali. Tidak jarang terdengar tetiakan ketakutan dari mereka berenam.
Bahkan Attaya berteriak paling kencang tidak kalah dengan para perempuan lainnya, membuat Devan dan Azka malu saja.
"Huaaaaaa waaaa...." teriak Attaya
"Jatuhh huuaaaa..." teriaknya lagi
Azka dan Devan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu, sebenarnya Attaya sudah di peringatkan supaya tidak ikut mencoba wahana yang ekstrim namaun Attaya tidak mau mendengarkan nasehat itu. Attaya malu jika tidak ikut mencobanya, sedangkan ketiga teman cewek mereka semua ikut mencobanya.
Saat di wahana roller coaster, lintasannya dibuat sangat rumit dan berliku-liku, sehingga dapat melintas dengan berputar-putar dan terbalik dengan kecepatan tinggi.
Mereka akan dilemparkan ke atas dalam waktu singkat dan kemudian kembali turun ke bawah dengan sangat cepat. Proses pelemparan dan kembali turun ini akan dilakukan berulang-ulang. Sehingga membuat mereka berteriak histeris bahkan sampai ada yang muntah setelah main permaianan ini.
__ADS_1
Seperti saat ini, Azka sedang membelikan minuman untuk Attaya yang muntah - muntah setelah turun dari permainan itu. Sedangkan Devan membantu menepuk tengkuk Attaya agar segera reda muntahnya.
huueekk hueekk
"Nih.." ucap Azka sambil memberikan minuman kepada Attaya, dengan cepat Attaya menerima dan membuka air mineral itu. Kemudian meminumnya membuat Attaya sedikit tenang. Sedangkan Azka memberikan bungkusan kresek kepada yang lain, isinya air minum dan juga makanan ringan.
"Makanya kalo di bilangin itu nurut! Jangan sok - sokan huuu!" ucap Devan sambil menepuk punggung Attaya lagi sehingga membuat minuman yang sedang di minum Attaya tersembur keluar
"Iya, kalo gak berani gak usah maksain diri kan nanti yang susah lo juga.." ucap Nayla
"Kan niatnya biar bisa main sama kalian kan.." bela Attaya.
"Kan masih ada permainan yang lain, nanti juga bisa main bareng.." kata Devira sambil membuka makanan ringan yang Azka belikan tadi.
"Udah jangan salahin Atta, mukanya udah pucet gitu kasian.." ucap Azkia yang perihatin mlihat wajah Attaya yang sudah pucat.
"Cari makan dulu, sekalian istirahat.." ajak Azka, dan mereka semua setuju akan usulan Azka.
"Setuju udah laper ini.." ucap Devan
"Bener itu, kita makan dulu aja habis itu kita main lagi.." ucap Devira yang menyetujuin usulan Azka.
"Yaudah ayok.." ucap Azkia.
Kemudian mereka semua mencari stan yang menjual makanan untuk mengisi perut mereka terlebih dulu, terlebih lagi saat ini Attaya terlalu pucat setelah bermain beberapa wahana yang menegangkan.
Sambil munggu makanannya datang, mereka bercanda dan menertawakan soal Attaya yang sampai muntah - muntah.
"Lagi makan jangan muntah lagi yak!" ucap Devan sambil merangkul Attaya
"Ketika seorang bad boy muntah gara - gara wahana hahaaa.." canda Azkia
"Udah - udah kasian kan dia di bully mulu.." bela Nayla.
"Ututtuu takut ada yang belain.." canda Azkia
"Gue tuh gak takut, cuma badan aja lagi gak enak makanya jadi kayak gitu.." bela Attaya.
"Iyain aja dah!" kata Azka
Setelah makan mereka semua kembali akan bermain wahana yang lain, namun langit terlihat mendung seperti akan turun hujan. Rencana Azka untuk menembak Azkia bakalan gagal jika turun hujan.
"Ka! Mendung ini gimana rencana lo?" tanya Devan.
