Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Menghantui hatimu


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal dimana Azka harus mengganti perban yang membalut bahunya itu, namun sayangnya orang tuanya harus kembali bekerja. Mereka tidak bisa meninggalkan bisnis mereka terlalu lama, namun mereka janji akan berusaha sebisa mungkin meluangkan waktu bersama Azka. Jadi Azka diantar oleh Raina kerumah sakit, sepupunya itu akan menemani Azka kemana pun dia pergi.


"Kuy lah jangan lama." ajak Raina, sambil membuka pintu kamar Azka.


Clek.


"Ka!." panggil Raina saat sudah membuka pintu.


"Heh kalo mau masuk kamar cowok ketuk pintu dulu lah." kesal Azka, pasalnya dia sedang berganti pakaian untung saja sudah selesai.


"Kayak sama siapa aja sih." ucap Raina santai sambil duduk di sofa yang ada di kamar Azka.


"Lo kan cewek, astaga!" keluh Azka.


"Kan kita saudara ini." jawab Raina dengan santainya.


"Kalo ada cowok yang suka sama lo, terus liat kelakuan asli lo kayak gini... bisa - bisa kabur itu orang." kata Azka sambil memasukan ponselnya kedalam saku celananya.


"Pagi - pagi dah ngomel mulu, lagi pms ya?" canda Raina sambil tekekeh.


"Tauk lah." kesal Azka sambil berjalan kearah parkiran dan diikuti Raina.


"Yee ngambek." ledek Raina. Namun tidak di hiraukan oleh Azka, ia lebih memilik masuk kedalam mobil dan duduk dengan nyaman.


Raina duduk di kursi kemudi, kemudian dia melajukan mobil itu menuju rumah sakit dimana Azka dirawat waktu itu. Selama perjalanan mereka tidak hanya diam saja melainkan saling meledek dan bercanda. Sudah lama sekali Azka tidak tertawa selepas itu, dia dan Raina memang paling kocak namun sikapnya akan berubah total saat mereka tidak bersama. Tampang cuek dingin itulah yang mereka tunjukkan kepada orang - orang yang tidak dekat dengan mereka dan terlepas dari alasan Azka bersikap seperti itu.


"Nanti mampir cafe kamaren itu Rain!" perintah Azka.


"Cih, lo kira gue supir lo apa?" kesal Raina.


"Iya." singkat Azka sambil memainkan ponselnya.


"Gue kesini buat liburan bukan buat jadi supir ya!" ucap Raina, matanya masih terfokus memandang jalanan yang lumayan padat.


"Ya liburan, ya jadi supir gue kan haha." jawab Azka sambil terkekeh.


"Hilih, lo yang tanggung semua ya?" pinta Raina.


"Siap, mau makan apapun gue yang bayar... kurus gini seberapa banyak sih makannya." kata Azka.


"Jangan nyesel loh." kata Raina sambil tersenyum devil.


"Hmm."


"Yaudah turun, mau sampai kapan liatin ponsel... jangan bilang salah satu cewek yang jenguk lo dirumah sakit waktu itu ada gebetan lo juga Ka?" tanya Raina sambil menutup pintu mobil.


"Nanti juga tau." jawab Azka sambil tersenyum tipis.


"Horor kalo dia senyum gitu, cih." gumam Raina, dia mensejajari langkah Azka menuju ruang dimana dia akan mengganti perbannya.


Raina belum tahu dengan jelas apa penyebab Azka hingga sampai seperti ini, dia hanya tahu Azka kecelakaan hingga koma satu hari. Namun kronologi jelasnya seperti apa Raina belum tahu, karena dia tidak mau membuat Azka mengingat luka yang membuatnya hingga seperti ini.


"Jangan nangis ya!" canda Raina saat Azka masuk kedalam ruangan bersama dengan perawat.


"Cih."


Setelah beberapa saat berlalu keluarlah Azka dari ruangan itu, dengan membetulkan jaket yang sedang dia kenakan. Dia berjalan mengahampiri Raina yang tengah asyik memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Ayok!" ucap Azka saat sudah berada di depan Raina.


"Udah?" tanya Raina polos.


"Kalo belum gak mungkin gue di sini kan." kesal Azka, kemudian dia berjalan terlebih dahulu menuju parkiran setelah menyelesaikan administrasi.


Dengan langkah malas Raina mengikuti Azka menuju parkiran, kemudian dia mendudukan badannya dengan kasar.


"Kenapa?" tanya Azka yang sudah duduk disebelah kursi kemudi.


"Laper hehe." ucap Raina sambil menunjukan deretan gigi kelincinya.


"Nanti pas udah sampai di cafe terserah mau pesen apa." ucap Azka.


"Janji?" tanya Raina.


"Kapan sih gue pernah boong sama lo." dengus Azka.


"Kali aja kalo udah ada pacarnya lupa sama sepupu cantiknya ini." ledek Raina sambil mengemudikan mobilnya menuju cafe yang biasanya Azka datangi.


Azka hanya memutar kedua bola matanya malas tanpa ada niatan untuk menanggapi ocehan sepupunya itu.