"Jangan - jangan mau hujan ini?" ucap Attaya sambil memegangi lehernya
"Bisa gagal ini rencana" keluh Azka
"Mendung belum berarti hujan,Ka!" kata Devan
"Iya, semua udah siap kan?" tanya Azka
"Beres semua bos tinggal menjalankan.." ucap Attaya
Di toilet
__ADS_1
"Hari ini tuh seru banget, ya gak sih?" tanya Nayla
"Iya jarang - jarang kan kita bisa main rame - rame." ucap Azkia
"Apalagi gratisan ye kan hahaa.." tawa Devira memenuhi ruangan tersebut. Ya setelah selesai makan mereka bertiga pergi ke toilet bersama, biasalah cewek kemana - mana pasti mengajak temannya.
"Lo mah sukanya yang gratisan.." sindir Nayla.
"Kita kan sama hahaa.." ucap Devira sambil memberikan sedikit bedak kepada pipinya
"Iye sama - sama suka yang gratisan hahaa, apalagi bareng cogan ya kan.." ucap Nayla.
"Hilih.." kata Azkia sambil memberikan sedikit lipteen kepada bibirnya. Diantara mereka bertiga tidak ada yang tahu soal rencana Azka, bahkan mereka sedikit pun tidak ada yang merasa curiga.
Mereka bertiga kembali ketempat dimana mereka sudah janjian di tunggu oleh Azka Devan dan Attaya. Dengan senyum masih terkembang di bibir mereka bertiga, karena hari ini mereka sangat senang setelah ujian beberapa hari mereka bisa refresing untuk menghilangkan penat.
"Maaf ya lama.." kata Devira saat sudah sampai
"Udah biasa.." jawab Attaya
"Kita mau main wahana mana lagi ini?" tanya Azkia yang masih bersemangat
"Terserah." ucap Azka, namun tiba - tiba saja hujan turun dengan lebatnya sehingga membuat mereka semua berlari mencari tempat teduh. Namun sayangnya mereka tidak bersama, semua terpencar dengan sendirinya untuk mencari tempat teduh.
Azka berteduh di bawah pohon, lalu mengeluarkan hp nya untuk menghubungi Attaya dan juga Devan. Untuk menanyakan dimana keberadaan mereka semua, namun sayangnya hp mereka tidak bisa di hubungi hanya Devira saja yang bisa.
"Dimana?" tanya Azka dalam panggilan telepone
"Di sini gue lagi berteduh sama Nayla, Azkia sama lo kan?" tanya Devira di sebrang sana
"Gak, dia gak sama gue" ucap Azka
"Lah kemana itu bocah suka banget ilang.." keluh Devira
"Mana gue tau, Devan sama Attaya gak bisa gue hubungin." kata Azka sambil celingukan mencari jika melihat salah satu temannya
"Mereka aman, tinggal Azkia ini. Lo bisa cari gak, dia suka ilang sendiri apalagi dia kan belum lama pindah ke sini.." jelas Devira panjang lebar
"Cih!" ucap Azka sambil menutup telepone nya, sedangkan Devira yang di seberang sana heran dengan kelakuan Azka yang langsung mematikan panggilannya.
Kemudian Azka menerobos hujan untuk mencari Azkia, kesana kemari namun juga belum menemukannya.
"Kia! Azkia!" teriak Azka yang seperti mencari anak kucing saja
"Dimana sih itu bocah! Shiitt! Bisa gagal rencana gue ini.." kesal Azka sambil terus mencari Azkia di bawah guyuran hujan yang semakin lama semakin deras.
Azka sampai tidak memperdulikan jika badannya sudah basah kuyup karena terguyur hujan.
"Azkiaa.."
"Pak liat orang ini tidak?" tanya Azka pada seseorang yang sedang berteduh, Azka menunjukkan foto Azkia yang di ambilnya diam - diam waktu itu. Namun orang itu juga tidak melihatnya.
Dan Azka terus mencari hingga dia....
.....
__ADS_1
Gagal lagi kan rencananya?