Butuh sekitar dua puluh menit mereka sudah sampai dicafe, dan ternyata Azkia sudah menunggu disana dengan segelas es vanila didepannya.


"Udah lama?" tanya Azka yang langsung duduk disebelah Azkia.


"Uhukk." hal itu membuat Azkia yang sedang minun tersedak karena tidak menyadari kedatangan Azka.


"Hati - hati." ucap Azka sambil memberikan air mineral yang ia bawa.


"Kamu mah kalo jalan kaya hantu, gak ada suaranya." ucap Azkia.


"Biarin kaya hantu, biar bisa menghantuimu hatimu." canda Azka.


"Weh bisa gombal juga ya." ucap Azkia sambil terkekeh sedangkan Raina dia hampir tersedak saat melihat sepupunya yang dingin seperti es itu menggombali seorang cewek tepat dihadapannya.


"Aku bisa jadi apapun, asalkan bisa membuatmu bahagia." kata Azka sambil menatap lekat Azkia.


"Cieee, uhuuk kesek deh gue." canda Raina.


"Cukup jadi Azka yang aku kenal, jangan jadi orang lain." jawab Azkia sambil tersenyum manis.


"Sirik aja lo... oh iya Ki, kenalin ini sepupu yang aku bilang waktu itu namanya Raina, Na dia Azkia." ucap Azka memperkenalkan mereka berdua.


"Raina."


"Azkia."


"Yaelah gitu doang?" kesal Azka.


"Lah terus?" tanya Azkia bingung.


"Lupain." kata Azka sedikit kesal membuat Azkia dan Raina tertawa.


"Kesini sama siapa Ki?" tanya Raina basa basi.


"Sama abang, tapi lagi di toilet." jawab Azkia sedangkan Raina hanya mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Abang?" tanya Azka sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Iya yang waktu itu kamu pukulin hehe." jawab Azkia sambil terkekeh saat mengingat kejadian waktu itu.


"Kok udah rame aja." ucap seseorang dari belakang Raina, yang membuat mereka semua melihat kearah suara tersebut.


"Lo?"


"Cewek dingin?" ucap Raina dan Axel bersamaan membuat Azka dan Azkia heran.


"Abang kenal Raina?" tanya Azkia kepada abangnya.


"Na, lo kenal dia?" tanya Azka kepada Raina.


"Gak." jawab Raina dengan ketus.


"Kenal." jawab Axel dengan tersenyum manis.


"Jadi yang bener yang mana?" tanya Azkia bingung.


"Gue gak kenal dia, jangan sok kenal." ketus Raina dengan tampang datarnya.


"Dia cewek yang aku ceritain waktu itu dek." ucap Axel setelah duduk di hadapan Raina.


"OMG, dunia ini emang sempit banget ya... Raina ini sepupunya Azka bang." kata Azkia sambil menutup mulutnya karena terkejut.


"Hah yang bener?" tanya Axel tidak percaya, sedangkan Azka dan Raina hanya diam saja melihat mereka berdua.


"Iya bang." jawab Azkia sambil mengangguk.


"Oh iya, Azka gue minta maaf ya soal kejadian waktu itu... dan maafin adek gue kalo dia cerita semuanya dari awal soal gue mungkin lo gak bakalan sampai kecelakaan." kata Axel dengan wajah bersalahnya.


"Hmm, lupain aja gue baik - baik aja gini." ucap Azka karena dia sudah ingat semua saat Devan dan Attaya menceritakan kepada Azka kenapa dia sampai dibawa kerumah sakit.


"Baik - baik aja gimana, lo sampai koma!" bentak Raina yang tidak terima.


"Iya tapi kan udah sehat gini gak usah di bahas lagi." jawab Azka sambil menatap Raina sekilas.


"Serah lah." kesal Raina, dia hampir saja kehilangan sepupunya itu namun seolah tidak terjadi apa - apa membuat Raina tidak terima.


"Oh iya kita belum kenalan, gue Axel abangnya Azkia." kata Axel berusaha mencairkan suasana yang cukup menegangkan.


Tangan Axel masih menggantung diudara tanpa ada niatan dari Raina untuk menanggapinya, hal itu membuat Axel menjadi canggung.


"Sutt, kenalan itu nyet." kata Azka sambil menendang kaki Raina yang berada di bawah meja.


"Cih, Raina." singkat Raina tanpa menanggapi uluran tangan Axel. Azka memang dingin namun masih bisa menyembunyikan jika dia tidak menyukai seseorang lain halnya dengan Raina, jika dia tidak menyukai seseorang maka akan terlihat sangat jelas sekali.


............


^^^"Tidak ada hal yang kebetulan, karena^^^


^^^semuanya sudah di takdirkan." ~ E H ~^^^


................


Maaf baru up, karena author habis sakit, kalian jaga kesehatan ya jgn sampai sakit!.

__ADS_1


......Makasih masih setia di Bad Boy Bucin, jangan lupa tinggalkan jejek nya ^.^......


__ADS_2